Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
KEINGINAN IBU ROHANA


__ADS_3

Empat hari kemudian paska Andita melahirkan Putri yang cantik nan rupawan yang diberi nama Bianca Carissa Delon sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. membuat hati Andita sedikit lega. Karena dirinya sudah merasa bosan berada di rumah sakit. Ia pun meminta suaminya agar segera membawanya pulang ke rumah. Apalagi Andita sudah tidak sabar ingin menimang Putrinya semata wayangnya.


"Mas apa Mas sudah memberikan nama kepada putri kita? tanya Andita kepada suaminya


"Sudah sayang tapi entah kamu suka atau tidak." ucap dokter Delon kepada Andita.


"Siapa nama Putri kita Mas?


"Bianca Clarissa Delon Apakah kamu menyukai nama itu?


"Nama yang bagus Andita suka dengan nama itu." ucap Andita sambil mengembangkan senyumnya ke arah Dokter Delon


"Mas Andita sudah bisa pulang hari ini kan?


"Iya sayang, dokter sudah mengatakan kalau kamu dan Putri kita sudah diperbolehkan pulang." ucap dokter Delon sambil membereskan semua barang-barang bawaan mereka.


Sementara di tempat lain Ibu Rohana dan juga Pak Sugito sudah tampak antusias menanti kepulangan Putri dan cucu mereka. Apalagi dengan Sharma dan Briptu Erick Mereka sudah tidak sabar untuk menanti kedatangan keponakan mereka.


"Mas Mami tidak sabar deh untuk menggendong cucu mami." ucap Ibu Rohana kepada Bapak Sugito.


"Papi juga seperti itu, cucu kita yang ini perempuan rasanya kita sudah lengkap. Apalagi cucu kita dari Erick laki-laki dan cucu kita dari Andita perempuan. Rasanya Mami senang banget.


Apalagi lebih senang lagi jika adiknya Prasetya sudah ada lagi." ucap Ibu Rohana sembari melirik kearah Erick dan juga Sharma.

__ADS_1


"Jadi Mami menginginkan Cucu lagi dari Erick? tanya pak Sugito sengaja mengeraskan suaranya agar Erick dan Sharma mendengarnya.


Sharma dan Erick pun mendengar apa yang dikatakan Ibu Rohana mengembangkan senyumnya.


"Makanya Rik dengar tuh kata mami kamu, Mami kamu masih menginginkan cucu dari kalian.


"Kata mami supaya rumah kita rame." ucap pak sugito kepada Erick sambil terkekeh.


"Papi ada ada saja, nanti itu kita bicarakan itu. sekarang kita menyambut kedatangan keponakanku dulu." ucap Erick


"Tapi itu perlu kalian pikirkan, Prasetya sudah besar dia juga ingin memiliki teman bermain. iya kan sayang? Timpal pak Sugito kepada Prasetya.


"Apa opa?


"Mau dong opa..... malah Prasetya selalu minta kepada Papi sama Mami untuk membawakan Dedek bayi dari rumah sakit. Eh..... tapi sampai sekarang papi sama mami tidak pernah membawa dedek bayi ke rumah."ucap Prasetya dengan suara khas bocah kecil.


"Kamu ini Mas jangan seperti itu dong!" Prasetya itu masih kecil nanti kalau merengek-rengek terus meminta adik bayi gimana Papa mau bertanggung jawab?"


"Biarin aja supaya Papinya Prasetya mikir tuh. supaya mereka kerepotan diminta terus sama Prasetya." Ucap pak Sugito sambil tertawa ngakak.


Sementara Sharma yang Mendengar pembicaraan Pak Surya dengan ibu Rohana pun sudah merasa malu. Bahkan wajahnya sudah terlihat memerah membuat Briptu Erick langsung mengembangkan senyumnya.


"Makanya Sayang nanti malam kita buat adik untuk Prasetya. Kan semuanya sudah mendukung." bisik Erick kepada Sharma tepat di telinga Sharma membuat Sharma langsung menatap suaminya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Kamu ya Mas!" selalu saja mencari kesempatan Dalam kesempitan. Bilang aja itu maunya mas, tidak perlu memanfaatkan putraku dan juga Papi ucap Sharma sambil mengembangkan senyumnya


"Maunya Putra kita dan Mas juga dong ."


"Sudah tidak perlu ngeles


"Emangnya siapa yang ngeles?"


"Mas pura-pura ngomong kalau Putra kita yang menginginkan, padahal mas sendiri kan yang menginginkannya.


"Kok Mas Jadi yang dituduh sih, kan kamu dengar sendiri apa kata Putra kita kepada papi.ucap Briptu Erick


"Ah sudahlah ngomong sama mas tidak pernah ada menangnya. Lebih baik aku ke dapur untuk membuat makanan kesukaan adik iparku." ucap Sharma sembari langsung berlalu ke dapur menemui asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Andita dan juga Dokter Delon.


"loh non ngapain ke dapur?


" Biarkan kami saja mengerjakannya non." ucap asisten rumah tangga Andita.


"Tidak Bi......Sharma hanya ingin membuat makanan kesukaan adik iparku saja, Bibi Tenang saja. Lebih baik bibi mengerjakan yang lain saja." ucap Sharma sembari mengembangkan senyumnya kepada asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Andita.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2