
Mendengar berita kehamilan Andita Sharma begitu bahagia ia langsung memeluk adik iparnya.
"Selamat ya dek Semoga sehat selalu sampai persalinan nanti." ucap Sharma kepada Andita.
"Terima kasih kakak ipar."
"Oh ya kak emang bener ya kalau Kak Erik lagi tugas di luar kota?
"Iya mas Erick tugas ke puncak Bogor."
"Memangnya ka Erick tugas ngapain di sana Kak?"
"Kakak juga kurang tahu cuman mas Erick bilang misi mereka harus segera diselesaikan."
"Mudah-mudahan tugas Kak Erick cepat keluar ya kak di luar kota, agar kita bisa kembali lagi berkumpul."
"Amin ya robbal alamin!"
Jam perkuliahan pun sudah dimulai karena kebetulan dosen pun sudah datang untuk mengajar di kelas Andita dan juga Sharma . pikiran Sharma sedikit terganggu. Sharma sedikit tidak konsentrasi mengikuti mata kuliah karena pikirannya bercabang.Sharma kepikiran kepada Briptu Erick dan juga putranya baby Prasetya. Yang ditinggalkannya di rumah bersama baby sister dan juga Ibu Rohana.
2 jam sudah berlalu mata kuliah sudah berlangsung. Tetapi pikiran Sharma tetap tidak fokus mengikuti mata kuliah yang sedang berlangsung. Setelah dosen menyudahi mata kuliah hari itu, Sharma langsung bergegas pulang ke rumah agar dirinya dapat menemani putranya dan merawat baby Prasetya.
Dengan menggunakan ojek online, Sharma pun sudah tiba di rumah. Ibu Rohana yang melihat kedatangan Sharma pun langsung menghampirinya.
"loh kok kok kamu pulang cepat sekali nak?"
"Iya mi!" mata kuliah hari ini hanya 2 jam saja itupun Sharma tidak konsentrasi.
"Kenapa sayang?"
"Tidak tahu mi pikiran Sharma tidak konsentrasi hanya kepada mas Erick dan juga baby Prasetya.
"loh ngapain terlalu pikirin baby Prasetya kan ada mami menjaga dan juga baby sister!" kalau Nak Erick kan memang sudah tugasnya memberantas kejahatan dan juga mengayomi masyarakat. jadi kamu tenang saja. Nak Erick tidak akan kenapa-kenapa." ucap Ibu Rohana kepada Sharma untuk menenangkan hati Sharma.
Sharma langsung membersihkan diri agar dirinya dapat menemani putranya. hanya hitungan 3 jam baby Prasetya ditinggal oleh Sharma. Sharma sudah sangat merindukan putranya Apa lagi putranya sudah sangat aktif.
setelah selesai melakukan ritual mandinya, Sharma langsung langsung menghampiri Baby Prasetya.
__ADS_1
"Sus Sini biar saya aja yang ngasih makan baby Prasetya." ucap Sharma kepada suster yang bertugas menangani baby Prasetya.
"Putra Mami tampan sekali puji." ucap Sharma sambil langsung mengecup pipi tembem putranya. Baby Prasetya tertawa ketika sharma mengecup pipi tembam putranya.
ketika Baby Prasetya tersenyum dan tertawa setelah Sharma mencium pipi tembem nya.
"Hati Sharma begitu bahagia melihat putranya yang begitu aktif dan juga menyenangi saat dirinya mencium pipinya.Seolah olah baby Prasetya mengetahui cinta tulus dari Sharma menyayangi baby Prasetya.
Sementara di tempat lain inamorata menangis tersedu-sedu karena ejekan dari teman-temannya.
"Hua ..Hua....Hua. Tangis Inamorata di salah satu sekolah TK paud ternama yang ada di kota Jakarta. hari itu inamorata bercerita kepada teman-temannya kalau dirinya akan memiliki adik tetapi teman-temannya mengejeknya.
"Nanti Papi dan Mami aku buat adik untuk ku diambil dari perut Mami aku?"ucap inamorata kepada teman-temannya.
"Kamu Mana ada adik si perut Mami kamu. Perut mami kamu aja tidak buncit."sahut salah satu temannya.
"Iya nih inamorata berbohong, katanya ada adik di perut mamanya tetapi perut mamanya aja tidak buncit Lihat dong Mami aku dulu sebelum adik aku lahir di rumah sakit perut Mami aku buncit dulu baru ada adik aku.." Ucap Leony salah satu teman sekolah Inamorata di TK paud ternama di kota Jakarta.
Beberapa teman Inamorata mengejek dirinya membuat inamorata begitu kesal ia beranggapan kalau Yudha dan juga Marli membohonginya karena Yudha mengatakan kalau ada seorang bayi adik Inamorata dinoeeut Merli. Tetapi ketika teman-teman Inamorata mengatakan kalau dedek bayi ada di dalam perut maka perut akan Buncit. Tetapi inamorata ingat kalau perut maminya tidak buncit dan hanya rata saja.
Hari itu, Yudha menjemput inamorata dari sekolahnya. Ia pun melihat inamorata menangis tersedu-sedu dan Yudha langsung menghampiri putrinya yang sedang menangis
"Papi bohong!"
"Kok Papi berbohong?"
"Iya Papi bilang ada dedek bayi di perut Mami tapi ternyata tidak!"
"Kok kamu ngomongnya eperti itu nak?"
"Yeman-teman Ina mengatakan kalau ada dedek bayi di perut Mami perut Mami harus buncit. Tapi ternyata perut Mami tidak buncit. Hua ....Hua..Hua tangis inamorata semakin menjadi ketika dirinya mengatakan apa yang dikatakan oleh teman-temannya Yudha.
"Tidak seperti itu sayang!"
"Tidak papi sama mami bohong buktinya maminya Leony sewaktu Dedek bayinya lahir perut maminya buncit, tidak seperti perut Mami." tangis inamorata membuat Yudha sedikit pusing untuk menjawab apa yang ditangisi oleh putrinya.
"Ya sudah tidak apa-apa nanti kita bicarakan ini kepada Mami sekarang kita pulang dulu.
__ADS_1
"Ina tidak mau pulang Papi sama Mami sudah membohongi Ina."
"Tidak sayang kamu percaya sama papi!"
"Ina tidak percaya lagi sama papi.....papi berbohong sama Ina. Papi ngomong Kalau berbohong itu dosa tetapi Papi sendiri yang berbohong.
"Tidak sayang percaya sama Papi!" nanti akan ada dedek bayi tumbuh di perut Mami. Kamu berdoa saja semoga kelak dedek bayi tumbuh di rahim Mami. Sekarang Papi sama mami berusaha dulu ya, buat Dede bayinya.
Memangnya buat dedek bayi harus bekerja ya Pi?"
"Iya dong Sayang makanya kamu diam dulu deh!" nanti kita bicara sama Mami kamu tenang saja mami pasti mau buat Dede bayi untuk inamorata."ucap Yudha sambil mengembangkan senyumnya.
Yudha melihat putrinya tidak tega diolok-olok oleh teman-temannya.
"Sekarang kita pulang dulu, Tapi sebelum pulang kita mampir dulu beli es krim Kamu mau tidak?
"Mau mau !" sahut innamorata sambil mengembangkan senyumnya.
"Ina mau rasa apa nanti?"
"Rasa coklat dan stroberi."
"Ina mau dua es krimnya?"
"Iya nanti sama mami satun agar dedek bayi ada di perut Mami nanti."
Yudha menatap putrinya dengan seksama. Ia seolah-olah tidak tega karena permintaan Putrinya belum bisa dipenuhinya. Setelah tiba di salah satu supermarket Yudha pun menghentikan mobilnya untuk sekedar memanjakan inamorata membeli es krim agar mood innamorata kembali pulih dan tidak sedih lagi karena ejekan dari teman-temannya.
Kemudian setelah Inamorata dan Yudha membeli es krim mereka kembali ke mobil dan melajukan perjalanan mereka menuju ke rumah. 10 menit kemudian mereka pun tiba di rumah. Merli yang melihat kedatangan Mereka pun menyambutnya dengan senyuman.
lain halnya dengan inamorata ia menatap maminya dengan tatapan tajam. Sehingga Merli bertanya-tanya dalam hati Mengapa Putrinya tatapnya tajam seperti itu kepada Merli. Hingga Merli bertanya kepada Yudha apa yang terjadi Mengapa putrinya seperti itu.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓💓🙏🙏💓
mampir yuk kekarya baru ku ceritanya seruloh.
__ADS_1