
Kakak tidak perlu khawatir ada kami disini membantu kakak. lebih baik Kakak tenang dan Jangan berpikiran negatif terhadap Sharma.
Briptu Erick pun menganggukkan kepalanya pertanda dirinya pun setuju dengan pendapat kedua sahabat Sharma.
βOh iya Kak ini sudah hampir jam 9 kami sudah mau masuk kelas tidak apa-apa kan kami tinggal dulu?" ucap Morina kepada Briptu Erick
βTidak apa-apa kalian masuk saja Nanti kalian terlambat." ujar Erick sambil tersenyum kearah kedua sahabat istrinya.
kemudian Zahra dan Morina berlalu dari hadapan Erick menuju kelas mereka. Tetapi di perjalanan sebelum masuk ke dalam kelas rasa khawatir Zahra dan Morina terhadap hubungan antara Erick dan Sharma karena hadirnya Bagas di antara mereka membuat kedua sahabat itu menjadi khawatir.
"Mori jujur aku sangat khawatir kalau Bagas berusaha mendekati Sharma, kan kamu tahu kalau Bagas sangat mencintai Sharma dari dulu tetapi Bagas dak pernah mengungkapkannya."
"Entahlah tapi yang pasti kita harus beritahu kepada Sharma kalau Kak Erick sudah merasa curiga kepada Bagas yang selalu mengejar-ngejar Sharma.
"Tapi bagaimana kalau ka Erick tetap merasa curiga dan tidak percaya kepada Sharma?
"Iya itu juga yang aku khawatir kan nanti. apa lagi sepertinya Bagas benar-benar sangat mencintai Sharma. Sama halnya yang dikatakan Briptu Erick bisa-bisa nantinya kalau Sharma menolak cinta Bagas, Bagas akan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan Sharma.
"Ah lebih baik kita masuk saja tidak perlu berpikir yang lebih jauh yang belum terjadi ucap Morina kepada Zahra sambil langsung melangkahkan masuk ke dalam ruang kelas. Mereka pun sudah melihat Bagas berada di dalam kelas dengan penuh senyuman.Bagas sudah membayangkan kalau dirinya akan jalan berdua dengan Sharma.
"Hai Gas Kamu lagi ngapain sih Kok senyum-senyum sendiri?
"Gue lagi senang banget hari ini,gue berincana untuk mengajak Sharma pergi ke suatu tempat.
"Maksud kamu?
"Aku ingin mengungkapkan perasaanku kepada Sharma. ucap Bagas sambil mengembangkan senyumnya kepada Morina dan zahra
"Mendingan tidak usah deh gas Apa kamu sudah tahu kepribadian dari Sharma?
"Sharma sudah ada yang punya." ucap Zahra kepada Bagas
"Syirik aja sih lo berdua gue bahagia, bersama wanita yang aku cintai."ucap Bagas kepada Morina dan Zahra menuduh mereka berdua tidak senang kalau kehidupan Bagas bahagia bersama Sharma.
__ADS_1
"Terserah kamu aja deh." ucap Zahra sembari duduk di kursi karena dosen sudah datang untuk mengajar mata kuliah yang akan berlangsung.
2 jam kemudian mata kuliah yang diajarkan dosen sudah usai, para mahasiswa sudah pada keluar. Sharma berniat untuk pergi ke kantin. Morina dan Zahra menghampirinya.
"Yuk kita ke kantin aku haus." ajak Sharma kepada kedua sahabatnya mereka tidak tahu kalau Erick menunggu Sharma di parkiran mobil.
Sehingga mereka pun memutuskan pergi ke kantin untuk sekedar mengganjal perut dan menghilangkan dahaga mereka.
Setelah tiba di kantin mereka dikejutkan dengan kedatangan Bagas. Bagas meminta izin kepada mereka untuk dapat bergabung tetapi mereka enggan menolaknya. Sehingga Bagas langsung duduk di samping Sharma.
Firasat Erick tidak enak sehingga Erick memutuskan untuk mencari keberadaan Sharma. dan bertanya kepada salah satu mahasiswa yang satu jurusan dan 1 kelas kepada Sharma.
"Maaf saya numpang tanya Sharma ada tidak?"
"Dia sudah pergi ke kantin bersama Morina dan Zahra." kata salah satu mahasiswa teman satu kelas Sharma
Kemudian Briptu Erick berlalu pergi ke kantin berharap ia menemukan sosok istrinya disana. dari kejauhan Erick melihat kantin yang berada di kampus. Tetapi ia belum menemukan sosok istrinya karena Sharma, Morina dan Zahra memilih duduk di pojok kantin.
Briptu Erik langsung menghampiri Sharma bersama teman-temannya.
"Hai sayang Sudah kelar mata kuliahnya?"ucap Briptu Erick kepada Sharma sambil langsung mengecup kening Sharma.
"loh Mas kok di sini Memangnya Mas tidak pulang baru balik jemput Sharma lagi?"
"Iya sayang!" mas menunggumu.
"Sharma kira tadi Mas pulang dulu baru jemput Sharma kembali."
"Tidak Mas ingin memastikan istri mas yang cantik ini baik-baik saja di kampus." ucap Briptu Erick sambil kembali mengecup wajah cantik istrinya.
Mendengar Briptu Erick mengatakan bahwasanya Sharma adalah istrinya, Bagas begitu terkejut Ia tidak menyangka kalau Sharma sudah menikah, harapannya pupus. Padahal selama ini Bagas sudah memendam rasa cintanya kepada Sharma.
"Apa istri? tanya Bagas terkejut dengan pernyataan Briptu Erick
__ADS_1
"Iya Sharma istri saya ada yang salah? kata Briptu Erick kepada Bagas.
"Tidak mungkin Sharma sudah menikah kalau dia sudah menikah Mengapa tidak pernah terdengar kabar di kampus?
"Makanya update dikit dong..... masa kamu tidak mengetahui kalau Sharma sudah menikah!" kata Zahra kepada Bagas.
"Kalian pasti bohong kalian ngerjain aku kan!
"Tidak kami tidak pernah membohongimu itulah kenyataannya makanya kami meminta supaya Jangan mendekati Sharma.
Bahkan kami tidak pernah memberikan nomor ponsel Sharma kepadamu, tetapi entah dari mana kamu mengetahui nomor ponsel Sharma Itu sih urusan kamu. Bukan urusan kami. yang pastinya sahabat kami ini sudah menikah dengan suaminya Briptu Erick. Perkenalkan dia Briptu Erick suami dari Sharma ucap Zahra dengan lantang membuat Bagas begitu kesal dan terkejut mendengar bahwasannya Sharma sudah menikah.
Bagas sangat mencintai Sharma Bagas tidak rela kalau Sharma dimiliki orang lain sehingga dirinya pun bertekad untuk melakukan apa saja demi mendapatkan cinta Sharma.
"Yang pasti aku sama sekali tidak percaya sama kalian Aku sangat mencintai Sharma. Sharma apa kamu tahu, dari dulu aku sangat mencintaimu. Tetapi aku tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku kepadamu . Hari ini aku mengumpulkan keberanian ku untuk mengungkapkan perasaanku kepadamu Aku sangat mencintaimu Sharma." ucap Bagas kepada Sharma.
Hal itu membuat emosi Briptu Erick semakin memuncak. Jaga sikap kamu anak muda dia istri saya." ucap Briptu Erick kepada Bagas.
Bagas langsung terkekeh dan tertawa terbahak-bahak tidak mungkin seorang Sharma mau kepada lelaki sepertimu yang sudah tua bangka. Lihat tuh uban sudah bersarang di kepalamu." ucap Bagas percaya diri sehingga Sharma pun ikut angkat bicara.
"Jangan pernah menghina suamiku dia adalah laki-laki yang sangat aku cintai bahkan di pernikahan kami sudah dikaruniai anak yang sangat tampan. Mulai sekarang Jangan pernah kamu mendekatiku. Aku sangat mencintai suamiku. Briptu Erickson bin Sugito. Sepertinya petinggi kampus ini juga mengetahui Siapa suami saya. Kamu bisa tanya sendiri dekan ataupun pemilik kampus ini.
"Apakah kamu mengetahui Siapa pemilik kampus ini?" kalau kamu tidak mengetahui perkenalkan Morina Jose miller pemilik kampus ini.
" Paham." ucap Sharma kepada Bagas.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih ππππ
mampir yuk kekarya baru Morata, ceritanya seruloh.
__ADS_1