
Sudah tiga bulan Yudha mencari mencari keberadaan istri dan anaknya. Tetapi Yudha tak kunjung menemukannya. Karna Merli cukup pintar untuk menutupi identitasnya. Kehidupan Yudha berubah drastis ketika dirinya ditinggal oleh Merli sang istri yang sangat ia cintai. Yudha menyesali segala perbuatannya terhadap Merli selama ini. Tetapi apa mau dikata, nasip sudah menjadi bubur, hanya penyesalan yang ada.
Yudha juga tidak peduli lagi dengan sosok Veronica yang masih berada di Hongkong. Yudha hanya fokus mencari keberadaan Merli wanita satu-satunya yang paling ia cintai tetapi karena keegoisan dan nafsu birahinya, sehingga Yudha kehilangan Merli.
"Dimana kamu sayang?" harus ke mana Aku mencarimu lagi?."tangis Yudha yang merenungi nasibnya di dalam kamar.
Tiba-tiba suara ketukan pintu kamarnya terdengar jelas di telinganya.
"Masuk!"
"Maaf tuan ada surat Untuk Tuan"
"Dari siapa?"
"Saya tidak tahu Tuan? kata salah satu asisten Yudha. Yudha menerima amplop yang diberikan oleh asistennya.
Jantungnya terasa copot ketika membaca isi surat itu yaitu panggilan dari pengadilan agama. Tangannya gemetar ia tidak sanggup harus berpisah dengan Merli dan putrinya. karena putrinya pasti jatuh ke tangan Merli karena Merlin memiliki bukti-bukti yang kuat untuk menjatuhkan Yudha.
"Ya Allah aku harus berbuat apa?"tangis Yudha di kamarnya membuat sang asisten menjadi iba.
"Yang sabar tuan, lebih baik Tuan menghadiri persidangan itu agar, Tuan bisa bertemu dengan Nyonya Merli. Siapa tahu jika Tuan bertemu dengannya Merli, nyonya Merli terunggah hatinya.
Mendengar pendapat sang asisten Yudha pun memantapkan hatinya untuk menghadiri persidangan itu.
Keesokan harinya, tanggal persidangan itu sudah tiba. Yudha pun menghadiri persidangan itu berharap bisa bertemu dengan Merli. Tetapi ketika ia tiba di persidangan sosok Merli tidak ada disana. Hanya diwakili dengan pengacara Merli. Hal itu membuat Yudha sangat kecewa.
Yudha pun berniat berbicara dengan sang pengacara.
"Maaf Pak Bagas, Apa saya bisa meminta waktu anda?"Saya ingin berbicara dengan anda!"
"Silakan berbicara saja Tuan Yudha!"
"Saya ingin bertemu dengan istri saya untuk terakhir kalinya apa boleh?"
"Kalau masalah itu saya tidak bisa tentukan. Akan saya bicarakan nanti kepada clien saya.
__ADS_1
"Tapi saya memohon Pak, saya ingin bertemu dengan istri saya.
"Akan saya usahakan berbicara dengan client saya nanti,
" Saya mohon persidangan ini ditunda dulu!" pinta Yudha memohon kepada sang pengacara agar persidangan itu ditunda terlebih dahulu.
Sang pengacara pun merasa iba melihat sosok Yudha yang sudah dipenuhi dengan penyesalan. Tampak Yudha benar-benar menyesali perbuatannya. Bagas pun berjanji untuk mempertemukan Merli dengan Yudha. Bagas menyayangkan perceraian Merli dengan Yudha, yang mana pengacara merli sahabat baik Merli.
****
Di tempat lain Ibu Melli yang ingin pergi ke suatu tempat, ia meminta Pak Fernando mengantarkannya . Tetapi karena kesibukan yang pekerjaan Pak Fernando sehingga ia mengizinkan istrinya untuk menyetir sendiri. Padahal selama ini pak Fernando tidak pernah mengizinkan Ibu Meli untuk menyetir sendiri.
Ketika ibu menggali menyetir Ia pun mengalami kecelakaan yang dahsyat. Akibat mobil truk melaju dengan ugal ugalan. Sehingga ia tidak bisa mengelak kecelakaan itu. Orang-orang yang ada di lokasi kejadian pun langsung membawa Ibu Melli ke rumah sakit.
Ketika Ibu Meli berada di rumah sakit pihak rumah sakit meminta agar segera menghubungi keluarganya. Tetapi yang menolong Ibu Meli sama sekali tidak ada yang mengenal. Sehingga mereka terpaksa harus membuka ponsel Milik ibu Meli yang berada di tasnya untuk mencari nomor ponsel yang bisa dihubungi.
Yang kebetulan nomor ponsel yang menghubungi Ibu Meli terakhir kali adalah nomor ponsel Sharma. Sehingga Sharma lah yang dihubungi terlebih dahulu oleh pihak rumah sakit. Mendengar ibunya mengalami kecelakaan Sharma menangis histeris Ia pun langsung menghubungi Briptu y agar segera berangkat menuju Rumah Sakit tempat ibu meli dirawat.
Tidak lupa Sharma pun menghubungi pak Fernando. Ketika pak Fernando mendengar kabar kalau istrinya mengalami kecelakaan, Pak Fernando syok berat, Ia merasa bersalah karena tidak menghantarkan istrinya ke suatu tempat yang dituju oleh istrinya, akibat kesibukannya bekerja.
"Ma bertahan Mama bertahan lah ma?" tangis Sharma di mobil yang dikendarai Briptu Erick.
Setelah tiba di rumah sakit, Sharma langsung berlari menuju ruang UGD di tempat Ibu Meli diperiksa.
Ibu Meli sempat tersadar dari pingsannya. ia mengungkapkan kenyataan yang selama ini mereka tutupi dari Sharma. Yang ternyata Sharma bukanlah anak kandung mereka, melainkan mereka menemukan Sharma di salah satu taman, tepat sharma berumur kira-kira 6 bulan.
Mendengar kenyataan itu Sharma begitu shok dan tidak terima Ibu Meli mengatakan bahwasanya dirinya bukanlah anak kandung pasangan Ibu Meli dengan pak Fernando. Pak
Fernando yang baru tiba di ruangan pun langsung menghampiri istrinya.
"Sayang Mengapa bisa seperti ini?" Maafkan aku sayang!"Ucap pak Fernando kepada istrinya Tetapi istrinya hanya tersenyum.
Sharma Ya sudah menangis karena mendengar dirinya bukanlah anak kandung dari pasangan Ibu Meli dan Fernando, menanyakan perihal itu kepada Pak Fernando sehingga pak Fernando tidak bisa mengelak lagi.Karena istrinya sudah terbuka mengenai sosok jati diri Sharma.
"Katakan pa....!" kalau mama berbohong!
__ADS_1
Pak Fernando menangis ia tidak sanggup melihat wajah putrinya yang sudah dirawatnya selama puluhan tahun.
"Jawab pa.... Kenapa papa diam!"
"Iyaa nak tapi papa sama Mama sudah menganggap kamu sebagai Putri kandung kami sendiri." ucap Pak Fernando kepada Sharma.
Tubuh Sharma bergetar dia tidak sanggup menahan bobot tubuhnya. Tetapi Briptu Erick langsung membopong tubuhnya agar dia tidak terjatuh.
Ibu Meli berbicara lagi kepada Sharma
"Kalau mama sudah tidak ada tolong kamu jangan melupakan Ayah kamu, karena kamu sudah mengetahui kalau dia bukan ayah kandung kamu." ucap ibu meli
"Mama kok ngomongnya gitu?"
" Mama harus kuat!" Mama harus sehat." ucap Sharma dia tidak peduli bahwasanya dia Putri kandung atau tidak. Yang Sharma inginkan adalah kesembuhan dari Ibu Meli. Tetapi Tuhan berkehendak lain Ibu Meli dipanggil sang kuasa.
Sharma mengguncang-guncang tubuh ibu Meli ketika Sharma melihat ibu meli menghembuskan nafas terakhirnya.
Sharma seolah tidak terima kepergian Ibu Meli terlalu cepat. Padahal Sharma ingin mengabari kepada Ibu Meli kalau Sharma sudah hamil cucu ibu meli.
Hal itu membuat Sharma menjadi terpukul, dia tidak sanggup menopang tubuhnya lagi sehingga dia terjatuh pingsan. Briptu Erick pun tidak bisa menahan air matanya. Erick langsung menggendong n tubuh istrinya naik atas tempat tidur rumah sakit agar segera diperiksa keadaannya.
Jenazah Ibu Meli pun dibawa ke rumah duka sementara Sharma yang baru sadar dari pingsannya langsung menghubungi Morina dan Zahra.
Zahra dan Morina yang mendapat telepon dari sahabatnya bahwasannya orang tua sahabat mereka sudah meninggal dunia Langsung menangis.
Karena hubungan antara mereka dengan orang tua Meli begitu dekat apalagi dengan Zahra. Ibu Meli lah yang selalu menolong Zahra ketika Zahra membutuhkan sesuatu. Apalagi kehidupan Zahra begitu tersiksa ketika ayahnya sudah meninggal. Ibu tirinya yang berkuasa di rumahnya.
Bersambung........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir kekarya outhor yang lain ceritanya seruloh
__ADS_1