
Ketika Andita keluar dari kamarnya hendak pergi ke kampus Iya dikejutkan dengan kehadiran kedua orang tua dokter Delon dan juga Delon di sana.
"loh mas Delon!"ucap Andita terkejut
"ada om dan tante juga kata Andita sambil langsung memberi salam kepada kedua orang tua dokter Delon.
"Tumben pagi-pagi sudah datang?"
"Memangnya tidak boleh Mas datang pagi-pagi ke rumah calon istri mas!"
"Iya boleh cuman kaget aja ikut juga sama om dan tante.
Tiba-tiba Pak Sugito dan ibu Rohana pun datang menghampiri keluarga dokter Delon.
"Selamat pagi pak , Bu." sapa Bu Rohanadan pak sugito.
"Ada apa ini pak?" kok tumben pagi pagi singgah kerumah saya?"
lalu kedua orang tua Delon pun memberitahu maksud dan tujuan mereka datang ke rumah Pak Sugito..
mendengar niat baik dari Devan dan orangtuanya, pak Sugito dan Ibu Rohana pun setuju. Dan memutuskan pesta pernikahan antara Andita dengan dokter Delon akan diadakan satu bulan lagi.
*****
Satu bulan kemudian acara pernikahan Andita dan Dokter Delon pun diadakan tampak semuanya berbahagia, apalagi dengan Delon dan Andita, yang selama ini pernikahannya selalu tertunda karena terhalang dari Restu orang tua Andita mengingat Briptu Erick belum menikah. Acara pernikahan berlangsung dengan meriah. Tampak seluruh keluarga besar pak Sugito dan juga keluarga besar dari dokter Delon,begitu bahagia.
****
Tiga bulan setelah pernikahan Briptu Erick dan Sharma pun sudah berlalu. Briptu Erick memulai aktivitasnya seperti biasa. Ia menjalankan Tugasnya sebagai abdi negara. . "Sayang hari ini mungkin Mas agak telat pulang karna ada tugas yang harus diselesaikan" kata Briptu Erick kepada istri tercintanya.
"Ya sudah tidak apa apa, tapi ingat jangan sampai macam macam." Kata Sharma karna ia takut kalau suaminya berbuat aneh aneh diluar sana."Ia sayang.....Mas ngak pernah akan macam macam diluar sana sayang...... karna cuman kamu yang ada di hati mas" jawab Briptu Erick sembari mengecup kening Sharma
Sharma tersenyum dan mengecup bibir milik Briptu Erick. Membuat Erick semakin gemas kepada istrinya. "Sudah semakin pintar ya sayang....."kata Erick sembari mengendong Sharma ketempat tidur yang berukuran kings size "Kamu sudah membuat adik kecilku menjadi lancang depan sayang.....jadi harus bertanggung jawab dong." ucap Briptu Erick sembari memberi kecupan di bibir manis milik Sharma. Perlahan tangannya mulai menjalar kebagian gunung kembar milik Sharma dan memberi kecupan yang membuat Sharma mengeluarkan suara merdunya seolah olah dirinya meminta lebih dan lebih lagi.
"Sayang.....suara merdu Sharma yang semakin agresif terhadap Briptu Erick membuat Briptu Erick semakin melancarkan aksinya. Ia mulai mengecup ecup seluruh bagian tubuh Sharma sampai bagian sensitifnya. Membuat Sharma semakin mengeluarkan suara merdunya dan ia meminta kalau dirinya yang memimpin permainan.
__ADS_1
Setelah melakukan permainan yang begitu nikmat surga dunia, Sharma dan Briptu Erick mencapai puncak. Membuat Briptu Erick terkulai lemas sembari berbaring disamping Sharma dan mengecup kening istrinya
"Thanks my wife." Kata Briptu Erick dibalas anggukan dari Sharma Setelah istirahat sejenak, ia melihat jam yang ada ditangannya sudah menunjukan jam 7.30 "sayang kamu ngak jadi kekantor?" Tanya Sharma kepada suaminya.
Lalu Briptu Erick melihat jam yang ada ditangannya.
"Wah sudah telat nih" gumamnya lalu bergegas masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri yang kedua kalinya pagi itu. Lalu memakai pakaiannya yang sudah disediakan Sharma "sayang kamu makin pintar Ya." Kata Briptu Erick sembari mengembangkan senyumnya.
Sharma tersipu malu melihat suaminya. Sharma juga tidak tau mengapa ia tiba tiba seagresif itu kepada suaminya.
"Tidak perlu malu sayang " kata Briptu Erick Karna melihat istrinya tersipu malu.
"Sudah ah nanti mas semakin telat loh..... kan belum sarapan juga! lalu Sharma mengajak suaminya menuju ruang makan.
Disana sudah ada Bu Rohana dan pak sugito
"Loh nak kamu ngak Tugas nak? Tanya ibu Rohana kepada putranya
"Ke tugas sih mi ....tapi sedikit telat." Sahut Briptu Erick sambil mengembangkan senyumnya, kearah Sharma membuat Ibu Rohana sudah mengerti kalau anaknya mengadakan pertempuran pagi itu. Ketika Sharma mencium aroma masakan yang dihidangkan di meja, membuat Sharma mual dan sharma, berlari ke kamar mandi yang ada di dekat dapur.
"Uek....uek.... uek Sharma memuntahkan segala isi perutnya membuat Sharma menjadi lemas.
Briptu Melihat istrinya sudah terkulai lemas "sayang....... Sayang..... " Panggil Briptu Erick sembari menepuk nepuk wajah istrinya. Briptu Erick menggendong Tubuh Sharma ke ruang tamu, ia panik dan pak Sugito langsung menghubungi dokter keluarganya .Ibu Rohana tidak kalah panik melihat Sharma sudah terkulai lemas dan pucat
"Bu......istri aku kenapa bu..." Rengek Briptu Erick sembari memanggil manggil istrinya sesekali ia memberi kecupan di kening Sharma "Sayang bangun dong ...." Tangis Briptu Erick
sekitar lima belas menit kemudian dokter Delon datang . Ia mengira Bu Rohana yang sakit. Tetapi ia salah justru Sharma yang merupakan menantu pak sugito
" Dok.....tolong periksa istri saya tadi tiba tiba dia muntah muntah Dan dia pingsan." terang Briptu Erick
Lalu dokter Delon memeriksa keadaan Sharma yang terbaring lemah diatas tempat tidur
Setelah memeriksa keadaan Sharma, dokter Delon mengembangkan senyumnya.
"Ini biasa dialami ibu yang lagi hamil muda jadi kak Sharma tidak apa apa." Jawab dokter Delon
__ADS_1
"Apa Dok.....jadi istri saya lagi hamil?" Tanya Briptu Erick.
"Ia pak kak!" tetapi supaya lebih akurat lebih baik diperiksakan langsung Dokter kandungan. Jawab dokter Delon
Semua anggota keluarga yang ada disana kegirangan dan mengucapkan selamat kepada Sharma dan Briptu Erick. Briptu Erick berkali kali memeluk istrinya dan mengecup kening Sharma sembari mengucapkan terimakasih kepada Sharma.
"Sayang trimakasih karna kamu sudah memberikan kabar gembira ini kepada Mas dan juga keluarga." kata Briptu Erick
Sharma yang sudah mulai sadar dari pingsannya, terheran kalau disekelilingnya seluruh anggota keluarga ada didekatnya.
"Loh aku kenapa sayang?kok semuanya lihatin Sharma ?" Tanya Sharma kepada suaminya. "Kamu tadi pingsan sayang ...." Sahut Briptu Erick dan kembali mengucapkan terimakasih kepada istrinya."Trimakasih sayang"
"Trimakasih untuk apa sayang ?" Tanya Sharma karna dirinya belum mengetahui apa apa tentang kehamilannya.
"Trimakasih karna kamu sudah mengandung Erick junior ." Jawab Briptu Erick sembari memeluk istrinya dan sesekali ia memberi kecupan di kening dan bibir Sharma. Sharma yang masih heran dengan pernyataan Briptu Erick bahwa dirinya sedang mengandung begitu bahagia
"Benaran sayang aku lagi hamil?" Tanya Sharma di balas anggukan dari Briptu Erick
"Mas kamu tidak tugas ?
"Kan Mas bilang ada tugas penting yang harus diselesaikan?" tanya Sharma
"Nanti saja deh sayang ke kantor, Mas masih ingin sama kamu dan anak kita." Sahut Briptu Erick membuat Sharma membulatkan matanya.
"Ya ampun Sayang ....anak kita kan masih didalam sini." Kata Sharma sembari memegang perutnya yang masih rata. Briptu Erick hanya mengembangkan senyumnya. Padahal dirinya yang tidak ingin berjauhan dari istrinya.
"Nanti saja sayang kekantor agak siangan, mas sudah hubungi komandan mas, agar mas diganti sama rekan mas yang lain.
"Ya sudah tidak apa apa, yang penting pekerjaan mas tidak terganggu gara gara aku Mas......"
Tiba-tiba ibu Rohana dan bi Surti datang menghampiri pasangan suami istri yang lagi bahagia, sembari membawakan segelas susu ibu hamil dan beberapa makanan ringan untuk mengganjal perut Sharma. Yang sedari tadi muntah muntah menghirup aroma masakan.
"Sayang ini susunya diminum Ya." Ibu Rohana sembari memberikan segelas susu dan beberapa makanan ringan.
"Trimakasih bu....." Sahut Sharma kepada ibu mertuanya dan juga Bi Surti..
__ADS_1
Bersambung...........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. trimakasih 🙏🙏🙏🙏💓💓