
Mendengar apa yang dikatakan putranya Sharma pun menggelengkan kepalanya. Sekilas Ia pun merasa kasihan melihat putranya yang selalu bermain sendiri hanya ditemani dengan baby sister dan juga diri sendiri. apalagi Prasetya sering memperhatikan Kayla dan baby Carlos bermain bersama pasti Prasetya merasa kesepian. gumam Sharma dalam hati.
"Kamu dengar sendiri kan sayang apa yang dikatakan oleh Putra kita?
Sharma tidak menjawab Sharma hanya menatap suaminya dengan tatapan penuh arti berlalu dari hadapan Briptu Erick dan juga Prasetya. Sayang Mami ke kamar dulu, mami mau istirahat.
"Yes mom....." tapi jangan lupa buatin Dedek untuk Prasetya ya."
Sharma menggelengkan kepalanya. Entah siapa yang mengajari putranya untuk mengatakan hal yang diluar masuk akal bocah seperti Prasetya.
"Iya sayang Papi janji deh, aku buatin dedek bayi untuk Prasetya. Kita tos dulu ya." ucap Briptu Erick kepada putranya sembari mengangkat telapak tangannya. Prasetya menyambut telapak tangan Papinya dan merekapun tos bersama. Prasetya tampak bahagia ketika Briptu Erik menjanjikan membuat adik buat Prasetya.
****
Dua bulan kemudian, keinginan Prasetya yang memiliki adik pun terkabulkan karena Sharma sudah hamil 2 minggu. Briptu Erick sangat bahagia, ketika dokter memberitahu kalau Sharma positif hamil. Tidak lupa Briptu Erick memberitahu kepada pak Sugito dan juga Bu Rohana. semuanya anggota keluarga tampak bahagia mendengar kabar kehamilan Sharma.
__ADS_1
Apalagi dengan Prasetya, yang selama ini sangat menginginkan seorang adik. Berita itu merupakan hadiah ulang tahun untuk Prasetya. yang kebetulan hari itu adalah hari ulang tahun Prasetya. Merli dan Anggota keluarga lainya sudah mempersiapkan pesta acara ulangtahun Prasetya.
Pesta ulang tahun Prasetya dirayakan cukup meriah. Apalagi dengan kehadiran Kayla, Carlos, Riyanti dan juga inamorata membuat situasi pesta ulang tahun Prasetya semakin meriah dan seru.
"Happy birthday putra mami." ucap Sharma ketika tiup lilin dan pemotongan kue ulangtahun Prasetya sudah selesai. Sharma langsung memeluk dan mencium pipi tembem putranya.
"Trimakasih mami Prasetya yang paling cantik." ucap Prasetya sambil mencium wajah cantik Sharma.
"Happy birthday putra papi yang handsome." ucap Briptu Erick kepada Prasetya Sambil memeluk dan mencium Prasetya.
"Oh ya, papi ada kabar gembira loh sayang," bisik Briptu Erik tepat ditelinga Prasetya.
"Di perut mami, sudah ada dedek bayi loh." bisik Briptu Erick kepada Prasetya.
"Dedek bayi?" teriak Prasetya membuat orang-orang Disana kaget mendengar teriakan Prasetiya.
__ADS_1
"Horeeeee Prasetiya punya dedek bayi." ucap Prasetya sambil berjingkrak jingkrak kegirangan Karna mendengar kalau Prasetya akan memiliki adik.
"Cium papi dong." ucap Briptu Erick kepada putranya.
"Trimakasih papiku sayang." ucap Prasetya Sembari langsung mencium wajah tampan Briptu Erick.
Acara ulangtahun Prasetya hari itu terlihat sangat meriah, apalagi dengan kabar gembira dari Sharma membuat suasana semakin happy
hingga penghujung acara, Merli, Andita, Morina, Zahra beserta anggota keluarga lainya sudah berpulangan. Entah faktor kecapean, Prasetya sampai tertidur disofa.
"Mas putra kita sudah tidur tuh, kasihan dia pasti dia sudah kecapeaan. Tolong gendong Prasetya kekamar dong mas." ujar Sharma karna melihat putranya sampai ketiduran disofa.
"Siap nyonya Briptu Erick." ucap Briptu Erick sambil memberi hormat kepada istrinya.
"Kamu ya mas, ada saja." ucap Sharma sambil memukul dada bidang suaminya.
__ADS_1
"Sayang ingat ya,mas ingin menjenguk anak kita bentar lagi setelah Prasetya mas tidurkan dikamar." ucap Briptu Erick kepada Sharma sambil mengedipkan matanya.
Bersambung.....