Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Mulai Tugas


__ADS_3

sejujurnya Sharma begitu terkagum melihat suaminya, yang selama ini, Sharma mengira


kalau suaminya hanya lah seorang polisi biasa. Tetapi ketika Sharma berada dirumah pribadi Briptu Erick, hasil keringatnya sendiri. Sharma begitu terharu melihat rumah itu design sesuai dengan impian Sharma.


"Mas!" panggil Sharma.


"Iya Sayang!"


"Mas jika suatu saat Sahrma meminta mas berhenti menjadi seorang polisi, apa mas mau mengabulkan nya?"


Briptu Erick mengebangkan senyumnya.


"Jika istri aku menginginkan aku tidak menjadi seorang polisi lagi, pasti akan aku turuti, asal alasannya tepat dan masuk akal sayang." ucap Briptu Erick kepada Sharma.


"Kamu serius sayang?"


"Iya mas, serius sayang."


"Tapi mengapa tiba tiba kamu bertanya seperti itu sayang ku?"


"Tidak ada mas!" cuman mas hanya kwatir jika Suatu saat aku sakit atau kenapa kenapa, siapa yang akan menjaga aku dirumah?"


"Hus!" tidak boleh ngomong gitu sayang." ucap Briptu Erick.


"Aku kan hanya berandai saja mas?"


"Ia tapi jangan mikirnya jauh kesana dong sayang!" doa in yang bagus bagus saja." ucap Briptu Erick.


"Mas!" bagaimana jika seseorang ada yang berniat jahat kepada keluarga kita? seperti yang dilakukan Veronica?


"Loh kamu kok ngomongnya ngawur gitu sih sayang?"


"Ngak mas!" aku hanya kwatir saja, apalagi aku mengingat rencana busuk mantan kekasih mas itu, Sahrma ngeri mas."


"Sudah tidak perlu dipikirkan, yang penting kita berdoa aja minta perlindungan sama Allah." ucap Briptu Erick sambil meraih tubuh istrinya. kepelukannya dan mengecup kening Sharma.


"Sudah tidak perlu kwatir, ada mas disini yang akan melindungi baku dan keluarga kita."


Keesokan harinya, Briptu Erick sudah mulai bertugas, mengingat masa cutinya sudah selesai. Sharma mempersiapkan segala keperluan yang diperlukan suaminya, termasuk baju dinas dan sepatu yang akan digunakan suaminya untuk bertugas.


Sharma juga menyiapkan sarapan pagi buat suaminya. Ia tidak ingin suaminya berangkat tugas sebelum sarapan dari rumah. Sehingga Sharma pagi pagi sekali Sharma bangun untuk menyiapkan keperluan suaminya.


"Ya Sharma sudah biasa mengerjakan pekerjaan rumah, apalagi dirinya tinggal dikota Jakarta tinggal sendiri di kost yang sudah ia sewa tahunan.Ia juga selalu memasak untuk makannya sendiri. Karna menurut nya, masak sendiri lebih steril dan enak dan cocok diperut nya.


Ketika Sharma menghidangkan makanan di meja makan, Briptu Erick sudah menyelesaikan ritual mandinya. Ia langsung memakai baju dinas yang sudah disiapkan Sharma.


"Enak juga ya punya istri!" baju disiapin, sepatu dan semua keperluan ku sudah disediakan istriku." jadi makin cinta deh sama istri kecilku." gumam Briptu Erick dalam hati sambil mengebangkan senyumnya.

__ADS_1


Setelah memakai pakaian dengan rapi, Briptu Erick menghampiri sharma yang baru selesai menghidangkan sarapan buat mereka.


"Wah sepertinya sarapannya enak nih!" puji Briptu Erick.


"Ayo dong dimakan mas!"


"Ia dong!" pasti mas makan, secara baru kali ini mendapat pelayanan eksklusif dari istri tercinta." ucap Briptu Erick.


"Tidak perlu gombal dong sayang." sekarang makanan nya dinamakan dong!" nanti keburu dingin!" ucap Sahrma.


Briptu Erick langsung mencicipi nasi goreng buatan istrinya.


"Wow delicious!" gumam Briptu Erick setelah menyicipi nasi goreng buatan Sharma.


"Serius mas?"


"Mas suka?"


"Suka bangat sayang!"


"kalau suka dihabisin dong."


"Ia pasti mas habisin.


kata Briptu Erick sambil kembali menyantap nasi goreng buatan istrinya tanpa sisa.


Setelah selesai sarapan, Briptu Erick berpamitan kepada istrinya untuk pergi tugas.


"Sayang mas pamit Ya!


"Iya mas!" hati hati ya mas." ujar Sharma mengingat kan suaminya agar lebih berhati-hati mengendarai mobilnya.


"Tunggu mas dirumah ya sayang!" ucap Briptu Erick


"Iya mas!" mas jangan lama lam pulang, Sahrma kangen." ucap Sahrma sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya.


"Iya!" mas tidak lama kok!"


"Ya sudah berangkat gih." ucap Sharma sambil langsung mencium bibir ranum suaminya, membuat Briptu Erick semakin gemas kepda istrinya. Briptu Erick langsung membalasnya. nanti malam kita lanjutkan." ucap Briptu Erick sambil mengecup kening Sharma.


Briptu Erick berlalu, Sharma dirumah sendirian tidak ada yang menemani. Hanya televisi dan ponsel yang menemani dirinya. Maklum masa cuti kuliah Sharma, masih lama sehingga Sharma tidak pergi ke kampus.


"Sepi bangat ini rumah!" gumam Sharma dalam hati, tapi kalau ada anak anak kami sama mas Erick, rumah ini pasti akan rame." ucap sharma dalam hati.


Sharma menyibukkan dirinya menonton drakor kesayangan nya. Ya maklum saja wanita zaman now suka sekali yang namanya film drakor, yang romantis. Tian tiba ponsel milik Sharma berdering. ia melihat nomor ponsel zahra yang menghubungi dirinya.


Sharma langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar telepon seluler itu tersambung kepada yang menghubungi dirinya.

__ADS_1


"Iya ada apa sar? Kok tumben pagi-pagi begini menghubungi aku? tanya Sharma kepada Zahra


"Kamu lagi di mana Sar?"


"Di rumah


"Sama siapa?"


"Sendirian!" mas Erick baru aja pergi tugas ke kantor."


"Sama deh Aku juga ditinggal sendirian sama Mas Charles."


"Kalau begitu kamu kemari aja. deh "


"Serius kamu Memangnya kamu lagi ngapain?"


"Aku lagi menonton televisi menikmati film Korea kesukaanku." ucap Sarma kepada Zahra.


"Kalau begitu aku ke situ ya!" ucap zahra kepada Sharma mengatakan kalau dirinya ingin datang ke rumah milik Briptu Erick dan juga Sharma.


"Ya sudah kalau begitu kamu datang saja." ucap Sharma kepada Zahra agar Zahra dan Sarma pun mematikan sambungan telepon. dengan gerak cepat Zahra langsung berangkat menuju kediaman Briptu Erick dan juga Sharma.


"Sekitar 15 menit kemudian, Zahra tiba dikediaman Briptu Erick. Ia merasa takjub melihat besar dan mewah rumah milik suaminya.


"Keren!' gumam Briptu Erick dalam hati.


ia langsung menghampiri Sahrma didalam. rumah yang lagi asyik menikmati film Korea.


Seru Nanga nonton nya?"


"Eh kamu sudah datang ra?'


"Iya, kamu masuk ngak pakai salam dulu!" Main nyolong aja


" Sudah sedari tadi aku panggil panggil tapi kamu terlalu asyik menonton film Korea kesukaanmu sehingga kamu tidak mendengar suara pintu yang aku ketuk beberapa kali.


"Ya sudah!" emang film Korea yang mana kamu tonton?"


"Aku lagi nonton Unforgettable love, ceritanya enak tidak bertele-tele." ucap Sharma sambil mempersilahkan cara duduk didekat dirinya.


"Kamu sudah makan Ra?


"Sudah tadi dari rumah."


"Ya sudah kalau begitu, kamu ikut aja nonton yang ini dijamin seru. ucap Sharma kepada Zahra agar Zahra segera menemaninya menonton film Korea kesayangannya.


Zahra pun menurut!" matanya melotot ke televisi melihat film Korea yang mereka tonton. kemudian Zahra pun mengikuti Sharma menonton film Korea kesukaan mereka.

__ADS_1


bersambung.......


hai Hai dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2