
Setelah melakukan perjalanan sekitar kurang lebih Tiga jam, keluarga pak sugito tiba dikediaman orangtua Sharma, Disana sudah tampak ibu meli beserta keluarga besar pak Fernando menyambut kedatangan keluarga Sugito.
"Selamat datang Pak Sugito!" ucap pak Fernando sambil memberi salam kepada keluarga pak Sugito. Diikuti oleh ibu meli dan kerabat yang ikut menyambut kedatangan keluarga Sugito.
"Silahkan masuk pak." ucap pak Fernando mempersilahkan keluarga Sugito masuk kerumah. Merekapun langsung berbicara pada inti mengenai proses pernikahan Briptu Erick dengan Sharma.
Setelah mereka sepakat, Pak Sugito dan ibu Rohana memberikan seserahan kepada keluarga pak Fernando sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.
"Wah ngak nyangka ya jeng, ternyata kita jadi besan."
"Iya jeng!" saya senang sekali kita bisa jadi besanan." ucap ibu Rohana, kepada ibu meli kalau dirinya benar benar bahagia menjadi besan dari teman lamanya sendiri.
Sementara Andita yang melihat pekarangan rumah orangtua Sharma yang tampak asri dan sejuk, penuh dengan tanaman sayur, buah dan bunga bunga tampak takjub.
"Wow keren bangat nih rumah, sejuk wah....
Andita merentangkan tangannya di taman rumah milik orangtua Sharma.
Tanpa ia sadari seseorang memperhatikan ya dari kejauhan. ya itu adalah Veronica yang mengikuti mereka Sampai ke bogor, untuk mengetahui berkembang. Proses lamaran Briptu Erick terhadap Sharma.
"Lihat saja tak akan aku biarkan pernikahan itu terjadi." gumam Veronica dari kejauhan
"Dan kamu bocah kecil, akan kubuat kamu menyesal sudah menghinaku." ucapnya lagi
Veronica menjalankan rencananya yang sudah di rencanakan matang matang.
Ia tidak ingin melihat Briptu Erick bahagia dengan wanita lain, sedangkan hidup rumah tangganya hancur berantakan. Bahkan Yudha menganggapnya sebagai serap saja. Tetapi Yudha tetap membiayai hidup veronica secara materi. Bahkan apa yang diminta Veronica selalu dikabulkan oleh Yudha.
Bahkan saat ini Veronica meminta uang lebih kepada Yudha untuk menjalankan rencana busuknya yang ingin menghancurkan pernikahan Erick. Ia ingin kembali lagi kepada Erick. Tetapi perasaan Briptu Erick sudah tidak seperti dulu lagi.
Briptu Erick tidak ingin melihat masa lalunya yang begitu sulit baginya Bahkan dihari bahagianya, setelah lulus dari Akademi polisi, Briptu Erick dikejutkan dengan penghianatan yang dilakukan Veronika.
Setelah semuanya sepakat, keluarga Sugito berniat kembali ke Jakarta. untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk acara pesta pernikahan Sharma dan juga Briptu Erick.
Fitting baju sudah selesai, persiapan pesta pernikahan sudah 90 persen, apalagi sahabat Sharma dan juga Briptu Erick ikut membantu mempersiapkan pesta pernikahan mereka. Tinggal menunggu hari H.
Tiba di Jakarta Briptu Erick langsung berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk menemui Sharma di rumah Tante Alena.
"Kamu mau kemana Nak kok sudah rapi?"
"Ke rumah Tante Alena?"
"Ngapain sekarang ke sana Sayang Kan sudah malam istirahat saja dulu."
"Mau beritahu kepada Sharma kalau kita sudah pulang dan acaranya berjalan dengan lancar ma."
"Kan bisa kamu hubungin sayang pakai ponsel kamu!"
__ADS_1
"Tapi ma!"
"Tidak ada tapi tapi!" ini sudah malam kamu masuk gih!" ucap Ibu Rohana meminta Briptu Erick kembali masuk ke rumah karena hari sudah malam. Ibu Rohana takut terjadi sesuatu kepada putranya menjelang pernikahannya sehingga Ibu Rohana tidak memberikan izin kepada Erick pergi ke kediaman tante Alena untuk menemui Sharma.
Briptu Erik pun mengalah Iya menurut apa yang dikatakan Ibu Rohana. Tetapi Briptu Erick langsung meraih ponselnya dan masuk ke kamarnya berniat untuk menghubungi sharma dengan memakai sambungan telepon video call.
Ketika Briptu Erick mencari nomor WhatsApp milik Sharma langsung menekan tombol hijau pertanda dirinya menghubungi Sharma sang calon istri.
Ketika sambungan video call itu tersambung Erick melihat sharma berada di dalam kamar sedang berbaring.
"Halo sayang lagi apa?"
"Tiduran!"
"Mas sudah sampai Sayang di Jakarta!"
"Oh oh!"
"Kok gitu doang?"
"Terus aku harus gimana Pak pol?'
"Ih Pak Pol lagi!" kan udah Mas bilang jangan panggil pak pol aku ini calon suami kamu lho sayang!"
"He he he sudah kebiasaan!"
"Iya besok besok kalau udah halal."
"Aduh.... Mas Jadi tidak sabar lagi Langsung ngehalalin kamu sayang !"ucap Briptu Erick
"Kan tinggal beberapa hari lagi!" emang nggak bisa ditahan apa."
"Enggak!" Mas kangen banget sama kamu sayang."
"Gombal."
"Emang siapa yang gombal!"
"Pak pol!"
"Kan sudah mas bilang jangan panggil pak pol!"
"Serah deh capek ngomong sama Pak pol
"Pak pol lagi, pak pol lagi." Gerutu Briptu Erick membuat Sharma langsung tertawa ngakak.
"Jangan ngambek dong sayangku!" ucap Sharma yang mampu membuat hati Briptu Erik menjadi berbunga-bunga seperti yang baru jatuh cinta.
__ADS_1
"Nah gitu dong kan enak didengar!"
"Iya deh sayang."ucap Sharma sambil tersenyum di layar ponselnya, senyuman Sharma mampu membuat Briptu Erick menjadi tidak fokus.
"Sayang manis banget senyumnya!"
"Ih....tiba giliran senyum diejek, giliran cemberut juga diejek!" terus Sharma harus ke mana Sayang?'
"Emang siapa yang ngejek kamu sayang?"
"Terus tadi ngapain tuh nggak ngejek?"
"Bukan sayang memang senyuman kamu itu manis, Seandainya kamu di sini sudah mas lahap tuh bibir." ucap Briptu Erick membuat Sharma bergidik ngeri
Malam pun semakin larut, tetapi sambungan video call antara sharma dengan Erick masih berjalan, Sharma yang sudah mulai ngantuk pun meminta kepada Erick untuk menyelesaikan pembicaraan mereka.
Tetapi Briptu Erick tidak mau memutuskan sambungan video call-nya. Bahkan berdua Erick meminta Sharma tidur sambil menghidupkan video call agar Briptu Erick melihat Sharma sewaktu tidur.
"Sayang sudah ya!" Sharma sudah ngantuk!"
"Iya sudah tidur saja!" tapi nggak usah dimatikan video callnya ya sayang."
"Kenapa?"
"Mas mau lihat kamu waktu tidur!"
"Kan bisa kapan-kapan?"
"Maunya lihat sekarang!"
"Terserah deh sharma sudah ngantuk bye!"
kata Sharma sambil Langsung tertidur tetapi kamera ponselnya masih tetap mengarah kearah Sharma.
Sementara Briptu Erick yang melihat Sharma sudah tertidur pulas dalam sambungan telepon video call-nya, Ia pun mengembangkan senyumnya."Imut banget sih kamu kalau tidur!" Briptu Erick melihat sosok calon istrinya tertidur pulas dalam sambungan video call-nya.
"Jadi enggak sabar!". gumam Briptu Erick sambil langsung mematikan sambungan video call-nya dan Briptu Erick pun langsung mengarungi alam mimpinya.
Keesokan harinya Sharma terbangun dari tidurnya, Iya langsung masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri agar Sharma tidak telat masuk ke kampus. Mengingat hari ini ada jam kuliah mata pelajaran Pak Rohdian yang terkenal killer sejagat universitas.
"Mudah-mudahan kuis kali ini bisa aku jawab agar aku cepat kelar kuliahnya." gumam Sharma dalam hati sambil kembali memakai pakaiannya dengan rapi. Dengan cepat-cepat Sharma memakai pakaian nya karena dirinya takut. Karena pa Rohdian akan menghukum jika terlambat dan tidak segan-segan memberikan nilai E kepada mahasiswa kalau sudah terlambat di mata kuliah Pak Rohdian.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasihπππππππ mampir ke Karya baru outhor dijamin ngak nyesal ceritanya romantis dan kocak abis.
__ADS_1