
Hubungan persahabatan antara Sharma. Morina dan juga Zahra sangat dekat. Tidak pernah diantara mereka ada pertengkaran, Mereka selalu saling mendukung antara satu sama lain. Bahkan sewaktu Morina mulai menjalin hubungan dengan Antonio, mereka selalu memberikan pendapat masing masing.
Semantara Briptu Erick dengan Antonio berbicara didepan ruang rawat inap Sharma.
" Kok bisa sampai begini bro?" tanya Antonio kepada sahabatnya Briptu Erick.
"Sebenarnya aku juga tidak tau persis, karna pada saat itu aku lagi ada tugas dari kantor." ucap Briptu Erick kepada Antonio.
"Terus apa orang yang menabrak Sharma bertanggung jawab?" tanya Antonio.
"ini unsur kesengajaan, penabrak juga lari karna menurut olah TKP yang dilakukan Rakan dan juga bawahan saya, mereka melihat ada kejanggalan ketika mobil itu mulai melaju kencang." Ucap Briptu Erick kepada Antonio.
"Tapi siapa yang melakukannya? yang aku tahu Sharma tidak ada musuh bahkan kalau dikampus menurut cerita dari Morina hubungannya dengan teman temannya juga baik baik saja" kata Antonio karna Antonio penasaran siapa yang sengaja ingin menabrak Sharma.
Tiba tiba pak Fernando keluar dan melihat Antonio dan juga Erick berbicara cukup serius. Pak Fernando menghampiri Briptu Erick, "Ada hubungan apa kamu sama putri saya? tanya pak Fernando kepada Briptu Erick. " Kami berteman pak....karna sebelumnya Sharma pernah menolong ayah saya yang jatuh pingsan di salah satu pusat perbelanjaan. Disamping itu dia teman satu kampus dari adik saya."Terang Briptu Erick.
"Trimakasih kamu sudah menolong Putri saya, kalau kamu tidak menolongnya entah apa yang akan terjadi" kata pak Fernando kepada Briptu Erick. Tiba tiba Morina berteriak memanggil dokter, karna jari tangan Sharma sudah mulai bergerak. Pertanda Sharma akan siuman.
"Dokter .....Dokter....." panggil Morina membuat Antonio, Briptu Erick dan juga pak Fernando langsung kaget dan berhamburan masuk keruang rawat inap Sharma. Mereka sangat kwatir terjadi sesuatu kepada Sharma.
__ADS_1
ketika mereka melihat Sharma sudah mulai sadar, hati Briptu Erick sedikit lega. Tanpa berpikir panjang Briptu Erick langsung memeluk Sharma." Sayang kamu tidak apa apa kan?" tanya Briptu Erick asal. Mendengar Briptu memanggilnya dengan panggilan sayang, Sharma merasa heran" loh pak pol kok manggil aku sayang sih." gumamnya dalam hati.
Tetapi Sharma hanya mengembangkan senyumnya.Tidak apa apa pak pol cuma Sharma haus" kata Sharma kepada Briptu Erick. Denah sigap Briptu Erick langsung memberikan minuman dengan menggunakan sedotan agar tenggorokan Sharma tidak kering.
Melihat interaksi antara Sharma dan juga Briptu Erick, Morina dan Zahra mengebangkan senyumnya. "Cie .....cie ...sudah panggil sayang sayang nih" kata Zahra berniat menjahili Sharma. Hal itu membuat pak Fernando dan ibu meli merasa heran. Padahal menurut pengakuan dari Briptu Erick, kalau hubungaanya dengan Sharma hanya berteman, tetapi Briptu Erick sudah memanggil Sharma dengan panggilan sayang.
"Oh iya....saya bisa tanya sesuatu sama kamu? karna ini akan memudahkan penyelidikan saya kasus tabrak lari yang kamu alami, karna menurut rekan saya yang melakukan olah TKP, kalau tabrakan yang kamu alami ada kejanggalan. Sepertinya mobil yang menabrak kamu ada unsur kesengajaan. " Terang Briptu Erick.
"Selama ini apa kamu ada berselisih paham dengan orang lain? tanya Briptu Erick kepada Sharma. "Ada sama pak pol aku berselisih paham." ucap Sharma asal.
please Sharma sayang...... aku serius ini salah satu penyelidikan ku." ujar Briptu Erick.
"Okey kalau begitu trimakasih atas kerja samanya. Lalu Briptu Erick menghubungi rekannya " Saya sudah melakukan investasi kepada korban. tetapi korban mengatakan kalau dirinya tidak pernah terlibat cekcok atau selisih paham dengan orang lain. jadi saya minta kalian terus lakukan penyelidikan, laksanakan " ujar Briptu Erick kepada salah satu rekannya.
Bu meli yang melihat Briptu Erick menghubungi seseorang, langsung menghampiri Briptu Erick."Maksud kamu apa ya kok kamu bilang ada unsur kesengajaan? maksudnya Putri saya sengaja gitu ditabrak? tanya ibu meli.
"menurut laporan dari rekan dan bawahan saya, sepertinya begitu Bu." jawab Briptu singkat.
Hal itu membuat Bu meli sangat kwatir kepada putrinya, siapa yang menginginkan nyawa putrinya."Tapi ibu tidak perlu kwatir saya akan usut kasus ini sampai tuntas." ucap Briptu Erick membuat ibu meli merasa heran mengapa Erick melakukan itu semua kepada putrinya.
__ADS_1
Tiba tiba Sharma memanggil Briptu Erick"Pak pol.....apa Andita tau aku kecelakaan?" tanya Sharma. Briptu Erick Menggelengkan kepalanya pertanda Andita belum mengetahui kalau Sharma mengalami kecelakaan. " Sayang.... Mengapa kamu panggil nak Erick seperti itu" tanya Bu meli karna Bu meli penasaran mengapa asal berbicara kepada Briptu Erick selalu manggil Briptu Erick pak pol.
"Ya memang dia polisi, jadi aku harus manggil apa dong?" kata Sharma kepada ibu meli.
"Sayang .....jadi seorang wanita itu sedikit lembut kenapa? lihat loh Briptu Erick Sampai rela ninggalin tugasnya demi menemani kamu dirumah sakit ini. Kalau tidak ada dia entah apa yang terjadi sama kamu sayang." kata ibu meli agar Sharma bisa bersikap Lebih lembut kepada Briptu Erick.
Mendengar apa yang dikatakan ibu meli, Sharma langsung terdiam dan memandang Briptu Erick dengan seksama. "Baik juga sih pak pol tapi profesi nya polis aku tidak suka" gumanya dalam hati. "Ya sudah kalau begitu karna Sharma sudah agak mendingan, saya pamit menjalankan Tugas dulu ibu ....pak." kata Briptu Erick. berpamitan kepada ibu meli dan juga pak Fernando.
"Sayang.....jaga dirimu baik baik ya" kata Briptu Erick membuat Sharma menatap Briptu Erick dengan tatapan tajam. Tetapi Briptu Erik tidak peduli ia langsung mengecup kening Sharma.
"aku pamit tolong makan obatnya dengan rutin kata bentuk Erick sembari langsung meninggalkan ruang rawat inap Sharma.
Briptu Erick juga berpamitan kepada Antonio dan juga kedua sahabat Sharma."Bro .....aku duluan dulu aku akan melaksanakan tugasku sebagai abdi negara. Tidak apa-apa kan Bro.... aku duluan." kata Briptu Erick kepada Antonio.
"Okey tidak apa-apa lanjutkan tugasmu sebagai Abdi negara. Aku mendukungmu dan kalau bisa segera lamar sharma ucap Antonio sambil tersenyum melihat ke arah Sharma dan juga Briptu Erick.
Briptu Erick berlalu dari ruang rawat inap Sharma, menuju kantor tempat ia bertugas. sementara Antonio, Morina dan juga Zahra masih menetap di ruang rawat inap Sharma. berniat untuk menemani Sharma di rumah sakit. Bahkan Morina juga meminta kepada Antono agar Antonio meninggalkan mereka saja di rumah sakit. dan melanjutkan pekerjaannya di cafe milik Antonio."Mas tidak apa-apa Mas pulang duluan nanti kalau Morina ingin pulang morina hubungi Mas deh." kata Morina kepada Antonio.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏