Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Pulang dari Rumah sakit


__ADS_3

Esok harinya, sharma sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, karna kondisinya sudah berangsur angsur membaik. Briptu Erick menyaksikan adminstrasi perawatan Sharma. Tampak ibu Rohana sudah membereskan barang bawaan mereka.


"Mas sudah siap belum?" tanya Sharma ketika melihat suaminya sudah masuk kedalam ruang rawat inap Sharma


"Sudah sayang!" sebentar mas suapin mobil Ya?"


"Iya mas!"


Sharma begitu bersemangat, ketika dirinya diperbolehkannya pulang oleh pihak rumah sakit. Ia sudah tidak sabar ingin langsung beristirahat dirumah.Jujur trauma Sharma belum pulih. Ketika dirinya melihat orang asing yang belum ia kenal, seolah olah kejadian penculikan itu menghantui Sharma.


Sharma bertanya kepada Briptu Erick ketika mereka sudah berada didalam perjalanan menuju rumah milik Briptu Erick yang sudah dihuni oleh Sharma dan Briptu Erick.


"Mas apa penjahat yang menculik ku sudah mas tangkap?"


"Mereka sudah meninggal sayang ketika terjadi baku tembak di hutan pulau Bintan. Tetapi salah satu diantara mereka masih hidup dan sekarang masih ada dirumah sakit Bhayangkara. ucap Briptu Erick kepada istrinya.


"Serius mereka sudah tidak ada lagi mas?"


"Iya Sayang?" mas sudah pastikan kalau penjahat itu sudah enyah dari muka bumi ini. Tetapi mas masih mencari tau dalang dibalik semua ini. Mas tau bukan hanya mereka pelakunya, pasti ada seseorang yang menyokong dana terhadap penculikan ini." jadi mas dan rekan-rekan masih mencari motif penculikan itu." Ical Briptu Erick.


Tapi kamu tenang saja sayang!" akan mas pastikan semua akan segera tuntas." ucap Briptu Erick meyakinkan Sharma.


"Trimakasih Mas!"


"Untuk apa sayang?"


"Karna kamu sudah berusaha melindungi ku."


"Itu sudah tugas dan tanggungjawab ku sebagai suami kamu, melindungi dirimu sayangku." ucap Briptu Erick sambil mengebangkan senyumnya.


karna keasikan ngobrol, sampai tidak terasa kalau mereka sudah tiba.Ibu Raihana dan pak Sugito lebih dulu Turun dari kursi penumpang, kemudian disusul Briptu Erick dan Sharma.


tampak Briptu Erick langsung menggendong tubuh mungil istrinya ala bridal style.


"Mas turunin Sharma bisa kok jalan sendirian.


"Sudah biar mas gendong saja, kamu masih belum pulih total


"Tapi malu mas di depan ibu sama ayah."

__ADS_1


"Tidak perlu malu mereka juga mengerti kok


"Iya nak biarkan saja tidak perlu malu sama kami, kan kamu digendong suami kamu sendiri?" ujar ibu Rohana sambil berjalan mengikuti suaminya masuk kedalam rumah.


Andita, Morina, Zahra sudah sibuk mempersiapkan penyambutan kepulangan Sharma dari rumah sakit.


"Selamat datang kembali kakak ipar!"


"Selamat datang kembali sahabat kami Sharma.!" ucap Zahra, Morina dan juga Andita.


Kayla yang ikut hadir disana langsung berlari dan memeluk Sharma, ketika Briptu Erick sudah menurunkan Sharma dari gendongan nya.


"Tante Sharma!" Kayla rindu sama Tante." ucap Kayla dengan nada khas bocil.


"Tante Sharma juga rindu sama Kayla, ucap Sharma sambil berjongkok mengimbangi tubuh Kayla.


Kayla langsung mencium pipi Sharma, karna hubungan antara Kayla dengan Sharma ketika Morina dengan Antonio sudah menikah. mereka begitu dekat. Bahkan tidak jarang Sharma selalu bermain bersama Kayla ketika Sharma berkunjung kekediaman Antonio.


melihat interaksi Kayla dengan Sharma, Briptu Erick langsung berbisik kepada Sharma.


"Kamu sudah cocok juga loh sayang!" punya baby." bisik Briptu Erick tepat ditelinga Sharma. sambil mengebangkan senyumya. Mendengar apa yang dikatakan suaminya, Sharma langsung menatap suaminya dengan tatapan tajam.


"Mas jangan mulai deh!" kita baru saja tiba dirumah." ucap Sharma


"Kalian lagi ngomongin apasih? kok bisik bisik?" tanya Zahra yang kepo apa yang dibicarakan pasangan suami istri itu.


"Ah kamu mau tau saja." ucap Briptu Erick sambil mengedipkan matanya sebelah kearah Sharma.


"Sudah ku tebak, pasti suami kamu ini pengen cepat cepat malam kan?" ucap Zahra kepada Sharma karna Zahra menduga kalau Erick menginginkan sharma.


"Sudah sayang tidak perlu diperdalam, namanya juga sudah lam ngak.....!


"Ngak apa ayo..!" timpal Antonio membuat orang orang disana sontak tertawa membuat seisi ruangan menjadi rame.


"Ibu Rohana dan ibu meli menghampiri tiga pasangan itu, karna penasaran akan tawa mereka yang menggema di sisi rumah megah milik Briptu Erick.


"Ada apa?" kok tawanya seperti enak sekali didengar?" tanya ibu Rohana yang kepo sapa yang ketiga pasangan itu tertawakan.


"Ada deh ma!" ini masalah anak muda." ucap Briptu Erick membuat ibu Rohana kesal dan langsung menjewer telinga Putra nya.

__ADS_1


"Ibu sudah tau apa yang di pikiranmu."


"Kamu sama aja seperti ayah kamu." ucap ibu Rohana.


"Loh kok sampai sampai sama ayah sih?" gerutu pak sugito


"Iya sampai lah!" namanya ini anak nurunin sifat kamu mas!" ucap ibu Rohana yang mempu membuat orang orang disana menjadi tertawa lepas.


"Namanya juga anak ayah!" ya sifatnya mirip sama ayah lah, kan tidak mungkin mirip sifat anak ayah sama orang lain. Bisa dipertanyakan itu nanti." ucap pak sugito asal membuat ibu Rohana menjadi kesal.


"Huhhh! Ayah anak sama saja." gerutu ibu Rohana


Ibu meli dan pak Fernando yang melihat interaksi antara antara Bu Rohana dan pak Sugito langsung mengebangkan senyumnya.


"Aku jadi yakin, kalau Putri kita bahagia hidup bersama menantu kita mas!" ucap Bu meli


"Iya sayang!" ternyata kita tidak salah menjodohkan putri kita dengan nak Erick." sahut pak Fernando.


"Ya sudah berdebat nya, sekarang gilirannya menikmati hidangan yang sudah kami sediakan." ucap Zahra dan Morina bersemangat.


merekapun langsung menuju ruang makan, disana sudah tersedia berbagai macam makanan yang sudah di hidangkan Zahra dan Morina dan tentunya campur tangan sang chief Antonio. Sang pemilik restoran yang terkenal dimana-mana.


****


Ditempat lain Merli, turut ikut menyelidiki siapa dalang dibalik penculikan Sharma. Karna ia tau Briptu Erik adalah masa lalu Veronica.


"Kejadian yang menimpa istri Briptu Erick pasti ada hubungannya dengan wanita murahan itu!" gumam Merli yang merupakan istri pertama Yudha.


Yang mana veronica juga berusaha untuk menyingkirkan Veronica dari kehidupan Yudha, tapi karna Merli lebih pintar satu langkah dari Veronica, sehingga Veronica selalu gagal melakukannya.


"Aku akan mencari tahu dalang dibalik kejadian yang menimpa Sharma." gumam Merli dalam hati. Entah mengapa Merli begitu dekat dengan Sharma, padahal mereka tidak saling mengenal . Tetapi entah mengapa ketika Merli pernah bertemu dengan Sharma disebuah toko kue, sepetinya ada ikatan batin diantara mereka. Sehingga Merli selalu ingin mengetahui tentang kehidupan Sharma.


Sampai ketika Merli mengetahui kalau Sharma diculik, ia langsung meminta beberapa anak buahnya untuk mencari tahu keberadaannya Sahrma. Tetapi sayangnya anak buah Merli gagal mencari keberadaan Sharma.


"Siapa Sharma?" kok sepertinya aku dekat banget dengan wanita yang bernama Sharma itu?" pertanyaan demi pertanyaan timbul dibenak Merli.


Bersambung........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


jangan lupa mampir kekarya outhor yang lain



__ADS_2