
"Kamu seorang wanita kamu bisa tidak bersikap lembut sedikit saja kepadaku" pinta Briptu Erick kepada Sharma. "Tidak bisa memang sudah dari sononya saya seperti ini." ucap Sharma kepada Briptu Erick. Kalau kamu tidak senang dengan sikapku, Ya sudah tidak perlu kita bertemu lagi aku juga tidak suka kalau kehidupan aku diurusin orang lain aku ingin hidup menjadi diri sendiri, Tidak harus seperti orang lain." ucap Sharma kepada Briptu Erick.
Hal itu membuat Briptu Erick menggelengkan kepalanya. Karna Sharma tidak pernah bersikap lembut kepada Briptu Erick.
Sementara Andita pun yang terbangun dari tidurnya, Iya mencari sosok Sharma tetapi Andita tidak menemui Sharma di dalam kamarnya."Loh kemana Sharma Kok tidak ada di kamar ku? gumam Andita di dalam hati.
Kemudian Andita Turun ke bawah mencari keberadaan Sharma. Tetapi ketika ia berjalan kearah dapur suara Briptu Erick dan Sharma. terdengar jelas di telinganya. yang mana Sharma dan Briptu Erick sedikit berdebat.
"Aku cari-cari ternyata kamu di sini." kata Andita kepada Sharma. "Iya tadi aku haus jadi aku turun ngambil minum ucap." Sharma kepada Andita. Tetapi Andita yang melihat kakaknya di sana, tidak percaya begitu saja ia mengira kalau Sharma dan Briptu Erick memiliki hubungan yang spesial.
"Kak kalau suka terus terang saja jangan main kayak gini dong nggak bagus lihatnya." ucap Andita kepada Briptu Erick membuat sedikit kikuk Sharma yang mendengar apa yang dikatakan Andita langsung menepis dan menyangkal apa yang dituduhkan Andita. kepada Erik dan juga Sharma " Maaf...... aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Briptu Erick cuman sekedar kenal begitu saja, aku mengenalnya sewaktu pak pol menolong sahabatku dalam kasus penculikan ucap Sarma kepada Andita.
Kalau ada pun tidak apa-apa sar...... aku justru setuju banget lagi kalau kamu bersama Kak Erick." ucap Andita tak berterus terang kalau dirinya sangat menginginkan Sharma untuk menjadi kakak iparnya. Tetapi Sharma yang kurang menyukai profesi sebagai perwira Polisi, langsung menepis.
" Maaf sejujurnya aku tidak ada kepikiran sampai ke sana, Aku hanya berniat untuk menolong Ayah kamu dan Briptu Erick meminta saya datang kemari. Karena Ayah kamu berpesan kepada Briptu Erick yang meminta saya datang ke sini." ucap Sharma dengan tegas karena ia benar-benar menganggap kalau Briptu Erick dengannya hanya sekedar teman atau berkenalan begitu saja.
lain halnya dengan Briptu Erick sudah mulai tertarik dengan Sharma yang berbicara dengan ceplas-ceplos. Apalagi Sharma wanita yang apa adanya tidak perlu munafik dia tidak menutup-nutupi sikap asli Sharma sendiri. Hal itu membuat Briptu Erik sangat tertarik dan merasa tertantang untuk mendekati Sharma. Tetapi Sharma yang tidak menyukai profesi sebagai perwira Polisi selalu menghindar dari Briptu Erick
__ADS_1
Mendengar perdebatan antara Sharma dengan Briptu Erick, seorang asisten rumah tangga pun menghampiri mereka. "Maaf Den lebih baik kalian bicarakan baik-baik saja di ruang tamu karena bibi mau bekerja disini, untuk membereskan semua yang ada di sini, nanti kalau bibi tidak mengerjainya..... Terus bagaimana dong untuk sarapan kita nanti." ucap salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah keluarga Bapak Sugito.
Sharma yang mendengar apa yang dikatakan asisten rumah tangga itu pun langsung berlalu dari dapur menuju kamar Andita, ia tidak ingin lebih lama berdebat dengan Briptu Erick karena menurutnya itu akan sia-sia.
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 Sharma y Andita yang sudah selesai menyelesaikan ritual mandinya, Langsung kembali memakai pakaian yang rapi. Andita sengaja memberikan pakaiannya yang cocok untuk digunakan Sharma. Karena sebelumnya Sharma tidak membawa pakaiannya ke kediaman keluarga Bapak Sugito mengingat Sharma pergi ke rumah Pak Sugito langsung dari kampus dijemput oleh Briptu Erik.
"Dit aku cocok nggak pakai ini? nanti orang ngejekin aku lagi kalau tidak cocok aku pakai.' Ucap Sharma kepada Andita. "cocok banget kok Sar..... cantik lagi, Kamu terlihat anggun ucapkan Andita berterus terang karena Sharma memakai pakaian milik Andita terlihat anggun dan cantik.
Setelah mereka rasa sudah tampak rapi Mereka pun berlalu dari kamar menuju ruang makan di sana Andita dan Sharma sudah menemukan bu Rohana Bapak Sugito dan juga begitu Erik.
"tidak kok Kak..... kami ada kelas jam 9 kok ucap Andita kepada kakaknya tetapi kakaknya langsung melototkan matanya ke arah Andita pertanda dirinya membutuhkan jawaban dari Sharma. Tetapi Sharma hanya diam saja dan menyendok nasi yang ada di meja ke piring miliknya.
Tanpa rasa malu sharma langsung menyendok makanan itu secukupnya. Untuk dirinya sendiri Ia pun meminta kepada Pak Sugito dan ibu Rohana sebelum makan dimulai, serta meminta kepada anggota keluarga lainnya untuk terlebih dahulu berdoa mengucap syukur kepada Allah SWT.
"Terima kasih nak Sharma kamu sudah mengingatkan kita untuk mengucapkan syukur dalam segala hal." Ucap ibu Rohana kepada Sharma yang merasa kalau Sharma membawa aura positif di kehidupan Briptu Erick dan juga keluarganya." Nak...... kamu sering-sering nya main kemari. Kan kamu satu kelas bersama anak ibu Andita." ucap Ibu Rohana kepada Sharma.
"Iya Bu nanti kalau ada waktu Sharma akan sering main kemari." ucap Sarma kepada Ibu Rohana. "Beneran ya nak Sharma Ibu sangat senang loh kalau kamu sering-sering main ke sini ucap Ibu Rohana memastikan kalau Sharma datang kembali bermain ke rumah keluarga Pak Sugito.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan pagi, Andita dan Sharma pun berniat untuk pergi ke kampus mengingat jam sudah menunjukkan 8.30.
"Dit kita cabut yuk.....nanti dosen killer itu bisa bisa ngamuk loh .....kalau kita telat ." ucap Sharma kepada Andita agar mereka segera pergi ke kampus mengingat jam hampir jam sembilan.
"Iya kakak akan antar kalian ke kampus." ucap Briptu Erick sambil Langsung bangkit dari tempat duduknya. " Loh motor aku Giman dong pak pol?" tanya Sharma
"Motor kamu biar disini saja dulu. Itu saja repot" ucap Briptu Erick. Sharma hanya pasrah saja. Karna kalau dilawan tidak akan menang juga. gumam Sharma dalam hati.
Andita sengaja meminta Sharma duduk disamping kemudi, agar Sharma dan Briptu Erick bisa lebih dekat. "Pak pol ....bisa lebih cepat tidak? nanti dosen killer itu ngamuk dan kasih nilai E buat kita." ucap Sharma.
"Iya sayang apa sih yang tidak buat kamu." ucap Briptu Erick keceplosan memanggil Sharma dengan panggilan sayang.
Hal itu membuat Sharma langsung melototkan matanya melihat Briptu Erick. " Hello pak pol....bangun dong dari mimpinya, aku bukan kekasih pak pol.....nanti bisa bisa leher Sharma digorok sama yayang beb pak pol. Kata Sharma.
Bersambung.....
hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1