Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Bulan madu singkat


__ADS_3

"Ka Erick lama bangat sih?"


"Ia tadi kakak ketiduran"sahut Briptu Erick


"Sampai jam segini?"


"Iya namanya juga ketiduran!"


"Sudah sudah kita makan aja."ucap Ibu Rohana agar Andita dan Briptu Erick menghentikan perdebatan mereka.


****


Siang harinya Briptu Erick meminta istrinya berkemas untuk berangkat ke rumah milik Briptu Erick yang sudah disulap oleh Antonio dan Charles sedemikian rupa. Pak Sugito yang sudah mengetahui rencana dari putranya pun meminta ibu Rohana agar membantu Sharma untuk berkemas.


"Kalian mau kemana nak?"tanya ibu Rohana yang belum mengetahui rencana perpindahan Erick dengan Sharma ke rumah milik Erick.


"Mereka ingin mandiri Bu, jadi mulai hari ini mereka pindah rumah."


"loh kok nggak beritahu ibu?"


"Ini sudah diberitahu."


"Bukan begitu Ayah!" Kenapa ngak dari awal Ibu diberitahu kalau mereka akan pindah dari rumah ini, kan Ibu bisa bersiap-siap."


"Sudah bu semuanya sudah kelar kok!"


"Maksud kamu!"kalian tinggal di rumah kamu yang kecil itu?"


"Tidak Bu?" Erick sudah merenovasinya.


"Sejak kapan kamu renovasinya?"


"Antonio dan Charles yang membantu aku bu!"


"Ibu lihat rumahnya dulu!" layak atau tidaknya menantuku tinggal di situ. Karena aku tidak mau menantuku tinggal di rumah yang tidak nyaman."


"Pastinya nyaman kok Bu!"


Sahrma yang tidak mengetahui tentang rumah yang direnovasi oleh Briptu Erick merasa bingung.


"Ini maksudnya apa sih Mas?"


"Renovasi apa maksudnya?"


"Ini Mas renovasi rumah Mas yang dulu, agar lebih besar.


"Jadi Mas punya rumah sendiri?"

__ADS_1


"Iya sayang kamu tenang saja kamu tidak akan terlantar hidup bersama Mas walaupun pekerjaan Mas hanya seorang polisi. yang gajinya tidak seberapa."


"Siapa bilang kakak hanya seorang polisi, terus perkebunan, peternakan yang ada di Bogor milik siapa dong!"timpal Andita.


"Kamu ini main ngerocos aja." ucap Briptu Erick karena Andita mengungkap aset milik Briptu Erick di depan Sharma.


"Ya sudah kalau sudah selesai kita berangkat." ucap pak sugito Untuk menghentikan perdebatan mereka. Semua barang-barang yang diperlukan oleh Sharma dan juga Briptu Erick pun sudah dinaikkan ke mobil Pick up yang sudah disediakan oleh anak buahpak Sugito.


"Apa semuanya sudah ada di dalam?


"Semuanya sudah pak?"


Briptu Erick langsung membuka pintu mobilnya agar Sharma bisa lebih leluasa masuk ke mobil miliknya tepatnya di samping kemudi.


"Silakan sayang?"


"Terima kasih Mas!" ucap Sharma sambil langsung mengembangkan senyumnya.


Mereka pun berlalu dari kediaman Pak Sugito menuju rumah milik Erick yang sudah direnovasi oleh Antonio dan juga Charles.


******


keesokan harinya.


Keesokan harinya Sharma dan Briptu Erick sudah berangkat berbulan madu ke Sumatra Utara tepatnya dikawasan di Danau toba, danau yang indah dan sejuk dan Cocok untuk perjalanan bulan madu.


Apalagi mereka pergi ke bukit dibea bea, Yang mana dari sana terlihat jelas pemandangan yang indah dan sejuk. Dari sana dapat menikmati angin sepoi-sepoi dan hamparan danau yang luas. Setelah dari bukit sibea bea mereka juga pergi ke kawasan Pusuk buhit desa asal mula orang batak.


Tidak lupa Sharma dan Briptu Erick juga menikmati tempat wisata parbaba yang terkenal dengan pantai pasir putihnya. yang sudah dapat informasi dari Morina dan zahra kepada Sharma. Sehingga Sharma memilki impian berbulan madu ke danau Toba.


kalau di Tutuk Siadong terdapat penginapan yang fasilitasnya, tidak kala jauh dengan yang berada di pulau Dewata Bali. Apalagi dikawasan Tuktuk Siadong terdapat sebuah penginapan yang letaknya strategis dari sana dapat memandang indahnya danau Toba.


Briptu Erick dan Sharma menginap di penginapan Toba in village, sesuai dengan yang direkomendasikan oleh Morina dan Zahra


" Sayang lihat deh pemandangannya cantik bangat." kata Briptu Erick yang berada di balkon kamar hotel penginapan mereka. Sambil memeluk sharma dari belakang. Membuat Sharma sedikit geli dengan seruan nafas Erick di samping telinga Sharma


" Mas geli loh." kata Sharma kepada Briptu Erick yang sudah sah menjadi suaminya. Tetapi Briptu Erick tidak memperdulikan ocehan istrinya. Ia terus saja memeluk Sahrma dan memberikan istrinya ciuman yang hangat.


" I love you my wife" ucap Briptu Erick tepat ditelinga Sharma . Sharma langsung membalikkan tubuhnya agar dirinya dapat melihat suaminya lebih leluasa.


Sharma membalas pelukan dari briptu Erick.ia juga memberikan ciuman hangat di bibir ranum Briptu Erick." l love you too my husband" kata Sharma sambil mengembangkan senyumnya semanis mungkin. Dengan ragu ragu, Briptu Erick meminta ijin kepada Sharma untuk meminta haknya sebagai seorang suami. Sharma mengagunkan kepalanya pertanda dirinya setuju.


Merasa mendapat lampu hijau dari istrinya, Briptu Erick, langsung mengendong tubuh Sharma masuk kedalam kamar. Briptu Erick memberikan kecupan yang hangat membuat Sharma bagai tersengat listrik


"Mas pelan pelan ya!"


Briptu Erick Mengebangkan senyumnya,

__ADS_1


" iya sayang." kata Briptu Erick sambil mengecup bibir manis Sharma. Perlahan kecupan itu semakin dalam mulai beralih ke leher jenjang Sharma. Membuat Sahrma mengeluarkan suara merdunya. " Hum mas..." Suara merdu Sharma terdengar jelas ditelinga Briptu Erick. membuat Briptu Erick semakin melancarkan aksinya. Tangannya sudah mulai menjalar ke bagian gunung kembar milik Sharma.


"Mas.....pelan pelan ya" ujar Sharma memelas kepada suaminya. Briptu Erick membaringkan tubuh Sharma. diatas tempat tidur yang berukuran king size yang dihias khusus untuk Sharma dan Briptu Erick agar mereka lebih nyaman menginap di hotel itu. Briptu Erick yang sudah tidak bisa menahan jiwa kelakilakianya, membuka pakaian yang lengket ditubuhnya.


Briptu Erick juga perlahan membuka pakaian yang dikenakan Sharma . Membuat gunung kembar milik Sharma terlihat jelas Dimata Briptu Erick.


"Sayang!" seru Briptu Erick memelas agar Sharma memainkan adik kecilnya yang sudah lancang depan. Briptu Erick menuntun tangan Sharma ke bagian adik kecil milik Briptu Erick. Sharma pun melakukan apa yang menjadi permintaan suaminya. Perlahan ia sudah memainkan tangannya di bagian adik kecil Briptu Erick yang sudah lancang depan.


"Auh.....Auh....lagi sayang cepatin dikit." pinta Briptu Erick memohon kepada istrinya agar mempercepat gerakan demi gerakannya. Briptu Erick menikmati segala apa yang dilakukan istrinya kepadanya.


Sharma pun menikmati segala gerakan demi gerakan yang dilakukan Briptu terhadapnya.


"Sayang boleh ya?" kata Briptu Erick kepada Sharma. Sharma pun menganggukkan kepalanya. pertanda dirinya setuju dengan permintaan suaminya.


"Merasa mendapat izin dari istrinya Briptu Erick langsung membuka seluruh pakaian yang dikenakan oleh Sharma Hingga Briptu Erick langsung menindih tubuh cantik Sharma . Ia memainkan adik kecilnya dibagian goa milik Sharma.


Briptu Erick terus saja berusaha agar adik kecilnya tepat sasaran. Setalah berkali kali mencoba akhirnya adik kecil Briptu Erick dapat menerobos tembok pertahanan milik Sharma "Auh sakit mas!" kata Sharma. Tetapi Sharma menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan suaminya terhadapnya. Seolah-olah dirinya meminta lebih dan lebih lagi.


Permainan mereka lakukan sampai memakan waktu kurang lebih 1 jam.


sampai Briptu Erick mencapai ucapnya.


"Thanks my wife and I love you." ucap Briptu Erick tepat ditulis milik Sharma


"I love you too my husband ." .kata Sharma kepada suami sambil mengembangkan senyumnya.


Dijakarta"


Sementara di tempat lain Morina dan Antonio tampak pergi ke restoran dan cafe milik Antonio. Untuk sekedar memantau perkembangan restoran dan cafe milik Antonio. "sayang ternyata cafe milik kamu cukup berkembang pesat ya." kata Morina kepada Antonio. "Bukan cafe saya, tetapi cafe Milik Kita berdua sayang." kata Antonio sembari meraih tubuh istrinya.


Morina hanya tersenyum tipis mendengar apa yang dikatakan suaminya. "Maaf Mas" kata Morina. "lain kali jangan seperti itu sayang." milik Mas ya milik kamu juga sayang." kata Antonio kepada istrinya Morina.


"Iya Mas Morina minta maaf." kata Morina sambil langsung mengecup bibir ranum Antonio.


Antonio pun langsung membalas kecupan dari istrinya. " sayang kamu sudah semakin pintar ya." kata Antonio sambil menumbangkan senyumnya. " Mas..... Morina pintar kan dari Mas juga." kata Morina tersenyum lebar membuat Antonio semakin gemas dan dan sayang kepada istrinya.


"Semakin hari kamu semakin menggemaskan sayang kata antonio kepada Morina."Mas jangan terlalu memuji deh, Sayang Morina tidak ada uang receh morina mau memberikan kepada Mas, atas pujian mas kepada Morina." kata Morina sambil langsung duduk di sapa di ruangan kerjaan Antonio.


Sementara Antonio langsung duduk di kursi kebesarannya tepatnya pemilik atau Owner restoran. Untuk memeriksa laporan keuangan yang disusun oleh Ardi dan Rika. Setelah semua laporan keuangan yang diberikan oleh Rika kepadanya sudah selesai, Ia pun kembali menghampiri istrinya


"Sayang kamu sudah lapar belum?" tanya Antonio dengan lembut.


"Iya Mas entah kenapa Morina ingin sekali memakan masakan mas. Tetapi masaknya di restoran ini. Boleh nggak." tanya Morina kepada suaminya.


"Dengan senang hati Sayang .......apa sih yang tidak boleh untuk Tuan Putri atau nyonya Kata Antonio ambil langsung mengecup kening Morina.


hai para readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya.Trimakash 🙏💓💓🙏💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2