
Tiga hari kemudian setelah kondisi Sharma berangsur-angsur membaik, Sharma diizinkan oleh dokter pulang ke rumah. Semua keluarga besar Briptu Erick dan juga Sharma tampak antusias untuk menyambut kepulangan Sharma dari rumah sakit. Mereka juga mengadakan syukuran atas kembalinya Sharma, acara aqiqah untuk baby Prasetya pun dilaksanakan di kediaman Briptu Erick dan Sharma.
"Ya Allah aku bersyukur ternyata aku masih bisa bersama istri dan anakku." doa Briptu Erick dalam hati sembari memeluk istri dan putranya.
"Sayang terima kasih kamu sudah menghadirkan kebahagiaan di hidupku."ucapkan Briptu Erick kepada Sharma.
"Sharma minta maaf ya mas karena sudah membuat Mas khawatir selama ini."
"Tidak sayang!" kenapa kamu harus meminta maaf itu bukan salahmu."
"Iya karena Sharma sakit sehingga Mas Jadi tidak terurus karena sudah kerepotan mengurus Sharma di rumah sakit.
"Tidak sayang bukan karena itu!"
Tiba-tiba Zahra, Morina datang menghampiri Sharma sembari memeluk Sharma.
"Aku sudah sangat rindu suasana seperti ini kita sudah lama tidak ngumpul bareng, jadi ingat masa-masa dulu waktu duduk di bangku SMA." ucap Zahra sambil tertawa cengengesan.
"Iya jadi ingat masa-masa kita sekolah dulu kita sering nongkrong di cafe milik Mas Antonio ucap Morina sambil mengingat-ingat masa-masa mereka sewaktu duduk di bangku SMA.
Ketiga sahabat itu tampak bahagia rasanya tidak ada yang kurang bagi mereka karena kehidupan mereka sangat bahagia ketika Sharma kembali bangun dari tidur panjangnya.
"Kalian lagi apa sih Kok tertawanya sepertinya asik sekali?"tanya Antonio yang tiba-tiba nimbrung ke kumpulan ketiga sahabat itu.
"ini urusan perempuan Mas urusan laki-laki di sono nih."gerutu Morina karena dirinya tidak senang suaminya mengganggu tawa mereka.
"ih gitu banget sih masa nggak bisa gabung sama istri dan teman-temannya?"
"Ya nggak dong Mas ini kan urusan perempuan!"
"Ya sudah deh Mas tinggal!" Mas mau gabung sama Briptu Erick sama Charles."ucap Antonio sambil berlalu meninggalkan tiga sahabat itu.
Merli tampak bahagia melihat tawa dari adiknya. Ia sangat bersyukur Sharma kembali terbangun dari tidur panjangnya.
"Kalian lagi apa?"
"Biasalah Kak!" mengenang masa lalu waktu sama-sama duduk di bangku SMA?"
"Oh ya berarti kalian sudah lama sahabatan dong?"
"Iya Kak semenjak duduk di bangku SMP!"
"Wah persahabatan Kalian luar biasa, kalian masih tetap kompak walaupun sudah sama sama menikah."
"Iya dong Kak, suami-suami kita juga pada sahabatan?"
"Maksud kamu?"
__ADS_1
"Iya Mas Antonio sahabat dari Briptu Erick dan Charles mereka bertiga sahabatan sejak duduk di bangku SMA."ucap Sharma berterus terang kepada Merli.
"Kok bisa?"
"Jadi mereka menikah sama kalian sama-sama sudah berumur dong?"
"Iya Kak malah Mas Antoni duda lagi?"terang Morina kepada Merli
"Serius?"
"Iya Kak!" ngapain aku bohong." Kayla itu sebenarnya bukan anak kandung dari Morina tetapi Morina sudah menganggapnya sebagai anak kandungnya karena mereka sama-sama dekat.
"Wah kamu luar biasa!"
"Namanya juga sudah cinta Kak!"ucap Morina
"Iya namanya juga sudah cinta."ucap Zahra
"Jadi kalau suami kamu Ra?"
"Mas Charles itu sahabat dari mas Antonio dan Briptu Erick juga, sama seperti Briptu Erick dengan Sharma.
"Ternyata selera kalian sama ya!" sama-sama menyukai pria dewasa."
"Iya Kak makanya kami lebih suka pria dewasa karena mereka lebih mengerti perasaan kami."
"Bukan hanya Charles dan Antonio kak!" Briptu Erick juga cinta banget sama Sharma kelihatan sekali sewaktu Sharma berada di rumah sakit hidupnya terasa kacau. Bahkan ia tidak terurus karna hanya menjaga Sharma di rumah sakit.
"Kalian memang benar-benar luar biasa!" Kakak salut dengan persahabatan kalian.
"Kakak juga wanita luar biasa!"ucap Morina Zahra dan Sharma kompak
"Kok Kakak kalian bilang luar biasa?"
"luar biasa dong kak soalnya Kakak jago bela diri apalagi Kakak seorang ketua mafia besar se-asia tenggara."
"Kok kalian tahu?"
"Tahu dong Kak!" Papi Jose yang memberi tahu sama kami karena dulu papi Jose sering meminta bantuan kepada group Kakak!"
"Jadi Morina putri dari tuan Jose Miller seorang pengusaha kaya raya itu?"
"Iya dong Kak!" Morina ini putri dari tuan Jose milir pengusaha terkaya sejagat Indonesia.
"Iya kakak kenal betul Siapa tuan Jose Miller.
"Papi sama Tuan Jose Miller itu sahabat."
__ADS_1
"Serius Kak?"
"Iya kakak serius!"jika Tuan Jose miller memiliki masalah, ia selalu menghubungi Papi untuk meminta bantuannya.
"Ya Allah ternyata selama ini Papi sama kakak sudah saling kenal?"
"Sudah!" tapi kakak tidak mengetahui kalau kamu putri dari tuan Jose miller.
"Oh ya Kak gimana sih Kakak belajar beladiri?"
"Dulu Papi yang ngajarin!"
"Wah ternyata Papi kita jago dong beladiri?"
"Iya Papi jago dalam beladiri dan ekonomi!"ucap Merli sambil mengingat masa-masa hidup bersama Papinya tuan Tiong Chin dan nyonya Chin Lin Yi.
Kalian jadi ingat kakak sama Papi sama Mami Kakak jadi merindukan mereka."
"Seperti apa sih wajah papi sama mami Kak?"
"Kamu datang ke rumah kakak akan Tunjukkan foto-foto dari papi sama mami." ucap Merli kepada Sharma.
"Kakak memiliki foto-foto mereka?"
"Pasti tetapi Kakak sengaja simpan karena jika Kakak melihatnya kakak tidak bisa membendung air mata Kakak. Karena kakak tidak berhasil menemukan mu saat mereka masih hidup dan mempertemukanmu dengan mereka. Jujur kakak merasa gagal karena kakak tidak menemukan mu saat mereka masih berada di dunia ini. ucap Merli sambil terisak
"sudahlah Kak Tidak ada yang perlu disesalkan yang penting kita sudah bersatu. Papi sama mami akan bahagia di alam sana, kalau melihat kita bahagia." ucap Sharma sambil memeluk kakaknya Merli.
Tiba-tiba Briptu Erick datang menghampiri mereka yang lagi asik ngobrol.
"lagi apa sih Kok tampaknya ada sedih-sedih bukannya kita lagi bahagia?"
"Tidak kok kakak hanya teringat masa-masa hidup bersama papi sama Mami."
"Sudahlah Kak ngapain lagi harus sedih!" mereka juga sudah bahagia di alamnya kalau mereka melihat anak-anaknya bahagia. ucap Briptu Erick.
Sementara di tempat lain Veronica yang mengetahui kalau keluarga Erick sedang berbahagia bersama keluarga besar Bapak Sugito dan juga Merli tampak emosi. Ia sudah merencanakan kan rencana besar untuk menghancurkan kehidupan Yudha dan juga itu Erick. Tetapi ia tidak mengetahui siapa yang menjadi tandingannya.
karena Veronica sama sekali tidak mengetahui kalau Merli adalah ketua mafia besar Asia tenggara. Bahkan anak buahnya ada dimana-mana sehingga rencana-rencana yang direncanakan oleh Veronica terendus oleh Nya.
"Apalagi yang akan diperbuat perempuan sinting itu?"gumam Merli dalam hati ketika ia mendapat sambungan telepon seluler dari salah satu anak buahnya.
"Jangan kasih celah sama perempuan murahan itu, saya mau kalian membereskannya tanpa harus mengorbankan siapapun."
"Beres Bos semua perintah Bos akan kami laksanakan sahut Aprijon.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏