Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Tangis Briptu Erick


__ADS_3

Ketika Antonio meninggalkan Morina dan Zahra di rumah sakit, Zahra dan Sharma langsung menghampiri Sharma ingin meminta penjelasan dari Sharma mengapa tiba tiba Briptu Erick memanggilnya dengan panggilan sayang.


"Kami butuh penjelasan, tidak terima penolakan." Ucap Zahra dan Sharma kompak mendengar sahabatnya seolah ingin menerkam dirinya, Sharma langsung mengebangkan senyumnya."Memangnya aku harus jelasin apa sama kalian hah!" kata Sharma karna dirinya bingung maksud dan tujuan kedua sahabatnya.


"Ya itu tadi! kamu bilang kamu tidak suka sama laki laki berprofesi sebagai polisi, Noh tadi sudah panggil panggil sayang." kata Zahra dan Morina kompak membuat ibu meli dan pak Fernando langsung mengebangkan senyumnya.


"Iya tadi juga nak Erick bilangnya kamu teman adiknya, eh tadi panggil sayang sama kamu, maksudnya apa tuh?" hardik bu meli dan pak Fernando untuk menjahili putri mereka. Padahal selama ini yang mereka tau kalau Putri mereka paling tidak suka sama yang namanya polisi.


" Kalian sudah jadian Sar?" tanya Zahra membuat Sharma langsung menatap Zahra dengan tatapan tajam. "Jangan Ngada Ngada ya! siapa juga yang jadian sama polisi songong itu." kata Sharma. Tetapi Zahra dan Morin tidak percaya begitu saja. Mereka terus saja mengorek informasi dari Sharma mengenai hubungannya dengan Briptu Erick.


"Iya aku tidak ada hubungan apa apa dengan pak pol, Dianya aja yang sok akrab." hardik Sharma. Membuat Zahra dan Morina mengebangkan senyumnya.


" Jadian juga tidak apa apa sar.....justru kita senang kok kalau kamu tidak jomblo lagi. Kami mendukung kamu kok sar. Kata Morina


Sementara pak Fernando dan Bu meli yang melihat interaksi antara ketiga sahabat itu, merasa bersyukur yang ternyata putri mereka memiliki sahabat yang baik terhadap Putrinya.


pak Fernando berpamitan kepada Bu meli pergi ke keluar, berniat untuk membeli makanan. Mengingat bu meli dan juga pak Fernando sama sekali belum makan setelah berada di rumah sakit.


Apalagi perjalanan mereka dari Bogor kekota Jakarta lumayan jauh. "Sayang....mas keluar dulu ya cari makanan, perut mas sudah lapar,kamu juga sudah lapar kan?"


"Ya sudah mas tidak apa apa " ujar Bu meli mengijinkan suaminya pergi mencari makanan buat mereka. Apalagi Bu meli juga sudah lapar


Sementara ditempat lain Andita yang tidak mengetahui kalau Sharma mengalami kecelakaan, ia menghampiri kalanya yang baru pulang dari rumah sakit." Wajah kakak kok kusut bangat?" tanya Andita yang melihat wajah Erick sangat kusut.


"Ia kakak habis dari rumah sakit, Kakak capek bangat habis tugas dari Magelang langsung pergi kerumah sakit.


"Memangnya siapa yang sakit kak?" tanya Andita dengan polosnya.

__ADS_1


"Memangnya tidak tau kalau Sharma mengalami kecelakaan waktu pulang jemput motornya dari rumah ini, kamu juga ngapain kamu kasih dia pulang sendiri. Kan jadi gini akibatnya." ucap Briptu Erick


Mendengar penuturan dari kakaknya, yang memberitahu kalau Sharma mengalami kecelakaan, Andita merasa tidak percaya.


"Kakak ngak bohong kan?" tanya Andita yang belum percaya apa yang dikatakan kakaknya.


"Ngapain juga kakak bohong sama kamu, lagian kamu sih ....kamu biarin Sharma pulang sendirian, kan bisa disini dulu sebelum kakak pulang tugas." kata Briptu Erick kepada Andita


" Andita juga menahan Sharma kak.....tapi Sharma bilang dia mau ketemu sama Zahra dan Morina di cafe milik kekasih Morina." ucap Andita memberitahu kalau Andita juga menahan Sharma agar tidak langsung pulang mengendarai motornya sendiri.


"Kak....aku mau kerumah sakit jenguk Sharma." kata Andita. " Besok saja ini sudah malam, kakak mau mandi dulu baru balik kerumah sakit" ucap Briptu Erick.


"Kak.....kakak suka kan sama Sharma? kalau suka langsung Pepet dong kak ....nanti keburu disambar orang loh." ujar Andita. meminta kepada kakaknya agar Briptu Erick langsung mengutarakan rasa cintanya kepada sahabatnya Sharma.


"Sok tau kamu!" kata Briptu Erick kepada Andita. "Dari cara pandang kakak melihat Sharma, Andita tahu kok kalau Kakak cinta sama-sama Sharma." ucap Andita kepada Briptu Erick.


"Siapa itu Leonardo?" tanya Briptu Erick penasaran.


"Dia salah satu mahasiswa di kampus universitas Brawijaya, kakak kelas kami. Yang aku tau kak Leonardo sudah lama suka sama Sharma. Tetapi Sharma tidak pernah menggubris. "kakak tau sendiri kan kalau Sharma ngomong sama laki laki selalu ketus." kata Andita sambil mengebangkan senyumnya.


"Sudah itu ya kak.... leonardo anak pemilik kampus kami loh, perempuan mana yang tidak klepek-klepek kepada Leonardo. Sudah kaya, tampan aduh......masih muda lagi." kata Andita, membuat Briptu Erick langsung menjewer telinga adiknya yang memuji muji Leonardo dihadapannya.


"Kak sakit......" gerutu Andita sambil memegangi telinganya yang habis dijewer kakaknya.


"Jadi kamu klepek-klepek juga melihat si Leonardo Leonardo itu, kamu mau ninggalin Delon? tanya Briptu Erick.


"Ya ngak lah tidak mungkin seorang Andita Sugito meninggalkan lelaki tampan seperti mas Delon, cinta Andita sudah mentok sama mas Delon." ucap Andita kepada kakaknya.membuat Briptu Erick semakin kesal sama adiknya Andita.

__ADS_1


"Memangnya seperti kakak, punya kekasih eh ditinggal menikah sama laki laki lain yang lebih kaya dari kakak. Berarti cewe itu tidak cinta sepenuhnya sama kakak." ucap Andita asal Tampa perduli dengan perasaan kakaknya yang mengungkit masa lalu Briptu Erick yang pahit.


Briptu langsung terdiam ketika Andita mengukir masa lalunya yang begitu menyakitkan buat dirinya. Andita yang sudah sadar akan kesalahannya yang mengungkit masa lalu Briptu Erick yang begitu menyakitkan, langsung meminta maaf kepada kakaknya.


"Ka ....maafkan Andita...Andita tidak bermaksud mengungkit masa lalu kakak." ucap Andita kepada kakaknya. Briptu Erick tidak menjawab ia langsung berlalu dari hadapan Andita menuju kamar berniat untuk membersihkan diri.


"Didalam kamar mandi, Briptu Erick merasa rapuh ketika dirinya mengingat setiap menjalin hubungan dengan wanita, wanita itu selalu saja meninggalkannya. Briptu Erick meluapkan kekesalannya dengan menangis di kamar mandi. Sejujurnya dibalik ketegasan dan tawa Briptu Erick, Briptu Erick merasa rapuh.


"Ya Allah mengapa aku selalu seperti ini? apakah aku tidak layak dicintai wanita?


"Apakah aku tidak layak bahagia ya Allah?" Doa Briptu Erick Menangis sambil menyiram tubuhnya dengan Ari shower.


"Semetara Andita yang merasa bersalah karna sudah mengungkit masa lalu kakaknya, tampak gelisah menunggu kakaknya keluar dari kamarnya. "Aduh mulutku ini memang ngak bisa ngerem. Gumam Andita didalam hati yang menyesali perkataannya yang menyinggung Briptu Erick.


Ibu Rohana yang melihat putrinya tampak gelisah di depan kamar kakaknya, Bu Rohana menghampiri Andita. "Kamu ngapain disitu mondar mandir nak?" tanya Bu Rohana kepada Andita. "Aku buat kakak tersinggung ma.....Andita takut kalau kakak sakit hati sama Andita." kata Andita membuat Bu Rohana sedikit bingung.


" Memangnya apa yang kamu lakukan sama kakak kamu?"


"Aku mengatai kakak yang tak kunjung nikah." ucap Andita sambil menundukkan kepalanya.


"Ya sudah kalau kakak kamu sudah keluar nanti, kamu langsung minta maaf ya." ujar Bu Rohana.


"Baik ma ...."sahut Andita


Bersambung........


Hai hai para readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2