Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Akad nikah


__ADS_3

Ketika Sharma memberanikan diri mengecup kening Briptu Erick, Ia merasakan desiran hebat. Jantungnya berdegup kencang


"Kenapa sih aku jadi bisa jatuh cinta sama pak pol?" padahal aku selama ini kan tidak suka laki laki yang berprofesi sebagai polisi?" tanya nya dalam hati.


Tiba tiba Briptu Erick terusik dalam tidurnya sharma memainkan jarinya di wajah tampan Briptu Erick.


"Sayang .....panggil Briptu Erick sambil perlahan membuka matanya.


"Mas!" sharma sudah ganggu mas tidur ya?"


"Humm!" ucap Briptu Erick dan langsung menarik tangan Sharma dan jatuh dalam dekapannya.


"Briptu Erick langsung memeluk dan mencium bibir manis Sharma, semakin dalam. Sharma mulai membalas ciuman dari Briptu Erick hingga Sharma membuka rongga mulutnya, agar Briptu Erick lebih leluasa memainkan lidahnya di rongga mulut Sharma.


Merasa Sharma kekurangan oksigen, Briptu Erick melepaskan pagutannya.


"Mas!" sudah ah nanti kita kebablasan loh kita belum halal." ucap Sharma sambil melepaskan pelukannya dari Briptu Erick.


"Maafkan mas sayang!" mas hilap.


"Tidak apa apa!" lagian Sharma juga tadi yang jaim sama mas."


"Habis sih kamu gemesin sayang!" mas jadi tidak sabar menunggu hari pernikahan kita." ucap Briptu Erick terus terang.


"Mas!" Sharma bisa minta sesuatu tidak?"


"Apa itu sayang?"


" Tolong kalau mas bertugas, jangan pernah ngelupain Sharma. Sharma tidak sanggup harus berjauhan apa lagi di duakan mas." ucap Sharma sambil terisak


"Sayang jangan pernah kamu berpikir, mas akan berpaling dari kamu sayang!" apa kamu tidak merasakan cinta tulus dari mas?"


"Sharm tau itu!" tapi kan di luaran sana, banyak godaan yang membuat mas satu ketika ngelupain Sharma?"


"Ya Allah!" sayang kalau mas mau seperti itu, mas sudah menikah kali." tidak mas tahankan sampai umur segini belum menikah." ucap Briptu Erick berterus terang.


"Sharma serius mas!"


"Siapa yang main main sayang?"


"Di hati mas!" hanya ada kamu, tidak ada yang lain, ingat itu"

__ADS_1


"Ya sudah Sharma pegang ucapan mas." kata Sharma sambil langsung memeluk Briptu Erick.


"I love you my husband." ucap Sharma Sharma sambil melahap bibir ranum milik Briptu Erick.


"I love you too my wife." balas Briptu Erick dan kembali Briptu Erick melahap bibir manis Sharma.


Siang itu Sharma dan Briptu Erick tanpak saling terbuka tentang perasaan mereka masing masing. Sharma dan Briptu Erick sama sekali tidak keluar dari kamar hingga sore hari. Mereka didalam kamar menghabiskan waktu bersama.


****


Tiga hari kemudian, akad nikah diadakan di Bogor, tepatnya di kediaman keluarga Sharma.


Terlihat Sharma tampak anggun dan cantik memakai busana yang dipesan khusus dari perancang busana langganan Bu Rohana.


iring-iringan mobil pihak dari keluarga Briptu Erick sudah tiba di kediaman keluarga Sharma.


semua kerabat dan tamu undangan, sudah mulai berdatangan menyaksikan akad nikah Sharma. Termasuk kedua sahabatnya Zahra dan Sharma begitu juga dengan Charles dan Antonio.


"Wah kamu cantik bangat Sharma." puji Zahra dan Morina yang baru tiba diruang make up, melihat kecantikan sharma yang terlihat cantik dan anggun.


"Ah kalian bisa saja!" seperti baru kenal aja."


"Ia loh serius bangat kamu cantik bangat sumpah."


"Trimakasih!" kalian sudah jauh jauh datang ke sini menghadiri akad nikah aku."


"Iya namanya juga kita sahabat, tidak mungkin kami melewatkan hari bahagia Sahabat kita." ucap Zahra dan Morina kompak.


"Oh iya, kalian bareng sama suami suami kalian kan?" tanya Sharma Karna belum melihat Charles dan juga Antonio bersama mereka.


"Ia dong!" kalau tidak bareng suami, sama siapa lagi Sharma?"


"Siapa tau kalian berdua doang!"


"Tidak kok!" papa sama Mama juga ikut." ucap Morina membuat hati Sharma begitu bahagia mendengar kedua orangtua Morina datang menghadiri akad nikah Sharma dan Briptu Erick


sang pengusaha kaya raya yang sukses. yang ia tau tuan Jose Miller pasti sibuk. Tapi menyempatkan diri datang menghadiri akad nikah Sharma.


"Serius kamu Mori!" om dan Tante ikut datang?"


"Ia mana mungkin sih aku bohong sama kamu Sharma yang cantik dan yang bawel." ucap Morina sambil mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, setelah Sharma selesai dirias, akad nikah akan segera dilaksanakan. Tampak penghulu sudah datang dan para kerabat sudah tidak sabar lagi untuk menyaksikan akad pernikahan Sharma dan Briptu Erick.


"Saya nikahkan putri saya Sharma Anggraini binti Fernando dengan Briptu Erickson bin Sugito dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin dua ratus lima puluh gram dibayar Tunai."


"Saya terima nikahnya Sharma Anggraini binti Fernando dengan mas kawin tersebut bibayar tunai." Dengan lantang Briptu Erick mengucapkan ijab Kabul dihadapan kerabat dan para tamu undangan .


"Bagaiman para saksi sah?"


"Sah....."


"Sah...."


Akad nikah berjalan dengan lancar, terlihat Briptu Erick dan Sharma begitu bahagia Karna mereka sudah sah menjadi suami istri.


Acara resepsi di adakan di Jakarta tepatnya di hotel bintang lima milik keluarga tuan Jose Miller dan catering dari restoran milik Antonio yang sudah diatur sedemikian rupa.


Tampak iring-iringan mobil pengantin dan mobil undang dan kerabat, sudah tampak melakukan perjalanan menuju Jakarta.


Karna sebelum acara resepsi diadakan, acara pedang pora dari pihak kepolisian terlebih dahulu dilaksanakan.Mengingat Briptu Erick adalah salah satu abdi negara yang berprestasi. Sehingga sang komandan meminta kepada Briptu Erick acara pernikahan nya diadakan acara pedang pora.


sebelumnya mereka sudah menyepakati acara itu diadakan waktu acara pernikahan Sharma dan Briptu Erick.


"Wah keren amat pernikahan Sharma ya." ucap Zahra kepada Morina


"Ia namanya juga dapat suami seorang perwira polisi." sahut Morina. Tampak acara berjalan lancar Sampai acara resepsi umum diadakan.


Sharma dan Briptu Erick tanpak bahagia.


Sementara ditempat lain, dari kejauhan Veronica yang melihat pernikahan Briptu Erick yang begitu mewah dan megah, tampak merencanakan sesuatu. "Ia tidak terima akan kebahagiaan yang dirasakan oleh Briptu Erick. karna kehidupan rumah tangganya bersama Yudha berantakan.


"Dapat duit darimana dia melaksanakan pernikahan nya semewah dan semegah ini?" tanya Veronica dalam hati. Yang Veronica tau Briptu Erick hanya seorang polisi dan dia sudah tau batas kemampuan keuangan polisi sampai dimana. Tetapi Veronica tidak tau kalau Briptu Erick memilik perkebunan yang begitu luas di luar kota, yang dikendalikan oleh kepercayaannya dan dipantau oleh pak Sugito sendiri.


Veronica tidak mengetahui Briptu Erick memiliki perkebunan di kawasan puncak Bogor dan peternakan sapi dan beberapa villa, di kawasan puncak Bogor. Veronica beranggapan kalau Briptu Erick tidak akan mampu membiayai dan membahagiakan dirinya. Apalagi dengan gaya hidup veronica yang glamor.


Hal itu yang membuat Veronica meninggalkan Briptu Erick dan memilih menikah dengan Yudha yang ia tahu Yudha pengusaha sukses di bidang pertambangan dan perusahaan lainya.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏 jangan lupa like coment dan votenya ya trimakasih


mampir kekarya outhor yang mampu membuat para readears ngakak habis yuk kepoin di

__ADS_1


" jatuh cinta karna kentut"



__ADS_2