Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
KEHADIRAN PAK FERNANDO


__ADS_3

Sharma, Briptu Erick dan Baby Prasetya sudah berada di dalam satu restoran yang ada di kawasan pantai pasir putih parbaba. Mereka tampak menikmati suasana pantai yang indah dan angin sepoi-sepoi menerpa wajah dan kulit mereka. Apalagi sepertinya baby Prasetya juga menyukai situasi angin yang begitu sejuk. hingga tidur bayi berumur 1 tahun itu tertidur lelap kereta rodanya.


"Sayang apa kamu menyukai tempat ini?


"iya Mas suasananya nyaman sejuk dan indah apalagi tempatnya begitu dekat dengan pantai" ucap Sharma sambil mengembangkan senyumnya. Tiba-tiba Zahra dan Charles menghampiri mereka.


"Kalian di sini juga?


"Iya Terus mau kemana lagi?


"Oh iya aku lihat di map dan kata Pak Yono ada lagi tempat wisata yang indah di sekitar sini loh."


"Serius?


"Iya tempat wisata bersejarah dan sepertinya kita harus ke sana." ucap Charles kepada Erick dan juga Sharma.


"Oh iya Antonio, Marina dan Kayla di mana?


"Sepertinya mereka pergi ke pantai karena tadi mereka mengatakan kalau kayla meminta bermain di air.


ucap Sharma kepada Charles dan juga Zahra.


Ketiga pasangan suami istri muda itu menikmati perjalanan liburan mereka. Hingga mereka menghabiskan waktu satu minggu di Sumatera Utara. Kemudian mereka berniat kembali ke Jakarta untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing. Sesuai dengan izin yang diberikan oleh Tuan Jose miller dan para orang tua mereka.


****


Setelah tiba di Jakarta, Mereka pun langsung menuju kediaman masing-masing. Ketika Sharma dan Briptu Erick sudah tiba di rumah. Ia dikejutkan dengan kehadiran sosok pak Fernando di sana. Hal itu membuat Sharma langsung mengembangkan senyum. Ia pun langsung berlari sembari menggendong baby Prasetya untuk menghampiri pak Fernando.


"Papi.....!"Panggil Sharma sambil langsung memeluk Pak Fernando. Pak Fernando pun langsung menggendong cucunya baby Prasetya yang sangat ia rindukan.


"Cucu Opa!"ucapan pak Fernando sambil langsung meraih tubuh baby Prasetya dari gendongan Sharma dan langsung memberi kecupan demi kecupan di pipi tembem baby Prasetya. Membuat baby Prasetya sampai tertawa tersenggal-senggal.


"Sepertinya cucu papi kangen juga sama papi." ucap Sharma sambil mengembangkan senyumnya. Sementara Briptu Erick mengeluarkan barang-barang bawaan mereka dari Sumatera Utara.Briptu Erick memberi salam kepada Pak Fernando,


"Papi kapan sampainya?

__ADS_1


"Papi semalam sudah sampai disini, tetapi papi mendengar kalau kalian lagi mengadakan liburan ke Sumatera Utara. Bagaimana liburannya apa menyenangkan? tanya Pak Fernando sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"Luar biasa pi!" perjalanan kami kali ini benar-benar membuat Sharma begitu bahagia.


"Memangnya kenapa sayang?"tanya Pak Fernando kepada Sharma yang melihat wajah putrinya berbinar.


"Papi tahu tidak?Ternyata objek wisata di sekitaran Sumatera Utara begitu indah dan sejuk dan tidak kalah jauh dengan pantai Kuta Bali.


"Serius kamu sayang?


"Kamu tahu dari mana tempat wisata itu?


"Dari Morina!"


"Aduh Papi jadi pengen deh kesana."


"Lain kali kalau Papi ingin liburan coba deh kesana, pasti tapi akan betah berlibur di sana. Kalau tidak karena tugas dan tanggung jawab para suami-suami kami, Pasti Kami akan berlama-lama disana." ucap Sharma sambil terkekeh menatap suaminya.


Briptu Erick yang melihat istrinya begitu riang menceritakan pengalaman perjalanan mereka kepada Pak Fernando, ia merasa bersyukur yang ternyata istrinya menikmati perjalanan itu.Itu suatu kebanggaan buat itu Erick dapat membuat istrinya tersenyum dan bahagia.


Hal itu membuat Merli tidak sanggup berdiri kokoh dan ia pun terjatuh. Melihat sang majikan terjatuh membuat Bi Surti sangat khawatir ia langsung berteriak minta tolong kepada asisten rumah tangga lainnya. Agar Merli segera dibawa ke rumah sakit.


Surti berusaha menghubungi Yudha.Tetapi Yudha yang sedang mengadakan meeting bersama client nya membuat dirinya enggan mengangkat telepon selulernya. Inamorata yang melihat Merli di dibopong masuk kedalam mobil Langsung menangis histeris.


"Mami.... mami.... mami Kenapa Bi? tanya Inamorata kepada Baby sister yang selama ini menjaga inamorata.


"Mami pingsan sayang?


"Hua....Hua...Hua." Ini semua karena Inamorata yang sedari tadi meminta Mami menemani Inamorata bermain. Maafkan inamorata mi....tangis inamorata sambil berlari menghampiri Merli yang ada di dalam mobil.


"Pak Ayo kita bawa Nyonya ke rumah sakit!"


"Baik Bi!"ucap sopir yang bekerja di rumah milik Merli, mereka Langsung melarikan diri ke rumah sakit terdekat tanpa diketahui oleh Yudha. Padahal Surti sudah berusaha menghubungi Yudha, tetapi tak kunjung diangkat.


Di sepanjang perjalanan Inamorata terus menangisi merli yang tak kunjung sadar. Inamorata takut terjadi sesuatu kepada Maminya. Tetapi di Surti berusaha menenangkan inamorata. Inamorata tetap saja menangis.

__ADS_1


"Maafkan Inamorata mi....." lain kali Inamorata tidak bandel lagi deh, dan tidak memaksa Mami untuk menemani Inamorata bermain bangun mi......"ucap Inamorata sambil menggoyang-goyang tubuh Merli.


"Yang sabar ya neng!" Nyonya tidak akan kenapa-kenapa?"ucap bi Surti menenangkan Inamorata.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, Mereka pun tiba di rumah sakit. Surti langsung berteriak minta tolong agar dokter dan suster yang bertugas di sana langsung menolong Merli.


"Dokter...."


"Dokter!" teriak Bi Surti.


Dokter dan suster yang mendengar teriakan seseorang dari depan UGD pun langsung menghampiri mobil yang ditumpangi oleh Surti dan juga Merli. Kemudian dokter dan perawat itu pun langsung menaikkan tubuh Merli keatas tempat tidur yang disediakan oleh Rumah Sakit. Agar segera diperiksa kondisinya.


Kemudian dokter pun langsung memeriksa kondisi Merli, Dokter menggelengkan kepalanya pertanda ada sesuatu yang buruk.


"Ada apa dokter? tanya Bu Surti merasa khawatir


"Begini Bu sepertinya Ibu ini lagi hamil, tetapi kehamilannya rawan.


"Apakah janinnya masih bisa bertahan dokter? tanya Bi Surti merasa khawatir.


"Bisa!" tetapi pergerakan Bu Merli harus dibatasi. Jangan terlalu kecapekan, tetapi untuk saat ini bu Merli harus kita rawat inap agar kami dapat memantau dan merawat secara intensif untuk menguatkan janin yang ada di rahim Bu Merli." ucap dokter itu kepada bi Surti


Sementara Inamorata terus saja menangis membuat dokter itu pun merasa iba melihat putri kecil mungil itu.


"Kenapa menangis sayang? tanya dokter itu ramah sembari mengelus rambut cantik Inamorata.


"Mami...... Mami.... tangis Inamorata membuat dokter itu pun merasa iba.


"Adik manis......" Mami Tidak kenapa-kenapa kok, Mami hanya tertidur. Tapi jangan diganggu ya Sayang." ucap dokter cantik itu kepada Inamorata dibalas anggukan dari Inamorata


"Kemudian dokter itu pun berlalu dari hadapan Surti untuk melanjutkan kembali pekerjaannya.


Bersambung..........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2