
Zahra dan Morina pun berusaha menghubungi Briptu Erick. Tetapi ponsel Briptu Erick pun tak kunjung diangkat. yang mana ponsel Erick tertinggal saat baku hantam bersama Bagas di kampus. Sehingga ponsel milik Briptu Erick terjatuh di sana.
Morina mencoba menghubungi Dekan universitas Brawijaya untuk mencari tahu keberadaan Erick. Tetapi ketika Morina menghubungi pak Wijaya yang merupakan Dekan universitas Brawijaya, bahwasanya Erick juga tidak ada di sana. Hal itu membuat Morina sedikit khawatir Mengapa Erick tak kunjung datang menjemput Sharma ke rumah sakit.
Ternyata ketika Erick sudah melaporkan Bagas ke kantor polisi, Ia terlebih dahulu kembali ke rumah untuk menjemput Baby Prasetya dan juga baby sister. Briptu Erick takut meninggalkan baby Prasetya sendiri bersama Baby sister di rumah. Ia memutuskan untuk menjemput baby Prasetya terlebih dahulu baru mengunjungi Sharma di rumah sakit.
Setelah Briptu Erick menjemput baby Prasetya, Ia pun kembali ke rumah sakit tempat Sharma dirawat. Sharma yang sedari tadi mencari keberadaan Erick terus menangis tersedu-sedu. Morina dan Zahra merasa tidak tega melihat sahabatnya yang sedari tadi terus menangis karena memikirkan kondisi suaminya.
Tiba-tiba Erick masuk bersama baby Prasetya di gendongannya. Hal itu membuat Sharma langsung terdiam dan ingin langsung meraih baby Prasetya dari gendongan Erick
"Sayang kenapa kamu menangis? Apa masih sakit? tanya Erick kepada Sharma.
"Tidak Mas Sharma hanya mengkhawatirkan mas saja. Karena sedari tadi Sharma sudah menunggu Mas. Tetapi Mas tak kunjung datang menjemputku rumah sakit.
"Mas juga ditelepon tapi mas tidak mengangkat ." ucap Sharma kepada Erick.
"Maafkan mas sayang!" ponsel Mas sepertinya tertinggal di kampus karena sedari tadi Mas mencarinya tapi tidak ada.
"Tapi mas tidak kenapa-kenapa kan?"
"Tidak Sayang!Maaf sudah membuat kamu menghawatirkan Mas. Soalnya tadi sewaktu mas sudah melakukan laporan ke kantor polisi Mas terlebih dahulu kembali ke rumah untuk menjemput Putra kita. Karena Mas tahu kamu pasti menghawatirkan Putra kita.
"Iya Mas aku sangat menghawatirkan Putra kita dan ternyata syukur kamu sudah membawanya untuk ku." jawab Sharma sembari mengembangkan senyumnya ke arah Briptu Erick. Morina dan Zahra merasa lega karena Erick ternyata baik-baik saja tidak seperti yang diduga oleh Sharma.
Kemudian dokter datang memeriksa kondisi Sharma yang ternyata hari itu juga Sharma diperbolehkan pulang.
"Bagaimana dokter apa istri saya hari ini juga bisa pulang? tanya Erick kepada dokter yang bertugas menangani Sharma.
"Istri anda baik-baik saja, dan hari ini juga istri anda bisa pulang." ujar dokter itu kepada Erick. Hal itu membuat hati Erick sedikit lega. Yang ternyata luka yang dialami oleh Sharma akibat pukulan dari Bagas tidak terlalu berbahaya.
"Syukurlah kamu tidak kenapa-kenapa aku sudah sangat mengkhawatirkan Mu. Jujur aku kecewa akan apa yang dilakukan Bagas terhadapmu dan juga ka Erick. Bagas yang selama ini aku anggap seorang laki-laki pejantan tangguh yang ternyata dia adalah pecundang. Yang hanya mampu mengincar istri orang lain menjadi miliknya. Ucap Morina
"Tapi kalian Tenang saja aku akan membereskan Ini semua tidak perlu kalian khawatir." ujar Morina kepada Sharma dan juga Erick.
"Ya sudah kalau begitu kita pulang sekarang aku sudah bosan di sini Aku ingin bermain bersama Putra aku di rumah. ucap Sharma.
__ADS_1
"Sebentar ya sayang!" mas selesaikan dulu administrasinya." ucap Erick kepada istrinya.
"Sudah tidak perlu semuanya sudah beres kok ujar Morina kepada bentuk Erick.
"Memangnya siapa yang bayar?
"Kakak lupa ini Rumah Sakit milik siapa?
Briptu Erick pun langsung tertawa ngakak. Iya kakak lupa ternyata Tuan Putri pemilik Rumah Sakit berada di sini." ucap Briptu Erick sambil mengedipkan matanya ke arah Morina.
Hal itu membuat Morena sedikit kesal kepada Erick. Antonio yang mendengar kejadian yang dialami oleh Erick dan juga Sharma. Ia pun datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Sharma.
"Sayang kamu ternyata disini juga? tanya Antonio kepada Morina
"Iya Mas tadi kan Morina menyaksikan baku hantam antara Briptu Erick dan Bagas." ucap Morena sambil terkekeh.
"Jadi siapa yang menang sayang?
"Awalnya sih serangan mendadak dari Bagas membuat kak Erick terluka. Tapi bukan Kak Erick namanya kalau tidak memenangkan baku hantam itu.
"Tapi kenapa bisa Sharma sampai berada di rumah sakit ini sayang?
"Emangnya ada masalah apa antara Bagas dan juga lo bro?
"Bagas ingin merebut istri gue."
"Maksud lo bro ?
"Iya Si Bagas itu mau merebut istriku yang cantik ini dari suaminya yang tampan ini." ucap Erick sambil terkekeh
"Serius lo bro?
"Serius Sepertinya dia cinta banget sama istri gua. iya iyalah secara istri gua kan cantik banget." puji itu Erick di hadapan Morkna dan juga Zahra.
"Iya ya Ya namanya juga sudah cinta ya itu yang tercantik." gerutu Morina.
__ADS_1
"Ya iya dong sayang...... bagi Mas juga kamu yang tercantik tidak ada wanita lain yang tercantik selain dirimu." puji Antonio kepada Morina membuat Morena memicingkan matanya kearah Antonio.
"Sudah deh udah tua juga tapi masih mau aja menggombal."
"Jadi kamu ngatain Mas sudah tua Sayang?
"Iya deh Mas tahu Mas sudah tua makanya kamu mau cari laki-laki yang lebih mudah seperti bagas kan?" tuduh Antonio kepada Morina.
"Kok ngomongnya jadi seperti itu sih?
"Tadi kamu ngatain mas sudah tua berarti kamu ingin mencari yang lebih mudah kan dari Mas?
"Ya Allah gitu aja pun terus diambil hati, tidak mungkin dong seorang Morina meninggalkan suaminya yang tampan sejagat bumi ini." puji Morena sambil langsung mengalungkan tangannya di leher jenjang Antonio dan mengecup bibir manis Antonio tanpa ada rasa malu sedikit pun di hadapan Zahra, Sharma dan juga Erick.
"Sudah sudah kalau kalian ingin bermesraan Jangan disini sakit mata suciku lihatnya." gerutu Zahra sambil langsung memisahkan Morina dan juga Antonio yang sedang berpelukan.
"Syirik amat sih lo......makanya lo Panggil tuh Kak Charles datang kemari biar kamu bisa manja-manja sama dia." gerutu Morina tidak mau kalah.
"Suami gue kan super sibuk, jadi tidak bisa seperti kalian ini." ucap Zahra menggerutu di dalam hati karena suaminya tidak dapat seperti suami Sharma dan juga suami Morina. Tiba-tiba Charles pun datang karena Charles sudah mengetahui kabar yang terjadi kepada Erick dari Antonio.
"Bagaimana kok bisa ini terjadi sama kalian Bro?" Tanya Charles yang tiba-tiba nyelonong masuk ke ruang rawat inap Sharma.
"loh Mas kok ada disini?
"Memangnya mas tidak bisa kemari menjenguk istri sahabat sendiri?
"Bukan gitu Mas Tapi kan biasanya Mas selalu sibuk."
"Kok Kamu sepertinya tidak suka Mas datang kemari? Memangnya ada ya Yang kamu tutup tutupi?"
"Ditutup-tutupi macam mana?
"Siapa tau ada yang lebih muda daripada Mas di sini."
"Pikiran itu Jangan negatif thinking. Selalu berpikiran positif." ucap Zahra sambil memicingkan matanya kearah Charles.
__ADS_1
"Sudah Jangan marah!" Mas hanya bercanda kok." ucap Charles sembari langsung megecup bibir manis Zahra.
bersambung.....