Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
KEMBALI BERTUGAS


__ADS_3

Sharma memutuskan mengijinkan Briptu Erick kembali bertugas di dinas Kepolisian. Setelah Merli dan keluarga memberikan pandangan kepadanya. Semua anggota keluarga mendukung Briptu Erick kembali bertugas. sejujurnya Erick begitu bahagia mendengar ketika Sharma mengizinkannya kembali bertugas di dinas kepolisian. Ia sebelumnya ingin mengundurkan diri karena Briptu Erick tidak ingin menyakiti hati istrinya.


"Kamu serius sayang dengan keputusan kamu?"


"Iya Mas!" Sharma serius Sharma juga percaya kemampuan mas dan Sharma ingin tangan mas sendiri yang menangkap pembunuh Ayah Sharma. Jangan biarkan orang-orang jahat itu berkeliaran di luar sana dan merajalela di luar tanpa ada hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka.


Keesokan harinya setelah mendapat izin dari Sharma, Briptu Erick kembali bertugas dinas kepolisian. Ia sudah di sambut oleh sang komandan yang sangat mengharapkannya kembali bertugas karna sang komandan mengetahui kemampuan Erick.


Briptu Erick pun bersumpah dalam dirinya sendiri kalau Erick akan berusaha mencari pembunuh dari ayah kandung dari Sharma sesuai dengan janjinya kepada Sharma. Briptu Erick mulai melakukan penyelidikan. Ia meminumnya dari anak buah Romeo yang sudah tertangkap karena kasus pembunuhan Veronica.


Briptu Erick menjanjikan meringankan hukuman Andre jika Andre bersedia membantunya dan memberikan bukti yang kuat mengenai kejahatan yang Romeo Lakukan dan juga anak-anak buahnya.


Karena merasa dendam terhadap Romeo, Andre akhirnya angkat bicara Ia pun bersedia membantu Erick dan membeberkan semua apa yang yang dilakukan Romeo selama ini termasuk memberikan bukti-bukti kejahatan Romeo kepada Erick.


Ketika Briptu Erick sudah mendapatkan bukti-bukti dari Andre, Erick membantu Andre meringankan hukuman Andre karna dirinya bersedia memberikan kesaksian dan bukti bukti kejahatan yang dilakukan Romeo


"Apakah kamu bersedia menjadi saksi nantinya?"


"Saya bersedia Pak sahut Andre!'

__ADS_1


"Tapi kenapa kamu memutuskan untuk membeberkan semua kejahatan dari Romeo?"


"Karena Romeo sudah menghianati saya juga." dan saya sudah tidak ingin berbuat kejahatan lagi. Saya ingin bertobat." Jawab Andre


****


Di tempat lain Merli Tidak tinggal diam. Ia juga memantau Apa yang dilakukan Romeo di luar. ingin sekali rasanya dirinya mencabik-cabik Romeo setelah merli mengetahui kenyataan kalau Romeo yang sengaja membunuh kedua orangtuanya. Tetapi Merli tidak ingin mengotori tangannya. Anak buah Merli sudah bersiap untuk menyerang komplotan Romeo. Tetapi Merli memerintahkan anak buahnya agar memantau terlebih dahulu dan mengetahui rencana rencana apa yang akan dilakukan Romeo.


Dengan bantuan rekan-rekannya, Erick sudah mengetahui lokasi atau markas Romeo. Erick juga meminta bantuan kepada Tuan Jose Miller dan juga Charles karena Tuan Jose miller mengetahui siapa sebenarnya Romeo. Bahkan Tuan Jose Miller juga pernah Dianiaya oleh Romeo atas perintah Hermanus pesaing bisnis tuan Jose Miller. Tuan Jose Miller juga kenal dekat dengan tuang Tiong Chin dan nyonya Chin Lin Yi.


Tuan Jose Miller dan Charles setuju untuk membantu Briptu Erick untuk menyerang markas Romeo. Karna tuan Jose Miller juga sangat dendam kepada Romeo dan anak buahnya. Mengingat putri dan istrinya juga dianiaya oleh anak buah Romeo dan Hermanus.


Romeo dan anak buahnya merayakan pesta karna mereka berhasil mengirimkan obat obat terlarang ke luar negri sehingga mereka mendapatkan keuntungan yang sangat besar, mereka berpesta pora di Club malam. Romeo belum mengetahui kalau Erick sudah mengikutinya kemana saja. Erick sengaja menyamar menjadi pengunjung Club untuk memantau pergerakan dan apa yang dilakuan oleh Romeo dan anak buahnya.


Romeo dan anak buahnya benar benar larut dalam keadaan tanpa mengetahui kalau Erick sudah terus memantau Romeo yang asik dengan teman wanitanya.


"Sayang ayo dong!" kamu tidak ingin pelayananku?"ucap salah satu teman wanita Romeo yang menginginkan Romeo bercinta dengannya.


" Apakah kamu bisa membuatku sampai puas sayang?" tanya Romeo sembari memeluk dan mencium teman wanitanya.

__ADS_1


"Apasih yang tidak untuk kamu sayang?" aku akan melakukan yang terbaik untukmu, akan ku pastikan kamu puas sayang." ucap Andini sambil meraba raba dada bidang Romeo yang sudah ubanan itu.


"Kalau begitu ikut aku sayang " ucap Romeo sembari menuntun Andini masuk kedalam kamar yang ada didalam club. Andini berpura pura sudah mabuk berat, ia sebelumya sudah memasukkan sesuatu keminuman Romeo tanpa sepengetahuan anak buah Romeo.anak buah Romeo berjaga diluar kamar. Mereka tidak mengetahui rencana Andini yang ingin menjebak Romeo atas perintah dari tuan Jose Miller dan juga Charles.


Anak buah Romeo juga tidak mengetahui kalau Charles, tuan Jose Miller, Merli dan Briptu Erick sudah merencanakan sesuatu yang besar untuk meringkus markas Romeo. Erick benar benar melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Sharma istrinya. Setelah membereskan anak buah Romeo yang berjaga diluar kamar, Erick langsung masuk kedalam kamar untuk menangkap Romeo yang tidak sadarkan diri.


"Trimakasih sudah membantu kami Andini." ucap Briptu Erick ketika dirinya sudah memborgol tangan Romeo dan langsung membawa Romeo masuk ke mobil miliknya. Orang orang yang ada didalam club tidak bisa berkutik, karna sebelumnya didalam club sudah terjadi perkelahian antara anak buah Romeo dan anak buah Merli dan juga tuan Jose miller. Mereka bersatu melawan puluhan anak buah Romeo yang berada didalam club itu sebelum Romeo di bawa pergi oleh Briptu Erick kepada Sharma.


Briptu Erick membawa Romeo kesebuah gedung kosong, Agar Merli dan sharma memberikan pelajaran kepada Romeo, sebelum diserahkan kekantor polisi. Erick benar benar memenuhi janjinya kepada sharma walau dirinya juga meminta bantuan kepada tuan Jose Miller dan juga Charles.


"Setelah tiba di gudang kosong itu, Erick menghubungi Merli agar Merli dan sharma datang menghampirnya. Jujur Briptu Erick masih belum puas dengan caranya menangkap Romeo dengan cara meminta bantuan kepada tuan Jose Miller. Tetapi karna tuan Jose Miller mengetahui kelemahan Romeo, sehingga tuan Jose miller meminta Andini menjalankan misi mereka.


Ketika Sharma dan Merli sudah tiba di lokasi Sharma yang melihat sosok Romeo yang sudah berumur sekitar enam puluh tahunan itu, sangat emosi. Karna dirinya Sharma tidak bisa bertemu dengan orang tuanya. Sharma langsung menyiram wajah Romeo agar Romeo segera Sadar dari pingsannya.


"Bangun kamu manusi keparat." ucap Sharma penuh dengan emosi. Ia tidak bisa menhan emosinya sehingga dirinya kembali menyiram lelaki tua itu dengan air keran yang ada di gudang itu. Tanpa mereka sadari, anak buah Romeo lainnya sudah mengikuti Erick untuk menyerang balik Erick.


Semetara Merli sudah meminta anak buahnya agar bersiap jika suatu saat dirinya menekan ponselnya pertanda bahaya dan anak buahnya segera datang memberikan bantuan kepada mereka. Merli sudah menduga serangan balik akan terjadi. Sehingga dirinya sudah melakukan persiapan yang matang untuk menghadapi anak buah Romeo jika Meraka kembali melakukan penyerangan.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2