Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Film orang miskin


__ADS_3

"Tua tua masih tampan kan sayang?" ucap Briptu Erick sambil langsung memeluk dan mencium bibir manis sharma tanpa rasa malu dihadapan sang fotografer.


"Humm," lumayan!"


"Jujur aja kenapa sayang?"


"Lah!" dibilangin jujur malah dituduh bohong."


Setelah selesai acara pemotret, Briptu Erick dan Sharma kembali ke kediaman tante Alena. Sementara akad nikah akan dilaksanakan di Bogor, tetapi untuk acara resepsi pernikahan Sharma dan Briptu Erick sudah design sedemikian rupa oleh Morina dan Zahra dibantu oleh EO, yang disewa khusus oleh Briptu Erick.


Morina dan Zahra sengaja ikut turun tangan langsung menangani dekorasi gedung dan juga catering agar pesta sahabat mereka terlihat sangat mewah. Apalagi pesta resepsi pernikahan Zahra dan Sharma diadakan dihotel milik tuan Jose Miller, ayah kandung dari Morina sahabat karib Sharma.


Sementara catering ditangani langsung oleh Antonio yang merupakan sahabat Briptu Erick yang memiliki restoran ternama dan juga cafe di berbagai cabang dimana mana. Antonio juga suami dari sahabat Sharma sendiri yaitu Morina.


"Pak pol, pak pol sudah yakin belum semuanya sudah aman dan terkendali?"


"Sayang boleh ngak panggilannya dirubah sama mas?" masa sudah menjadi suami juga panggilnya hari pak pol sih!" komplain Briptu Erick.


Hal itu mampu membuat Sharma langsung tertawa ngakak, membuat Briptu Erick menjadi heran mengapa Sharma langsung tertawa ketika dirinya komplain masalah panggilan Sharma terhadapnya.


"Kok ketawa sayang?"


"Ngak apa apa!" lucu aja pak pol komplain masalah panggilanku sama pak pol, padahal Sharma panggil begitu, menurut Sharma itu panggilan sayang Sharma sama pak pol."


"Tapi mas tidak suka dipanggil seperti itu sayang!"


"Maunya dipanggil apa dong?"


"Terserah yang penting enak didengar. entah sayang kek , mas, beb!" yang pasti enak didengar lah.


"Oh ya udah aku panggil mas panglatu aja deh!"


"Panglatu? apa itu panglatu?"


"Ha ha ha ha!" sontak Sharma langsung tertawa ngakak membuat Briptu Erick semakin penasaran.


"Serius sayang!" apasih itu panglatu?"


"Panggilan sayang aku mas."


"Udah deh kalau ngak mau ngasih tau, entar mas tanya Andita sama Morina deh, apa itu panglatu." ucap Briptu Erick karna dirinya masih ngak percaya kalau panglatu itu panggilan sayang Sharma untuknya.


"Tidak perlu ditanya mas panglatu!" kan orangnya disini yang manggil."


"Serah lah!" ucap Briptu Erick pasrah.

__ADS_1


sedikit ngambek karena Sharma tidak ingin memberitahu Apa itu arti panglatu


"Ih itu aja ngambek."


Cup


Sharma memberanikan diri mencium pipi Briptu Erick, hal itu membuat hati Briptu Erick menjadi lunak dan mengebangkan senyumnya.


"Lagi dong sayang!" kok cepat bangat?"


"Nanti kalau sudah halal baru suka hati mau ngapain ,mau jungkir balik atau nungging juga bisa." canda Sharma sambil tertawa.


"Hah nungging?" tau darimana sayang gaya seperti itu?"


"Tau aja!"


"Serius sayang!"


"Ha ha. ha namanya juga pernah ABG mas panglatu ku!"


"Maksudnya?"


"He he he!" dulu, Sharma, Morina dan Zahra pernah nonton Film orang miskin."


"Maksudnya film orang miskin gimana sayang?" tanya Briptu Erick pura pura tidak tau apa maksud dari Sharma, padahal Briptu Erick sudah mengetahui apa maksud film orang miskin maksud Sharma.


"Ngak sayang....mas jadi penasaran gimana film orang miskin, mas bisa tonton tidak? " mau dong."


"Sudah dong mas!" masa jadi bahas film orang miskin sih." ucap Sharma karna dia tidak ingin Briptu Erick mengetahui kalau dirinya pernah menonton film blue, mengingat usianya masih muda.


"Mau dong filmnya, mas kan pengen tau sayang gimana nungging seperti yang kamu bilang." ucap Briptu Erick sambil tersenyum jahil.


"Emang mas panglatu mau nonton Film orang miskin?" Noh lihat di situs banyak kok yang nyediain film orang miskin, tak berbusana !" Puas?"


Briptu Erick merasa berhasil mengerjai Sharma yang mengatakan kalau dirinya tidak mengetahui film orang miskin, yang dimaksudkan Sharma." padahal dari awal Briptu Erick sudah mengetahui tujuan apa yang dikatakan oleh Sharma mengenai film tersebut.


"Ya sudah nanti kalau kita sudah halal kita sama-sama menonton film orang miskin nya ya sayang." Ucap begitu Erick berniat menjahili calon istrinya.


"Nggak perlu kalau sudah halal, kan bisa langsung dipraktekkan sendiri." Ucap Sharma asal, membuat Briptu Erick langsung memeluk dan mengecup bibir manis milik Sharma.


"Mas hati-hati lho nanti kebablasan kita belum halal. ucap Sharma kepada Briptu Erick mengingatkan kalau mereka belum sah menjadi suami istri di depan agama dan juga di depan negara.


Briptu Erickpun langsung melepaskan pelukannya dari Sharma karena memang benar apa yang dikatakan Sharma kalau mereka belum halal, belum bisa melakukan yang lebih jauh. walaupun mereka sebentar lagi akan menikah. Tetapi tetap saja mereka belum sah dihadapan agama dan juga negara.


Sementara di tempat lain Ibu Meli dan Pak Fernando sudah bersiap menyambut kedatangan pihak keluarga Briptu Erick untuk memberikan seserahan lamaran resmi Briptu Erick kepada Sharma.

__ADS_1


Pak Sugito dan ibu Rohana Begitu juga dengan Andita, sudah mempersiapkan sedemikian rupa perihal lamaran Briptu Erick, termasuk mas kawin sudah dipersiapkan Ibu Rohana dan juga Pak Sugito.


"Sayang hari ini orangtua Mas akan ke rumah kamu di Bogor, untuk lamaran resmi Mas meminang kamu sayang!"


"Kamu serius Mas Hari ini, orang tua mas melamar Sharma secara resmi?"


"Iya sayang makanya Mas juga harus pulang sekarang nggak apa-apa kan?"


"Tidak apa-apa!" kan ada tante Alena."


Kemudian Briptu Erick pun berpamitan kepada Sharma dan juga tante Alena untuk kembali ke kediaman Pak Sugito yang mana rencana mereka Hari ini pergi ke Bogor untuk melakukan lamaran resmi melamar Sharma.


"Sayang mas pamit ya!"


"Iya Mas hati-hati di jalan ya!"


"Tante Erick pamit dulu!"ucap Briptu Erick sambil memberi salam kepada tante Alena


"Ya sudah kamu hati-hati dijalan Jangan ngebut-ngebut!"


"Iya Tante terima kasih sudah diingatkan.


Kemudian Briptu Erick pun pergi meninggalkan rumah tante Alena menuju kediaman Pak sugito, menggunakan motor dinas kepolisian. Briptu Erick tiba di rumah dengan tepat waktu sesuai yang mereka janjikan dari awal.


"Cepat Nak .... kita sudah mau berangkat pinta pak sugito kepada Briptu Erick agar Briptu Erick segera mempersiapkan diri


"Iya Ayah ucap Briptu Erick sambil berlalu masuk ke kamar mandi membersihkan diri.


setelah persiapan sudah selesai dan Briptu Erick sudah tampak rapi, mereka pun berangkat ke Bogor.


"Nak!" Bagaimana apa semuanya lancar?"


Tiba-tiba Ibu Rohana bertanya memecah keheningan di dalam mobil sport milik Briptu Erick.


"Alhamdulillah ma... semuanya berjalan dengan lancar." walau ada sedikit tantangan."ucap Briptu Erik kepada Ibu Rohana


"Itu biasa sayang, tapi mama mohon kamu jaga hati Sharma dia itu anaknya baik, tulus, dan apa adanya dia itu masih polos." ucap ibu Rohana


"Iya mah Erick juga cinta banget kok sama Sharma kata Briptu Erick berterus terang apa yang ia rasakan terhadap Sharma.


bersambung.........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏💓🙏💓🙏💓


mampir kekarya author yang lain ceritanya bikin ngakak habis deh yuk mampir" Jatuh cinta karna kentut"

__ADS_1


,.



__ADS_2