
Amarah Sharma semakin memuncak ketika Bagas menghina suaminya Briptu Erick yang mengatai suaminya pria tua bangka. Sharma tidak terima kalau suaminya dihina oleh Bagas sehingga dirinya pun angkat bicara.
suara lantang Sharma terdengar jelas di telinga Bagas. Itu membuat Bagas semakin tertantang untuk memiliki Sharma dia tidak berhenti sampai disitu.
Tetapi Bagas tidak mau perkeruh suasana pada saat itu. Hingga Bagas memilih untuk pergi meninggalkan Sharma, Briptu Erick Morina dan Zahra
"Aku tidak akan tinggal diam!" Sharma tidak mungkin cinta kepada pria tua itu, aku akan berusaha merebut Sharma dari Erick yang udah tua aku Bagas dalam hati sembari berjalan keluar terdalam kantin.
Sementara di kantin setelah Bagas pergi meninggalkan Mereka. Briptu Erick langsung mengajak Sharma kembali ke rumah untuk membicarakan masalah yang terjadi di kantin di rumah. Briptu Erick tidak ingin melibatkan kedua sahabat Sharma mengenai masalah rumah tangga mereka.
"lebih baik kita pulang sekarang aku ingin berbicara kepadamu Sayang." ucap Briptu Erick kepada Sharma agar mereka segera kembali ke rumah. Sharma nurut apa kata suaminya. Ia langsung beranjak dari tempat duduknya mengikuti suaminya menuju parkiran mobil.
Setelah Sharma sudah berada di dalam mobil Briptu Erick melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah yang mereka tempati selama ini. Selama di dalam perjalanan Briptu Erick sama sekali tidak berbicara kepada Sharma .itu berarti suaminya Masih sangat emosi Apalagi Erick mengetahui kalau Bagas sangat mencintai Sharma.
Erick merasa sangat kwatir dengan hadirnya Erick ditengah tengah rumah tangga antara Erick dan Sharma. Erick merasa sangat kwatir kalau Sharma akan berpaling darinya. Apalagi Bagas yang menjadi saingan nya adalah seorang atlet dan juga pria yang lebih muda darinya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit. Sharma dan Briptu Erick tiba di rumah. Briptu Erick langsung keluar dari mobil dan pergi begitu saja meninggalkan Sharma tanpa ada sedikitpun basa-basi.
"Kok mas Erik meninggalkan aku?" guman Sharma dalam hati. Sembari berusaha mengejar langkah itu Erick.
"Mas tunggu dong kok Sharma ditinggal?" ucap Sharma sembari berusaha mengejar Erick. Tetapi Briptu Erick tidak menggubris. Ia terus saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah menuju kamar.
Sharma terus mengikuti suaminya. Berharap suaminya tidak lagi emosi dan curiga terhadap nya. Sharma tidak pernah berniat untuk berpaling dari Briptu Erick. Apalagi Sahrma benar-benar sangat mencintai Briptu Erick. Tetapi rasa khawatir yang dirasakan oleh Briptu Erick tidak salah. Karena Erick juga sangat sayang dan cinta kepada Sharma. Erick takut kehilangan sosok istrinya yang sangat dia cintai.
"Mas..... mas kok diam sama Sharma Mas marah ya? tanya Sharma kepada Briptu Erick. Erick mengelengkan kepalanya pertanda dirinya tidak marah kepada Sharma. Erick hanya emosi dengan rasa percaya diri Bagas yang mengatakan kalau dirinya akan merebut Sharma darinya.
__ADS_1
Tiba-tiba Erick langsung memeluk istrinya.
"Sayang jika suatu saat nanti Bagas datang untuk mengungkapkan cintanya lagi kepadamu bagaimana perasaanmu?
"Pertanyaan macam Apa itu mas?" kan sudah dari dulu Sharma bilang kalau cinta dan sayang Sharma hanya untuk mas seorang. Tidak akan ada laki-laki lain selain mas dan Putra kita baby Prasetya dihati Sharma.
Sedikitpun tidak ada terlintas dipikiran Sharma berpaling darimu mas!" karena menurut Sharma tidak ada laki-laki yang sangat mengerti dengan sikap dan tingkah laku Sharma selain mas." ucap Sharma sambil langsung mengalungkan tangannya dileher jenjang Briptu Erick dan mengecup bibir ranum suaminya.
Mulai sekarang Sharma berharap mas tidak perlu khawatir mengenai Bagas. Karena Sharma sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Bagas." ucap Sharma
"Tapi bagaimana jika suatu saat nanti dia berusaha merebutmu dariku sayang?" apa lagi Bagas mengutarakan langsung maksudnya untuk merebut mu dariku!"
Mas jangan terlalu memikirkan sesuatu hal yang belum tentu terjadi dan yang pasti Sharma tidak akan pernah berpaling dari mas selagi mas masih tetapi setia dengan cinta kita mas." ucap Sharma. Sharma akan baik baik saja mas tenang saja. ucap Sharma berusaha menenangkan hati suaminya.
Mas tidak tau harus bagaimana jika kamu meninggalkan mas sayang!" rasanya Hidup ini tidak ada gunanya jika kamu tidak ada kehidupan mas. Mas takut benar benar takut kehilanganmu." ucap Erick sambil terus memeluk istrinya dan mendaratkan kecupan hangat di wajah cantik Sharma.
Uek.....uek....uek Andita mengeluarkan isi perutnya semua di kamar mandi hingga dirinya merasa lemas dan tiba-tiba ambruk. Asisten rumah tangga yang melihat majikannya jatuh pingsan langsung berteriak memanggil dokter Delon. Dokter Delon pun langsung berlari menghampiri Andita.
"Kamu kenapa Sayang?ayo bangun please ini mah Sayang bangun dong ucap dokter Delon sambil menepuk nepuk wajah Andita yang sudah pucat. Ia berusaha untuk menyadarkan istrinya. Dan Dokter Delon membawa Istrinya masuk ke dalam kamar. Kemudian Dokter Delon memeriksa kondisi Andita.
Setelah dokter Delon memeriksa kondisi kesehatan Andita, Dokter Delon memasang selang infus di punggung tangan Andita agar asupan gizi dan cairan masuk ke dalam tubuh Andita untuk menggantikan semua makanan yang sudah dikeluarkan oleh Andita .
Sekitar 15 menit kemudian Andita kembali sadar ia melihat langit-langit di kamarnya. Andita merasa heran mengapa tiba-tiba dirinya ada di kamar padahal seingatnya bahwasannya Andita sedang berada di kamar mandi.
"Mas..... Panggil Andita kepada dokter Delon
__ADS_1
"Kamu sudah sadar sayang?
"Iya Mas kok bisa Andita ada di kamar?"
"Iya sayang tadi kamu pingsan di kamar mandi. Ucap Dokter Delon sambil menghampiri istrinya.
Sayang kalau begitu Kamu makan dulu ya agar tenaga kamu kembali pulih ujar dokter Delon kepada Andita.
"Mas maafkan Andita mas Andita terlalu banyak merepotkan Mas." ucap Andita dengan suara parau.
"Tidak kok sayang mas tidak merasa direpotkan. Lagian kamu istriku justru mas mengucapkan terimakasih kepadamu sayang karna kamu sudah mengandung benih cinta kita. Sampai kamu merasakan seperti ini.ucal Erick sambil langsung mengecup kening Andita.
Jujur mas sangat bahagia hidup bersama kamu sayang, Apalagi ketika mas mengetahui kalau kamu sudah mengandung benih cinta kita. Mas minta maaf ya Sayang!"
"Kenapa mas Minta maaf sama Andita?"
"Karna mas kamu jadi mengalami seperti ini."
"Tidak apa apa mas!" Andita bahagia kok menjalani semua ini dan ini wajar bagi Semua kaum wanita yang sudah menikah wanita sangat bersyukur jika dirinya dipercayakan Allah untuk mengandung seorang bayi. ucap Andita sembari mengebangkan senyumnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
mampir yuk ke karya Morata yang baru dijamin seru deh bacanya dan bakal ketagihan.
__ADS_1