Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
AMARAH SHARMA


__ADS_3

Ketika Briptu Erick dan Sharma sudah memasuki ruang meeting yang ada di kantor perkebunan milik Briptu Erick, Mario beserta jajarannya langsung berdiri menyambut kedatangan sang pemilik perkebunan tempat mereka mencari nafkah. Mario terlihat mengembangkan senyumnya ketik melihat kedatangan Briptu Erick.


"Selamat datang Tuan Erick !" sapa Mario sambil memberi salam kepada Briptu Erick. Erick sama sekali tidak memperlihatkan kalau dirinya sudah mengetahui kasus yang terjadi di perkebunannya. Mimik Briptu Erick tampak biasa-biasa saja seolah-olah dirinya tidak mengetahui kasus yang sedang terjadi di perkebunan memilikinya.


"Selamat siang semuanya!" Sapa Briptu Erik dan Sharma sembari duduk di kursi yang sudah disediakan sebelumnya.


"Mungkin kalian bertanya-tanya dalam hati Mengapa saya tiba-tiba mengadakan meeting siang ini tanpa memberitahu kalian terlebih dahulu.


"Iya Pak Ada apa ya Kok tumben Bapak tiba-tiba meminta kita meeting siang begini?"kata salah satu pegawai kantor yang bekerja di perkebunan Briptu Erick.


"Bagaimana perkembangan perkebunan kita?" apa semuanya baik baik saja?"


"Semuanya aman terkendali Pak dan pendapatan perkebunan kita meningkat limapuluh persen dari tahun sebelumnya." ucap salah asisten Mario.


"Bagian keuangan tolong laporan keuangannya sekarang juga." ucap Briptu Erick agar bagian Lelungan langsung memberikan laporan keuangan perkebunan ke tangan Briptu Erick.


"Baik Pak tunggu sebentar." ucap Riska sambil memberikan laporan keuangan kepada Briptu Erick.


Sharma langsung meraih laporan keuangan yang diberikan oleh Riska kepada Briptu Erick.


dan langsung meneliti koran ke ungan itu sedetail mungkin, tapi Sharma tidak ada menemukan kejanggalan disana.


"Mas disini tertulis kalau bonus para karyawan sudah di berikan semua pada karyawan." ucap Sharma berbisik kepada Briptu Erick.


"Tapi bagaimana bisa karyawan, mengatakan kalau bonus mereka tidak turun?"tanya Briptu Erick kepada Sharma setengah berbisik.


"Aku yakin ada seseorang yang bermain di sini."


"Maaf Riska, sewaktu pembagian bonus apakah kamu terlihat didalamnya?"


"Maaf pak saya hanya menyerahkan sejumlah uang kepada pak Mario agar pak Mario yang langsung membagikan bonus para karyawan." ucap Riska kepada Briptu Erick. sambil memberikan bukti bukti kalau Riska sudah memberikan Uang bonus karyawan kepada Mario.


Mario sangat terkejut ketika Briptu Erick bertanya mengenai bonus karyawan. padahal Bripka Erik selama ini tidak pernah bertanya mengenai bonus bonus karyawan. iya ada memberikan bonus karyawan kepada Riska agar Riska menyerahkan uang bonus karyawan untuk dibagikan oleh Mario.


"pak Mario apa pembagian bonus nya sudah berjalan dengan baik?"Erik berusaha tenang dan santai.

__ADS_1


"sudah Pak semua bonus karyawan sudah saya bagikan jawab Mario berbohong membuat grup Erik benar-benar marah.


"Sekali lagi saya bertanya kepada anda pak Mario Apakah anda sudah membagikan bonus bonus karyawan selama ini yang saya berikan?"


Mario tertunduk dia tidak mampu menatap miris Karena ia merasa bersyukur itu sudah mengetahui kekurangannya.


"Mario laksmana, Apakah kamu kenal dengan saya?"ucap Sharma dengan lantang.


Mario mendongakkan kepalanya melihat kearah Sharma yang baru menghampirinya.


Ia begitu terkejut ketika Sharma membuka topi yang digunakannya.


"Neng Sharma?"


"Iya saya!" putri dari Pak Fernando."


"Bukannya kamu selama ini bekerja di pabrik ayah saya?"


"Iya Neng!"


"Terus kenapa kamu mampu menghianati papi dan suami saya hah...." Bentak Sharma dengan nada yang sangat tinggi membuat orang orang yang ada diruang meeting bergidik ngeri.


"Maksud Neng?"


"Tidak perlu pura pura tidak tau pak Mario laksmana yang terhormat!"


"Saya mengetahui semua, ucap Sharma sembari memberikan bukti bukti kecurangan Mario selama ini di pabrik milik pak Fernando, dan kamu harus kembalikan bonus bonus karyawan yang tidak Kamu bagikan kalau tidak kamu akan menyesal. ucap Sharma dengan nada suara yang sangat tinggi.


Mendengar apa yang dikatakan Sharma, seluruh karyawan yang bekerja di bagian kantor perkebunan, sangat terkejut ketika mereka mendengar kan kalau uang bonus karyawan tidak dibagikan oleh Mario.


"Maaf Nyonya bonus apa maksudnya?"


"Setiap bulan suami saya memberikan bonus kepada setiap karyawan yang tidak absen lebih dari 3 kali dalam sebulan atau dikatakan karyawan yang rajin akan mendapatkan setiap bulannya ketika perkebunan ini mengalami peningkatan pendapatan. ucap Sharma dengan lantang.


"Iya kalau masalah bonus itu kamu mengetahui dan kami semua dapat kok." ucap Riska dan teman-temannya.

__ADS_1


" Ia kalian memang dapat karena kalian bertugas di kantor. Tetapi karyawan saya yang bertugas dilapangan sama sekali tidak mendapatkannya. Padahal mereka yang lebih capek bekerja dibandingkan kalian semua yang hanya duduk manis di kantor ini. Ucap Sharma dengan lantang penuh dengan emosi. sedangkan Briptu Erick membiarkan istrinya yang berbicara kepada karyawan karyawati nya.


Maaf nyonya tetapi bonus itu sudah saya berikan kepada Pak Mario agar pak Mario membagikannya.


"Saya tahu Riska!" kamu memberikan bonus itu kepada Mario tetapi Mario tidak membagikan bonus itu kepada karyawan yang bekerja di lapangan. Untuk itu saya meminta etikad baik dari pak Mario untuk mengembalikan hak karyawan karyawati kami yang bekerja di lapangan. Segera bagikan bonus-bonus yang sudah kamu korupsi. ucap Sharma tanpa ada sedikit rasa takut.


Riska dan teman-temannya sangat terkejut mendengarkan apa yang dikatakan Sharma. mereka tidak menyangka Mario mampu melakukan itu semua. Riska meminta penjelasan kepada Mario tetapi Mario sama sekali tidak menjawab.


"Ibu Riska yang terhormat!" tidak perlu minta penjelasan lagi kepada Mario semuanya sudah jelas. ini semua ada bukti buktinya dan sebentar lagi para karyawan lapangan akan datang kemari menuntut haknya. Jadi kami minta etiked Baik pak Mario kalau tidak kasus ini akan kita perpanjang.


Briptu Erick pun angkat bicara.


"Apa gaji kamu tidak cukup sehingga kamu mampu menusuk saya dari belakang apa? Apa fasilitas mewah yang saya berikan masih kurang sehingga kamu mampu menusuk saya dari belakang dengan memakan bonus-bonus karyawan?"


"Tidak Pak!"ucap Mario dengan tertunduk


"Jadi kenapa kamu malah mampu melakukan itu semua pak Mario laksmana yang terhormat?"


"Maafkan saya pak!" saya khilaf."


"Sekarang Saya tidak mau tahu segera kamu kembalikan bonus-bonus karyawan yang sudah kamu makan.


"Tapi Pak!"


"Tidak ada tapi tapi! semua fasilitas yang saya berikan kepada kamu tolong kembalikan sekarang juga. ucapkan betul Erick kepada Mario.


Briptu Erick menarik semua fasilitas yang diberikan Briptu Erick dari Mario termasuk mobil, motor, rumah yang ditempati Mario selam ini.


"Apa kamu belum mengenal saya Mario?" tanya Briptu Erick karna sangat kesal melihat Mario


"Maafkan saya pak!"


"Saya memaafkan kamu!" tapi sekarang juga kamu kembalikan hak karyawan saya. saya tidak ingin dituduh tidak punya hati. Tetapi kamu yang tidak punya hati." ucap Briptu Erick.


Bersambung.........

__ADS_1


outhor istrahat dulu, berhubung outhor kurang sehat. Tapi demi untuk memanjakan para readears outhor bela belain ngetik walau badan tidak memungkinkan." jangan lupa dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏.


__ADS_2