
Acara resepsi pernikahan pun berakhir dengan sempurna. Tampak para undangan sudah banyak yang berpulangan. Sharma dan Briptu Erick pun sudah mulai turun dari pelaminan. mereka berniat untuk pulang ke rumah milik keluarga Sugito. Sementara Pak Fernando dan keluarga kembali ke Bogor. Dengan menggunakan mobil milik Pak Fernando.
Ketika Briptu Erick dan juga Sharma ingin kembali ke rumah Pak Sugito, Antonio dan Charles datang menghampiri Briptu Erick dan juga Sharma. Yang mana Charles dan Antonio sudah menyiapkan satu kamar president suite yang di rias khusus untuk Sharma dan juga untuk Erick tanpa sepengetahuan Sharma dan Erick.
Itu semua direncanakan oleh Morina dan Zahra yang sebelumnya mereka membicarakan kepada Antonio untuk memberikan kejutan buat pasangan suami istri itu.
"lebih baik kalian meninap saja dulu disini, kalian istirahat saja disini." ucap Antonio kepada Briptu Erick dan juga Sharma. Sambil memberikan kunci kamar president suite yang sudah dirias sedemikian rupa. Khusus pengantin baru.
Briptu Erick meminta persetujuan dari Sharma, Sharma pun menganggukkan kepalanya. pertanda dirinya setuju Sharma sudah merasa gerah dan lelah karena sudah satu harian penuh acara, mulai akad nikah dan juga resepsi pernikahan. Apalagi perjalanan mereka dari Bogor ke Jakarta lumayan jauh.
Veronica dari kejauhan sudah menanti kalau mobil pengantin yang sudah disabotase akan ditumpangi oleh Briptu Erick juga Sharma.Tetapi Veronica salah, Justru mobil itu terparkir begitu saja di parkiran tanpa digunakan siapapun.
Karena Charles sudah mengetahui kalau mobil itu sudah disabotase seseorang. Itu terlihat jelas di layar CCTV yang mengarah ke parkiran mobil. Tetapi Charles tidak mengetahui siapa dalang dibalik itu semua. Bahkan yang melakukannya pun tidak terlihat wajahnya karena pelaku tersebut memakai topi dan juga masker. Sehingga wajah pelaku tidak terlihat di layar CCTV.
Charles pun meminta kepada salah satu petugas bengkel untuk kembali memperbaiki mobil milik Briptu Erick yang membuat mereka heran, rem mobil itu bisa blong atau terputus. Charles sedikit demi sedikit menyelidiki Siapa dalang dibalik itu semua tetapi Charles belum mendapat titik terang.
Sementara Briptu Erick dan Sarma sudah berlalu dari parkiran mobil menuju kamar yang sudah disediakan oleh Antonio dan juga Charles.
"Sayang kita langsung kesana yuk soalnya badan Mas sudah gerah." ucap Briptu Erick kepada Sharma
"Iya Mas Sharma juga sudah lelah gerah lagi." ucap Sarma.
Setelah Charles memerintahkan salah satu petugas bengkel untuk memperbaiki mobil milik Erick, Charles dan Antonio pun berlalu dari sana dan Morina, Zara, Charles,dan juga Antonio pun kembali ke rumah masing-masing.
"Sayang Siapa ya yang berniat menjahati sahabatku Sharma?" tanya Morina kepada Antonio
"Iya Mas juga kurang tahu sayang!" tapi terlihat jelas di CCTV kalau mobil itu disabotase seseorang." ucap Antonio
"Tapi yang aku tahu Sharma tidak pernah memiliki musuh!" Bagaimana dengan Briptu Erick Sayang? tanya Morin kepada Antonio
"Setau mas!" Briptu Erick orangnya baik, tidak pernah memiliki musuh. Tapi mas tidak tahu siapa yang berniat jahat kepada mereka." ucap Antonio.
Andita yang tidak tahu sama sekali masalah sabotase mobil milik kakaknya tampak biasa-biasa saja. Ia kembali kerumah bersama pak Sugito dan juga Ibu Rohana.
Andita tanpak bahagia bersama Pak Sugito dan juga Ibu Rohana. Karena akhirnya kakaknya Erick melepas masa lajangnya. Yang selama ini mereka nanti-nantikan. Tetapi mereka sama sekali tidak mengetahui kalau ada seseorang yang mengincar nyawa kakaknya.
Tiba-tiba ponsel milik Pak Sugito berdering.
Terlihat jelas nomor ponsel yang menghubungi pak Sugito adalah nomor Antonio. Yang mana sebelumnya mereka sudah tukaran nomor ponsel.
__ADS_1
"Hallo selamat malam Pak Sugito." sapa Antonio dari seberang.
"Iya Selamat malam nak Antonio." tumben menghubungi saya malam malam begini?" tanya Pak Sugito.
"Saya ingin bertanya kepada bapak apakah selama ini Briptu Erick memiliki hubungan yang tidak baik dengan orang lain? tanya Antonio kepada pak Sugito.
"Memangnya ada apa ya nak? Kenapa tiba-tiba nak Antonio bertanya seperti itu?"
"Begini Pak,sepertinya ada seseorang yang ingin merusak pernikahan Erick dan juga Sharma, Bahkan orang itu berniat untuk membunuh Briptu Erick dan juga Sharma dengan cara sabotase mobil milik Briptu Erick.
Karena mobil yang ingin ditumpangi Briptu Erick dan juga sharma kami temukan sudah sabotase remnya blong!" ada seseorang yang sengaja memutus rem mobil milik Briptu Erick.
Itu terlihat jelas di kamera CCTV yang kami pantau sebelumnya. Sehingga kami meminta Erick menginap di hotel bersama Sharma.
Mendengar penuturan dari Antonio, pak Sugito pun begitu terkejut. Andita yang mendengarnya pun tidak heran.
"Aku tahu siapa pelakunya." ucapkan Andita penuh keyakinan.
"Jangan asal menuduh nak!" ucap Ibu Rohana.
Antonio dan pas Sugito pun mengakhiri pembicaraan mereka. Di sambungan telepon selulernya berharap besoknya mereka mengetahui siapa pelaku atau siapa dalang dibalik itu semua.
"Siapa?"
"Aku tahu pasti Veronica dalang dibalik Ini semua, karena sebelum pernikahan Kak Erick dilaksanakan, Veronica sudah pernah mengancam ku akan menggagalkan rencana pernikahan Kak Erik. Ia juga berkata kalau ia mampu melakukan apa saja untuk merebut ka Erick lagi ke pelukannya.
"Kenapa begitu? kan dia sudah menikah?"
"Iya dia menikah sama orang kaya. Tetapi ia tidak tahu dijadikan menjadi istri kedua." ucap Andita penuh dengan keyakinan
"Mendengar penuturan putrinya, Ibu Rohana dan juga pak sugito pun begitu terkejut mengetahui kalau Veronica menjadi istri kedua dari Yudha. Yang mereka kenal adalah sebagai pengusaha pertambangan
"Kamu yakin kalau Veronica yang melakukannya?
"Aku yakin ayah!" tapi karena aku tidak memiliki bukti, sehingga aku tidak bisa menjebloskannya begitu saja ke penjara. Tapi aku yakin kakakku Erick yang seorang polisi pasti pintar dan mengetahui cara, Bagaimana mendapatkan bukti-bukti itu." ucap Andita kepada kedua orang tuanya karena sudah semakin emosi melihat tingkah Veronica yang suka seenaknya dan ingin membunuh kakaknya.
"Ingat ayah!" tak akan aku biarkan wanita murahan itu menghancurkan kehidupan kakakku Erick, yang selama ini menghancurkan kehidupannya. Cukup hanya dulu wanita murahan itu menghancurkan kehidupan kakakku. Bukan sampai sekarang." Ucap Andita dengan tegas.
Ibu Rohana Tampak begitu gelisah, ketika mengetahui ada seseorang yang mengincar nyawa putranya.
__ADS_1
"Ayah lakukan sesuatu Ibu tidak mau terjadi sesuatu kepada putra kita." Pinta Ibu Rohana kepada suaminya.
"Lebih Baik Ibu tenang dulu!" putra kita tidak bodoh, putra kita pintar, seorang perwira polisi yang memiliki prestasi.
"Ayah tahu kalau putra kita memiliki kemampuan yang mampu melindungi keluarganya dan juga nyawanya." ucap pak segito penuh keyakinan kepada putranya bahwa putranya mampu melindungi dirinya sendiri. begitu juga dengan keluarganya.
"Tapi ayah!" ibu tidak mau terjadi sesuatu kepada putra kita.
"Ayah juga tidak ingin terjadi sesuatu kepada putra kita." Tetapi ibu harus yakin akan kemampuan putra kita, tidak mungkin putra kita bisa menjadi seorang perwira Polisi kalau dirinya tidak mampu melindungi dirinya sendiri dan juga keluarganya. Ibu harus yakin itu." Ucap pak sugito kepada Ibu Rohana berniat untuk menenangkan ibu Rohana.
Ibu Rohana yang tidak bisa tenang sewaktu mendengar berita dari Antonio, kalau ada yang mengincar nyawa putranya langsung menghubungi nomor ponsel milik Briptu Erick. Ketika sambungan telepon seluler itu tersambung, Briptu Erick melihat nomor ponsel itu yang berasal dari ibunya
"Iya Bu!" ada apa kok menghubungi Erik malam-malam begini?" Tanya Briptu Erick
"Apa Mami mengganggu sayang?
"Tidak mam."
"Apa kamu baik-baik saja bersama menantuku?
"Iya Bu!" Erick baik-baik saja sama menantu ibu ."
"Syukurlah kalian baik-baik saja, hati-hati kalian ya." ucap Ibu Rohana kepada Erick membuat Briptu Erick penuh tanya akan kata-kata ibunya.
"Maksud Bu?"
"Kalau kalian ingin mengendarai mobil perhatikan kondisi mobil kalian, sebelum kalian tumpangi." pinta Ibu Rohana mengingatkan putranya.
"Iya Bu!" ucap Briptu Erick
setelah selesai mengingatkan putranya, Ibu Rohana pun menutup sambungan telepon selulernya. Ia tidak ingin mengganggu malam pertama putranya bersama menantunya.
bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
mampir ke karya Morata
__ADS_1