Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Rencana merli


__ADS_3

Merli yang mengetahui Veronica diberangkatkan oleh suaminya pergi liburan ke Hongkong, langsung meminta kepada sang detektif sewaan oleh Veronica untuk selalu memantau gerak-gerik Veronica. Merli sudah mencium rencana yang akan dilakukan Veronica terhadapnya.


Tetapi Merli maju satu langkah dari rencana yang yang disusun oleh Veronica sehingga, sebelum Veronica menghancurkan kehidupan rumah tangganya. Merli sudah menyusun rencana untuk menghancurkan kehidupan Veronica.


Iya tidak ingin kalau rumah tangganya hancur begitu saja di tangan Veronica yang hanya menginginkan harta kekayaan suaminya. Bukan karena mencintai suaminya Yudha.


"Tak akan kubiarkan wanita murahan itu itu menghancurkan Rumah tanggaku lagi." Gumam Merli di dalam hati.


Tetapi Merli tidak ingin kalau rencananya diketahui oleh suaminya. Bahkan dirinya tidak ingin memberitahu apa yang selama ini dilakukan Veronica terhadap suami dan dirinya. Selama ini Merli sudah berusaha sabar untuk menerima apa yang dilakukan suaminya diluar dengan wanita-wanita lain.


Sejujurnya Merli ingin segera berpisah dengan Yudha. Karena sudah tidak tahan dengan penghianatan dan sikap yang dilakukan Yudha yang suka seenaknya saja datang dan pergi begitu saja. Tetapi karena putrinya masih kecil dan butuh figur seorang ayah sehingga dirinya menahankan rasa sakit hati yang ia rasakan.


sementara di tempat Lain Briptu dan Sarma berusaha untuk mencari keberadaan Veronica. Tetapi ketika mereka mengetahui kalau Veronica sudah pergi ke luar negeri, Briptu Erick sangat kesal


"Dasar wanita licik!" Gerutu Briptu Erick


"Ada apa sayang?"


"Wanita licik itu sudah melarikan diri."


"Terus giman dong sayang?"


"Kita tunggu aja, apa yang akan ia rencanakan. Yang pasti mas tidak akan membiarkan wanita iblis itu mengganggu kehidupan kita sayang." ucap Briptu Erick.


"Mas!"Aku percaya akan kemampuan kamu!'


Kamu pasti bisa menjaga dan melindungi keluarga kita. ucap Sharma penuh keyakinan kepada suaminya.


"Terima kasih sayang kamu sudah percaya sama mas."


Sharma mengembangkan senyumnya sambel langsung mengecup bibir manis Briptu Erick.


"Sayang aku sangat mencintaimu." ucap Sarma manja sambil mengalungkan tangannya dileher Briptu Erick.


Sepertinya Sharma sudah sangat mencintai Briptu Erick. Padahal selama ini ia sangat membenci seseorang yang berprofesi sebagai polisi. Bahkan sebelum ia mendalami sifat dan tingkah laku Briptu Erick Sharma sangat membenci Briptu Erick. Tetapi sekarang keadaan malah berbalik.


"Mas!"


"Iya sayang!"


"Masih ingat nggak waktu kita baru ketemu?kita berantem melulu!"


Briptu Erick langsung tertawa mengingat kejadian-kejadian bersama Sharma yang selalu setiap ketemu selalu berdebat dan berantam


"Dulu aja kamu sangat benci sama Mas, sekarang!"


"Sekarang apa Mas?"


"sekarang cinta banget kan sama mas?


"Nggak!" siapa bilang?"


"Idih..... ngak perlu malu sayang!" tadi aja bilang sayang sama Mas."


"Iya deh Iya Mas berhasil merebut hatiku."

__ADS_1


"Kan gitu enak dengernya sayang."


"hummm!"


Briptu Erick pun langsung tertawa dan menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar, karena sudah melihat istrinya sangat kesal terhadapnya.


Sudah jangan cemberut begitu ah! cantiknya jadi berkurang."


"Biarin!" nanti biar orang lain aja yang mencintai aku.


"Kok gitu?"


"Kan Mas nggak cinta sama aku?"


"Siapa yang bilang?"


"Mas!"


"Enak aja!" emang sejak kapan Mas bilang ngak cinta sama kamu?"


"Tadi aja Mas nggak ngaku kalau Mas cinta sama aku. Padahal Sharma sudah sangat jujur kalau sharma sangat mencintai Mas, tapi Mana ada Mas menjawab Kalau Mas juga cinta sama Sharma."


"Cinta itu tidak harus diungkapkan sayang!" tapi dengan sikap dan tingkah laku kita terhadap orang yang kita sayangi. Ia pasti mengetahui bahwasanya kita sangat mencintainya."ucap Briptu Erick.


"Ah sudah ah males capek berdebat sama mas." ucap Sharma sambil beranjak dari tempat duduknya tetapi sebelum beranjak dari tempat duduknya Briptu Erick langsung menarik tangannya.


"Mau kemana sayang?


"Keluar males debat sama mas!"


Sharma diam!" Ia tidak menjawab sama sekali. Tetapi ia tidak melanjutkan langkahnya keluar dari kamar.


" Sayang Jangan begitu dong?" Mas kan hanya bercanda, Kalau Mas boleh jujur Mas sangat sayang dan cinta sama kamu sayang lebih dari mencintai dirimu sendiri,"


"Percaya tidak akan ada wanita lain selain kamu di hati mas." ucap Erick.


Sharma terdiam sama sekali tidak menjawab.


Hal itu membuat Briptu Erick merasa bersalah karena sudah menjahili istrinya. Briptu Erick langsung meraih tubuh Sarma ke pelukannya dan mengecup bibir manis Sharma. Perlahan ciuman itu semakin mendalam, turun ke jenjang leher shamra tangan Briptu Erick sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar milik Sharma.


Hal itu membuat Sharma tidak bisa berkutik. Ia pun sudah mulai menikmati gerakan dengan gerakan yang dilakukan suaminya terhadapnya. Sharma mulai membalas gerakan dan kecupan dari suaminya.


"Jangan pernah kamu mengatakan Kalau mas tidak mencintai kamu!"


"Mas sangat mencintaimu sayang."


kembali Briptu Erick mencium bibir manis Sharma. Ia tidak ingin istrinya kecewa terhadapnya.


"Sayang percayalah mad sangat mencintaimu."


Sharma mengembangkan senyumnya pertanda dirinya percaya apa yang dikatakan suaminya terhadapnya.


"Jangan pernah ada wanita lain di hati mas selain aku? mohon Sharma kepada Briptu Erik.


"Itu sudah pasti sayang!" sahut Briptu Erick. Pergerakan Mereka pun semakin lincah seolah mereka melupakan masalah demi masalah yang akan mereka hadapi. Hingga sore hari itu mereka menikmati nikmatnya surga dunia. Sharma pun melayani suaminya dengan segenap hati menunaikan tugasnya sebagai seorang istri.

__ADS_1


Briptu Erick begitu bahagia memiliki istri seperti Sharma yang sangat perhatian dan pengertian terhadapnya. Bahkan seluruh keluarga Pak Sugito pun sangat menyayangi Sahrma.


Di tempat lain Zahra dan Morina berencana mengunjungi Sharma di kediaman Bapak Sugito. Tetapi ketika mereka mendapat informasi kalau Erick dan Sharma akan pindah ke rumah pribadi Briptu Erick, sehingga Zahra dan Morina mengurungkan niatnya untuk mengunjungi Sharma ke kediaman Pak Sugito.


"Mori!" kita tidak perlu ke rumah Pak Sugito!"


"Kenapa?"


"Sharma akan pindah bersama Erick ke rumah pribadi Briptu Erick."


"Serius kamu?"


"Aku serius!"


"Kamu tahu dari mana?"


"Dari suamiku Mas Charles!"


"Tapi kok Sharma tidak ngomong sama kita ya!"


"Iya sharma aja belum tahu kalau mereka akan pindah!"


"Kok bisa?


"Iya karena Briptu Erick ingin memberikan kejutan kepada Sharma. Erick juga meminta kepada Mas Charles dan Mas Antonio untuk membantu dirinya memberikan kejutan kepada Sharma.


"loh kok suamiku nggak ngasih tahu sama aku ya?"


"Mungkin belum Mori?"


"Ya sudah deh kalau begitu kita mengunjungi Sharma sewaktu mereka sudah pindah aja deh." ucap Morina kepada Zahra.


"Aku setuju."


"Terus kita mau kemana nih"


"Pulang!" Mau kemana lagi."


"Jalan-jalan yuk bete di rumah


"Ngak Kayla nanti nyariin


"Kita bawa aja Kayla."


"Nanti dia capek."


Kalau begitu kita ke rumahmu aja mori! aku bosan di rumah terus, soalnya Mas Charles bakalan lama pulang dari kantor. Karena kalau di rumah kalian kan ada Kayla teman bermain."


"Ya sudah kita pulang aja ke rumah." ucap Morina kepada Zahra sambil langsung bangkit dari tempat duduknya. Morina melajukan mobilnya menuju kediaman Antonio.


bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


mampir kekarya outhor yang lain ya

__ADS_1



__ADS_2