Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Bujuk Rayuan Briptu Erick


__ADS_3

Briptu Erick berusaha untuk meyakinkan Sharma, agar Sharma tetap melanjutkan pernikahan nya dengan Briptu Erick.


"Sayang please percaya sama mas."


"Entahlah aku masih bisa percaya sama pak pol atau tidak. untuk sekarang tolong tinggalkan Sharma sendiri dulu."


"Mas tidak akan pernah pergi dari sini kalau kamu tidak memaafkan mas."


"Terserah!" aku mau tidur!" Sharma langsung membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur yang ada dikamar tamu rumah milik Tante Alena.


Briptu Erick tetap tidak ingin pergi dari sana, Justru Briptu Erick ikut membaringkan tubuhnya disamping Sharma.


"Pak pol apa apasih?" kok tidur disini?'


"Jadi mas tidur dimana?"


"Terserah yang pasti tidak disini."


"Mas mau kemana lagi, istri mas ada disini kok!"


Briptu Erick tidak mau kalah, ia terus saja menggoda Sharma, Sharma tetap memejamkan matanya dengan membelakangi Briptu Erick,


Briptu Erick menghubungi nomor ponsel Andita untuk memberitahu kalau Erick malam ini tidak pulang kerumah.


Tetapi Briptu Erick meminta kepada Andita mengirimkan pakaian gantinya dengan menggunakan ojek online.


"Dek!" kakak tidak pulang, tolong kirim baju ganti kakak ke jalan mawar 60. Hanya itu yang dikatakan Briptu Erick kepada adiknya, dalam sambungan telepon selulernya.


"Memangnya kenapa kakak ngak pulang?


"Ngapain kakak di mawar 60?"


"Kakak di rumah Tante Alena, Tantenya Sharma .


"Oh ya sudah tunggu aja kak sebentar ya sebentar lagi kita kirim."


Kemudian Briptu Erick mematikan sambungan telepon selulernya, dan kembali ketempat tidur.


sebenarnya Sharma bukan tidur, lebih tepatnya hanya meram melek, Sharma mendengar semua apa pembicaraan Erick degan Andita, tetapi Sharma pura pura cuek. namanya juga ngabek ya.


semetara Tante Alena yang melihat tingkah Sharma seperti anak kecil, hanya geleng geleng kepala."Sabar juga tuh anak bujuk Sharma!" gumam Tante Alena dalam hati sembari pergi meninggalkan Sharma dan Erick disana, dan kembali kekamar mengingat jam sudah malam.


"Sayang kamu sudah makan belum?"


Hening tidak ada jawaban dari Sharma. Padahal perut Briptu Erick sudah keroncongan karna mulai siang Briptu Erick mencari keberadaan Sharma, sampai makan pun tidak diingat.


"Krucuk...


Krucuk...


suara perut Briptu Erick terdengar jelas ditelinga Sharma.


"Makan dulu pusing aku dengar perut pak pol mendengar cacing cacing yang ada diperut pak pol pada demo minta jatah." ucap Sharma sambil langsung duduk memandang Briptu Erick.


"Ia mas lapar sayang soalnya mulai tadi siang Mas belum makan sama sekali!"


"Kenapa?


"Nggak kepikiran karena mencari kamu!"


"Ngapain dicariin?"


"Karena cintaku lagi ngambek belum mendengar penjelasanku!" jadi makan pun jadi enggak teringat hanya untuk memikirkan cintaku."


"Gombal!"


"Tidak benar kok!"


Tidak Berapa lama suara klakson motor driver online terdengar jelas di telinga sharma dan juga Briptu Erick. Pertanda baju ganti yang dikirimkan Andita sudah tiba di rumah Tante Alena.


"Baju ganti pakol udah tiba tuh!"

__ADS_1


"Iya gerah juga pakai baju dinas terus sampai malam begini Apalagi mas belum mandi," bau kan kan?"


"Nah itu tahu kenapa belum mandi?"


"Karena cintaku lagi ngambek!"


"Serah lah!" ucap Sharma sambil bangkit dari tempat tidur. Briptu Erick mengikuti Sharma keluar dari kamar.


Sharma membuka pintu berniat untuk mengambil kiriman Andita.


"Neng!" ada paket untuk mas Erick, Mas Erick nya ada?"


"Iya sini bang paketnya!"


"Oh iya neng!"


"Berapa bang?"


"Sudah dibayar pakai OVO neng."


"Oh iya makasih ya bang!"


"Sama-sama Neng!"


Sharma kembali masuk ke dalam rumah menghampiri Briptu Erick.


"Nih baju gantinya mandi gih bau tahu!"


"Iya sayang!"


Briptu Erick langsung masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri.


Sementara Sharma berlalu ke dapur berniat menyiapkan makanan untuk Briptu Erick.


"Kasihan juga pak pol belum makan sama sekali!" gumamnya dalam hati sambil menyiapkan makanan untuk Briptu Erick.


Briptu Erik yang sudah selesai melakukan ritual mandinya langsung memakai baju ganti yang sudah dikirimkan oleh Andita kepadanya.


Setelah merasa sudah selesai dan rapi, Briptu Erick mencari keberadaan Sharma, tetapi sebelum ia mencarinya karena sudah datang menghampiri Briptu Erick.


"Pak pol makan dulu!" nanti cacing-cacing yang ada di perut pak pol demo lagi, pusing Sharma dengarnya!"


Briptu Erick tersenyum manis ke arah Sharma sembari mengedipkan mata sebelah.


Lalu Briptu Erick meraih makanan yang berikan Sharma kepadanya.


"Sayang kamu sudah makan belum?"


"Sudah!"


"Kapan?"


"Tadi bareng sama tante Alena!"


"Bisa nemenin mas tidak?"


"Untuk apa?"


"Nggak enak makan sendirian!"


"Nemanin aja boleh soalnya Sharma masih kenyang.


Akhirnya Sharma pun menemani Briptu RI makan di meja makan,


"Terima kasih sudah mau menemani Mas Makan disini dan sudah menyediakan makanannya juga.


"Iya!"


Briptu Erick langsung melahap makanan itu dengan cepat seperti makan layaknya pelatihan polisi.


"Pak pol hati-hati dong nanti keselek loh!"

__ADS_1


"Sudah biasa cepat-cepat!"


"Maksudnya?"


"Sudah biasa makan seperti ini!" karena dalam pelatihan akademi polisi kami harus dituntut sanggup menghabiskan makanan dalam waktu dua menit.


"Hah...!" Dua menit?" Sharma sangat terkejut dengan pernyataan Briptu Erick, kalau pelatihan polisi harus mampu makan dalam jangka dua menit.


"Benaran pak pol?"


"Iya sayang ngapain mas haru bohong!"


"Waduh!" kalau Sharma makan, paling cepat lima belas menit. Itupun Sharma sudah anggap Sharma itu rakus.


"Ha ha ha!" sontak Briptu Erick tertawa.


"Sudah mulai sekarang kamu harus terbiasa melihat mas makan cepat!" tidak perlu heran gitu ah." Ucap Briptu Erick sambil melap mulutnya yang baru siap melahap makanan buang disediakan Sharma.


"Terimakasih sayang! mas sudah kenyang."


"Sama sama!" lain kali kalau lapar jangan ditahan tahan, Nanti bisa sakit. ucap Sharma perhatian Kepada Briptu Erick.


"Iya sayang!" Trimakasih sudah ngingatin.


Kring


Kring


kali ini suara ponsel Briptu Erick yang berdering. Briptu Erick melihat dilayar ponselnya yang menghubungi dirinya adalah Andita.


"Iya dek!"


"Ka sudah sampai belum baju ganti kakak?"


"Sudah!" Trimakasih ya de!'


"Iya kak!" kakak ipar ku mana?"


"Ini!' mau bicara tidak?"


"Iya dong." Briptu Erick memberikan ponselnya kepada Sharma.


"Sayang ini, Andita mau ngomong!" ucap Briptu Erick sambil memberikan Ponselnya kepada Sharma .


"Ia dit?" sahut Sharma


"Kakak ipar, akan ku pastikan wanita ****** itu tidak akan mengganggu kakakku lagi."


"Maksudnya?"


"Iya wanita murahan seperti veronica, tak akan kubiarkan mengganggu hubungan kakak ipar sama kakak ku."


"Terimakasih!"


"Memangnya wanita itu siapa?"


"Wanita itu yang membuat hidup kak Erick menjadi berantakan!"


"Kok bisa?"


"Karna dia menghianati kakakku."


Ya sudah tidak apa apa, tapi sudah kamu tanya belum hati kakak kamu sama siapa? kalau masih sama wanita itu, kan tidak mungkin Sharma mau dinomor duakan dalam hatinya.." ucap Sharma sambil melirik kearah Briptu Erick.


lalu Sharma kembali memberikan ponsel itu kembali kepada Briptu Erick.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


mampir kekarya baru outhor yang mampu membuat redears tertawa ngakak.yuk simak ceritanya di "jatuh cinta karna kentut"

__ADS_1



__ADS_2