Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Di Hongkong


__ADS_3

Sharma dan Zahra asik menonton drakor kesukaan Mereka.Hingga mereka lupa waktu, Bahkan Sharma dan Zahra tidak mengetahui kalau sudah saatnya para suami mereka pulang dari kantor. Tiba tiba ponsel Zahra berdering.


ia melihat sosok yang menghubungi dirinya adalah suaminya sendiri.


Zahra langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


"Ya mas!"


"Kamu dimana sayang?" masih ditempat Sharma ya?"


"Iya mas!"


"Oh ya sudah mas nyusul aja deh kesana!"


"loh memengnya mas tidak kerja?


"Sudah pulang!"


"Loh ini emang sudah jam berapa?


"Ini sudah jam jam lima sore sayang, masasih kamu tidak tahu."


"Hah....jam lima?" ucap Zahra, ia sangat terkejut ketika suaminya memberitahu kalau hari sudah jam lima sore.


"Mati aku!" gumam Zahra dalam hati.


"Kenapa Ra?" tanya Sharma.


"Suami gue sudah pulang dari kantor dan nyariin gue.


"Emang kamu tidak beritahu sama mas Charles?"


"sudah!" tapi aku bilangnya hanya sampai siang


"loh ini emang sudah jam Berapa?"


"Sudah jam lima Sharma!" pekik zahra


"Hah! kamu serius?"


"Iya!" Lihat deh jam ponsel kamu!"


Sharma melihat jam yang ada diponselnya, betapa terkejutnya Sharma. Ketika ia melihat jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Ia langsung berlalu meninggalkan Zahra begitu saja diruang tamu. Berniat membersihkan diri sebelum suaminya Briptu Erick pulang.


"Gawat nih!" gara gara nonton drakor ya jadi begini kan lupa waktu." kesal Sharma sambil langsung membersihkan Tubuhnya.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya dan tampak sudah rapi, ia kembali menghampiri Zahra yang ada diruang tamu.


"Kamu dijemput?


"Iya!" kata mas Charles mau nyusul."


"Oh !" tiba tiba suara mobil Briptu Erick terdengar jelas ditelinga Sharma. Security yang bertugas disana sudah membuka gerbang lebar agar mobil yang dikendarai oleh Briptu Erick dapat leluasa masuk kehalaman rumah.

__ADS_1


sementara Sharma langsung berlari menghampiri Briptu Erick.


"Sayang kamu sudah pulang?" tanya Sharma sambil mengalungkan tangannya dileher Briptu Erick sambil langsung mencium bibir manis suaminya. Ia sama sekali tidak perduli dengan adanya Zahra disana.


"Wangi bangat istri aku, cantik lagi." puji Briptu Erick sambil membalas kecupan Sharma.


"Mas maaf ya Sharma belum masak soalnya tadi lupa waktu Karna keasikan nonton drakor, Sam Zahra.


"Tidak apa apa sayang!" kan bisa pesan via aplikasi!"


"Kamu itu istriku,bukan jadi pembantu disini." ucap Briptu Erick sambil mengebangkan senyumnya.


"Eh ada Zahra juga ternyata!"


"Iya mas!" lagi nunggu mas Charles


Tiba tiba mobil Charles masuk kehalaman rumah milik Briptu Erick.


"Tuh panjang umur!" mas Charles sudah datang." ucap Zahra sambil langsung menghampiri suaminya yang baru turun dari bangku kemudi.


"Zahra tidak mau kalah dengan Sharma, ia langsung memeluk suaminya


"Mas!"panggil Zahra sambil langsung mencium pipi suaminya. Tingkah manja Zahra membuat Charles semakin gemas terhadap istrinya.


Charles membalas ciuman dari Zahra.


"I love you my wife." ucap Charles sambil mengembangkan senyumnya.


"I love you too my husband." sahut Zahra.


"lain kali aja bro!" ini sudah sore, nanti kemalaman." ucap Charles.


kemudian Charles dan Zahra berpamitan kepada Briptu Erick dan juga Sharma


"Kamu cabut dulu bro!"


"loh kok cepat bangat?"


"Ia ada yang perlu diselesaikan dirumah!"


"Jangan bilang kamu!"


Briptu Erick tidak melanjutkan omongannya. karna Charles sudah memberikan kode agar Briptu Erick tidak melanjutkan omongannya.


Briptu Erick hanya tersenyum, karna dirinya sudah tau isi otak dari sahabatnya.


"Dasar otak mesum!" bisik Briptu Erick tepat ditelinga Charles membuat mereka berdua langsung tertawa bareng membuat Zahra dan Sharma heran, melihat kedua sahabat itu tertawa lepas.


Charles dan Sharma pun berlalu dari kediaman Briptu Erick menuju kediaman Charles.


"Sayang!" mari dulu gih sudah bau ancam"


"He he he!" bau ancam tapi di peluk peluk juga kan!"

__ADS_1


"Ih namanya juga suami, tidak mungkin dong aku meluk meluk suami Zahra atau Morina. Bisa bisa Sharma dituduh pelakor." ucap Sharma.


"Ya jangan peluk peluk laki laki lain dong sayang!" cukup hanya mas saja yang kamu peluk dia sayang." ucap Briptu Erick sembari langsung menggendong tubuh Sharma masuk kekamar.


Di Hongkong


Ditempat lain Veronica yang berada di kamar hotel yang disediakan suaminya tepatnya di Hongkong, tampak merencanakan sesuatu yang lebih dahsyat untuk menghancurkan kehidupan Briptu Erick. Apalagi ketika dirinya mendapat informasi dari orangtuanya kalau Briptu Erick hidup bahagia dengan wanita yang menjadi istri Briptu Erick. Membuat Veronica semakin dilanda emosi. Dirinya tidak terima kalau kehidupan Briptu Erick bahagia dengan wanita lain.


Veronica tampak menghubungi seseorang yang menjadi suruhannya di Indonesia. Ia mengatur strategi, untuk menculik Sharma tampak diketahui jejak Veronica. Bahkan Veronica rela menjadi budak nafsu lelaki hidung belang di Hongkong hanya untuk mendapatkan penambahan dana dari Yudha untuk membayar seseorang untuk menculik Sharma.


"Bahkan Veronica seolah seperti singa betina yang siap memangsa, ia nekad ingin menghabisi Sharma tanpa jejak.


"Aku akan menghabisi kamu Sharma Fernando, tertawalah sebelum tawa kamu jadi tangis nanti." gumam Veronica sambil tersenyum licik. Veronica benar benar seperti seorang psikopat yang siap menghabisi yang ia anggap musuh.


Semantara Yudha yang sama sekali tidak mengetahui apa yang diperbuat istrinya di Hongkong, terus menyanggupi apa yang menjadi permintaan istrinya. Padahal Veronica benar benar sudah seperti iblis atau singa betina.


"Pundi pundi dikumpulkan Veronica dengan menjajakan tubuhnya kepda pria hidung belang yang ada di Hongkong, untuk bayaran orang suruhannya untuk menculik Sharma.


di Jakarta


Sahrma tampak sudah mulai masuk kuliah. Ia terlebih dahulu di hantar oleh Briptu Erick ke kampus tempat Sharma kuliah.


"Sayang!" trimakasih sudah mengantarkan aku


"Sama sama sayang!" ucap Briptu Erick sambil mengecup bibir dan kening Sharma.


"Nanti kalau sudah kelar, langsung hubungi mas ya sayang."


"Ia mas!"ucap Sharma sambil mencium punggung tangan suaminya.


Sharma langsung berjalan masuk ke kelasnya. berniat untuk mengikuti mata kuliah. apalagi dia sudah dua Minggu tidak masuk kuliah. sehingga dirinya harus benar benar mengejar mata kuliah yang sudah tertinggal.


Tanpa ia sadar ada seseorang yang mengintai dirinya. dan mengikuti Sharma kemana saja.


Jam perkuliahan berlangsung selama dua jam. hingga jam istirahat pun tiba. Sharma berniat ke kantin, ia mengajak Andita karna ia merasa sangat haus.


"Dit!" kantin yuk!" ajak Sharma kepada Andita.


"Kakak ipar belum sarapan?'


"Sudah sih!" tapi haus bangat nih, temanin yuk!" ajak Sharma kepada Andita.


Andita tidak bisa menolak permintaan kakak iparnya. ayo deh! nanti aku dikatain durhaka pula jadi adik ipar." ucap Andita sambil cengengesan.


"Kamu ini!"


"Ngak perlu malu kali kak!" semua orang sudah tau kalau kakak itu kakak ipar aku." ucap Andita sambil kembali cengengesan.


Sharma hanya diam, tidak mampu berkata-kata sembari menarik tangan Andita pergi ke kantin.


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


mampir juga ke karya Morata yang lain yang mampu membuat para readears ngakak habis

__ADS_1


yuk kepoin ceritanya di ,"Jatuh cinta karna kentut"



__ADS_2