
Sharma dan Erick menikmati masa liburan mereka di kawasan berkebun milik mereka, apalagi suasananya yang sejuk membuat Sharma dan baby Prasetya merasa nyaman dan jauh dari hiruk pikuk kendaraan yang memadati kawasan perkebunan. Hanya sesekali saja mobil truk atau motor yang melintas disana. Itupun untung mengangkut hasil panen perkebunan teh ke pabrik yang letaknya lumayan jauh dari lokasi villa milik Briptu Erick.
"Sayang kamu betah tidak disini, atau kamu mau ketempat lain?"
"Ngak mas Sharma betah kok disini adalah terus bareng sama mas." ucap Sharma sambil mengalungkan tangannya di leher jenjang suaminya.
"Sayang mau ikut lihat peternakan kita tidak?"
"Mau mas!"
"Tapi disana itu jorok sayang!"
"Tidak apa!" Sharma ingin sekali melihat peternakan kita." ucap Sharma penuh dengan senyuman karna dirinya ingin sekali melihat peternakan milik suaminya.
"Kamu serius Sayang?"
"Iya mas!" ucap Sharma dengan nada serius membuat Briptu Erick menjadi gemas melihat istrinya yang begitu menggemaskan menurutnya
"Yuk kita berangkat!" ucap Briptu Erick
"Tunggu dulu dong mas, kan tidak mungkin Sharma memakai pakaian seperti ini kesana." ucap Sharma sambil memutar tubuhnya yang memakai pakaian bikini yang biasa digunakan saat dirinya hanya bersama Suaminya.
"Oh iya!" mas juga tidak setuju dong kalau istri aku yang cantik ini memakai pakaian seperti ini keluar, bisa bisa mata lelaki yang diluar sana melompat lompat melihat bodi mulus dan seksi istri mas ini." ucap Briptu Erick sambil mencolek dagu Sharma.
"Sudah mas ah nanti Sharma ngak jadi ganti bajunya kalau begini" ucap Sharma sambil membalikkan tubuhnya dan meninggalkan suaminya begitu saja menuju lemari tempat pakaian Sharma. Agar dirinya segara mengganti pakaian yang cocok untuk santai.
"Briptu Erick ingin mengikuti istrinya. tetapi Sharma langsung menggelengkan kepalanya agar Briptu Erick tidak mengikutinya. Karna jika keinginan suaminya dituruti, maka mereka bakalan tidak jadi berangkat ke peternakan.
Briptu Erick mengebangkan senyumnya ketika istrinya memberi isyarat kalau dirinya tidak bisa mengikuti Sharma.
"Tau aja istriku rencana ku ." gumam Briptu Erick. Ia menunggu istrinya sambil bersandar disofa. untuk menghilangkan kebosanannya, Briptu Erick membuka ponsel miliknya, ia membuka sosial media yang berlatar biru itu. Dan betapa terkejutnya dirinya ketika melihat kabar duka cinta kalau Veronica sudah meninggal Dunia akibat dibunuh dengan tragis.
"Briptu Erick langsung mencaritahu berita itu betul atau tidaknya berita itu ke kesatuannya. Briptu Erick menghubungi salah satu rekannya. Den setelah memastikan, tenyata berita itu betul adanya.
"Siapa yang membunuh veronica?"
"Apakah anak buah ka Merli?"
"Tapi tidak mungkin anak buah ka Merli melakukan itu." pertanyaan dan asumsi timbul di pikiran Briptu Erick.
Tiba tiba Sharma datang menghampiri Briptu Erick memecahkan lamunan Briptu Erick.
"Mas kenapa?Kok ngelamun si?"tanya Sharma karna Sharma sangat penasaran mengapa suaminya tiba tiba melamun.
__ADS_1
"ini sayang!" ucap Briptu Erick sambil memberikan ponsel miliknya agar Sharma dapat membaca yang ada didalam Layar ponselnya.
Sharma begitu terkejut ketika melihat berita yang ada di layar ponsel suaminya.
"Mas ini benaran?"
"Iya sayang!" mas sudah cek kebenarannya kekantor tempat mas tugas!" ucap Briptu Erick
"Tapi siapa yang membunuhnya mas?"
"Mas belum Sayang!"
"Kasihan sekali dia harus meninggal begitu tragis ya mas." ucap Sharma
"Kalau wanita seperti Sharma meninggal karna dibunuh, itu tidak heran lagi sayang." ucap Briptu Erick.
"Memangnya kenapa sayang?"
"Karna pergaulannya sangat bebas, bahkan dirinya sampai bergabung dengan grup mafia yang sangat kejam yang mampu melakukan apa saja untuk mencapai keinginan mereka.
"Maksud mas?"
"Maksud mas, Veronica telah bergabung dengan group mafia yang berdinas loreng kebiruan itu. Yang dipimpin oleh mafia sadis seperti Romeo pembunuhan berdarah dingin." ucap Briptu Erick.
"Kalau dirinya sudah bergabung dengan mafia itu, terus siapa ya g berani membunuh veronica mas?
Sharma memang sudah mengetahui kalau yang mencoba menculik dan berniat membunuhnya adalah Veronica. Tetapi dirinya merasa iba ketika dirinya mengetahui Veronica meninggal karna dibunuh.
"Ya sudah sayang!" lebih baik kita sekarang berangkat ke peternakan, kita tunggu penyelidikan polisi saja." ucap Briptu Erick sambil langsung menggandeng istrinya keluar dari Villa setelah menitipkan baby Prasetya kepada baby sister dan juga bu Ida.
"Ya sudah kita berangkat yuk." sahut Sharma sambil menerima sikap manis suaminya terhadapnya.
"Kita naik motor lagi kan mas?"
"Kenapa harus naik motor sih sayang?"
"Nanti kamu kepanasan loh." ucap Briptu Erick
"Tidak apa apa mas!" lebih asik malah."
"Ya sudah kalau begitu kita naik motor."
lalu Briptu Erick mengeluarkan motor ninja miliknya dan langsung menghidupkan mesin motornya.
__ADS_1
"Sayang ayo naik."
Sharma langsung naik ke boncengan Briptu Erick dan langsung memeluk suaminya dari belakang.
"Sayang pegangan yang kuat."
"Iya mas!"
Briptu Erick melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan Sharma terus memeluk suaminya. Ia benar benar bahagia ketika dirinya jalan berdua dengan suaminya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, mereka tiba di peternakan yang luas milik Briptu Erick. Disana terlihat beberapa karyawan yang bekerja di peternakan. Bahkan dokter hewan tampak memeriksa ternak yang baru saja melahirkan. Sharma merasa heran dengan adanya beberapa dokter disana.
"Sayang......" kok dokternya ada beberapa?"
"Tidak apa apa sayang!" karna mereka harus memeriksa ribuan ekor lembu." ucap Briptu Erick sambil mengajak Sharma berkeliling peternakan. Ketika mereka melintasi beberapa orang karyawan, Sharma dan Briptu Erick menyapa dengan ramah.
Keramahan Briptu Erick yang membuat para karyawan karyawati yang bekerja di peternakan itu begitu mengagumi sosok Briptu Erick. Apalagi Briptu Erick selalu memberikan gaji lebih kepada setiap karyawan yang rajin. Briptu Erick benar benar begitu memperhatikan seluruh Karyawan karyawatinya.
"Mas semua ini peternakan kita?"
"Iya sayang!"
"Jadi siapa selama ini yang mengontrol ini selama ini mas?"
"Pak Jono yang membatu mas menangani peternakan ini dan juga para karyawan lainnya.
"Pak Jono penjaga villa kita?".
"Iya sayang."
"Mas jujur aku ngak nyangka loh mas memiliki peternakan yang begitu luas. Ucap Sharma
"Sudahlah sayang peternakan ini bukan hanya milik mas, milik kamu juga sayang." ucap Briptu Erick.
"Mas lebaran idul Adha sebentar lagi akan dekat, boleh tidak kita kurban kan ternak kita Satu ekor saja?"
"Tentu dong sayang!" kenapa tidak." Jangankan satu ekor terserah kamu sayang, berapa yang akan kamu kurbankan." ucap Fernando.
"Mas serius?"
"Iya sayang." lagian untuk apa mas harus berbohong."
"Trimakasih sebelumnya mas." ucap Sharma sembari langsung mengecup wajah tampan suaminya. Membuat Sharma bersorak kegirangan."
__ADS_1
Bersambung ......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏