Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Mulai Tertarik


__ADS_3

Keesokan harinya, Briptu Erick menjalankan tugasnya sebagai abdi negara, Tetapi sebelum Briptu Erick bertugas, Briptu Erik menyempatkan diri untuk menjenguk Sharma yang berada di rumah sakit.


Briptu Erick sangat mengkhawatirkan kondisi Sharma.


Sementara di Rumah Sakit Ibu Meli dan juga pak Fernando, tampak telaten mengurus Sharma."Kamu makan.....ya sayang habis makan supaya minum obat, agar kamu cepat sembuh." Ujar Ibu Meli kepada Sharma agar Sharma segera memakan yang sudah disediakan dari pihak rumah sakit.


"Tapi ma..... makanannya tidak enak, bagaimana Sharma selera makan nasi seperti ini."ucap Sharma karena Sharma merasa Tidak selera melihat menu makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


Tiba-tiba Briptu Erick nongol di ruang rawat inap Sharma. Dengan membawakan makanan yang ada di dalam Rantang yang disediakan oleh ibu Rohana untuk dibawa ke rumah sakit agar Sharma dapat memakannya.


"Pagi Tante....om... sapa Briptu Erick kepada Ibu Meli sambil mengembangkan senyumnya.


"Pagi juga nak Erick..... sahut Ibu Meli dan juga Pak Fernando kompak.


"Bagaimana keadaan kamu sar? Apa kamu sudah mendingan?" tanya Briptu Erick sambil menghampiri Sharma.


"Sudah agak mendingan pak pol" ucap Sharma kepada Briptu Erick sambil berusaha mengembangkan senyum, walau dirinya masih merasakan sakit akibat luka yang dialami.


"Oh iya.... ini ada makanan titipan Mama dari rumah. Dimakan ya!" ujar Briptu Erick agar Sharma memakan makanan titipan Ibu Rohana yang merupakan ibu kandung dari Briptu Erick.


"Pak pol tahu saja kalau Sharma Tidak selera memakan makanan dari rumah sakit, Habis sih bentuknya seperti itu tuh." kata Sharma sambil menunjukkan menu makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


"Iya sudah kalau begitu langsung dimakan ya supaya bisa makan obat agar kamu cepat sembuh!" Memangnya kamu mau ketinggalan mata kuliah? kan kamu sudah 2 hari di rumah sakit." kata Briptu Erick kepada Sharma untuk sekedar mengingatkan Sharma agar lebih rajin memakan obat.


"Ya nggak dong Pak pol.... orang aku sudah bodoh kayak gini, masa ingin ketinggalan mata kuliah lagi, ini saja aku nilai kasihan dari para dosen. Kalau tidak dibantu sama Morina sama Zahra." ucap Sharma berterus terang kepada Briptu Erick membuat kedua orang tua Sarma pun langsung tertawa ngakak.


Membuat Sharma melototkan matanya ke arah kedua orang tuanya pertanda Sharma tidak menyukai kalau kedua orang tuanya menertawakannya."Ayo sini saya suapin biar cepat, nanti kalau tante sama Om kamu tokoh-tokohin lagi." kata Erick sambil langsung meraih Rantang yang ia bawa sebelumnya.


Dengan telaten Briptu Erick pun memberikan suapan demi suapan kepada Sharma, Sharma menikmati sikap Manis dari Briptu Erick tanpa ia sadari Sharma sudah mulai tertarik dengan sosok Erick yang konon selama ini Sharma dan Briptu Erick tidak pernah cocok. Bahkan mereka setiap bertemu selalu saja berantem seperti kucing dengan tikus.


Dengan sekejap Sharma menghabiskan makanan yang dibawa oleh Briptu Erick,

__ADS_1


"Sudah kenyang Pak pol..... Terima kasih ya pak pol." ucap Sharma sambil mengembangkan senyumnya kepada Briptu Erick.


"Sama-sama..... sekarang giliran kamu mau makan obat." ujar Briptu Erick.


Briptu Erick langsung meraih obat yang ada di atas nakas yang sudah disediakan oleh suster sebelumnya.


"Pak pol.....kira-kira dong, Banyak banget obatnya sekali makan." gerutu Sharma.


"Ini kan anjuran dari dokter Sharma sayang." ucap Briptu Erick dengan selembut mungkin.


Mendengar panggilan sayang dari Briptu Erick Sharma langsung melototkan matanya ke arah Briptu Erick.


Akhirnya mau tidak mau Sharma pun harus memakan obat yang sudah disediakan suster kepada dirinya.


"Huh..... Kapan sih aku sembuh bosan ada di rumah sakit." celetuk Sharma karena dirinya merasa sudah sangat bosan berada di rumah sakit padahal Sharma masih 2 hari Sharma berada di dalam rumah sakit.


"Lain kali kalau berkendaraan kamu harus lebih hati-hati ya." ujar Briptu Erick.


setelah Sharma selesai makan dan memakan obat Briptu Erick pun berpamitan kepada Sharma dan juga kedua orang tuanya. Untuk kembali ke kantor guna melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara.


"Om.... tante..... Erick pamit dulu ya, soalnya masih ada tugas Erik yang harus diselesaikan." ucap Briptu Erick kepada kedua orang tua Sharma


"Ya sudah tidak apa-apa nak Erick ......Terima kasih banyak sudah menjenguk Putri kami." ucap Ibu Meli dan Pak Fernando.


Kemudian Briptu Erick berlalu dari ruang rawat inap Sharma.


Yona yang melihat itu Erick keluar dari ruang rawat inap Sharma pun, langsung bersembunyi di balik beton.


Karena Yona selama ini sudah lama mengikuti Briptu Erick ke mana melangkah.


Yona dan hermanus menaruh dendam kepada Briptu Erick karena selama ini Briptu Erick selalu menolong Tuan Jose Miller dan juga Antonio. Sehingga pergerakan dan niat jahat mereka langsung dapat terungkap oleh Briptu Erick dibantu dengan Charles yang merupakan asisten dari tuan Jose miller Miller.

__ADS_1


Setelah Yona mengetahui kalau yang membantu Tuan Jose miller dari pihak kepolisian adalah Briptu Erick, Yona mengatur strategi untuk membuat Briptu Erick terjebak dalam keadaan. Yona sengaja menabrak motor milik Sharma agar perhatian dari Briptu Erick teralihkan dari kasus penculikan yang dialami oleh Morina.


Tetapi Yona salah," justru Briptu Erick semakin memantapkan dirinya untuk mengusut tuntas kasus penculikan yang dialami kekasih sahabatnya sendiri. Begitu juga dengan kasus tabrak lari yang dialami oleh Sharma membuat Briptu Erick harus bekerja siang dan malam untuk mengusut kasus itu.


"Gawat ternyata Briptu Erick sudah mengetahui kalau tabrakan itu unsur kesengajaan." gumam Yona dalam hati sambil membalikkan tubuhnya agar Briptu Erick tidak dapat melihatnya.


Briptu Erik yang sudah meninggalkan Rumah Sakit langsung mengendarai mobil miliknya menuju kantor tempat dirinya bertugas.


Rekan dan bawahannya sudah menemukan titik terang kasus penculikan dan juga kasus tabrak lari yang dialami Sharma. Membuat dirinya mengembangkan senyumnya. "segera tangkap pelaku jangan berikan ampun kepada mereka." kata Erick kepada bawahannya agar bawahannya segera melakukan perintahnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku.


Yona kalangkabut ia berniat melarikan diri tetapi, karena hermanus yang merupakan pendukungnya sudah tertangkap lebih dahulu.


sehingga Yona berinisiatif untuk meminta bantuan kepada Yuni dan orang tuanya.


Sementara di ruang rawat inap Sharma, Ibu Meli dan Pak Fernando terus senyum-senyum melihat kearah putrinya." lebih baik kamu terus terang saja deh Nak.....kamu pacaran ya sama nak Erick tanya ibu Meli kepada Sharma karena Ibu Meli sangat penasaran akan hubungan putrinya dengan seorang abdi negara.


Padahal yang ibunya tahu kalau Sharma sangat membenci profesi itu.


"Sharma tidak ada hubungan apa-apa mama sama pak pol." ucap Sharma kepada Ibu Meli karena dirinya memang benar-benar tidak ada memiliki hubungan spesial dengan Erick.


"Pacaran juga tidak apa-apa, nak Erick kelihatannya begitu Erick baik sopan Abdi negara lagi. Mama bangga loh kalau menantu Mama seorang Abdi negara." ucap Ibu Meli sambil mengembangkan senyumnya melirik kearah Pak Fernando.


Bersambung.........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


mampir kekarya baru aku ya redears, di jamin kocak abis deh kalau baca pasti ngakak deh


yuk simak cerita "jatuh cinta karena kentut."


__ADS_1


__ADS_2