Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
TANGIS INAMORATA 2


__ADS_3

Mas ada apa ini kok sepertinya Putri kita menatap Merli sadis seperti itu? Ada apa mas?"


"Mas juga tidak tahu sayang!" tadi ketika mas menjemputnya Putri kita, putri kita sudah menangis tersedu-sedu di depan kelasnya.


"Kenapa dia menangis Mas?"


"Mas juga tidak tahu, kalau kamu ingin mengetahuinya lebih baik tanyakan langsung kepada putri kita. ucap Yudha kepada Merli agar Merli menanyakan langsung kepada putri mereka. Karena jika Yudha nantinya yang menjelaskan kepada Merli bisa saja beranggapan kalau itu akal akalan Yudha. Merli tidak percaya karena ia beranggapan Yuda mengada-ada. Bahkan bisa saja Merli menuduh Yudha yang berkeinginan seperti itu, Bukan Ina Morata.


Setelah inamorata selesai mengganti pakaian sekolahnya yang dibantu oleh baby sister dan juga asisten rumah tangga, Merli pun menghampiri inamorata untuk bertanya kepada inamorata Mengapa putrinya menatapnya dengan tatapan tajam. Apalagi Merli melihat mata inamorata sembab seperti habis menangis.


"Putri Mama yang cantik sudah selesai ya ganti bajunya?"tanya Merli sembari memeluk putrinya inamorata. Tetapi tiba-tiba inamorata menghempaskan tangan Merli dari tubuhnya membuat Merli semakin penasaran Mengapa putrinya bersikap aneh terhadapnya.


"Ada apa Sayang Kok Sepertinya kamu tidak menyukai Mami memelukmu?" tanya Merli kembali kepada inamorata.Tetapi inamorata tidak menjawab. Ia hanya menatap Merli dengan tatapan tajam.


"Ayo dong sayang cerita sama mami kalau ada masalah atau permintaan Putri Mami yang cantik ini tidak mami penuhi, kasih tau dong pasti akan mami penuhi,Mami janji deh.


"Mami dan Papi sudah membohongi Ina,"


"kok kamu ngomong seperti itu sayang?"


"Papi dan Mami yang bilang Kalau berbohong itu dosa tetapi Mami dan Papi sendiri yang membohongi inamorata." ucap Inamorata sambil terisak.


"Kenapa Putri Mami mengatakan Mami berbohong?"


"Papi bilang di perut Mami Ada dedek bayi untuk Inamorata. Tapi perut Mami tidak buncit Kok, tidak seperti maminya Leony saat sebelum melahirkan Dedeknya Leoni, perut buncit perut maminya buncit.


"Tadi semua teman-teman Inamorata mengejek Inamorata karena dituduh berbohong.


"Memangnya siapa yang bilang kamu berbohong sayang?"


"Semuanya teman-teman Ina mengejek Ina karena indah dituduh berbohong. Mereka bilang tidak ada dedek bayi Ina di perut Mami Karena perut Mami tidak buncit.


"Hua....Hua....Hua tangis inamorata semakin pecah.

__ADS_1


mendengar jawaban dari putrinya Inamorata bahwa penyebab inamorata menatap mereka dengan tatapan tajam karena dirinya di ejek dan di olog olog oleh teman-temannya. Hal itu membuat merli menatap Yuda dengan tatapan tajam.


Merli langsung menghampiri Yudha.


"lihat mas karena ulah mas sendiri Putri kita jadi diolok-olok oleh teman-temannya. Makanya kalau menjawab omongan anak itu berpikirnya jernih jangan asal bicara karena itu bisa membuat anak menuntut apa yang kita janjikan. Jadi sekali lagi sebelum menjawab permintaan dari anak, lebih baik Mas berpikir terlebih dahulu agar tidak terjadi kemudian hari seperti ini." ucap Merli kepada Yudha karena dirinya sangat kesal kepada suaminya.


"Kan tinggal buat adiknya kan gampang Sayang." jangan diambil pusing deh sekarang lebih baik kita bekerja keras untuk memenuhi permintaan Putri kita yang ingin memiliki adik. ucap Yudha sambil mengembangkan senyum jahilnya. Tanpa mereka bersalah akibat ulahnya putranya jadi dituduh teman temanya berbohong.


Hal itu membuat Merli melotot kan matanya kearah Yudha. Tetapi Yudha tidak peduli, ia malah tersenyum dan langsung Permisi kepada innamorata untuk meminjam Merli agar mereka membuat adik untuk inamorata sesuai dengan janji Yudha saat Yudha dan innamorata di perjalanan.


"Janji Ya pi.....buat dedek untuk Ina."ucap inamorata mengijinkan Yudha mengajak Merli langsung masuk ke kamar.


Yudha langsung menggendong tubuh Merli masuk ke dalam kamar tanpa peduli dengan ocehan istrinya dan langsung memberikan Merli diatas tempat tidur.


Sementara Inamorata tersenyum melihat tingkah dan Merli juga Yudha. yang Ina harapkan Yudha dan memenuhi permintaannya memberikan seorang adik untuknya.


Tiba-tiba baby sister dan asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Yudha dan Merli pun mengembangkan senyumnya melihat tingkah Yudha yang langsung menggendong tubuh Merli masuk ke dalam kamar.


"Sus memangnya kalau buat dedek bayi itu ada di perut Mami harus kerja keras ya di dalam kama?"tanya inamorata kepada baby sister yang bertugas merawatnya selama ini.


Mendengar pertanyaan dari nona mudanya suster Kami langsung tertawa ngakak bersama para asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Yudha dan Merli.


"Kok suster dan Bibi tertawa sih Memangnya pertanyaan Ina salah?"


"Tidak sayang pertanyaan non tidak salah kok.


"Yang Ina mau tanya, kalau mau buat Dede bayi di perut Mami harus bekerja keras di kamar? soalnya tadi di dalam mobil Papi ngomongnya seperti itu. Agar Ina tidak mengganggu Mami sama Papi di kamar bekerja."ucap Ina dengan polosnya.


semua asisten rumah tangga dan suster pun tertawa mendengar celotehan dari nona muda mereka.


"Iya Sayang kalau ingin punya dedek bayi!"jangan ganggu Papi dan Mami bekerja di kamar ya sayang."ucap suster sembari meraih tubuh inamorata kepelukannya. Mereka merasa kalau Inamorata benar-benar menginginkan seorang adik.


"Tetapi Ina juga harus berdoa agar Allah memberikan dedek bayi buat inamorata.

__ADS_1


"Ina mau kan punya dedek bayi?" ucap suster kami.


"Mau dong suster!" sahut Ina sembari langsung bersorak ke girangan.


"Ya sudah kalau begitu kita makan dulu tetapi sebelum makan kita berdoa semoga Allah memberikan Adik kepada Innamorata.


Inamorata pun setuju dengan apa yang dikatakan suster lani kepadanya. Inamorata pun menyantap makanannya dengan lahap setelah dirinya memanjatkan doa agar Inamorata diberikan seorang adik.


"Bagaimana non enak tidak masakan bibi?"


"Enak kok masakan bibi enak ini makanannya enak ina habiskan.


"Non suka tidak merasakan bibi?"


"Suka dong Bi!"


"Terima kasih ya Non!"


"Sama-sama bibi ku yang baik ucap Inamorata sembari langsung memeluk Bi Surti yang sudah lama menemani mereka di kediaman Yudha.


"Ya Allah semoga permintaan nona inamorata engkau kabulkan." doa Bu Surti di dalam hati sembari mengelus punggung Inamorata.


Inamorata tidak pernah menganggap baby sister dan juga asisten rumah tangga yang bekerja di rumah orang tuanya seperti orang asing. Ia menganggap Semua yang bekerja di rumah mereka adalah keluarga. Itu sudah ditanamkan oleh Merli lkepada putrinya agar putrinya tidak sombong kepada siapapun.


"Bi kalau inamorata punya dedek bay pasti seru kan bi?" ada teman Ina bermain, tidak seperti sekarang." ucap inamorata sembari mengembangkan senyumnya karena Inamorta bayangkan dirinya bermain dengan seorang bayi yang dilahirkan oleh maminya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


mampir juga kekarya baru outhor ceritanya seru loh


__ADS_1


__ADS_2