
Ketika Briptu Erick sudah sadarkan diri, Sharma langsung memanggil dokter agar dokter segera memeriksa kondisi Briptu Erick. Ibu Rohana dan Bapak Sugito yang melihat Sharma memanggil dokter langsung bertanya kepada Sharma. Apa yang sebenarnya terjadi sehingga Sharma memanggil dokter.
"Ada apa Nak Kenapa kamu memanggil dokter?"tanya ibu Rohana dan pak Sugito panik
"Mas Erick sudah sadar Bu!"aku ingin memastikan kondisi mas Erick makanya Sharma memanggil dokter." ucap Sharma kepada bu Rohana dan juga Pak Sugito.
Ibu Rohana dan Bapak Sugito yang mendengar berita kalau Putra mereka sudah sadarkan diri merasa sedikit lega. Berharap Briptu Erick dapat pulih kembali.
"Kamu serius Nak! Nak Erick sudah sadar?
"Sudah mom!" baby Prasetya lagi berbaring di samping mas Erick sekarang.
"Maksud kamu apa nak?
"Nanti akan Sharma jelaskan kepada mami biarkan dokter memeriksa mas Erick dulu mom." ucap Sharma kepada Bu Rohana sambil mengembangkan senyumnya.
Ketika dokter sudah tiba di ruang ICU, dokter langsung memeriksa kondisi Briptu Erick . ketika dokter melihat Bibi Prasetya berbaring disamping Erick dokter itu pun mengembangkan Senyumnya.
" Begitu besar kekuatan kasih sayang antara anak dan juga ayahnya hingga, Briptu Erick Dapat melewati masa kritisnya."ucap dokter itu kepada Sharma dan juga Ibu Rohana.
"Iya dokter sepertinya suami saya lebih cinta kepada Putra saya daripada saya." ucap Sharma bercanda sambil mengedipkan matanya sebelah kepada Erick.
"Jangan ngomong begitu sayang cinta dan kasih sayang mas hanya untuk kalian berdua jangan seperti itu." ucap Briptu Erick dengan suara parau sambil mengelus wajah cantik istrinya.
Melihat interaksi antara Briptu Erick dan juga Sharma, dokter itu pun mengembangkan senyumnya.
"Semoga keluarga kalian berbahagia."ucap dokter itu kepada Sharma dan juga Briptu Erick. "Terima kasih dokter, dokter sudah menyelamatkan suami saya entah bagaimana saya bisa membalas kebaikan dokter." ucap Sharma sambil memberi salam kepada dokter Heru.
"Ibu tidak perlu berterima kasih kepada saya, ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya.." sahut dokter Heru
AKBP Ober sang komandan pun datang menghampiri Erick yang berada di ruang ICU, dan mengucapkan terima kasih kepada Briptu Erick,
Karena sudah menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan baik. Pengorbanan Briptu Erick sehingga misi mereka berjalan dengan baik.
__ADS_1
"Terima kasih untuk pengorbanan yang pak Erick lakukan, karena pengorbanan anda misi kita berjalan dengan lancar Semoga kedepannya keadaan lebih baik. " ucap AKBP Ober.
****
Ditempat lain, Andita yang baru mendapatkan kabar kalau Briptu Erick berada dirumah sakit, Andita meminta dokter Delon untuk mengantarkan Andita ke rumah sakit tempat Erick dirawat tepatnya di kawasan puncak Bogor.
"Mas Andita mau lihat kak Erick, Andita kwatir sama ka Erick mas!"
"Tapi sayang perjalanan kesana cukup jauh, Apalagi kondisi kamu masih lemah sayang."
"Hua .....Hua....Hua" pokoknya Andita mau ketemu sama kak Erick tangis Andita membuat dokter Delon sedikit kewalahan membujuk Andita, ia berusaha memberikan pengertian kepada Andita. Tetapi Andita tetap ingin melihat kakaknya Erick karna dirinya sangat mengkhawatirkan Briptu Erick.
Dokter Delon menghubungi nomor ponsel Sharma, dengan menggunakan video call agar Andita dapat melihat kondisi Briptu Erick, ketika sambungan telepon video tersambung kepada Sharma, Dokter Delon meminta kepada Sharma mengarahkan ponselnya ke Erick agar Andita dapat berbicara kepada Erick.
"Sayang nih berbicara sama ka Erick, ucap dokter Delon kepada Andita sambil langsung mengarahkan ponselnya kepada Andita.
"Kenapa adikku sayang?" kok mewek gitu?" ucap Erick kepada Andita yang melihat adiknya menangis karna ingin bertemu dengan Briptu Erick.
"Kakak tidak apa apa?"
"Serius Kaka tidak apa apa?"
"Iya adikku sayang, kakak baik baik saja, lihat nih baby Prasetya aja baring disamping kakak." ucap Briptu Erick agar Andita tidak terlalu mengkawatirkan Erick.
Setelah selesai berbicara dalam sambungan telepon video, Dokter Delon mematikan sambungan telepon videonya.
"Sudah puas kan sayang?" kalau kak Erick sudah baik baik saja." ucap Dokter Delon kepada Andita.
"Iya mas!" syukurlah kalau kak Erick baik baik saja.
****
Ditempat lain, Yudha dan Merli tampak kewalahan menjawab pertanyaan pertanyaan dari inamorata. Karna inamorata sangat menginginkan seorang adik.
__ADS_1
"Mas lihat deh Merli jadi bingung mau jawab apa kepada putri kita. Semua ini karena ulah mas yang asal bicara sama putri kita.Gerutu Merli kepada Yudha yang lagi berbaring diatas tempat tidur.
"Yudha hanya mengembangkan senyumnya membuat Merli semakin kesal kepada suaminya. Yudha langsung menarik tangan Merli hingga Merli terjatuh kepelukan Yudha
"Jangan menggerutu, lebih baik kita kerja keras buat dedek bayi untuk putri kita." bisik Yudha tepat ditelinga Merli.
Hal itu membuat merli Merly melototkan matanya kearah suami. tetapi sudah tidak peduli ia langsung mengecup bibir manis Merli.
"Perlahan kecupan itu, semakin dalam hingga Merli membuka rongga mulutnya dan Yudha langsung memainkan lidahnya dironggal mulut Merli, hingga Merli tidak dapat menahan de$@hannya.
Hal itu membuat jiwa kelaki-lakian Yudha semakin bangkit dan adik kecilnya sudah mulai lancang depan. Sayang....ah de$@h Merli membuat Yudha semakin mengeratkan pelukannya dan Yudha menuntun tangan Merli agar Merli memainkan adik kecilnya yang sudah lancang depan.
Merli pun langsung menuruti apa yang menjadi keinginan suaminya. Ia tidak ingin mengecewakan Suaminya. Merli berusaha membuat suaminya puas dengan pelayanannya.
"Mas....ah...mas ucap Merli seolah meminta lebih dan lebih lagi dari suaminya. Ia benar benar menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan Yudha terhadapnya. Merli berusaha mengimbangi gerakan gerakan yang dilakukan suaminya, agar mereka sama sama menikmati indahnya surga dunia.
"Merli langsung membalikkan tubuh Erick agar dirinya yang memimpin permainan, hal itu membuat Yudha merasakan sensasi yang luar biasa. Karna Merli benar benar membuatnya mabuk kepayang.
"Auh....lagi sayang, ah...lagi bisik Yudha tepat ditelinga Merli, membuat Merli semakin bergairah. Ia benar benar memanjakan suaminya dengan berbagai macam gaya.
Yudha tidak mau kalah, ia pun ingin memimpin permainan hingga Yudha langsung membalikkan tubuh Merli.
"Sayang....bisik Yudha sambil langsung menerobos tembok pertahanan milik Merli hingga adik kecil Yudha yang sudah lancang depan langsung lolos begitu saja masuk ke tembok pertahanan milik Merli. Yudha benar benar merasakan sensasi Nyang luar biasa hingga adik kecilnya memuntahkan lahar putihnya dibagian lembah sungai milik Merli.
"Ah..... Yudha benar benar sudah mencapai puncaknya, Yudha sangat puas dengan pelayanan Merli yang luar biasa.
"Trimakasih sayang !" kamu luar biasa sekali malam ini, semoga adik Inamorata segera hadir disini." ucap Yudha sembari mengelus perut Merli yang masih rata.
"Sama sama mas!" sahut Merli sambil mengebangkan senyumnya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
mampir juga kekarya karya Morata lainnya ya