
Setelah Yudha mendapat telepon dari Bi Surti dan memberitahu kalau Merli sedang berada dirumah sakit, Yudha langsung meninggalkan ruang meeting. Padahal meeting masih berlangsung, sehingga Yudha meminta asistennya untuk melanjutkan meeting, menggantikan yudha.
"Ya Alloh semoga anak dan istri hamba baik baik saja." doa Yudha dalam hati sambil langsung berlari menuju parkiran dan langsung meminta supir untuk segera menyiapkan mobil. Setelah sopir sudah bersiap berangkat, Yudha langsung duduk di bangku penumpang. Dan meminta sopir untuk melajukan mobil yang ia kendarai menuju rumah sakit tempat Merli bersalin.
Di dalam mobil, Yudha sudah tampak gelisah.Yang Yudha pikirkan hanya keselamatan istri dan juga anaknya. Apalagi istrinya berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan seorang bayi keturunan dari Yudha. Ia tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu kepada Merli dan juga anaknya.
"Pak bisa lebih cepat tidak pak?"ucap Yudha kepda supir pribadinya.
"Tapi ini sudah cepat Tuan!"
"Lebih cepat lagi bisa tidak?"
"Baik tuan!" ucap pak Tono yang merupakan supir pribadi Yudha sambil menekan pedal gas mobil yang ia kendarai.
Tetapi karena macet melanda Jakarta membuat pak Tono tidak dapat melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Membuat Yudha semakin gelisah. ia ingin sekali langsung berlari menuju rumah sakit. Tetapi karna jarak antara rumah sakit dari kantor tempat Yudha mengadakan meeting lumayan jauh Hingga Yudha tidak bisa berkata apa apa.
Hingga dirinya memilih untuk pergi kerumah sakit dengan menggunakan ojek online yang kebetulan berada didekat mobil mereka. Agar dirinya lebih cepat tiba dirumah sakit.
"Pak bisa antar saya kerumah sakit Miller? Bapak Tenang saja saya bayar deh!" ucap Yudha dengan nada memohon kepada Abang ojek online yang ada di dekat mobil yudha.
"Ya sudah pak naik saja! ucap driver ojek online itu dan dengan kemampuan menyalip mobil mobil yang lagi macet, driver ojek online itu tiba dirumah sakit.
"Mas ini bayarannya." ucap Yudha sambil memberikan lima lembar uang pecahan seratus ribu. Membuat driver ojek online itu terkejut.
"Pak ini kebanyakan uangnya." ucap driver itu. tetapi Yudha sudah keburu meninggalkan driver ojek online itu di lobby menuju ruang bersalin.
__ADS_1
karena terlalu lama menunggu driver ojek online itu pun berlalu dari sana. Hingga dirinya memutuskan untuk datang kembali esok harinya untuk mengembalikan kembalian uang Yudha. Ia mengira kalau Yudha salah memberikan uang ongkos nya naik ojek online.
"Ya sudah deh lebih baik besok saja saya kemarin lagi untuk menemui bapak itu." gumam driver ojek online itu dalam hati. Sembari langsung berlalu dari lobby rumah sakit dan melajukan motornya kearah jalan raya.
Sementara Yudha yang sudah melihat Bi Surti dan inamorata mondar-mandir di depan ruang bersalin langsung menghampiri Bi surti.
"Bagaimana dengan keadaan istri saya?"
"Bibi juga belum tahu den!" sahut Bi surti
sedangkan inamorata menangis di gendongan Yudha. Karna setelah tiba di rumah sakit. Sudah langsung memeluk Inamorta Karna melihat inamorata Menangis sesunggukan.
Tiba tiba salah satu suster keluar dari ruang bersalin.
"Maaf suami ibu Merli....." panggil Suster.
"Ibu Merli meminta anda masuk." ucap suster
"Biak sus!" sahut Yudha sambil langsung menurunkan Inamorata dari Gendongan nya.
"Sayang kamu disini dulu ya sama Bibi!" papi ingin menemani mami di dalam,soalnya mami kesakitan ." ucap Yudha.
Dibalas anggukan dari Inamorta.
Yudha langsung berlalu dari hadapan Inamorta dan langsung masuk keruang bersalin.
__ADS_1
disana, Merli sudah terus menjerit kesakitan
"Mas..... sakit." teriak Merli sambil langsung memegang tangan Yudha. Iya meremas tangan Yudha sampai berbekas.
"Kamu harus kuat sayang!" demi mas, dan anak anak kita." ucap Yudha sambil mengecup kening Merli.
"Mas sakit." keluh Merli
"Iya sayang!" tahan Yach. ucap Yudha sembari mengelus perut Merli. Berharap rasa sakit yang dirasakan oleh Merli berkurang.
Dokter kembali memeriksa posisi bayi Merli. Ketika dokter sudah memeriksa.Doktwr mengebangkan senyumya.
"Wah pembukaannya sudah lengkap." sekarang kita mulai persalinannya ya Bu" ujar dokter yang menangani Merli.
"Ayo Bu saya pandu ya!" hitungan ketiga ibu ngejan ya!" ucap dokter itu menginstruksikan kepada Merli. Dibalas anggukan dari Merli sambil meringis kesakitan.
"Satu..... Dua.....Tiga Merli ngejan, tapi belum juga berhasil. Satu kali dua kali Merli mengejan tali belum juga berhasil membuat Yudha semakin kwatir.
Tetapi ketiga kali suara tangisan bayi menggema di seluruh ruangan, ruang bersalin membuat Yudha bernafas lega.
"Selamat ya pak!" Putra anda sehat dan sempurna." ucap suster setelah membersihkan putra dari pasangan Yudha dengan Merli Tiong Chin.
"Yudha mengembangkan senyumnya. Ia mengecup kening Merli.
"Trimakasih sayang!" kamu sudah berjuang untuk mas dan anak-anak kita."ucap Yudha dibalas anggukan dari Merli yang sudah tampak kelelahan.Tetapi ketika Merli melihat wajah tampan putranya, Rasa sakit yang Merli rasakan sebelumnya menjadi hilang begitu saja.
__ADS_1
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏