Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Sepucuk Surat


__ADS_3

Keesokan harinya Sharma terbangun dari tidurnya. Ia menggerakkan gerakan badannya. "Wah ternyata sudah pagi." Gumamnya. Sharma melihat Briptu Erick duduk sambil tertidur disamping ayahnya. Sharma merasa tidak tega membangunkan Briptu Erick. Sehingga Sharma meninggalkan sepucuk surat yang mengatakan kalau dirinya sudah pulang terlebih dahulu.


"Maaf pak pol saya pamit pulang dulu, semoga pak Sugito cepat sembuh." Tulis Sharma dalam secarik kertas lalu meletakkan surat itu diatas nakas. Sharma berlalu dari ruang rawat inap pak Sugito berniat untuk pulang kekosnya. mengingat Sharma hari itu harus masuk kuliah.


Sementara Briptu Erick yang baru bangun dari tidurnya, celingak-celinguk mencari keberadaan Sharma. "kemana wanita itu?" tanyanya dalam hati sambil mencari Sharma ke luar ruangan rawat inap Pak Sugito. tetapi Briptu Erik tak kunjung melihat keberadaan sama sehingga dirinya memutuskan untuk kembali ke ruangan Pak Sugito.


Iya pun meluhat secarik kertas yang ada di atas yang atas."Ternyata wanita bar bar itu sudah pulang." gumamnya dalam hati, setelah membaca sepucuk surat yang ditinggalkan oleh Sharma Di atas nakas. kemudian graduate thing teringat akan apa yang dikatakan oleh Sharma kepadanya. Briptu Erik pun menghubungi Ibu Rohana dan juga Andita untuk memberi tahu keberadaan atau kondisi ayahnya.


Yang mana Pak Sugito berpamitan kepada Ibu Rohana dan Andita ingin pergi mengunjungi Briptu ke asrama tempat tinggal Briptu Erick. oleh karna itu Bu Rohana tidak terlalu menghawatirkan pak Sugito.


"Tut.....Tut...Tut" sambungan telepon Briptu Erick tersambung dengan nomor ponsel milik Andita. " Iya kak ada apa?" tanya Andita.


"Kamu lagi dimana dek? apa kamu masih dirumah ya?" tanya Briptu Erick kepada Andita.


"Iya kak aku masih dirumah karna jam kuliahku agak siangan." sahut Andita.


Kemudian Briptu Erick langsung memberitahu yang sebenarnya keadaan pak Sugito membuat Andita Shok dan langsung menangis. Ibu Rohana yang mendengar putrinya menangis setelah menerima telepon dari seseorang langsung menghampiri Andita.


"Ada apa nak kok kamu menangis?" tanya ibu Rohana. "Ayah ma..... Ayah" tangis Andita semakin menjadi. "Iya ada apa dengan ayah kamu nak." tanya ibu Rohana yang mulai ikut panik. "Ayah sekarang ada dirumah sakit, tadi malam ayah operasi jantung." Kata Andita memberitahu kepada ibunya.


Hal itu membuat ibu Rohana langsung Shok dan lemas. "Mengapa kakak kamu tidak memberitahu kita?" ucap Bu Rohana dengan suara lirih. Ibu Rohana menangis sesunggukan, Andita langsung bersiap siap untuk pergi kerumah sakit. "Sudah Bu sekarang kita harus segera kerumah sakit untuk melihat kondisi ayah" ujar Andita agar ibu Rohana segeralah bersiap pergi kerumah sakit.


Ibu Rohana dan Andita langsung masuk ke mobil Honda jazz milik Andita. Andita langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat pak Sugito dirawat. Sekitar 20 menit kemudian, ibu Rohana dan Andita tiba dirumah sakit. Mereka langsung berlari menuju ruang rawat inap pak Sugito.

__ADS_1


Karna sebelumnya Briptu Erick sudah memberitahu ruangan pak Sugito dimana.


Andita dan Bu Rohana langsung masuk keruangan pak Sugito. Ibu Rohana yang melihat suaminya banyak terpasang alat medis, sangat sedih dan menangis."Ayah Apa yang terjadi sama ayah?" ucap Ibu Rohana sambil mengelus wajah tampan suaminya.


Sementara Andita hanya menangis sesunggukan melihat ayahnya terbaring lemah atas kasur dan terpasang alat-alat medis di tubuh ayahnya. "Ayah bertahanlah untuk kami Andita tahu Ayah pasti kuat." kata Andita menyemangati ayahnya berharap ayahnya bisa melewati masa kritisnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi kepada ayah Kak Mengapa sampai bisa seperti ini?" tanya Andita kepada Briptu Erick karena dirinya penasaran, "Mengapa ayahnya tiba-tiba bisa berada di rumah sakit? padahal sebelumnya pak Sugito berpamitan kepada Ibu Rohana kalau dirinya ingin berkunjung ke asrama tempat Briptu Erik tinggal.


"Kakak juga tidak tahu dek, Kakak dihubungin seseorang yang menolong ayah dan membawanya ke rumah sakit ini. Tapi ketika Wanita yang menolong Ayah itu mengatakan kalau Ayah dilihatnya jatuh pingsan di parkiran pusat perbelanjaan di dekat asrama kakak." kata Briptu Erik memberi tahu apa yang diketahui dari Sharma.


"Terus wanita itu ke mana Kak? apa Kakak surga mengucapkan terima kasih kepada Nya?" Andita kepada Briptu Erick. "Dia sudah pergi pagi-pagi sekali Sepertinya dia masih anak kuliahan." Kata Erick memberitahu kalau yang menolong ayahnya seorang mahasiswi.


"Kakak punya nomor kontak yang menolong ayah?" Andita balik bertanya kepada Briptu Erick. karena dirinya penasaran Siapa yang menjadi dewi penolong ayahnya. Andita juga ingin mengucapkan terima kasih kepada orang yang menolong ayahnya.


"loh memangnya kakak tidak minta nomor ponsel wanita itu?" kata Andita


"Tidak..... kakak tidak kepikiran sampai kesana." kata Briptu Erick membuat Andita sedikit kesal kepada Andita.


"Kakak ada ada saja" ucap Andita sambil kembali menghampiri ayahnya yang masih terbaring lemah diatas kasur yang disediakan oleh pihak rumah sakit. Tiba tiba jari tangan pak Sugito mulai bergerak pertanda pak Sugito sudah mulai ada perkembangan.


"Kak tangan ayah bergerak." kata Andita memberitahu kalau Pak Sugito sudah mulai menggerakkan jari tangannya. Briptu Erik langsung memanggil dokter. Agar dokter langsung memeriksa kondisi Pak Sugito."Dok ayah saya sudah mulai menggerakkan tangannya tolong periksa ayah saya dokter." pinta Briptu Erick kepada dokter yang bertugas menangani Pak Sugito.


Kemudian dokter itu pun langsung memeriksa kondisi tak Sugito. "syukurlah Kak Sugito sudah melewati masa kritisnya." kata dokter yang memeriksa Sugito. mendengar penuturan dari dokter Erik pun merasa sedikit lega karena kondisi Sugito sudah mulai ada perkembangan. Bahkan tak Sugito sudah mulai sadarkan diri.

__ADS_1


"Terima kasih ya Allah." Doa Ibu Rohana di dalam hati karena dirinya sangat bersyukur. suaminya dapat melewati masa-masa sulit tanpa didampingi oleh ibu Rohana.


"Ayah maafkan Ibu..... Ibu tidak tahu kalau Ayah sudah berjuang untuk kami. Cepat pulih ya Ayah."kata ibu Rohana menyemangati suaminya agar suaminya lebih semangat untuk sembuh. "Maafkan ayah juga Bu sudah membuat kalian kwatir." Ucap pak Sugito dengan suara parau.


"Tidak kok yah....ayah tidak merepotkan kami kok, yang penting ayah cepat sembuh agar kita bisa berkumpul lagi dirumah." kata Andita dan juga ibu Rohana. Sementara Briptu Erick teringat dengan sosok Sharma yang kadang membuatnya kesal dan jika mereka bertemu selalu saja berantem.


Ditempat lain, Sharma yang sedang mengikuti jam kuliah mendapat telepon dari sahabatnya Zahra. Yang mana Zahra ingin mengajak Sharma bertemu dengan Morina di cafe tempat biasa mereka nongkrong.


"Sar.... kelas mu sudah selesai belum? Tanya Zahra dalam sambungan telepon selulernya.


"Ia gue baru saja kelar." sahut Sharma sambil berjalan parkiran motor matic miliknya.


"Kita ketemuan yuk ditempat biasa." ajak Zahra.


"Ya sudah sekarang aku kesana deh." Sahut Sharma sambil Langsung menghidupkan motor matic miliknya.


Bersambung.......


hai hai para readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.


jangan lupa mampir kekaryaku yang sudah tamat loh


__ADS_1


__ADS_2