
Sharma yang mendengar suaminya mendapat telepon dari ibu mertuanya, menjadi penasaran mengapa ibu mertuanya menghubungi suaminya.
"Sayang!" ada apa ibu menelpon?" tanya Sharma."
"Ibu Sepertinya menghawatirkan kita." ucap Briptu Erick kepada istrinya.
"Oh!"
Sharma langsung masuk kekamar mandi, berniat untuk membersihkan diri.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Sharma keluar dengan menggunakan baju kimono yang ia pakaikan begitu saja ditubuhnya. Briptu Erick yang melihat istrinya terlihat seksi, langsung meraih tubuh mungil istrinya.
"Mas mandi dulu!" nanti main mainnya." ucap Sharma sambil mengebangkan senyumya.
"Habis Mas gemas lihat kamu sayang!" kamu terlihat seksi ucap." Briptu Erik berterus terang.
"Sudah Mas mandi dulu, Mas sudah bau loh." ucap Sharma.
"Iya deh Mas mandi tapi!
"Tapi apa Mas?"
"Bisa kan minta hak mas jadi suami kamu?"
"Sudah mandi dulu nanti dibicarakan!" pinta Sharma kepada suaminya agar suaminya segera membersihkan diri.
"Iya deh!" ucap Briptu Erick sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi. 15 menit kemudian Briptu Erick selesai melakukan ritual mandinya. Erick keluar dengan menggunakan handuk kecil yang dililitkan di pinggang nya membuat dada bidang milik Erick terlihat jelas Dimata Sharma.
"Wow!" gumam Sharma karna terpana dengan dada milik suaminya yang berbentuk dan tanpak atletis.
"Sharma mengambilkan pakaian untuk untuk Erick yang sebelumya sudah disediakan oleh Morina dan juga Zahra.
Sharma memakai pakaian yang sudah disediakan Morina dan Zahra, merasa tidak nyaman. Karna menurut nya pakaian itu terlalu seksi yang bisa memperlihatkan lekuk tubuhnya karna terlalu tipis seperti saringan kelapa.
Tetapi karna tidak ada pakaian lain, sehingga Sharma mau tidak mau harus memakainya.
"Ini ulah mereka berdua pasti." gumam Sharma sambil kembali melihat dirinya didepan cermin , melihat dirinya Makai pakaian lingerie yang disediakan Morina dan juga Zahra.
__ADS_1
Ketika Sharma mengambil pakaian untuk Briptu erick, bukan pakaiannya yang diterima. justru tangan Sharma dengan sigap ditarik oleh Briptu Erick. Sampai jatuh ke pelukannya.
"Sayang boleh nya sekarang aku meminta hak ku menjadi seorang suami kamu?" tanya Briptu Erick kepada Sharma. Sharma mengembangkan senyumnya. Mendapat respon dari istrinya, Briptu Erick langsung meraih tubuh Sharma ke pelukannya. Ia pun mengecup bibir manis milik Sharma.
Perlahan ciuman itu semakin mendalam hingga Sharma mulai, membuka rongga mulutnya agar Briptu Erick lebih leluasa memainkan lidahnya di mulut Sharma.
Merasa kekurangan oksigen Briptu Erick melepaskan pagutannya.
Kemudian setelah mendapat oksigen yang cukup, Briptu Erick kembali mengecup bibir manis Sharma. Perlahan ciuman itu semakin mendalam mengalir ke jenjang leher Sharma. Ia pun memberi tanda merah di leher Sharma pertanda kepemilikannya.
"Sayang...... ah!" suara merdu Sharma terdengar jelas di telinga Briptu Erick. Hal itu membuat Briptu Erick semakin melancarkan aksinya.
Briptu Erick langsung menggendong tubuh mungil Sharma ke atas ranjang yang berukuran King size. Iya terus mencium bibir manis Sharma. Tangannya mulai bergerilya di bagian gunung kembar Sharma.
Sharma yang belum terbiasa mendapat perlakuan seperti yang dilakukan suaminya terhadapnya, agak kaku. Sehingga Briptu Erick memandu Sharma untuk melakukan apa yang dia inginkan. Maklum Sharma belum pernah berpengalaman karena berpacaran pun Sharma belum pernah.
Briptu Erick menuntun tangan Sharma untuk memainkan adik kecilnya. Yang mana adik kecil milik Briptu Erick sudah mulai lancang depan. " " Sayang bantu Mas." ucap Briptu Erick kepada istrinya Sharma.
Sharma pun memberanikan diri memainkan tangannya di bagian adik kecil milik Briptu Erick Hal itu membuat Briptu Erick semakin menikmati permainan mereka.
" Sayang.... lagi ....dong ah!" ucap Briptu Erick sambil mengecup bagian gunung kembar memiliki Sharma, Sharma mulai sudah tidak tahan lagi, sehingga Sharma semak melancarkan aksinya. Sharma mengeluarkan suara merdunya Yang nyaring di telinga Briptu Erick.
Hingga gempuran itu terjadi sampai kurang lebih satu jam.
"Ketika Briptu Erick sudah mencapai puncak surga Dunia, Briptu Erick langsung berbaring di samping Sharma sembari langsung mengecup kening Sharma.
"Terima kasih sayang." ucap Briptu erick sambil mengecup kening Sharma Ia pun langsung membaringkan tubuhnya disamping Sharma.
Entah karena faktor kecapekan, Briptu Erick pun langsung mengarungi alam mimpinya. Begitu juga dengan Sharma yang merasa sudah capek mencoba untuk memejamkan matanya hingga Ia pun tertidur lelap mengarungi alam mimpinya.
keesokan paginya, matahari sudah mulai memperlihatkan wajahnya, Sharma pun terbangun dari tidurnya ia ingin bangkit masuk ke kamar mandi. Tetapi entah mengapa tubuhnya merasa pegal semua bahkan untuk berjalan sudah karna bagian sensitifnya terasa perih.
"Aduh sakit!" keluh Sharma.
Briptu Erik yang mendengar suara lirih dari istrinya pun langsung terbangun
"Kenapa sayang?"
__ADS_1
"Mas sakit banget nih" keluh Sharma kepada Erick. Briptu Erick yang mengetahui keluhan dari sharma pun langsung meraih tubuh Sharma.
"Kamu mau kemana Sayang?" tanya Briptu Erick
"Mas!" Sharma mau ke kamar mandi, tapi jalan sakit." keluh Sharma kepada Briptu Erick. Briptu Erick yang merasa bersalah karena dirinya lah yang berbuat, sehingga Sharma merasakan sakit itu. Ia pun langsung menggendong tubuh Sharma masuk ke kamar mandi.
Setelah membersihkan diri dengan pelan-pelan Sharma pun keluar dari kamar mandi. ia berniat memanggil Briptu Erick, tetapi Briptu Erick tidak ada di sana."
"Di mana dia?" tanya Sharma dalam hati
"Aduh sakit?" keluh Sharma keluar dari kamar mandi.
Tiba tiba Briptu Erick datang menghampiri nya.
"Sudah siap sayang?"
"Sudah mas!" mas darimana?"
"Oh dari bawah tadi sayang!" masih sakit?"
"Iya sayang!" oh nanti lama lama kali terbiasa tidak sakit kok,malah lebih nikmat." ucap Briptu Erick.
Entah dorongan apa yang membuat Sharma langsung memeluk dan mencium bibir ranum suaminya. Membuat Briptu Erick terkejut mendapat serangan mendadak dari istrinya. Briptu Erick yang tidak mau melawatkan kesempatan langsung membalas pelukan dan ciuman dari istrinya.
Briptu Erick dengan penuh gairah yang membara, langsung melahap bibir manis istrinya. Tangannya mulai bergerilya di bagian gunung kembar milik Sharma. Dengan sigap Briptu Erick menarik handuk yang melekat ditubuh Sharma. Hingga tubuh Sharma terlihat jelas di mata Briptu Erick.
Sharma mulai merespon gerakan demi gerakan suaminya. Sharma lebih agresif daripada tadi malam, hingga Briptu Erick benar benar menikmati segala gerakan yang dilakukan oleh istrinya. olah raga pagi terjadi lagi itu. Hingga menguras keringat pagi itu.
sharma yang mendapat perlakuan lembut dari suaminya. Merasa semakin mendapat gairah,
Sharma yang tadinya kami dan tidak memiliki pengalaman sama sekali, Sharma sudah mulai agresif terhadap suaminya. ia tidak ingin mengecewakan suaminya di malam pertama mereka.Sharma benar benar melakukan tugasnya menjadi istri dari Briptu Erick . memberikan kenikmatan surga dunia kepada suaminya
Bersambung.......
hai hai para readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir juga kekarya teman outhor ceritanya seru loh.
__ADS_1