Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
MENGGENDONG CUCU


__ADS_3

Ibu Rohana dan juga Pak Sugito yang mengetahui kalau putrinya Andita sudah melahirkan secara sesar tampak antusias ingin segera pergi ke rumah sakit. Padahal kondisi kesehatan ibu Rohana kurang memadai untuk pergi ke rumah sakit. Karena kebetulan Ibu Rohana pada saat itu sedang mengalami Demam yang tinggi.


"Mas kita ke rumah sakit ya." Ucap Ibu Rohana kepada Bapak Sugito.


"Tapi kamu masih sakit Sayang!"


"Tapi Mami ingin melihat cucu mami."


"Kan bisa setelah Putri dan cucu kita pulang dari rumah sakit!'


"Gak asik dong Mas tidak melihat cucu kita baru lahir. Mami ingin sekali menggendong cucu kita ." ucap Ibu Rohana kepada pak Sugito Ia berharap Pak Sugito mengijinkan Ibu Rohana ikut pergi ke rumah sakit.


Tetapi pak Sugito memberikan pengertian kepada Ibu Rohana.


"Sayang...... bukan mas tidak mengijinkan kamu, Lagian kalau kamu ke rumah sakit belum tentu juga bisa menggendong cucu kita. Karena dokter tidak akan mengijinkan orang yang kurang sehat menggendong baby baru lahir." ucap kepada Ibu Rohana.


Sejujurnya Ibu Rohana sangat kecewa karena dirinya tidak dapat melihat cucu kesayangannya untuk pertama kalinya. Tetapi karena kondisi kesehatannya membuat dirinya pun tidak bisa memungkiri bahwa dirinya tidak bisa langsung menggendong cucunya.


"Kalau begitu tolong video call menantu kita dong agar Mami dapat melihat putri dan cucu Kita." Ucap Ibu Rohana kepada suaminya.


Pak Sugito mengembangkan senyumnya. Ia pun menyanggupi permintaan dari istrinya.Pak Sugito sangat mengerti perasaan dari istrinya karena ia ingin sekali mendampingi putrinya satu-satunya saat melahirkan.


Kring


kring


kring


Panggilan video pun tersambung ke ponsel milik dokter Delon. Dokter Delon melihat dalam sambungan video call dari whatsapp-nya terlihat nama bapak mertuanya. Sehingga dirinya langsung menekan tombol hijau agar sambungan telepon video tersambung kepada kedua mertuanya.

__ADS_1


"Hallo assalamualaikum Nak." Sapa pak sugito di dalam sambungan telepon video.


"Waalaikumsalam Pi." sahut dokter Delon.


"Bagaimana kabar Andita dan cucu papi apa mereka baik-baik saja?


"Alhamdulillah istri dan anak Delon baik-baik Pi. dan Andita melahirkan secara sesar."


"Bisa Papi bicara dengan Andita? soalnya maminya merengek ingin langsung pergi ke rumah sakit melihat Andita dan cucunya. Tetapi kamu tahu sendiri kondisi kesehatan Mami tidak memungkinkan untuk pergi ke rumah sakit. Apalagi untuk melihat cucu mami ." ucap pak Sugito kepada dokter Delon.


Kemudian dokter Delon pun langsung memberikan ponselnya kepada Andita.Agar Andita dapat berbicara langsung kepada Ibu Rohana di dalam sambungan telepon videonya.


"Hallo mom......apa kabar? Sapa Andita di dalam sambungan telepon video sambil melambaikan tangannya.


Ibu Rohana pun mengembangkan senyumnya walau rasa sakit yang ada di tubuhnya masih menggerogoti. Tetapi ia berusaha untuk memberikan senyum manis kepada putrinya agar putrinya tidak terlalu memikirkan kesehatan Ibu Rohana.


"Mami apa kabar?


"Tapi mami Kenapa kurusan?


"Namanya juga umur sudah mulai tua."


"Jangan ngomong gitu dong mom!" Andita lihat Mami Masih muda kok makanya papi masih sangat mencintaimu mami." ucap Andita kepada Ibu Rohana.


Membuat Ibu Rohana pun langsung mengembangkan senyumnya ketika putrinya mengatakan kalau suaminya masih sangat mencintainya.


"Iya dong..... Papi pasti sangat mencintai Mami kalian." Timpal pak Sugito di dalam sambungan telepon videonya sambil mendekati Ibu Rohana agar Pak Sugito dapat melihat wajah putrinya Andita.


"Oh iya sayang cucu mami mana?"

__ADS_1


"Ada mom lagi minum susu diberikan oleh suster." ucap Andita kepada Ibu.


"Bisa tidak kamu arahkan kameranya kepada cucu mami?" agar Mami dapat melihat cucu mami dari sambungan telepon video mami minta maaf tidak bisa datang ke rumah sakit untuk melihat kamu dan cucu mami." Tetapi di dalam lubuk hati Mami yang paling dalam Mami sangat mencintai dan menyayangi kalian semua. Doa Mami selalu menyertai kalian." ucap Ibu Rohana kepada putri satu-satunya.


"Apakah kakak kamu Erick sudah datang ke rumah sakit?"


"Sudah semalam Kak Erik sudah datang kemari, bersama Kak Sharma. Mereka sudah membawa susu untuk ibu menyusui. dan beberapa buah untuk Andita konsumsi. Bahkan mereka banyak membawa makanan di sini sampai Andita muak." ucap Andita sambil nyengir.


"Syukurlah Kakak kamu sudah melihat kamu. anggaplah itu Mami dan Papi.


"Mami Tenang saja Andita baik-baik saja kok. mungkin dua atau tiga hari lagi Andita bisa pun balik ke rumah. Jadi Mami harus cepat sembuh agar Mami dapat menggendong cucu mami yang cantik ini."ucap Andita kepada Ibu Rohana.


"Iya sudah nak, Mami Tutup dulu teleponnya, ya Soalnya mami ingin memakan obat, Takut terlambat nanti." ucap Ibu Rohana kepada Andita sembari langsung melambaikan tangannya kearah sambungan telepon video dan mematikan telepon selulernya.


"Bagaimana Sayang apakah kamu sudah puas Kalau Putri kita baik-baik saja?


"Iya mas!" hati Mami sekarang sedikit lega karena bisa melihat putri dan cucu kita dari sambungan telepon video. Sejujurnya Mami ingin sekali langsung melihatnya tapi apa boleh buat kesehatan Mami yang tidak mengizinkan.


Empat hari kemudian pasca Andita sudah melahirkan Andita pun sudah diperbolehkan pulang oleh pihak dokter dan tim medis yang menangani dirinya.


"Bagaimana dokter apa istri saya sudah bisa pulang hari? Tanya Dokter Delon kepada dokter yang menangani Andita.


"Menurut pemeriksaan saya Ibu Andita sudah bisa pulang. Tetapi harus rajin kontrol iya dok."ucap dokter kandungan yang mana dokter itu adalah salah satu rekan kerja dokter Delon di rumah sakit itu. Tetapi mereka berbeda keahlian.


"Baik terima kasih Dokter." ucap dokter Delon kepada dokter yang menangani istrinya.""


"Sama-sama dokter Delon dulu juga ketika saya meminta bantuan kepada bapak ,sewaktu Ibu saya sedang sakit. Dokter lah Yang merawat orang tua saya." ucap dokter itu sambil mengembangkan senyumnya kepada dokter Delon.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2