Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Permintaan Pak Sugito


__ADS_3

Setelah Zahra dan Sharma sepakat ketemuan di cafe tempat mereka biasa nongkrong, Sharma langsung melajukan motornya kearah cafe milik kekasih Morina yaitu Antonio.


menempuh perjalan sekitar 15 menit, Sharma tiba di cafe. Ia langsung menghampiri Zahra yang sudah tiba lebih dulu disana.


"Hai ....sudah lama nunggu ya?Morina mana?" tanya Sharma sambil duduk disamping Zahra.


"Morina lagi sama om duren di dalam maklum lah." sahut Zahra sambil nyengir.


"Oh ya tadi malam kamu kemana? aku nyamperin kamu ke kosan kok kamunya tidak ada?" Tanya Zahra kepada Sharma.


"Oh semalam aku kerumah sakit." kata sharma membuat Zahra langsung kaget.


"Apa....rumah sakit? memangnya siapa yang sakit Sharma? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Zahra kepada Sharma.


"Bukan siapa siapa sih cuman semalam waktu aku pergi ke mall sama Tante aku, Aku melihat laki laki paruh baya jatuh pingsan diparkiran mall, Yang ternyata orangtua itu ayah dari Briptu Erick teman om duren." terang Sharma membuat Zahra langsung tertawa.


"Loh kok bisa kebetulan ya Sar, masa kamu bisa nolongin ayah pak pol yang selama ini selalu berantem sama kamu? jangan jangan kalian jodoh lagi." kata Zahra berniat menjahili sahabatnya Sharma. "Apa....jodoh? ogah gue sama pak pol songon itu. Seandainya hanya dia aja laki laki di dunia ini, lebih baik aku jomblo seumur hidup dari pada aku harus sama dia." kata Sharma membuat Zahra semakin terkekeh.


"Sar aku ngingatin sama kamu ya ....jangan terlalu benci sama seseorang nanti kamu bisa benar benar jatuh cinta loh." ucap Zahra membuat Sharma kesal kepada sahabatnya yang mengatai dirinya akan jatuh cinta kepada Briptu Erick. Tiba tiba Morina dan Kayla datang menghampiri Zahra dan Sharma


"Tante...." panggil Kayla sambil langsung memeluk Sharma dan Zahra. "Loh Kayla ikut juga sayang?" tanya Zahra dan sharma kompak


"Ia Tante....tadi papi sama mami ajak Kayla supaya Kayla tidak bosan dirumah." jawab Kayla dengan nada kas anak kecil. Membuat Sharma dan Zahra gemas melihat Kayla yang cantik dan pintar.

__ADS_1



visual Sharma



visual Briptu Erick


Dua Minggu kemudian pasca pak Sugito dioperasi, pak Sugito diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. mengiangat kondisi pak Sugito sudah mulai pulih. Tetapi harus sering kontrol kesehatan kerumah sakit.


"Ayah pulang aja deh Bu....ayah sudah bosan disini" ujar pak Sugito karna pak Sugito sudah sangat bosan berbaring terus dirumah sakit.


"Kita konsultasi sama dokter dulu mas....kalau sudah diperbolehkan pulang baru kita pulang." sahut Bu Rohana.Tiba tiba dokter dan Briptu erick masuk keruang pak Sugito. "Selamat siang pak....Giman kabarnya apa sudah baikan?" sapa Dokter yang bertugas menangani pak Sugito yang kebetulan namanya Dokter Henderson.


"Kalau dilihat dari kondisi pak Sugito, pak Sugito hari ini sudah bisa pulang, Tapi tolong obatnya jangan lupa diminum dan jaga pola makannya ya pak" Ujar Dokter Henderson.


Mendengar penuturan dari Dokter kalau pak Sugito diperbolehkan pulang dari rumah sakit, Bu Rohana sangat bersyukur. semantara Briptu Erick langsung pergi keruang administrasi guna menyelesaikan biaya pengobatan pak Sugito selama dirumah sakit.


Tiba-tiba Ibu Rohana teringat dengan sosok wanita yang menolong suaminya.Karena sebelumnya Briptu Erick memberitahu kepada Ibu Rohana kalau yang menolong ayahnya adalah seorang gadis muda dan masih duduk di bangku kuliah.


Setelah Briptu Erick menyelesaikan biaya administrasi pengobatan Bapak Sugito, lirik kembali menghampiri Ibu Rohana dan palsu itu di ruang rawat inap Sugito. tiba-tiba Ibu Rohana langsung bertanya kepada Briptu Erick." Oh ya kamu kenal tidak sama wanita yang menolong Ayah kamu? Soalnya Ibu mau mengucapkan terima kasih kepada Dia Karena dia sudah menolong Ayah kamu. Kalau wanita itu tidak menolong Ayah kamu entah apa yang akan terjadi kepada ayah." kata ibu Rohana kepada Briptu Erick.


"Sebenarnya Erick begitu mengenalnya Bu tetapi yang Erick tahu wanita itu sahabat dari kekasih teman Erick." jawab Briptu Erick kepada Ibu Rohana."Kalau begitu kamu bisa kan meminta nomor ponsel wanita itu dari sahabat kamu?" ujar Ibu Rohana agar Briptu Erik berusaha mencari nomor ponsel milik Sharma.

__ADS_1


Briptu Erick tidak langsung menjawab terdiam dan seperti memikirkan sesuatu."Aduh bagaimana ini saya kan tidak tahu nomor ponsel wanita itu tapi ibu Ngotot." Gumam Briptu Erick dalam hati. Kemudian Briptu Erick mengalihkan pembicaraan agar ibu Rohana tidak membicarakan mengenai sharma lagi.


"sudah nanti aja itu kita bahas sekarang kita pulang kata Ayah, Ayah sudah bosan di rumah sakit. Iya kan yah!" kata Briptu Erick agar ibu Rohana tidak membahas wanita yang menolong Pak Sugito."Iya Bu Ayah sudah bosan di rumah sakit ini kita pulang saja yuk." ajak Bapak Sugito sambil berusaha duduk sendiri dari tempat tidurnya.


Setelah Ibu Rohana dan Andita membereskan barang bawaan mereka, Bapak Sugito dan keluarga pun pulang ke Rumah utama keluarga pak Sugito. Diperjalanan pak Sugito membujuk Erick agar Briptu Erick kembali tinggal bersama mereka. "Nak..... Apa kamu tidak ingin kembali tinggal bersama kita lagi di rumah?" tanya Bapak Sugito kepada Erick dengan suara parau.


Briptu Erick yang sudah berjanji dalam hati akan melakukan apa saja jika ayahnya dapat sembuh, Ia pun menyanggupi apa permintaan ayahnya."Iya yah Erick akan tinggal bersama kalian lagi." ucap Briptu Erick. Mendengar jawaban dari putranya Bapak Sugito dan bu Rohana pun langsung mengembangkan senyumnya.


"Terima kasih Kenapa kamu sudah mau tinggal bersama lagi." ucap Ibu Rohana. "Ibu tidak perlu berterima kasih kepada Erick, justru Erick yang harus meminta maaf kepada kalian. Karena terlalu egois dan tidak memikirkan kalian. Erick minta maaf Ayah...... Ibu....." Kata Erick karna dirinya menyesal tidak menuruti orangtuanya buang meminta dirinya tinggal bersama keluarga.


Keesokan harinya Briptu Erick kembali bertugas sebagai abdi negara. Ia menjalankan Tugasnya sesuai perintah atasan yang meminta dirinya meringkus pengedar narkoba dan obat obat terlarang, yang kebetulan salah satu mahasiswa universitas Brawijaya ikut terlibat didalamnya.


Sehingga Briptu Erick harus meringkus mahasiswa universitas Brawijaya hari itu juga. Dibantu dengan rekan rekan Briptu Erick akhirinya Briptu Erick berhasil menangkap salah satu pengedar dan juga pemakai narkoba dan obat obat terlarang di universitas Brawijaya.


Andita dan Sharma yang tidak mengetahui kalau salah satu mahasiswa disana terlibat dengan obat-obat terlarang, merasa heran Apalagi yang bertugas meringkus pengedar narkoba itu adalah Briptu Erick yang merupakan kakak kandung Andita.


"Kakak...." Gumam Andita. Sementara Sharma yang melihat Briptu Erick meringkus pengedar narkoba sedikit tegang tapi Sharma pura pura tidak melihat Briptu Erick."Kamu tidak perlu pura pura tidak melihat saya, saya sudah melihat kamu. Nanti sore temui saya di cafe milik Antonio." Bisik Briptu Erick tepat ditelinga Sharma.


Bersambung......


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


jangan lupa mampir juga kekarya teman outhor ceritanya seruloh bangat loh

__ADS_1



__ADS_2