Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
DEDEK BAYI


__ADS_3

Tujuh bulan sudah berlalu, usia kandungan Merli sudah genap sembilan bulan. Tinggal menunggu hari Merli akan lahiran. Yudha tampak antusias menanti kehadiran anggota baru di keluarganya.


"Mom..... !"


"Iya sayang ada apa?"


"Dedek baya kapan keluarnya sih dari perut mami?"


"Sabar sayang!" ada saatnya kok." ucap Merli menjawab pertanyaan putrinya.


"Tapi Ina sudah tidak sabar ingin bermain dengan dedek mom."ucap inamorata bahwasanya dirinya sudah tidak sabar menanti kelahiran adik bayi yang ada di rahim maminya. Ina berharap ketika dedek bay sudah lahir, inamorata dapat bermain bersama adiknya.


Tiba tiba perut Merli mulas, ketika inamorata sedang berbicara degan merli yang tidak sabaran menunggu kehadiran adiknya.


"Aduh....." keluh Merli membuat inamorata kwatir dan panik melihat Merli meringis kesakitan. Padahal Yudha sedang berada di kantor.


"Bi.... bi Surti ......!" panggil Inamorta Karna sudah melihat Merli meringis kesakitan.


mendengar panggilan dari Inamorta, Bi surti langsung datang menghampiri inamorata dan juga Merli yang sedang berada di taman belakang. Bi Surti sudah melihat Merli meringis kesakitan membuat Bi Surti ikutan panik.


"Aduh sepertinya Nyonya sudah mau melahirkan!" ucap Bi surti kepda Merli sembari memapah Merli masuk kerumah. Bi Surti langsung memanggil supir pribadi keluarga Merli. Agar segera membawa Merli kerumah sakit terdekat. Bi Surti sudah panik karna air ketuban Merli tiba tiba sudah keluar. Hal itu membuat Inamorata semakin menangis histeria.


Karna melihat Merli meringis kesakitan dan melihat air ketuban yang mengalir keluar dari rahim Merli. Dengan buru buru Bi Surti mempersiapkan segalanya, agar Merli segera dibawa keruang sakit.

__ADS_1


"Aduh sakit.....!" teriak Merli karna merasakan sakit yang amat dahsyat.


Rasa sakit yang dirasakan Merli membuat Merli disepanjang perjalanan menjerit. Membuat Bi Surti merasa tidak tega. Karna panik, Bi Surti jadi tidak kepikiran untuk menghubungi Yudha. setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh menit, Mereka tiba dirumah sakit.


Bi Surti menjerit minta tolong, agar dokter dan suster segera menolong Merli.


mendengar jeritan dari Bi Surti, Dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit, langsung menghampiri mobil yang ditumpangi oleh merli , Bi Surti dan Inamorta.


Merli terus menjerit kesakitan, membuat Bi Surti dan Inamorta semakin kwatir kalau merli tidak bisa bertahan.


"Dokter dan suster langsung membopongnya tubuh Merli naik keatas breaker yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


"Merli dibawa keruang bersalin. kemudian Dokter memeriksa kondisi Merli.


Bi Surti sudah mondar mandir di depan ruang bersalin. Semantara inamorata terus menangis karna dirinya mengkawatirkan maminya.


"Bi....Mami akan baik baik saja kan?" tanya inamorata kepada Bi Surti.


"Iya non!" Mami pasti baik baik saja, sekarang non lebih baik berdoa meminta agar manis am dedek baya selamat dan sehat." ucap Bu surti kepda inamorata. Dibalas anggukan dari inamorata.


Tiba tiba Bi Surti teringat kalau Bi Surti belum mengabari Yudha, kalau Meri sudah berada dirumah sakit.


"Ya Allah aku lupa, mengabari tuan." ucap Bi Surti sambil menepuk jidatnya. Karna semenjak Merli menjerit kesakitan, membuat Bi Surti panik sehingga dirinya tidak kepikiran untuk menghubungi Yudha.

__ADS_1


Bi Surti meraih ponselnya yang ada disakunya dan mencari nomor ponsel milik Yudha yang ada di layar ponselnya.


Kring.....


Kring....


Kring....


Yudha melihat ponselnya berdering langsung meraih ponselnya yang ada di atas meja kerjanya. Yudha melihat nomor milik Bi Surti menghubungi dirinya, langsung menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Bi Surti.


"Hello assalamualaikum Bi!" sapa Yudha


"Waalaikumsalam Tuan!" sahut Bi Surti.


"Ada apa Bi?


"Tuan....." nyonya Merli sekarang berada dirumah sakit, sepertinya nyonya sudah mau lahiran, jadi lebih baik tuan segera datang Kerumah sakit milik tuan Jose miller." ucap Bi Surti memberitahu kepda Yudha agar Yudha segera datang kerumah sakit.


"Apa Bi? istri saya mau lahiran?" tanya Yudha merasa kwatir kepada istrinya.


"Iya tuan!" sahut Bi Surti singkat.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2