Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
RUANG OPERASI


__ADS_3

Dua hari kemudian, Pak Fernando dibawa langsung boleh Dokter Delon ke Singapura untuk melakukan pengobatan pencangkokan ginjal. Karna Dokter Delon sudah mendapatkan informasi kalau pak Fernando mendapat donor ginjal yang cocok di negara Singapura. Karna sebelumya Dokter Delon sudah kordinasi sebelumnya dengan dokter yang menangani pak Fernando selama ini.


"Papi harus kuat, papi harus sembuh demi sharma dan cucu papi." ucap Sharma sambil terisak.


"Kamu jangan menangis nak!" papi tidak apa apa, kamu berdoa saja." ucap pak Fernando.


Sharma tidak ikut mendampingi pak Fernando ke Singapura. Karna kondisi Sharma yang tidak memungkinkan. Mengingat kondisinya masih hamil muda untuk melakukan perjalanan jauh masih rawan.


"Pokoknya papi harus subuh dan kembali untuk Sharma dan cucu papi." Hua....Hua...Hua..." tangis Sharma membuat pak Fernando menjadi bersemangat untuk sembuh. Sharma dan bayinya yang membuat semangat untuk Pak Fernando berkeinginan untuk sembuh.


iya tidak ingin mengecewakan putrinya.


"Ya Allah berikanlah aku kekuatan dan kesembuhan agar aku tidak mengecewakan putriku dan aku bisa menemani cucuku." doa Pak Fernando di dalam hati.


"jangan menangis Nak!" doakan Papi agar Papi sembuh!" ucap Fernando sambil menghapus air mata Sharma.


"Iya sayang jangan menangis kasihan bayi kita, lebih baik kita berdoa meminta kesembuhan dari Allah." ucap Briptu Erick kepada Sharma.


Sharma pun diam seolah dirinya tidak tega melepaskan ayahnya sendirian melawan penyakit keras yang dialaminya.


"Papi berangkat dulu jaga kesehatanmu dan cucu Papi."ucap Pak Fernando sambil mengelus rambut putrinya.


"Papi juga harus semangat dan jaga kesehatan Semoga operasinya berjalan dengan lancar agar Papi bisa menimang cucu Papi." ucap Sharma sambil meneteskan air matanya.


Kemudian Pak Fernando dan Dokter Delon berlalu dari kediaman Briptu Erick menuju bandara. Yang mana penerbangan mereka sengaja dilakukan di siang hari agar mereka tiba di Singapore, sore hari dan dapat langsung melakukan pemeriksaan kepada Dokter yang ahli di bidang penyakit yang dialami oleh Pak Fernando.


Andita yang ikut menghantarkan suaminya dan Pak Fernando ke bandara. Andita berharap operasi dan pengobatan yang dilakukan di Singapura berhasil agar jasa dari suaminya tidak sia-sia. Ia juga ingin Sharma sang kakak iparnya bahagia dapat berkumpul kembali dengan Pak Fernando sang ayah angkat Sharma. Yang sudah membesarkan Sharma selama ini. Apalagi pak Fernando adalah salah satu sahabat dekat dari Pak Sugito orang tua kandung dari Andita.


"Semoga berhasil Mas Andita yakin kemampuan Mas dan juga dokter Sem.


"Tolong bawa kembali Om Fernando dengan kondisi yang membaik." ujar Andita kepada suaminya.


"Iya sayang Mas juga berharap demikian Pak Fernando bisa pulih kembali seperti semula.


"Aku yakin dengan kemampuan suamiku dan juga Dokter Sem ." ucap Andita sambil mengebangkan senyumnya dan mencium suaminya.


"Aku akan menunggumu dan pasti merindukanmu,


"Cepatlah kembali dan bawa kabar baik." ucap Andita di bandara sambil melepas suaminya dan pak Fernando masuk keruang tunggu. sebelum pesawat mereka take off dari badara Sukarno Hatta menuju Singapura.


" Dirumah sakit Colombia, tepatnya di Singapura, Dokter Sem sudah menunggu kehadiran Dokter Delon dan pak Fernando. Dokter sem Sudah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam pengobatan pak Fernando. Karna sebelumya dokter Delon sudah melakukan registrasi agar operasinya dapat dilaksanakan dengan secepat mungkin

__ADS_1


****


Setelah tiba di Singapore tepatnya di rumah sakit Colombia, Dokter Delon dan pak Fernando. langsung menemui Dokter Sem."


"Selamat sore Dokter Sem!"


"Selamat sore juga Dokter Delon." sahut dokter Sem sambil berjabatan tangan.


kemudian dokter Delon memberikan rekam medis milik pak Fernando kepada Dokter Sem agar Dokter Sem dapat menganalisa penyakit yang diderita pak Fernando.


"Kita harus melakukan pemeriksaan ulang, untuk mengetahui gimana ginjal milik pak Fernando!" ujar Dokter Sem


"Lakukan yang terbaik Dokter Sem." sahut Dokter Delon.


" Bagaimana apa bapak sudah siap?" tanya dokter Sem kepada pak Fernando.


"Insyaallah saya siap Dokter." sahut pak Fernando.


Kemudian, Dokter Delon dan dokter Sem membawa Pak Fernando keruang pemeriksaan.


Setelah melakukan pemeriksaa, Dokter Sem menggelengkan kepalanya. Pertanda ada yang tidak bagus dalam kondisi kesehatan pak Fernando.


"Bagaimana Dokter ?"


"Tapi bagaimana dengan donor ginjalnya dokter."


"Sudah orangnya sudah ada dirumah sakit ini"


"Apa mungkin ada ginjal yang cocok kalau tidak saudara dokter?" tanya pak Fernando.


"Untuk itu kita tidak bisa memastikan.Tetapi setelah kami melakukan pemeriksaan, Ternyata ginjal, laki laki paruh baya itu cocok untuk pak Fernando.


"Apa saya bisa bertemu dengannya dokter? sebelum operasi nya dilakukan?"


"Maaf Pak!" pendonor tidak ingin jati dirinya diketahui orang." Sahut dokter Sem.


"Oh iya Dokter!" kapan operasi dilakukan?" tanya dokter Delon."


"Malam ini juga kita akan mengadakan Operasinya!" jawab Dokter Sem.


****

__ADS_1


Operasi pun diadakan malam itu juga. Tampak Dokter Delon begitu gelisah didepan ruang operasi . Sementara Dokter Sem dan tim berusaha melakukan yang terbaik untuk kesehatan Pak Fernando Dalam melakukan operasi pencangkokan ginjal.


"Sebelum mengadakan operasi pak Fernando menghubungi Sharma agar Sharma mendoakan Pak Fernando selama berada diruang operasi.


Kring


Kring


Kring


Suara ponsel Sharma berdering. Sharma melihat dilayar ponselnya kalau pak Fernando menghubunginya langsung menekan tombol hijau .


Setelah sambungan telepon tersambung pak Fernando langsung memberitahu kalau malam itu juga pak Fernando akan menjalani operasi pencangkokan ginjal, pak Fernando meminta doa dari putrinya.


"Doain Papi ya sayang." ucap pak Fernando dalam sambungan telepon selulernya.


"Sharma pasti akan mendoakan papi!"


"Papi yang semangat ya demi Sharma dan cucu papi." ucap Sharma memberikan semangat kepada pak Fernando.


Setelah selesai berbicara kepada Sharma, pak Fernando memutuskan Sambungan telepon selulernya. Agar operasinya dapat dimulai Tampak dokter Sem sudah bersiap untuk melakukan operasi terhadap pak Fernando.


operasinya sudah berjalan selama 4 Jam tapi belum ada tanda tanda operasinya selesai. Membuat dokter Delon begitu gelisah di depan ruang operasi.


Tampak salah satu suster berlari masuk keruang Operasi sambil membawa kantong darah. Hal itu membuat dokter Delon semakin kwatir, ia takut terjadi sesuatu kepada Pak Fernando. Dokter Delon terus berdoa meminta keselamatan buat pak Fernando yang lagi menjalani operasi.


"Ya Allah selamatkan lah pak Fernando,"Doa dokter Delon dalam hati."


Enam jam sudah pak Fernando didalam ruang operasi. Tampak lampu sudah mati pertanda operasinya sudah selesai. Dan dokter Sem keluar dari ruang operasi.


"Bagaimana Operasinya dokter?"


"Operasinya berhasil kita lakukan, walau tadi ada sedikit kendala karna kondisi Pak Fernando sempat drop sehingga operasinya agak lambat. dan memerlukan donor darah. Tapi puji Tuhan operasionalnya berhasil. Dan kondisinya sekarang sudah mulai stabil.


Kita akan pindahkan Pak Fernando keruang ICU karna kondisi nya masih lemah, agar kita dapat memantau kondisi pak Fernando dan perawatan yang intensif." ucap Dokter Sem


"Baik Dokter Sem."


" Trimakasih!"


"Sama sama dokter Delon." sahut dokter Sem sambil mengebangkan senyumnya.

__ADS_1


Bersambung .....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2