
Perdebatan antara Briptu Erick dan Sharma pun masih berlangsung di ruang rawat inap Sharma.
"Ini pasti pak pol yang minta kan?"
"Siapa yang bilang
"Aku
"Berarti kamu salah."
"Salah dari mana?" salah dari Hongkong?"
"Ya kamu salah nembaknya
"Terus mengapa Mama tiba-tiba minta jodohin kita?"
"Entah."
Ngomong sama Pak Pol memang gak pernah ada menangnya lebih baik aku diam deh. ucap Sharma karena sudah mulai kesal dengan jawaban-jawaban Briptu Erick.
"Nah itu kamu tau."
"Udah ah." Malas berdebat sam pak pol."
"Mah bisa protes nggak sih?" masa Mama main jodoh-jodohin Sharma."
"Tidak daripada kamu sama laki-laki yang gak jelas."
"Nggak jelas gimana sih ma?" Sharma belum mau nikah ma.?"
"Kan sudah Mama bilang Mama tidak pernah terima penolakan…
"Uh terserah mama aja deh capek Sharma."
Briptu Erick tersenyum melihat tingkah Sharma yang rada-rada cuek terhadap nya padahal Ia sudah mengetahui dari pesan whatsapp Sharma kepada Erick pagi tadi, yang meminta dirinya untuk segera kembali ke rumah sakit. karena pesan itu dianggap Briptu Erick sebagai lampu hijau untuk dirinya.
"Sudah dong Sayang tidak perlu berdebat sama mama."
"Apaan sih pak pol."
"Panggil Mas sayang..... Jangan Pak pol melulu
"Suka-suka aku dong, mulut-mulut aku
"Ya sudah deh terserah kamu
Tetapi Sharma tetap terus menerima suapan demi suapan yang diberikan kepadanya sampai makanan yang ada di piring yang disediakan oleh Ibu Meli habis dilahap Sharma.
"Wah hebat Briptu Erick Sharma bisa menghabiskan makanannya, padahal Mama tadi minta nyuapin Sharma, Sharma nya tidak mau." ucap Ibu Meli berniat untuk menjahili putrinya.
"Biasa itu ma..... namanya juga Cinta, Mama juga dulu kan seperti itu." ucap Pak Fernando kepada ibu Meli. mendengar ucapan suaminya Ibu Meli mengembangkan senyumnya.
" Ah Mas bikin malu saja mengingat mengingat masa lalu ucap Ibu Meli sambil mengembangkan senyumnya ke arah Pak Fernando tanpa memperdulikan kehadiran sosok Pak Sugito di sana.
"Wah ternyata kalian tidak berubah ya, semenjak pacaran sampai sekarang gini aja kalian masih romantis." ucap pak Sugito kepada Fernando membuat Ibu Meli merasa sungkan dan menundukkan kepalanya karena sedikit malu melihat Pak Sugito.
"Ya begitulah Pak namanya juga cinta sehidup semati.,"
"Wah luar biasa…!"puji Bapak Sugito
sementara Sharma dan Briptu Erick terus saja seperti kucing dengan tikus, selalu bertekak di mana saja. Tetapi di antara mereka seperti ada keymesteri yang luar biasa.
****
Dua hari kemudian Sharma diperbolehkan pulang oleh dokter dari rumah sakit, Ibu Meli dan juga Pak Fernando tanpa antusias untuk mempersiapkan pernikahan sharma dengan Briptu Erick apalagi dengan Pak Sugito dan juga Ibu Rohana yang sangat antusias mempersiapkan pernikahan Sharma dengan Briptu bErick.
"Kita fitting baju."
__ADS_1
"Untuk apa?"
"Akad nikah dan resepsi pernikahan kita ."
"Malas."
"Kenapa?'
"Mau tidur."
"Ya sudah aku ke sana sekarang."
"Ngapain
"Nemenin kamu tidur
"Emang aku perempuan apaan?'
"Kamu istri aku
"Hello Jangan mimpi dong Pak pol Belum..... masih calon."
"Nggak apa-apa
"Belum halal.'
"Ayo fitting baju agar cepat halalnya
"Ngantuk
"Aku ke sana sekarang
pesan whatsapp itu yang terakhir kali dikirim Briptu Erick kepada Sharma. Iya langsung mengendarai mobil sport miliknya menuju kos milik Sharma karena Sharma tinggal di kota Jakarta. ngekost di tempat kost elite. karena kedua orang tua Sharma tinggal di Bogor.
Sekitar 15 menit kemudian Briptu Erick tiba di kos tempat Sharma tinggal.
kering..
suara ponsel milik Sharma berdering. Iya melihat layar ponselnya yang menghubungi dirinya Briptu Erick
"Ada apa lagi sih pak pol?'
"kamu keluar Aku sudah di depan."
"Kan aku sudah bilang aku mau tidur."
"Buka pintunya atau aku dobrak
"Huh capek berdebat sama Pak pol ucap Sharma sambil berdiri dari tempat tidurnya untuk membukakan pintu kepada Erick.
"Kamu ngapain tiduran saja?"
"Kan suka-suka."
"Kamu nggak takut gemuk
"Pak pol ngatain aku gemuk
"Nggak
"Terus tadi
"Cuman ngingetin aja.
"Ada apa pak pol datang kemari ?" ucap Sharma kepada Briptu Erik.
"Mau jemput calon istri aku,
__ADS_1
" Pak pol., kan aku udah bilang aku mau tidur.
"Ya sudah tidur saja aku disini
"Emang pak pol nggak tugas
"Sudah pulang"dinas malam
"Gini deh yang nggak kusuka dari laki-laki berprofesi polisi.
"Memangnya kenapa?"
"ditinggal tugas malam hari yang gak enak dong tidur sendiri.?
"Oh jadi itu yang membuat kamu kamu benci seorang polisi
"Bukan
"Terus apa dong?"Kenapa kamu selama ini selalu membenci seorang polisi?'
"polisi banyak yang munafik
"Kan tidak semua
"Kebanyakan
"itu menurut kamu saja sayang." ucap Briptu Erick sambil langsung mengecup bibir manis Sharma yang sudah menyum dari tadi membuat Briptu Erick semakin gemas terhadap Sharma.
"Wah pakpol main nyosor aja kebiasaan deh." ucap Sharma sambil melahap bibirnya yang basah akibat ulah Briptu Erick
"Habis kamu gemesin sih."
"Iya sudah dari sononya." tapi jangan asal nyosor gitu dong."gerutu Sharma.
Briptu Erik memperhatikan Sharma yang sedari tadi menggerutu terhadapnya tetapi Briptu Erick langsung meraih tubuh sama kepelukannya.
"Maaf sayang mas bukan bermaksud untuk melecehkan kamu, tapi ya jujur Mas sangat sayang dan mencintai kamu bukan karena kedua orang tua kita menjodohkan kita ucap Briptu Erick kepada sharma berterus terang dengan nada yang lembut.
"Bukannya pak pol selama ini benci sama aku?"
"Tidak kok siapa yang bilang?"
"Buktinya Pak pol Terus aja buat Sharma kesal
"Tidak sayang...... sama sekali tidak ada niat di hatiku untuk menyakitimu karena kamu wanita yang sangat berbeda dari wanita-wanita yang aku kenal selama ini.
Jujur kamu membuat aku, lupa dengan masa laluku yang sangat rumit. Mungkin sedikit banyaknya Andita sudah pernah bercerita kepada kamu mengenai kehidupan ku selama ini ucap Briptu ErickI kepada Sharma membuat Sharma iba melihat Briptu Erick. Sharma pun langsung membalas pelukan Briptu Erick
"Maafkan sama pak pol."ucap sharma sambil langsung memeluk Briptu Erick karena Sharma pernah mendengar cerita kisah cinta itu Erick yang selama ini ditinggal menikah dan selingkuh dengan laki-laki lain oleh kekasihnya sendiri
"Tidak apa-apa yang penting Mas sudah jujur sama kamu, kalau mas memang benar-benar sangat mencintai dan menyayangimu. Bukan karena perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tua kita."tegas Erick kepada Sharma
"Tapi kalau kita sudah menikah apa Mas harus tinggal tinggalin Sharma di rumah sendirian?" tanya Sharma dengan polosnya.
mendengar pertanyaan dari sharma, Briptu Erick mengembangkan senyumnya.
"Sayang kemanapun Mas bertugas dipindahkan Kamu akan selalu ikut bersama Mas."
kalau masalah ditinggal di rumah, kalau sudah berumah tangga itu akan diatur jadwalnya tugasnya. ucap Briptu Erick agar Sharma sedikit tenang dan menilai positif tentang profesi sebagai seorang polisi.
bersambung.......
hai hai para readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏
mampir juga kekarya baru ku ya dijamin ngakak habis deh. yuk simak ceritanya di
"Jatuh cinta karna kentut "
__ADS_1