Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Rencana bulan madu


__ADS_3

Antonio memberikan amplop berisi tiket pesawat dan voucher hotel kepada Briptu Erick sebagai hadiah pernikahan Briptu Erick. Sedangkan Morina sudah menyiapkan kejutan kepada Sharma, sebagai hadiah pernikahan Sharma.


Briptu Erick membuka amplop dan melihat tiket pesawat dari Jakarta _ Medan dan Medan _bali


Bali_ Jakarta.


" Ini serius?"


"Iya serius bro."


"Serius lah."


"Tapi apa Sharma menyukai tempat nya?"


"Aku jamin Sharma pasti menyukai destinasi wisatawan yang ada di daerah Sumatera Utara dan juga Bali. Karna itu salah satu impian Sharma, ketika aku menceritakan keindahan alam yang ada di pantai danau yang ada di Sumatra Utara." ucap Morina penuh percaya diri .


"Karna Sharma sering mengatakan kalau dirinya ingin sekali berkunjung ke Sumatra Utara dan juga Bali." ucap Morina


"Syukurlah kalau istriku senang bulan madu kesana, padahal aku sudah berincana bulan madu ke newzelan, tapi kalau istriku lebih memilih lokal tidak apa apa juga." ucap Briptu Erick.


"Trimakasih banyak!" kalian sudah sangat peduli kepada kami."


"Biasa aja kali bro!" namanya juga kita teman." ucap Antonio dan Charles kompak.


Ditempat lain, Sharma menunggu suaminya belum kunjung pulang.


"Mas Erick kok belum pulang sih?" gumamnya dalam hati sambil mondar mandir diruang tamu.


"Kenapa sayang?"


"Ini Bu !" mas Erick belum pulang, kok lama banget? padahal dia bilang hanya sebentar."


"Oh, mungkin sebentar lagi nak Erick pulang sayang!" barusan dia hubungi mami."


"Serius Bu?"


"Iya sayang!" kamu tidak perlu kwatir sayang."


"Iya Bu!" trimakasih. ucap Sharma sambil mengebangkan senyumnya.


*****


keesokan harinya, matahari sudah memperlihatkan wajahnya dan masuk melalu celah celah kaca nako dikamar sepasang suami istri. Membuat tidur sepasang suami istri itu terusik.


"Huuyam!" Sharma menggeliat dengan dengan setengah sadar, Sharma mengucek matanya.


"Loh mas Erick kapan datang?" gumamnya dalam hati. Karna sebelum dirinya tidur Erick belum juga pulang. Briptu Erick pulang ketika Sharma sudah tidur. Melihat istrinya sudah terlalap mengarungi alam mimpinya, Briptu Erick merasa tidak tega menggangu tidur istrinya.Hingga dia memilih tidak mengusik tidur Sharma.


Sharma berniat beranjak dari tempat tidur, tetapi ketika dirinya berdiri tangan Briptu Erick langsung menarik tangan Sahrma hingga tubuh Sharma terjatuh ke keatas tubuh Briptu Erick. Briptu Erick langsung mengecup dan ******* bibir manis Sharma, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan. Briptu Erick semakin mengeratkan pelukannya, hingga bagian tubuh Sharma menyentuh adik kecil Briptu Erick.


Hal itu membuat adik kecil Briptu Erick langsung lancang depan.

__ADS_1


"Mas kok tiba tiba ada yang nonjok?" tanya Sharma


"Itu berarti pesawat terbangnya ingin mencari landasan sayang!" ucap Briptu Erick sambil kembali mengecup bibir manis Sharma, perlahan ciuman itu semakin dalam hingga Sharma mengeluarkan suara merdunya. Suara merdu itu terdengar jelas ditelinga Briptu Erick.


Hal itu membuat pesawat terbangnya ingin sekali mencari landasan untuk mendarat.


"Sayang !" bisa ya?" sekali saja pagi ini!" mohon Briptu Erick. Karna pesawat terbangnya ingin sekali mendarat dan memuntahkan asap putihnya.


Sharma menganggukkan Kepalanya pertanda dirinya setuju akan permintaan suaminya.


"Landasan pesawatnya sudah siap sayang." ucap Sharma sambil mengebangkan senyumnya. Ia pun sudah mulai merespon gerakan demi gerakan yang dilakukan Briptu Erick terhadapnya.


Briptu Erick langsung memainkan gunung gunung yang berada di tidak berapa jauh dari landasan pesawatnya. Ia memberikan tanda tanda merah di Gunung kembar itu, pertanda gunung itu miliknya. Dan tidak boleh dimiliki siapa pun.


"Sayang please!" seru Sharma agar suaminya segera mendaratkan pesawat terbang nya ke landasan milik Sharma. Karna landasan sudah mulai becek akibat curah hujan yang sudah mulai mengalir.


"landasan sudah siapkah sayang?"


"Sudah sayang!" landasan sudah semakin tidak tahan lagi.lalu pesawat milik Briptu Erick langsung mendarat di landasan milik Sharma.


"Ouch ...ouch" landasan yang sudah di tumpahi asap putih tebal dan kental merasa tergesek akibat pesawat yang tiba tiba mendarat.


Merasa pesawat terbang milik Briptu Erick sudah mengeluarkan asap tebalnya di landasan, langsung terkulai lemas disamping Sharma. Ia mengecup kening Sharma


"Trimakasih sayang!" aku mencintaimu." ucap Briptu Erick sambil mengebangkan senyumnya.


Sharma mengebangkan senyum nya dan menganggukkan kepalanya.


"Kakak kamu kok belum keluar?mereka ngak sarapan?" tanya pak Sugito kepada Andita.


"Tidak tahu yah!" tapi sedari tadi pagi belum ada keluar sama sekali.


"Ya sudah kamu panggil gih!"


"Ah malas!" biar Ibu saja."


Kemudian ibu Rohana pun berlalu dari ruang makan,menuju kamar milik Erick.


Tok....


Took...


Toook....


pintu kamar milik Antonio pun, yang diketuk oleh ibu Rohana.


" Nak!" ini sudah jam sembilan kita sarapan yuk, ayah dan Andi kita sudah menunggu di bawah."


"Iya Bu sebentar lagi kami turun."


"Agak cepat ya nak soalnya ayah dan adik kamu sudah menunggu."

__ADS_1


"Iya Bu." sahut Briptu Erick dari dalam kamarnya. Sambil langsung berlari ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri.


Briptu Erick menyusul Sharma masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sekitar 10 menit kemudian, Briptu Erick dan Sarma pun menyelesaikan ritual mandinya. Meraka langsung berpakaian agar mereka segera menghampiri kedua orang tua dan adiknya yang sudah menunggu mereka di ruang makan.


"Sayang sesudah makan nanti kamu kemas Yach!" karna kita akan pindah."


"Hari ini mas?"


"Iya sayang!"


"Apa ibu sama ayah sudah tahu?"


"Ayah sudah tahu, tapi Ibu Belum." Ucap Briptu Erick kepada suami


"Tapi kenapa ibu belum dikasih tahu Mas?"


"Nanti Ibu merengek-rengek minta kita tetap tinggal di sini."


"Terus jika kita pindah apa Ibu tidak merengek-rengek juga?"


"Itu kan sudah lain, karena sudah dipersiapkan jadi ibu pasti ngak akan minta lagi Kita tinggal disini deh


"Oh gitu!" kalau begitu Sharma ikut Mas aja deh.ucap Sarma sambil langsung menggandeng tangan suaminya Turun ke bawah untuk menghampiri Pak Sugito Ibu Rohana dan juga Andita yang sudah menunggu mereka di ruang makan.


"Terima kasih sayang !"


"Untuk apa Mas?"


"Untuk semuanya."


"Semuanya macam mana maksudnya?"


"Untuk semua yang kamu lakukan terhadap Mas. Karena semenjak kehadiranmu di kehidupan mas, hidup Mas menjadi sangat berarti. Yang selama ini hidup mas terasa hampa.


"Itu sudah menjadi kewajiban aku sebagai istrinya Mas."


Briptu Erick mengembangkan senyumnya.


"Wah lama banget sih pengantin baru turun ke bawah." gerutu Andita karena sudah bosan menunggu kakaknya.


"Bodoh!" sewot aja kamu." ucap Briptu Erick sambil mengacak-acak rambut adiknya Andita.


"Kak Jangan gitu dong!" rambut aku kan jadi berantakan." gerutu Andita karena kakaknya sudah mengacak-acak rambutnya yang sudah di sisir rapi olehnya.


Bersambung........


hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓


mampir juga kekarya teman outhar ceritanya seruloh


__ADS_1


__ADS_2