Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
KESEPIAN


__ADS_3

Dua hari kemudian, Briptu Erick sudah melakukan aktivitasnya seperti biasa. Iya pun sudah mulai bertugas. Tetapi Sharma belum masuk kuliah, melihat kondisi Sharma masih lemah. Briptu Erick dan Merli menambah pengamanan di kediaman Briptu Erick. Karna suatu waktu mereka takut kalau, orang orang yang menaruh dendam terhadap keluarga mereka bisa suatu waktu akan kembali menculik Sharma.


Apalagi setelah orang orang mengetahui kalau Sharma adalah putri seorang pengusaha kaya raya yang terkenal kejam dan sadis. Almarhum orangtua Merli adalah salah satu pengusaha yang sukses di bidang property. Kecelakaan orangtua Merli dan Sharma menuai teka teki, Merli tidak percaya kalau kecelakaan yang di alami ayahnya juga tidak murni karna kecelakaan. Melainkan ada yang sengaja untuk membunuh ayahnya, dan membuat ayahnya seolah olah meninggal dengan kecelakaan.


Karna dokter Delon menemukan sesuatu hal yang mengganjal. Sewaktu janazah Tuan Wijaya di otopsi.Tetapi itu hanya dugaan dokter Delon. Tetapi penyelidikan polisi mengatakan kalau itu murni karna kecelakaan. Tetapi menurut dokter Delon tidak.


Sehingga Merli masih saja mencaritahu teka teki kecelakaan orangtuanya hingga merebut nyawa ayahnya. Tetapi pelaku benar benar profesional. Sehingga mereka tidak menemukan bukti-bukti yang kuat. tetapi mereka terus berusaha untuk mencari tahu penyebab ayahnya mengalami kecelakaan.


****


Sharma yang berada di kediaman Briptu Erik merasa kesepian. Ia menghubungi Morina dan Zahra agar datang menemaninya. Tetapi karena Zahra dan Morena sangat sibuk sehingga Sharma dan jara tidak dapat datang untuk menemani Sharma.


"ih semuanya pun teman-temanku sibuk semua!"gumamnya dalam hati.


karma pun menghubungi Andita, tetapi Andita masih ada di kampus. sama kesal tidak ada yang menemaninya di rumah. Hanya beberapa asisten rumah tangga yang ada di sana. tiba-tiba suara klakson mobil masuk ke pekarangan rumah milik Briptu Erick.


Serma bangkit dari tempat duduknya untuk melihat Siapa yang datang. Ternyata yang datang sang ibu mertua yang begitu menyayanginya.


"Ibu!" Panggil Sharma sambil langsung memeluk Ibu Rohana.


"Sayang!" sahut Ibu Rohana sambil kembali memeluk Sharma.


Saya mau melihat pak sugito turun dari mobil tidak sendirian, melainkan Pak Sugito turun bersama Pak Fernando sang Bapak angkat yang selama ini membesarkannya.


"Papi!" Safa Sharma sambil langsung memeluk Pak Fernando dan memberi salam kepada pak Sugito.


"Papi!" Sarma kangen


"Papi juga sangat merindukanmu sayang.


"Tapi Papi Mengapa nggak datang waktu acara syukuran dua hari yang lalu?"


"Maafkan tapi sayang!" kondisi kesehatan tapi kurang memadai sehingga papi juga ke Jakarta untuk kontrol kesehatan Papi.


"Papi sakit?"


"Sudah lumayan kok tidak perlu khawatir!"


"Pantasan papi kurusan, Ayo masuk Papi,Ibu Ayah."ucap Sharma mempersilahkan kedua mertua dan pakai angkatnya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Kok sepi banget?"


"Iya Bu mas Erick Masih tugas!"


"Kenapa tidak ada asisten rumah tangga?"


"Ada bu di belakang.


Tiba-tiba datang membawa beberapa gelas minuman dan makanan ringan.


"Silakan non..... Tuan , Nyonya!" ucap baby mempersilahkan majikan untuk meminum minuman yang ia buat.


"Iya sih Bu Sharma merasa kesepian di rumah. apalagi semenjak Mas Erick mulai tugas aktif. kemudian. Setelah melepas rindu dengan Pak Fernando, Pak Fernando memberikan sesuatu kepada Sharma.


"Ini nak!" ini milik Mami kamu yang seharusnya menjadi milik kamu. Ucap pak Fernando sambil memberikan kotak perhiasan kepada Sharma.


"Apa ini Papi?"


"Ini perhiasan almarhum Mami kamu, Sudah saatnya Papi berikan kepada kamu.


"Tapi mengapa sama sharma semua papi?"


Sharma langsung menangis, ia teringat dengan kebaikan kebaikan yang dilakukan ibu angkatnya yaitu meli. Sharma pun menjerit histeris.


"Mami ......"Mengapa terlalu cepat meninggalkan Sharma sebelum Sharma bisa berbakti kepada mami!" tangis Sharma membuat orang-orang di sana pun tidak bisa menahan air matanya. Apalagi dengan Pak Fernando. Ia tahu kalau hubungan Sharma dan Ibu Meli begitu dekat.


"Sudah Sayang!" Mami sudah tenang di alam sana. lebih baik kamu berdoa kepada Allah agar Mami ditempatkan di sisinya. ucap pak Fernando untuk menenangkan hati Sharma.


Pak Fernando sangat menyayangi Sharma layaknya anak kandung sendiri.


Sehingga pak Fernando memerintahkan seluruh harta kekayaannya kepada Sharma.


Tetapi pak Fernando belum memberikan semuanya kepada Sharma sebelum ajal menjemputnya. tetapi pak Fernando sudah memberikan surat wasiat kepada pengacara Fernando jika suatu saat dia sudah tidak ada lagi.


Sharma sangat menyayangi Pak Fernando sehingga Sharma meminta Pak Fernando tinggal bersama mereka. Tetapi pak Fernando selalu menolak dan dia ingin di rumah tempat pak Fernando bersama dengan istrinya membesarkan Sharma mulai dari kecil hingga menginjak bangku kuliah.


"Papi tinggal lah bersama kami di sini!"


"Tidak sayang!" terlalu banyak kenangan Papi sama Mami kamu di rumah kita itu jadi papi ingin tinggal di sana.

__ADS_1


"Papi Sharma tidak ingin Papi tinggal sendiri di sana." ucap Sharma


"Papi tidak tinggal sendiri sayang masih ada asisten rumah tangga dan Mario yang menemani Papi.


"Papi harus kuat Papi harus sembuh,


"Papi sudah tidak apa-apa sayang!" kamu tenang saja


"Bagaimana Sharma bisa tenang Papi!" melihat tubuh Papi kurus begini. ucap Sharma sambil terisak


"Berdoa saja Nak!" ujar tak Sugito.


Karena pak Sugito mengetahui sakit apa yang di idap oleh pak Fernando sehingga ia pun membantu Pak Fernando untuk mencari dokter yang mampu menanganinya.


Pak Sugito menganjurkan pak Fernando untuk melakukan pengobatan di luar negeri. Apalagi hubungan kedua sahabat itu sangat dekat.


sehingga pak Sugito juga mencari informasi mengenai pengobatan penyakit seperti yang diidap oleh Pak Fernando.


mereka sengaja tidak memberitahu kepada Sharma karena itu bisa akan membahayakan janin nya jika Sharm terlalu stress.


"Papi harus janji sama Sahrma, kalau papi akan baik baik saja. Dan papi akan menggendong cucu papi nanti." ucap pak Fernando.


"Apa cucu?"


"Iya Pi!" Sharma sekarang lagi hamil dan sudah tiga bulan." ucap Sahrma sambil mengelus perutnya.


Pak Fernando begitu bersemangat dan langsung memeluk Sharma.


"Ya Allah berikanlah hamba kesempatan agar hamba dapat menggendong cucu hamba ya Allah. doa pak Fernando dalam hati.


Air mata kebahagiaan mengalir begitu saja di wajah pak Fernando. Ia benar benar berharap bisa menimang cucunya. pak Fernando tidak henti hentinya mengucap syukur mendengar kabar gembira dari putrinya.


"Kamu harus menjaganya untuk papi."


Betapa bahagianya hati pak Fernando ketika mendengar Sharma sedang mengandung cucunya.


Sehingga pak Fernando begitu bersemangat untuk cepat sembuh. Pak Fernando pun menerima tawaran dari pak Sugito untuk melakukan pengobatan keluar negri, berharap pak Fernando bisa disembuhkan disana.Ia benar benar ingin melihat cucunya dan menggendong cucunya dari pasangan Sahrma dan Briptu Erick.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya u🙏🙏🙏🙏


__ADS_2