Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
SAMA SAMA MERINDUKAN


__ADS_3

Esok harinya Briptu Erick meminta izin kepada komandannya. Untuk kembali ke Jakarta karena ia sudah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya bekerja di luar kota tepatnya di pulau Nias. Pulau yang berada di Sumatera Utara yang tempatnya sangat terpencil dan jauh dari kota Jakarta. Ia dikirimkan ke sana untuk menangani kasus yang begitu mengkawatirkan di bidang pemerintahan.


"Sang komandan yang melihat kinerja dari Briptu Erick, Sang komandan memberikan izin Erick dan kembali memindah tugaskan ke kota Jakarta. Setelah mendapatkan izin dari sang komandan, dan dipindahkan kembali ke kota Jakarta. Membuat hati Briptu Erick sedikit lega. Hari itu juga, Briptu Erick memutuskan untuk kembali ke kota Jakarta. Yang mana Erick mengetahui kalau istrinya sedang dirawat di rumah sakit.


Apalagi Erick telah mendengar suara tangis dari putranya yang mengatakan kalau dirinya tidak menyayangi putranya lagi. Sehingga putranya tidak ingin berbicara kepadanya. Hal itu yang memicu Briptu Erick mengerjakan pekerjaannya dengan cepat dan semangat. keinginannya yang ingin bertemu dengan anak dan istrinya membuat dirinya semakin semangat untuk mengerjakan pekerjaannya.


Berharap kelak, ia dapat langsung kembali ke kota Jakarta dan itu benar-benar kenyataan. sehingga Briptu Erick pun kembali ditugaskan ke kota Jakarta oleh sang komandan. Karena Erick berhasil mengusut tuntas kasus yang sedang menimpa pulau Nias.


"Setelah melakukan perjalanan melalui jalur udara dari pulau Nias ke kota Jakarta, Briptu Erick pun langsung menuju Rumah Sakit tempat Sharma dirawat. Ia pun menghubungi asisten rumah tangga yang bekerja di kediamannya untuk membawa Prasetya ke rumah sakit. Agar Prasetya dapat bertemu dengan Sharma dan juga Bripka Erick.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam dari bandara ke rumah sakit,tempat Sharma dirawat Briptu Erick tiba di sana. langsung bertanya ke bagian informasi tempat Sharma dirawat.


"Selamat sore sus!" Saya ingin bertanya pasien atas nama Sharma dirawat di mana ya?" Tanya Erick dengan sopan. Suster yang ditanya oleh Briptu Erick menatap Erick dengan seksama. dan bertanya-tanya mengapa seorang polisi datang ke rumah sakit, untuk mencari Sharma Karena kebetulan Suster itu tidak mengetahui kalau suami Sharma berprofesi sebagai polisi.


"Maaf Pak!" ada keperluan apa ya ingin menemui pasien kami atas nama Sharma?" tanya Suster itu was-was.


"Maaf sus Sharma adalah istri saya, Saya baru pulang dari luar kota bertugas. Saya mendapat telepon dari asisten rumah tangga saya, kalau istri saya sedang berada di rumah sakit ini dirawat inap.Ucao Briptu Erick. Kepada perawat itu.


Perawat itu menatap Briptu Erick dari ujung kaki dan ujung rambut, dan menatap matanya untuk mencari kebohongan di sana. Tetapi Suster itu tidak menemui kebohongan di mata Briptu Erick sehingga dirinya pun memberitahu ruang rawat inap Sharma kepada Briptu.


"Terima kasih suster ." ucap Briptu Erick sembari langsung berlari layaknya seorang prajurit yang sedang pelatihan menuju ruang rawat inap Sharma.


Setelah Briptu Erick tiba di ruang rawat inap Sharma, Ia pun langsung menangis histeris melihat istrinya terbaring lemah di rumah sakit dengan terpasang jarum infus di punggung tangannya.

__ADS_1


"Maafkan mas sayang!" mas tidak ada, Sewaktu kamu membutuhkan Mas." ucap Briptu Erick membuat Sharma begitu terkejut melihat kedatangan Erick di sana. Padahal masih memakai baju dinas dan juga tas ransel miliknya.


Sharma hanya terdiam, ia sama sekali tidak menjawab suaminya. Perlahan air bening keluar dari pelupuk mata Sharma.


"Kenapa kamu diam Sayang? ucap Briptu Erick sambil mengecup kening Sharma. Sharma sama sekali tetap tidak menjawab apa pertanyaan dari suaminya.


"Pa.....apa yang terjadi kepada istriku sehingga dia harus dirawat di rumah sakit?'


"Papa juga kurang tahu, tetapi malam itu tubuh Sharma menggigil tetapi badannya panas membuat Papa sangat khawatir kepadanya. hingga Papa memutuskan untuk membawa Sarma ke rumah sakit.


"Jadi Apa kata dokter pa?


"Dokter menganjurkan kalau Sharma harus dirawat di rumah sakit agar mereka dapat merawatnya secara intensif karena kondisi Sharma begitu lemah.


Mendengar penuturan dari pak Fernando, Hati Erick semakin sakit. Ia merasa gagal dan merasa mengabaikan istrinya, selama ini karena dirinya sedang sibuk bertugas di luar kota.


Tiba-tiba Bibi datang dengan membawakan Prasetya ke rumah sakit.


"Mami...... "teriak Prasetya sambil langsung berlari menghampiri Sharma dan memberikan kecupan demi kecupan karena Prasetya begitu merindukan sosok Maminya.


"Putra Mami menjenguk Mami ke rumah sakit?


"Iya mom!" Prasetya kangen banget sama Mami ucap Prasetiya dengan nada celat khas anak kecil umur dua setengah tahun.

__ADS_1


"Mami juga merindukan kamu sayang?" ucap Sharma sambil langsung memberi kecupan kepada putranya. Briptu Erick yang melihat interaksi antara anak dan istrinya. Begitu dekat membuat dirinya terasa sakit karena Prasetya sama sekali tidak menyapa Apa Briptu Erick.


"Sayang ..... ini Papi!" Papi sangat merindukan kamu ucap Briptu Erick.


"Bohong...... "Papi tidak pernah ah merindukan Prasetya dan juga Mami, kalau Papi merindukan Prasetya dan mami, pasti Papi akan sering menghubungi kami dan dan pulang untuk melihat kami.


"Papi sudah membuat Mami tiap malam menangis!"


" Prasetya benci sama papi!" jangan pernah membuat Mami Prasetya menangis lagi. Mami sakit seperti ini karena Papi. Karena setiap malam Mami menangis dalam tidurnya. Hanya karena merindukan Papi. Tapi Papi sama sekali tidak merindukan kami." ucap Prasetya dengan nada anak bocah kecil.


"Tidak sayang!" Papi sangat menyayangi kalian dan juga sangat merindukan kalian. Tetapi karena tugas dan tanggung jawab Papi sebagai polisi membuat Papi harus meninggalkan kalian." ucap Briptu Erick kepada putranya ia berusaha ingin memeluk Prasetya. Tetapi Prasetya menghindar dan kembali memeluk Sharma.


Hal itu membuat Briptu Erick menangis sesunggukan. Karena dirinya dianggap oleh putranya. Tidak merindukan mereka. Padahal Briptu Erick pun meninggalkan mereka merasa sangat sakit, ketika Briptu Erick berjauhan dari mereka.


"Mas juga sangat merindukan kalian, Mas juga sangat menyayangi kalian. Tapi kalian mengapa seperti ini? Apa kalian tahu Mas sangat menderita di sana? karena sangat merindukan kalian?" ucap Briptu Erick sembari menangis sesunggukan.


Sharma yang melihat suaminya menangis merasa tidak tega. Ia pun langsung memeluk Briptu Erick.


"Maafkan sharma mas!" yang tidak mengetahui tugasmu seperti apa. Tetapi apa yang dikatakan oleh Putra kita, itu memang benar adanya kalau dirinya benar-benar sangat merindukanmu. Setiap hari Putra kita bertanya Mengapa Papi tidak pulang? sharma selalu menjawab. Papi bekerja untuk mencari uang agar dapat beli susu untuk Prasetya. Itu yang selalu Sharma katakan kepada Putra kita


"Tetapi Putra kita tidak terima dengan jawaban Sharma yang itu-itu aja. Membuat dirinya mengambil kesimpulan Kalau mas tidak merindukan dia lagi.


"Maafkan Sharma mas!" Sharma sangat tidak mengerti dengan tugas dan tanggung jawab Mas sebagai polisi. Tetapi jujur Sharma sangat merindukan dan menyayangi Mas sambil langsung memeluk suaminya. Briptu Erick merasa lega karena mengetahui isi hati istri dan putranya.

__ADS_1


"Mulai saat ini dan detik ini kita akan terus bersama-sama lagi. Jika suatu saat mas dipindahtugaskan keluar kota, makan mas akan keluar dari dinas kepolisian daripada harus berjauhan dari kalian ucap Briptu kepada istrinya.


Bersambung......


__ADS_2