
Ketika Suster berniat melepas alat medis dan jarum infus yang terpasang ditubuh Sahrma dan menutup nya dengan selimut, Briptu Erick langsung menghempaskan suster itu agar tidak melepas alat medis yang terpasang ditubuh Sahrma.
Briptu Erick berbicara kepada Sharma seolah olah berbicara kepada Sharma saat sadar.
"Sayang!" kamu jangan bercanda dong!"
"Sayang ayo bangun!"
"Sayang please jangan tinggalkan mas." ucap Briptu Erick sambil menangis histeris
Ia tidak sanggup harus kehilangan Sharma istri yang sangat ia cintai.
"Sayang!" bangun.....teriak Briptu Erick sambil menggocang tubuh istrinya.
"Ayo sayang kalau kamu benar benar sayang sama mas, bangun dong." tangis Briptu Erick semakin menjadi, Suster yang melihat Briptu Erick pun merasa tidak tega.
"Yang sabar ya Pak." ucap suster itu kepada Briptu Erick
"Ikhlaskan saja pak, lebih baik bapak berdoa agar beliau ditempatkan disisi yang maha kuasa." ucap suster itu kepada Briptu Erick.
"Tidak suster!" Istriku masih hidup
"Dia hanya tidur!" ucap Briptu Erick
sementara Antonio dan Morina sudah tiba dirumah sakit, langsung bertanya kepada suster yang bertugas disana mengenai kondisi Sharma. Betapa terkejutnya mereka mendengar kalau Sahrma sudah tiada.
Morina langsung berlari menuju ruang UGD untuk melihat kondisi sahabatnya. Morina tidak percaya kalau Sharma sudah menghadap kepada sang pencipta.
"Sharma ..... panggil Morina sambil langsung menangis histeris
"Ayo bangun!"
"Jangan buat kami kwatir
"Bangun, aku tau kamu wanita yang kuat." tangis Morina
"Maaf Nona tapi nyonya Sharma sudah meninggal." ucap suster itu
"Tidak!" kalian hanya bercanda, sahabatku wanita yang kuat." ucap Morina
Antonio pun tidak bisa menahan air matanya melihat sahabatnya kehilangan istri yang sangat ia cintai.
"Sayang please....bangun." panggil Briptu Erick sambil mencium kening dan pipi Sharma, Air mata Briptu Erick menetes tepat di mulut Sharma.
Keajaiban pun terjadi, alat medis yang terpasang ditubuh Sahrma menandakan bahwa Sharma masih hidup, terlihat jelas dilayar denyut jantung Sharma kembali berdetak.
suster yang melihat itupun langsung memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Sharma.
Briptu Erick yang melihat itu semua langsung memeluk istrinya.
__ADS_1
"Sayang aku tau kamu kuat dan sayang sama mas" ucap Briptu Erick sambil kembali mencium kening Sharma.
Dokter langsung berlari menghampiri sharma dan langsung memeriksa kondisi Sharma.
ketika dokter itu sudah memeriksa kondisi Sharma dokter itu merasa heran
"Suatu keajaiban terjadi kepada Nona Sharma jantungnya kembali berdetak ini luar biasa." ucap dokter itu kepada Briptu Erick membuat Briptu Erick merasa lega.
Morina yang mendengar penuturan dari dokter pun langsung menghampiri Sharma.
" Aku tahu kamu wanita yang kuat, Kamu tidak akan pergi begitu saja tanpa berpamitan kepada kami kita sahabat dan selamanya menjadi sahabat." ucap Morina.
"Silahkan kalian keluar dulu agar kami dapat memeriksa pasien dengan leluasa."
"Tidak dokter saya harus di sini." ucap Briptu Erick yang tidak rela begitu saja meninggalkan istrinya.
"Kalau bapak memaksa!" tetapi Tolong jangan berisik." ucap dokter itu kepada Briptu Erick tetapi yang lain Tolong keluar ya."
Antonio dan Morina keluar dari ruangan tempat Sharma diperiksa
"Mas aku bersyukur ini suatu kewajiban!" Sharma kembali ucap Morina kepada suaminya Antonio.
"Iya sayang ini benar-benar keajaiban ini namanya kekuatan cinta antara Briptu Erick dengan Sharma sama halnya seperti kita dulu ucap Antonio kepada Morina sambil memeluk istrinya.
Sementara Briptu Erick masih tetap di ruangan tempat Sharma. Dokter pun berkata kepada Briptu Erick.
"Maaf Pak sepertinya Nyonya Sharma memang masih hidup tapi kondisinya masih kritis dan bisa dikatakan dia koma."
"Lakukan yang terbaik kepada istri saya Dokter, saya tidak ingin terjadi sesuatu kepada istri saya " ucap Briptu Erick.
"Saya mohon dokter, tolong istri saya, saya tidak ingin terjadi sesuatu kepada istri saya.
"Baik Pak!" kami akan berusaha semaksimal mungkin."ucap dokter itu kepada Briptu Erick
Briptu Erick menghubungi pak Sugito dan ibu Rohana, Pak sugito yang mendengar kabar kalau Sharma sudah ditemukan dan kondisi Sharma sangat kritis. Pak Sugito langsung menghubungi Andita agar Andita menghubungi kekasihnya dokter Delon yang biasa menangani kasus seperti yang dialami Sharma.
Andika yang mendengar kalau Sharma sudah ditemukan. Ia pun langsung menghubungi dokter Delon agar segera datang ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi kakak iparnya.
"Tut....
"Tut....
"Tut....
sambungan telepon Andita pun tersambung kepada dokter Delon.
"Ya Ada apa sayang?"sahut dokter Delon dari seberang.
Andika pun langsung menangis sambil menceritakan kondisi yang dialami kakak iparnya Sharma.
__ADS_1
"Kamu jangan menangis sayang!" mas akan segera menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi kakak ipar." ucap dokter Delon kepada Andita agar Andita lebih tenang.
"Ya sudah Mas sekarang Andita pun langsung menuju rumah sakit sekarang."
"Iya kita akan ketemu di sana."
Dokter Delon yang terkenal ahli di bidang menangani kasus-kasus seperti yang dialami Sharma langsung menuju Rumah Sakit milik Tuan Jose Miller.
Dokter Delon pun langsung bertanya kepada suster dan dokter yang menangani Sharma sebelumnya.
Dokter itu pun menceritakan kronologis dan juga obat apa yang sudah mereka berikan kepada tubuh Sharma
"Baik!" saya minta maaf Dia adalah kakak ipar saya, kalau boleh izinkan saya untuk memeriksa kembali keadaan kakak ipar saya." ucap Dokter Delon kepada dokter yang menangani Sharma sebelumnya.
"Baik dokter Delon silahkan!" ucap dokter itu sambil mengembangkan senyumnya yang mana dokter itu pun sudah mengetahui kalau dokter Delon terkenal dengan keahliannya.
kemudian dokter Delon pun memeriksa keadaan Sharma.
Ketika dokter Delon memeriksa keadaan Sharma, Dokter Delon menggelengkan kepalanya.
"Sebenarnya dia tidak apa-apa Kak Erick, tetapi karena trauma yang dia alami sehingga urat saraf Kak Sharma masih lemah akibat trauma nya." Terang dokter Delon kepada Briptu Erick
"Apa Ada kemungkinan kalau istri saya bisa sembuh seperti semula dokter?"
"Kita berdoa saja kak!" aku yakin Kak Sharma bisa sembuh seperti semula. Tetapi aku akan memberikan obat yang lebih bagus kepada Kak Sharma agar Kak Sharma cepat pulih dan jika Kak Sharma sudah sadar, tolong yakinkan dia dan hibur dia supaya trauma tidak berlanjut."
ucap dokter Delon kepada Briptu Erick meyakinkan Erick bahwasannya Sharma bisa pulih kembali seperti semula.
Dokter Delon pun memberikan obat yang Ia resep sendiri. Berharap sharma cepat sadar.
sementara itu Ibu Rohana dan juga Andita terus saja menangis melihat kondisi Sharma yang tidak sadarkan diri terkujur lemah di atas tempat tidur. Ibu Rohana yang melihat putranya sudah acak-acakan tidak memperdulikan kondisinya lagi, langsung menghampiri Briptu Erick
"lebih baik kamu istirahat dulu nak!"
"Iya Kak Kakak Lebih baik makan dulu baru istirahat ucap Andita
Briptu Erik menggelengkan kepalanya ia ingin terus bersama istrinya Sharma.
"Tidak dek!" kakak tidak lapar."
"Bagaimana bisa kakak istirahat sementara istri Kakak seperti ini." Ucap Briptu Erick sambil menangis.
"Aku yakin Kak!"Kak Sharma pasti kuat dia akan sembuh seperti semula, Jadi kalau kak Sharma sadar dan melihat Kakak seperti ini Apa dia tidak kecewa sama kakak?" ucap Andita
Briptu Erick tidak menjawab ia hanya diam dan menatap sendu istrinya.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
mampir juga kekarya outhor yang lain yang mampu membuat kalian ngakak habis