
Pak sugito dan Bu Rohana sudah tiba dirumah sakit. mereka.langsung menuju ruang rawat inap baby Prasetya. Bu Rohana yang melihat cucunya berbaring lemah diatas tempat tidur dengan terpasang selang infus di punggung tangannya. Bu Rohana merasa tidak melihat cucunya.
"Cucu Oma!" panggil ibu Rohana sambil mencium pipi tembem baby Prasetya. Pak Sugito tidak mau ketinggalan ia langsung memeluk baby Prasetya.
"Kenapa cucuku bisa sakit seperti ini?" tanya pak sugito.
"Kata dokter, itu biasa kalau baby lagi pertumbuhan dan mulai tumbuh gigi." ucap Erick memberitahu kepada ibu Rohana apa yang dikatakan dokter kepadanya.
****
Di kampus Brawijaya, Bagas sudah menunggu kehadiran Sharma di kampus. Bagas berharap Sharma datang ke kampus agar dirinya dapat berbicara langsung kepada Sharma. Bagas benar-benar belum percaya kalau Sharma sudah menikah bahkan sudah memiliki anak. Hal itu membuat Bagas bertekad untuk menemui Sharma di kampus. Tetapi ia menunggu Sharma di sana sharma tak kunjung datang.
Bagas menghampiri Zahra dan Morina yang ada di ruang kelas. Ia pun bertanya kepada Zahra dan Morina di mana keberadaan Sharma.
"Mori.......Sharma kok belum datang di mana dia?" tanya Bagas kepada Morina.
"Untuk apa kamu mencari istri orang?" lebih baik kamu mencari wanita lain selain Sharma dia itu sudah milik orang lain." ucap Morina.
"Aku tidak peduli kalau dia sudah menikah, yang pasti aku sangat mencintainya kemanapun dia akan aku cari.
"Kamu gila ya? kamu ingin merusak rumah tangga Sharma?
"Entahlah yang pasti aku sangat mencintai dia Sampai kapanpun aku akan tetap mencintai dia.
"Buka mata lo Bagas Masih banyak wanita lain yang masih single parent, Jangan pernah kamu berniat untuk merusak rumah tangga orang atau menjadi Pebinor.
"Aku tahu Sharma menikah karena terpaksa pastinya, dan aku tidak akan membiarkan Sharma menikah tanpa rasa cinta. Tidak mungkin seorang Sharma menikah sama pria yang umurnya berbeda jauh dengan nya.
__ADS_1
"Jangan sok tau Kamu Bagas, kami sudah lama berteman dengan Sharma tentunya kami lebih tau siapa Sharma dan siapa Briptu Erick, kamu tahu suamiku, suami Zahra dan Sharma itu sahabatan. Terpaut mengenai umur yang berbeda jauh itu tidak masalah bagi kami yang pasti suami kami sangat mencintai kami dan menyayangi kami." hardik Morina.
"Aku benar-benar tidak percaya apa yang kalian katakan. Yang pasti apapun aku lakukan untuk merebut Sharma dari laki-laki tua bangka itu.
"Jaga ucapanmu Bagas Pratama yang terhormat. Aku kira kamu laki-laki yang terhormat ternyata kamu laki-laki yang tidak lebih seperti sampah yang ada di luaran sana. Aku tidak akan membiarkan Kamu merusak rumah tangga sahabatku apapun aku lakukan untuk melindungi sahabatku dari laki-laki sepertimu.kata Morina dengan nada tinggi
"Cinta kamu katakan?" itu bukan cinta kalau kamu benar-benar ingin merusak rumah tangga Sharma. Kalau kamu benar-benar mencintai Sharma kamu biarkan dia bahagia dengan pilihannya sendiri. Jangan berniat untuk menghancurkan rumah tangganya.
"Apa kamu tahu Bagas mereka menikah dengan rasa cinta tanpa ada unsur paksaan seperti yang kamu katakan.
Bagas terdiam sekilas ia mencerna apa yang dikatakan Morina. Tetapi karena rasa cintanya yang begitu dalam kepada Sharma membuat dirinya buta dan ingin selalu merebut Sharma dari Briptu Erick.
"Pokoknya apapun aku lakukan agar Sharma jatuh ke pelukanku." gumam Bagas dalam hati sambil langsung berlalu dari hadapan Zahra dan Morina.
Hal itu membuat Zahra dan Morina sangat kesal melihat seorang Bagas yang mereka kenal selama ini adalah laki-laki baik dan terhormat. Ternyata Mereka salah mengira demi obsesinya memiliki Sharma ia akan melakukan apapun untuk mencapai keinginannya miliki Sharma Walaupun dia tau Sharma sudah memiliki suami dan anak.
****
"Bagaimana ini Mori? aku tidak akan membiarkan Bagas merusak rumah tangga Sharma ucap Zahra kepada Morina.
"Aku rasa Bagas udah sinting, masa dia karena cinta Butanya dia ingin merusak rumah tangga orang. Aku kira selama ini Bagas orang yang baik. Tetapi aku salah menilai Bagas dari luar nya saja tetapi di dalamnya busuk. umpat Morina.
"Ya sudah bagaimana kalau kita langsung ke rumah Sharma saja. Kita bicarakan ini kepada Sharma agar dia lebih hati-hati kepada Bagas.
Zahra dan Morina pun langsung menuju parkiran kampus dan setelah mereka berada dalam mobil Morina langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kediaman Briptu Erick.
Setelah 15 menit kemudian mereka dalam perjalanan Mereka pun tiba di kediaman Briptu Erick. Tetapi ketika mereka tiba di sana mereka dikejutkan kabar Kalau Sharma Briptu Erick dan baby Prasetya sedang berada di rumah sakit.
__ADS_1
"Pak Sharma nya ada?" tanya Morina sopan kepada satpam yang bertugas di kediaman Briptu Erick.
"Maaf mbak Morina, Tuan sama Nyonya tidak ada di rumah karena mereka pergi ke rumah sakit membawa Budi Prasetya. Baby Prasetya sedang sakit dan dirawat di rumah sakit ucap satpam itu kepada ada Morina dan juga Zahra.
"Kalau boleh tahu mereka bawa baby Prasetya ke rumah sakit mana ya Pak?" tanya Morina.
"Kalau tidak salah Rumah Sakit Miller Groups nona jawab satpam itu kepada Morina.
"Bagaimana ini Zahra apa kita langsung ke rumah sakit sekalian mau lihat baby Prasetya tanya Morina kepada Zahra
"Ya sudah kita langsung ke sana saja aku juga ingin melihat keadaan keponakanku aku juga sudah merindukan nya ucap jahra sambil mengembangkan senyumnya ke arah Morina.
Mereka bertiga Memang sahabat baik begitu juga dengan suami-suami mereka.
Morina melajukan mobilnya ke arah jalan raya dan menuju Rumah Sakit Miller grup.
10 menit kemudian mereka pun tiba di rumah sakit dan langsung menuju ruang rawat inap baby Prasetya karena sebelumnya Morina sudah menghubungi pihak rumah sakit Di mana tempat baby Prasetya dirawat.
Melihat putri dari pemilik Rumah Sakit datang ke rumah sakit semua suster dan juga perawat yang melihat kedatangannya langsung menunduk hormat kepada Morina.
"Selamat siang Nona!"
"Selamat siang." sahut Morina ramah sambil mengembangkan senyumnya kearah para pekerja yang ada dirumah sakit.
Jiwa ramah dan sederhana morinalah yang membuat para perawat dan dokter yang bertugas diruang sakit milik tuan jose Miller membuat orang orang disana kagum terhadap Morina. Morina tidak pernah sombong dan menunjukkan bahwa dirinya putri dari pemilik rumah sakit itu.
Bersambung.....
__ADS_1
hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏