
"Angkat saja mas, berbicara saja layaknya kamu tidak mengetahui apa yang veronica lakukan di sana. ucap merli kepada suaminya.
Yudha langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar ia dapat berbicara langsung kepada Veronica.
"Iya Sayang ada apa?"
"Mas kok kartu kredit dan ATM aku nggak bisa digunakan?"
"loh kok nggak bisa?'"tanya Yudha pura-pura tidak tahu.
"Iya!"tadi udah beberapa kali aku coba tapi tetap tidak bisa aku gunakan ucap Veronica.
"Ini orang menghubungiku bukan untuk menanyakan kabar melainkan yang dipikirkannya hanyalah uang dan uang." gumam yudha dalam hati.
"Mas juga tidak tahu sayang!" Mengapa kartu kredit dan ATM kamu tidak bisa digunakan ucap Yudha kepada Veronica
"Ya jadi gimana dong?"
"Ya kalau kamu tidak ada uang lagi kamu pulang saja ke Indonesia, Aku sangat merindukanmu ucap Yudha pura-pura.
"Mas aku tidak ada lagi uangku untuk ongkos Ucap Veronica kepada Yudha
"Pintar-pintar kamu saja lah karna aku pun mentransfer uang kepadamu ditolak ucap Yudha berbohong.
Veronica berpikir sejenak ia tidak bisa bertahan hidup di Hongkong mengingat Tamu yang biasa memakai tubuhnya tidak datang mengunjunginya. Sehingga Veronica tidak memiliki uang tambahan.
Veronika memutuskan untuk pulang ke Indonesia berharap Yudha akan memberikan uang yang banyak untuknya.
****
Dua hari kemudian setelah Veronica tiba di Indonesia, Veronica langsung menemui Yudha Apalagi setelah Yudha pulang dari rumah sakit tubuhnya sudah mulai pulih kembali. Yudha datang ke rumah yang ditempati oleh Veronica selama ini. Sebelum Veronica pergi ke Hongkong. Yudha langsung ditemani oleh istrinya sendiri. Tetapi Merli sengaja tidak ikut turun menemui Veronica takut keadaan semakin ricuh.
"Hai sayang!" sapa Veronica sambil mengembangkan senyumnya dan langsung memeluk Yudha
"Aku sangat merindukanmu." ucap Veronica
"Betulkah kamu merindukanku? apa hanya merindukan uangku?"tanya Yudha dengan
__ADS_1
ketus
"Tentu aku juga merindukanmu sayang!"
"Aku mencintaimu ucap Veronica sambil mengalungkan tangannya di leher Yudha.
"lepasin aku!"
"Kok kamu ngomong begitu sih Sayang? apakah kamu tidak mencintai aku lagi? bukannya kamu mengatakan kalau kamu juga merindukanku sehingga kamu memintaku kembali ke Indonesia?
Merli yang melihat tingkah manja Veronica mengalungkan tangannya di leher suaminya terlihat sangat emosi. Tetapi ia berusaha menahan rasa cemburu dan emosinya. Agar rencana yang mereka rencanakan berjalan dengan lancar.
"Iya aku tahu aku mengatakan demikian tapi bukan hanya itu yang aku minta darimu ucap Yudha kepada Veronica."
"Sekarang juga kamu aku talak 3 ucap Yudha dengan nada meninggi membuat Veronica sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan suami sirih-nya itu.
Mendengar apa yang dikatakan Yudha, Veronica seolah tersambar peti
"Apa yang kamu katakan?" Apa kamu bercanda mas?
"Tapi kenapa mas?" aku sangat mencintaimu?"ucap Veronica sambil terisak
"Jangan pernah kamu katakan kamu mencintaiku. Tetapi kamu juga mengatakan kepada pria pria hidung belang yang berada di Hongkong untuk membiayai anak buahmu mencelakai adik iparku." ucap Yudha kepada Veronika .
Hal itu membuat Veronica sangat terkejut ia tidak tahu kalau Yudha sudah mengetahui sepak terjang nya dia semenjak berada di Hongkong apalagi ketika Yuda mengatakan bahwa anak buah Veronica yang mencelakai Sharma.
"Kamu Jangan asal menuduh Kalau kamu tidak mencintaiku Lagi mengapa kamu harus memfitnahku?" kata Veronica kepada Yudha
"Kamu sudah tidak bisa mengelak lagi lebih baik kamu segera bertobat sebelum ajal menjemputmu. Ucap Yudha
"Kalau kamu perlu buktinya?" semua ada buktinya." ucap Yudha sambil melemparkan foto-foto dan rekaman video kepada Veronica membuat Veronica sangat terkejut.
"Dari mana dia tahu?"tanyanya dalam
"Pasti kamu bertanya-tanya darimana saya mendapat foto dan video ?"
'Kamu jangan menganggap orang remeh, semua sepak terjang kamu sudah aku ketahui semua termasuk kamu merencanakan untuk menghancurkan Rumah tanggaku dengan Merli. Tapi maaf kamu gagal saya tidak akan membiarkanmu untuk menghancurkan Rumah tanggaku dengan wanita yang paling sangat aku cintai." ucap Yudha membuat Veronica langsung menampar wajah Yudha.
__ADS_1
"Sekarang juga aku memintamu untuk segera meninggalkan rumah ini. karena rumah ini masih menjadi milik aku. Tetapi mobil dan rumah yang atas namamu akan aku rebahkan kepada kamu tidak perlu khawatir akan kehidupanmu ucap Yudha.
"Dasar laki-laki kurang ajar!" kamu telah menghancurkan kehidupanku kalau tidak karena kamu, aku tidak akan pisah dengan laki-laki yang paling aku cintai.
"Jangan pernah menyalahkan ku keluarga dan kamu yang menggoda ku karena di pikiran kalian hanya uang dan uang."ucap Yudha dengan tugas.
Veronica merasa gagal membujuk Yudha untuk kembali lagi kepadanya sehingga ia sampai kehilangan akal dan langsung mengambil pisau yang ada di dapur berniat untuk membunuh Yudha Yudha.
Tetapi sebelum pisau itu tertancap ke perut Yudha, Merli datang dan mengambil pisau itu dari tangan Veronica.
" Jangan pernah kamu menyakiti suamiku wanita murahan!" bentak Merli kepada baru Veronica. Merli langsung menampar Veronica bertubi-tubi.
Merli langsung menghubungi pihak kepolisian agar langsung menangkap Veronica tetapi ketika menghubungi pihak kepolisian, Veronica langsung melarikan diri. Hal itu membuat Merli semakin emosi dan langsung menghubungi beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Veronica.
"Terima kasih sayang kamu sudah menolongku, mas tidak tahu lagi apa yang akan terjadi kepada mas jika kamu tidak datang. " ucap Yudha kepada Merli
" Sudahlah mas kita pulang saja tidak perlu wanita seperti dia dipikirkan lagi, yang penting kita tata kehidupan kita ke depan untuk lebih baik." ucapnya sambil mengembangkan senyumnya.
"Mendengar kata-kata istri yang bijak Yudha langsung memeluk Merli.
"Aku sangat beruntung memiliki istri seperti kamu. aku salah selama ini sudah menyakiti hatimu. Padahal kamu wanita yang sangat baik.
"Sudahlah mas tidak perlu di ingat ingat lagi yang penting sekarang Mas sudah berubah." ucap Merli kepada suaminya.
Yudha pun melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah yang mereka tempati selama ini.
"Aku sudah sangat merindukan rumah ini gumam Merli dalam hati Karena setelah meninggalkan rumah Beberapa bulan yang lalu membuat Merli sangat merindukan situasi rumah.
Inamorata langsung berlari menyambut kedatangan Merli dengan Yudha.yang mana sebelumnya inamorata sudah lebih dulu tiba di rumah dengan asisten Yudha dan baby sister inamorata.
"Mami.....Daddy.....panggil inamorata sambil berlari memeluk Merli dan juga Yudha. Merli langsung berjongkok untuk mengimbangi tubuh putrinya. Agar putrinya dapat mencium pipinya.
"Jadi Mami doang nih yang dicium Daddy tidak!? ucap Yudha kepada inamorata berharap inamorata langsung menciumnya juga.
bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1