Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
KWATIR


__ADS_3

Setelah Sharma dan Briptu Erick memakai pakaian nya dan sudah terlihat rapi Sharma dan Briptu Erick keluar dari kamar berniat untuk menghampiri baby Prasetya. Mereka sudah melihat baby Prasetya tanpa fresh dan bersih sedang disuapi oleh Baby sister makan.


Sharma pun langsung mencium Pipi tembem putranya yang sedang disuapi oleh Baby sister makan.


“Putra Mami sedang makannya Kamu imut banget sih sayang!" buat mami gemes deh." ucap Sharma Sambil kembali mengecup pipi tembem putranya. Hal itu direspon Baby Prasetya dengan senyuman membuat Sharma semakin gemas.


“Mas lihat deh Putra kita dia sepertinya sudah mengerti kalau Sharma berbicara dan menciumnya." ucap Sharma kepada Briptu Erick.


“Iya dong Sayang namanya juga Putra kita sangat pintar dan baik budi. Iya kan sayang." ucap Erick sambil mencium pipi tembem putranya. Hal itu membuat Baby sister sedikit kewalahan memberi suapan demi suapan kepada Baby Prasetya.


“Maaf iya sus, suster jadi tidak merasa nyaman memberikan Putra saya makan karena kami sangat gemas terhadap baby Prasetya." ucap Sharma kepada baby sister


“Tidak apa-apa Non lagian baby Prasetya sepertinya menikmati belaian kasih sayang Nona dan Aden." ucap Baby sister yang selama ini menjaga dan merawat baby Prasetya.


Setelah menghabiskan sarapannya Sharma pun berniat untuk berangkat ke kampus.


“Sayang ini sudah pukul 8.15 Lebih baik Sharma berangkat ke kampus takutnya nanti Sharma telat, ucap Sharma kepada suaminya.


“Iya sudah!" biar mas yang ngantar!


“Memangnya mas tidak apa-apa? kan sudah ada Pak Karyo untuk menghantar Sharma."


“Tidak sayang tidak apa-apa Mas hanya ingin mengantarkan kamu saja mas ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja sampai di kampus." kata Erick kepada Sharma.


“Aduh Sharma jadi terharu banget nih Mas Mas selalu memperhatikan sama Sharma.”


“Sudah sewajarnya Mas memperhatikan kamu sayang, jadi kamu tidak perlu sungkan Ayo kita berangkat." ucap Erick kepada Sharma. sambil langsung merangkul istrinya berjalan menuju mobil.


Setelah berpamitan kepada Baby Prasetya dan kepada para asisten rumah tangga nya, Sharma dan Briptu Erick masuk ke dalam mobil. Erick melajukan mobil miliknya ke arah jalan raya menuju kampus Brawijaya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit Sharma dan Briptu Erick pun tiba di kampus. Sharma keluar dari mobil Ia pun memberi salam kepada suaminya. Dan Briptu Erick memberi kecupan hangat di kening Sharma.


Ketika Sharma sudah keluar dari mobil, Bagas yang melihat Sharma turun dari mobil langsung menghampiri Sharma.


“Hai Sharma kamu sudah datang?” aku menunggumu sedari tadi


“Memangnya Untuk apa kamu menungguku?”


“Aku sudah sangat merindukanmu!”

__ADS_1


“Apa merindukan?


“Ngak salah tuh?” ngaco kamu." ucap Sharma sembari langsung berlalu dari hadapan Bagas.


Tetapi Bagas tetap mengejarnya Sharma melihat Bagas mengejar Sharma Briptu Erick sangat kesal. Apalagi ketika Erick melihat ketampanan pria yang mengejar Sharma membuat dirinya khawatir dan umur pria itu jauh lebih muda darinya.


“Ya Allah susah kali sih memiliki istri cantik banyak sekali yang suka." Gumam Erick di dalam hati. Ia pun terus memarkirkan mobilnya di parkiran kampus. Briptu Erick memilih untuk menunggu Sharma di parkiran. Sementara Morina dan Zahra yang melihat mobil Erick berada di sana menjadi penasaran.


Morina dan Zahra pun langsung menghampiri mobil itu yang kacanya terbuka sedikit.


“Loh kak Erick ada disini, Sharma nya mana kak?


“Ada sudah pergi masuk ke kelas!


“Memangnya Kakak sudah sehat?


“Alhamdulillah sudah mendingan mungkin seminggu lagi Kakak sudah bisa bertugas.


"Syukurlah kalau begitu agar Sharma tidak terlalu mengkhawatirkan Mas.


“Kok kalian ngomong seperti itu?


“Oh iya Ada sesuatu yang mau kakak tanyakan kepada kalian berdua”


“Apa itu Kak?”


“Tolong kalian Jawab dengan jujur tanpa ada kebohongan.


“Ada apa sih Kak Memangnya Morina dan Zahra pernah membohongi Kakak selama ini?”


“Tidak sih, tapi untuk kali ini Kakak memohon kejujuran kalian.


“Apa itu Kak?" Kakak buat kita penasaran saja!


“Tadi sewaktu kakak dan Sharma sudah tiba di kampus dan Sharma sudah keluar dari mobil berniat untuk langsung masuk ke kelas ada seseorang yang menghampiri Sharma istri Kakak dan mengatakan kalau dirinya sangat merindukan Sharma itu siapa ya?


“Orangnya kayak gimana Kak?


“Orangnya tinggi kulit putih bersih dan yang pastinya tampan dan masih muda.

__ADS_1


Morina langsung teringat dengan sosok Bagas ini berarti Bagas yang menghampiri Sharma gumam Morina dan Zahra dalam hati.


“Oh mungkin Bagas Kak!”


“Siapa Bagas?”


“Iya sama-sama kuliah di kampus ini tapi beda jurusan dengan Sharma dia satu jurusan dengan kami.


“Kalian tentu kenal dekat dengannya kan?”


“Iya Kak kami mengenalnya Karena dia satu kelas kami. Dia atlet Di kampus Ini dan sudah beberapa kali mengharumkan nama baik kampus ini.


“Iya Kak, dia atlet bulu tangkis dan voli dari kampus ini tempel Morina.


“Tapi sepertinya dia menyukai istri kakak. Kakak bisa melihat tatapannya kepada istri kakak." ucap Briptu Erick kepada kedua sahabat Sharma.


“Kok Kakak bisa tahu?" ucap Zahra keceplosan.


“Jadi benar kan Kalau pria itu suka kepada istri Kakak?”


Zahra dan Morina pun tidak bisa mengelak lagi mereka terpaksa menganggukkan kepalanya.


“Sudah kuduga.” gumam Briptu Erick tetapi masih bisa didengar oleh Morina dan juga Zahra.


“Tapi Kakak tenang saja kami mengenal Sharma sudah cukup lama. Cinta Sharma sama Kakak begitu besar melebihi mencintai dirinya sendiri itu terlihat ketika Kakak mengalami luka akibat tembakan saat Kakak bertugas. Hidupnya tidak karuan bahkan dirinya melupakan siapapun hanya untuk memikirkan kakak.


“Percayalah ka, kalau Sharma tidak akan pernah berniat untuk meninggalkan kakak karena Sharma benar-benar mencintai dan menyayangi Kakak. Apalagi kalian sudah dikaruniai buah hati setampan baby Prasetya." ucap Morina dan Zahra sambil mengembangkan senyumnya.


Zahra dan Morina benar-benar ingin meyakinkan kalau Briptu Erick tidak akan merasa curiga kepada Sharma. Hal itu bisa mengakibatkan fatal dalam kehidupan rumah tangga Sharma dan Briptu Erick jika tidak ada saling kepercayaan antara Sharma dan juga Briptu Erick.


“Kakak jadi khawatir, Nanti Jika istri Kakak menolak cinta laki-laki itu. Maka laki-laki itu akan menghalalkan segala cara. Itu yang kakak khawatirkan. Kalau masalah cinta Sharma terhadap kakak mungkin iya, kalian benar kalau cintanya kepada kakak begitu besar Kakak bisa merasakannya itu." ucap Briptu Erick kepada Morina dan Zahra.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


mampir kekarya baru Morata ceritanya seru kak


__ADS_1


__ADS_2