Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
BRIPTU ERICK JAHIL


__ADS_3

Ketika Sharma membersihkan diri dikamar mandi, Briptu Erick sengaja menjahili istrinya. Briptu Erick langsung memeluk istrinya dari belakang sembari memainkan gunung kembar milik Sharma. Membuat Sharma geram melihat tingkah suaminya.


"Mas please deh....Sharma sudah kedinginan nih, Sharma mau cepat siap mandi. Kalau mau main jangan disini." ujar Sharma karna sharma sudah merasa kedinginan.


"Janji ya sayang...." siap mandi kita buat dedek untuk baby Prasetya " kata Briptu Erick sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Ia mas tapi lepasin dulu dong.... kan Sharma tidak bisa mandi kalau mas peluk terus begini." ucap Sharma sembari berusaha melepaskan pelukan dari Suaminya.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya Sharma keluar dari kamar mandi. Dengan menggunakan handuk kecil yang dililitkan ditubuhnya. Sementara Briptu Erick langsung bergegas keluar dari kamar mandi. Agar sharma tidak memakai pakaiannya terlebih dahulu sebelum Briptu Erick keluar dari kamar mandi.


Tanpa Sharma sadari, Briptu Erick sudah keluar dari kamar mandi. Briptu Erick langsung memeluk Sharma dari belakang ketika. Sharma berniat memakai pakaiannya. Briptu Erick langsung menggendong tubuh mungil istrinya dan membaringkannya di atas tempat tidur yang berukuran King size.


Dengan gerak cepat, Briptu Erick menarik handuk yang digunakan Sharma untuk menutupi tubuhnya. Hal itu membuat tubuh mulus Sharma terlihat jelas Dimata Briptu Erick Membuat jiwa kelakilakian Briptu Erick semakin bangkit.


Sharma pasrah saja apa yang dilakukan suaminya terhadapnya. Karna menurutnya percuma juga melarang suaminya. karna semakin dilarang, Briptu Erick akan semakin bergairah dan membuat Sharma menjadi lebih kewalahan mengimbangi permainan Briptu Erick


Dengan penuh semangat, Briptu Erick langsung melahap dan menggempur Sharma habis habisan. Ia melakukannya seperti yang ia katakan sebelumnya bahwa Briptu Erick akan melahap dan menggempur sebanyak tiga ronde satu malam. Sharma pikir itu hanya omongan Briptu Erick belaka. Tetapi ternyata benar benar dilakukanya.


"Mas kamu benar benar menggempur ku, Sharma benar benar kelelahan. Apa mas tidak merasa capek?"


"Tidak sayang malah masih kurang " ucap Briptu Erick yang mampu membuat Sharma bergidik ngeri.


"Mas Sharma aja sudah lemas, semua sendi sendi Sharma sudah pegal akibat Gempuran yang mas lakukan." ucap Sharma.


Briptu Erick langsung meraih tubuh istrinya kepelukannya. Habis kamu begitu menggemaskan membuat mas tergila gila sama kamu istri ku yang cantik." ucap Briptu Erick sambil langsung mencium bibir manis Sharma.


"Mas tidak ada bosan bosannya ya melahap bibir Sharma?"


"Ngak dok malah candu bagi mas!"

__ADS_1


sharma hanya menggelengkan kepalanya sembari langsung berbaring di samping Briptu Erick hingga dirinya terlelap tidur mengarungi alam mimpinya.


Pagi yang indah matahari sudah mulai memperlihatkan wajahnya. Hingga sinar mentari menyinari kamar pasangan suami istri yang lagi dimabuk asmara. sinar mentari masuk melalui celah celah jendela, membuat tidur ibu ibu muda terganggu.


" Huuyam......." Sharma menguap sembari bergeliat diatas tempat tidurnya.


Seluruh badannya terasa pegal pegal akibat gempuran yang dilakukan suaminya kepadapnya. Sharma melihat suaminya masih tertidur pulas disampingnya. Ia melihat jam yang ada didinding kamarnya.


"Wah sudah jam 8 gumamnya dalam hati. Sharma langsung bangkit dari tempat tidur dan langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya Sharma langsung cepat cepat menggunakan pakaiannya agar suaminya tidak keburu bangun. Karna jika Briptu Erick bangun, maka sudah pasti Briptu Erick akan melahapnya kembali.


Sharma keluar dari kamar berniat untuk menemui bayinya. Ia melihat baby Prasetya sudah terlihat rapi, dan wangi. Karna baby sister yang bertugas menjaga baby Prasetya sudah memandikan baby Prasetya.


"Wah putra mami sudah mandi dan wangi." ucap Sharma sambil langsung menggendong tubuh mungil putranya.


"Ta ....ta...ta " celoteh baby Prasetya membuat Sharma semakin gemas melihat putranya sudah mulai tau berinteraksi dengan maminya.


Beberapa menit kemudian Briptu Erick langsung keluar dari kamar, setelah selesai mandi dan memakai pakaian yang rapi. Briptu Erick berniat menemui istrinya yang berada dikamar Baby Prasetya. Tiba tiba ia dikejutkan kehadiran inamorata disana yang tiba tiba nibrug begitu saja.


" Tante ...dedek bayi perempuannya sudah ada didalam perut Tante belum? kan kata mami kalau malam malam, Tante sama om buat dedek perempuan untuk Ina dan baby Prasetya" kata inamorata membuat shaema langsung menatap Merli dengan tatapan tajam.


"Lihat kak.... gara gara kakak, keponakan ku terus saja ngomong seperti itu." kata Sharma sambil mencubit lengan Merli yang baru masuk kedalam kamar baby Prasetya. karna dirinya sangat kesal melihat kakaknya Merli asal bicara saja kepada keponakannya. apalagi inamorata begitu bijak dan rasa ingin tahunya cukup tinggi. membuat Sharma kadang kadang kewalahan menjawab pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan inamorata sang keponakan.


"Gini nih kak!" kan Inamorata pengen adik perempuan nih, jadi kalau inamorata pengen adik perempuan, ya tinggal buat lagi kak." ucap Sharma kepada Merli.


"Kamu ini!" memangnya asal buat apa?"


"Kan tinggal ka Yudha gempur kakak terus jadi deh adik buat inamorata." ucap Sharma sambil tertawa terbahak bahak

__ADS_1


Mendengar tawa Sharma dan Merli didalam kamar baby Prasetya,Yudha dan Briptu Erick penasaran mengapa kakak beradik itu tawanya begitu menggema di seisi ruangan.


"Apa yang mereka tertawakan sehingga tawa istri kita begitu bahagia." ucap Yudha penasaran apa yang ditertawakan oleh Sharma dan Merli.


Sharma dan Merli keluar dari kamar baby Prasetya. Tetapi masih mode tertawa membuat Briptu Erick dan Yudha sangat penasaran dengan kedua kakak beradik yang terlihat mirip dan kompak.


"Sayang apa sih yang kalian tertawakan?"Tanya Briptu Erick sembari meraih baby Prasetya dari gendongan Sharma.


"Ini mas!" inamorata pengen adik perempuan, tapi kak Merli bilang diperut Sharma yang ada eh ya jelas Sharma ngomong sama Kaka Merli kenapa tidak kak Merli dan kak Yudha aja yang buat dedek bayi perempuan untuk inamorata?" ucap Sharma sembari langsung tertawa.


Yudha yang mendengar penjelasan dari Sharma langsung ikut tersenyum sembari melihat kearah Merli mengedipkan matanya sebelah kearah Merli.


"Apa mas?"


"Ya betul yang dikatakan adik ipar." ucap Yudha kepada Merli


"Itu sih bukan cuman maunya Ina saja, tapi keinginan mas yang ingin menggempur ku tiap malam juga" ucap Merli sambil memicingkan matanya kearah suaminya. yang mampu membuat Sharma dan Erick langsung tertawa ngakak.


"Ya itu kakak tau!" kenapa tidak kakak buat aja adik perempuan untuk Ina?" ucap Sharma kembali menimpali omongan Merli.


"Kamu ini !" memangnya asal bikin apa mau anak perempuan atau kali laki?" kan itu anugrah dari Tuhan." ucap Merli


"Iya tapi kita juga harus usaha." sahut Sharma sambil mengebangkan senyumnya.


Bersambung........


yuk ikuti terus ceritanya jangan lupa like coment dan votenya ya .Trimakasih 🙏🙏🙏🙏


yuk mampir juga kekarya baru emak di jamin seru ceritanya

__ADS_1



__ADS_2