
Zahra dan Morina pulang kerumah, Morina tidak ingin meninggalkan Kayla lebih lama, karna Morina takut kalau Kayla kecarian dan menangis karna tidak melihat dirinya berada dirumah.
****
"Mami......panggil Kayla ketika dirinya melihat Morina sudah datang, bersama Zahra.
"Sayang!" ucap Morina sambil langsung memeluk Kayla
"Mami darimana?"
"Mami tadi ada urusan sayang!"
"Kok tidak sama papi?"
"Papinya juga ada urusan penting sayang."
"Ayo beri salam sama ounty Zahra." ujar Morina agar Kayla memberi salam kepada Zahra.
"Putri mami sudah makan belum?"
"Sudah dong mami!" kan Kayla sudah gede."
"Oh ya mami!" sudah ada dedek bayinya di perut mami kan?" karna kata papi, mau buatin Dede bayi di perut mami." ucap Kayla. membuat Morina dan Zahra saling bertatapan.
"Sayang!" memang kata papi apa?" tanya Zahra
"Kata papi tidak boleh Kayla tidur malam malam sama mami, karna mau buat Dedek bay katanya." ucap Kayla dengan nada khas anak kecil
"Dasar mas Antonio." gumam Morina dalam hati
"Iya sayang makanya Kayla tidur di kamar sendiri Dong supaya mami dan papinya Kayla bisa buat dedek untuk Kayla. Ujar Zahra sambil mengedipkan matanya kearah Morina.
Morina yang mendengar ocehan Zahra, langsung mencubit lengan Zahra.
"Ouh sakit mori....."
"Makanya kalau ngomong itu sama anak kecil jangan asal keluar, lihat tuh!" gara gara mas Antonio ngomong asal, jadi begini kan." gerutu Morina.
"Ha ha ha ha!" makanya terus buat dong dedeknya Kayla." ucap Zahra asal.
Morina melototkan matanya agar Zahra tidak melanjutkan ocehannya.
Tanpa mereka sadari, sudah datang. Karna terlalu asik membahas apa yang dikatakan Kayla.
"Ehemmm!" Sura deheman terdengar jelas di telinga Morina, Zahra dan Kayla.
"Papi......!" panggil Kayla dan langsung berlari dan memeluk papinya.
"Putri papi!" ucap Antonio sambil langsung memeluk dan mencium pipi tembam Kayla.
"Papi!" diperut mami sudah ada dedek bayi kan?"
"Ini nih!" kalau mas ngomong asal sama anak kecil." gerutu Morina sambil langsung mencubit perut suaminya
"Aduh sakit sayang!" adu Antonio
"Makanya kalau ngomong sama anak kecil, hati hati, jangan asal."
"Makanya nanti malam kita buat dedek untuk Kayla." ujar Antonio sambil Mengebangkan senyum Jahilnya kepada istrinya.
Zahra yang mendengar perdebatan suami istri itu hanya terkekeh.
"Kamu lagi ketawa!" ngomong asal sama anak kecil. gerutu Morina Kepada Zahra.
"Sudah sudah!" jangan marah gitu dong sayang, nanti cantiknya berkurang loh." ucap Antonio sambil meraih istrinya kepelukannya.
"Ehemm .....disini ada orang loh." gerutu Zahra yang melihat Morina dan Antonio bermesraan tanpa peduli adanya Zahra disana.
Morina mengebangkan senyumnya sembari berusaha melepaskan pelukan Antonio. Tetapi Antonio justru mengeratkan pelukannya.
"Mas kamu ngak dengar apa kata Zahra tadi?"
__ADS_1
"Biarin aja, mungkin Charles ngak romantis seperti mas." ucap Antonio
"Cie cie cie!" papi peluk peluk mami."jahil Kayla membuat Meraka yang disana tertawa terbahak baha.
Sementara ditempat lain, Sharma dan Briptu Erick berincana ingin pindah dari kediaman pak sugito kerumah pribadi milik Briptu Erick. Briptu Erick sengaja tidak memberitahu rumah miliknya kepda Sharma. Karna ia ingin memberikan kejutan kepada Sharma.
"Sayang!" mas pamit ya!"
"Loh mas!" memangnya mas sudah dinas? tapi mas cutinya dua Minggu!"
"Ia ada urusan sebentar sayang!"
"Urusan apasih mas?"
"Entar kamu juga tahu sayang."
" Iss mas gitu deh main rahasia rahasiaan."
"Mas cuman sebentar sayang, kamu baik baik dirumah ya." ucap Briptu Erick sambil langsung mengecup kening Sharma dan berlalu menuju rumah miliknya.
Sementara Charles yang sudah janjian bersama Erick untuk membantu Erick memberikan kejutan kepada Sharma. sudah lebih dulu tiba di sana.
Charles tampak sudah selesai menyulap rumah Briptu Erick bak istana.
Kring....
Kring.....
Kring.....
suara deringan ponsel milik Charles berdering.
ia melihat dilayar ponselnya Zahra yang menghubunginya. Ia langsung menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya untuk menerima panggilan telepon selulernya dari Zahra sang istri yang sangat ia cintai.
"Ya sayang."
"Mas lagi dimana?
"Kok mas tidak ngajak Zahra?"
"Takut kamu kecapean sayang ."
"Mas aku bosan dirumah, Zahra kesana ya sayang?"
"Ya sudah sebentar mas suruh supir jemput kamu deh sayang."
"Ngak perlu mas!" kan Zahra bisa naik taksi."
"Jangan sayang, biar supir saja yang jemput kamu.Mas tidak mau kamu kenapa Napa sayang."
"Ya sudah Zahra tunggu ya mas."
"Iya Sayang."
*****
Supir yang diperintahkan Charles pun menjemput Zahra dirumah. Tampak Zahra sudah menunggu sang supir di teras rumah,
"Selamat sore nona!"
"Ya selamat sore."
"Apa kita langsung berangkat nona?"
"Iya!" aku tidak mau suamiku terlalu lama menunggu ku."
"Baik nona." lalu supir itu membukakan pintu untuk Zahra, agar Zahra lebih leluasa masuk kedalam mobil Alphard milik Charles.
****
Dirumah pribadi milik Briptu Erick, Briptu Erick sudah melihat rumahnya yang sudah disulap Charles dan Antonio, terlihat begitu takjub melihat hasil kerja sahabatnya.
__ADS_1
"Wow kalian luar biasa." puji Briptu Erick yang sudah melihat hasil kerja kedua sahabatnya.
"Trimakasih kalian sudah banyak membantu ku." ucap Briptu Erick
"Santai aja kali bro, kamu juga sudah banyak bantu kita kita kok selama ini." ucap Charles
"Oh iya Antonio dimana? kok nggak kelihatan?
" Dia tadi bilang pulang kerumahnya sebentar, takut Morina kecarian." ucap Charles.
"Tapi dia bakal datang lagi kan?"
"Pastilah bro."
Mobil Alphard milik Charles pun tiba, Zahra langsung turun dari mobil dan berlari menghampiri suaminya Charles.
"Sayang!" panggil Zahra dan langsung memeluk suaminya Charles tanpa memperdulikan sosok Briptu Erick Disana
"Iya sayang!" ucap Charles sambil langsung mengecup kening Zahra.
"Wah keren bangat sayang!"
"Ia!" ini karya dari suami kamu Ra!"
"Benar mas?"
"Iya sayang!" tapi bukan cuman mas kok, Antonio juga." ucap Charles.
"Mas... aku lagi kesal sama ka Antonio dan Morina.
"Memangnya kenapa sayang?"
"Mereka di depan Zahra Bermesraan mas, serasa Zahra tidak ada disana." adu Zahra kepada Charles.
"Jadi kamu mau agar kita seperti merek?"
Zahra menggelengkan kepalanya sambil menunduk malu yang baru melihat Briptu Erick ada disana.
"Jadi kalian kapan pindahnya bro?"
"Rencana kalau tidak ada halangan, besok pagi saja."
"Kapan kamu mulai dinas lagi?"
"Sepuluh hari lagi"
"Kamu tidak ada rencana bulan madu?"
"Rencana sih ada, tali belum tau kemana."
"Oh aku ada solusi bro tempat bukan madu yang romantis dan indah. Yang pasti kalian tidak akan kecewa deh."
"Memangnya dimana bro?"
"Yang pasti masih di Indonesia,
"Aku serius nih!"
"Ia, soalnya aku dan Antonio saat bulan madu disana tempatnya indah bangat dan romantis .
"Iya dimana?"
Tiba tiba Antonio dan Morina datang
"Yang pasti kami sudah menyiapkan paket bulan madu untuk kalian." ucap Antonio sambil memberikan sebuah amplop yang berisi tiket pesawat dan juga Vocher hotel.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓💓🙏💓🙏🙏
mampir juga kekarya author yang lain ceritanya seru loh."
__ADS_1