Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Sharma di culik


__ADS_3

Ketika Sharma dan Andita berada di kantin, Sharma langsung memesan minuman favoritnya.


"Mang coffe late nya dua nya." pesan Sahrma sembari menghempaskan bobot tubuhnya di kursi paling pojok.


"Iya neng geulis, ditunggu ya." ucap mang Ibnu yang merupakan pengelola kantin kampus.


Sharma menghubungi suaminya, untuk sekedar menanyakan kabar suaminya dan mengingatkan agar Briptu Erick tidak lupa makan.


"Kring.....


"Kring....


"Kring....


ponsel Briptu Erick berdering yang diletakkan begitu aja di meja kerjanya. Sementara Briptu Erick sedang mendapat tugas dadakan untuk menangani kasus penganiyaan terhadap salah satu anak dibawah umur.


Sementara Sharma sudah gelisah karna telepon selulernya tidak diangkat oleh Briptu Erick." Kamu dimana sih mas kok ngak angkat telepon Sharma?" tanya Sahrma dalam hati.


Andita yang melihat kakak iparnya gelisah,


"Ada apa kak?"


"Mas Erick tidak angkat telepon ku!"


"Mungkin lagi ada urgent ka!"


"Mungkin juga ya!" ucap Sharma sembari masukkan ponselnya ke tas sandang miliknya.


"Silahkan neng geulis." ucap mang ipnu mempersilahkan sharma dan Andita menikmati minuman pesanan Andita dan juga Sharma.


"Aduh aku kebelet pipis nih Dit."


"Aku kekamar mandi dulu ya pamit Sahrma kepada Andita.


"Ya sudah hati hati ya ka." ucap Andita mengingatkan Sharma.

__ADS_1


Sharma berlalu dari kantin berniat pergi kekamar mandi. Tetapi Ketika Sharma hendak kembali menghampiri Andita, Tiba tiba ada seseorang yang menghadang Sharma dan langsung menutup mulut sharma dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.


Hingga Sharma tidak sadarkan diri. Kawanan penjahat itu langsung membopong tubuh Sahrma masuk kedalam mobil. Dan membawa Sharma dari areal kampus. Tetapi sebelumnya tangan dan kaki Sharma diikat, Mulutnya ditutup agar Sharma tidak dapat mengeluarkan suaranya ketika dirinya sudah sadar.


"Andita yang menunggu Sahrma di kantin sudah gelisah karna Sahrma tak kunjung datang. Ia kembali ke kelas berharap Sharma sudah ada di kelas. Tetapi sosok yang Adita cari tidak ada disana. Hal itu membuat Andita semakin gelisah.


"Kakak ipar kemana sih?" pertanyaan itu timbul dibenak Andita yang sedari tadi menunggu Sahrma.


Andita memutuskan mencari Sharma ke kamar mandi. Tetapi ketika Andita sudah tiba disana, Andita tidak menemukan sosok Sharma disana. Andita bertanya kepada mahasiswa mahasiswi yang berada di kampus, tetapi tak ada seorangpun yang melihat Sharma.


Adita semakin kwatir terhadap Sharma, ia menjadi semakin gelisah. Ia menuju rumah milik kakaknya. Berharap Sahrma sudah pulang tetapi Sharma juga tidak ada disana. Rumah milik Briptu Erick kosong tidak ada orang sama sekali.


"Aduh kak kamu dimana sih?" tanya Andita dalam hati.Ia sudah menghubungi nomor ponsel Andita beberapa kali tetapi nomor ponsel Sahrma diluar jangkauan.


Akhirnya Andita memutuskan menghubungi Briptu Erick. Briptu Erick yang melihat ponselnya berdering langsung melihat siapa yang menghubungi dirinya.


ia melihat Andita yang menghubungi dirinya. Sehingga Briptu Erick langsung buru buru menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya.


"Iya ada apa dek?"


"Ka!" ka Sahrma ada sama kakak tidak?"


"Iya!" tadi kami sama di kampus, kami pun masih sama minum di kantin. Tiba-tiba ka Sharma berpamitan pergi ke toilet. Tapi semenjak kakak Sahrma pergi ke toilet, kak Sharma tidak kembali lagi. Andita sudah mencari kemana mana, tapi kak Sharma tidak ada. Andita juga sudah dari rumah kakak tapi kak Sahrma juga tidak ada disana.


Andita hubungi nomornya diluar jangkauan." terang Andita membuat Briptu Erick menjadi kwatir dan bergegas keluar dari kantor polda tempat dirinya mengapdikan diri sebagai abdi negara.


"Ia langsung menghubungi beberapa rekan kerjanya untuk mencaritahu keberadaan Sahrma. Briptu Erick sangat kwatir akan kondisi istrinya. " Dimana kamu sayang?" tanya Briptu Erick dalam hati sambil menghubungi nomor ponsel Sharma. Tetapi nomor ponsel milik Sharma selalu diluar jangkauan membuat Briptu Erick semakin kwatir kepda Sharma.


Briptu Erick juga sudah menghubungi Morina dan Zahra, tetapi mereka juga tidak mengetahui Sharma berada dimana.


"Ya Allah dimana pun istriku tolong lindungi ya Allah." Doa Briptu Erick dalam hati sembari memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan istrinya.


Semetara Sahrma yang sudah mulai sadar, dari pingsannya, ia menatap langit langit gudang kosong yang sudah lama tidak berpenghuni itu. Ya Sharma di sekap di gudang kosong yang sudah lama tidak digunakan di daerah yang jauh dari perkotaan bahkan jaringan Telkomsel juga tidak menjangkau daerah itu. Sehingga Briptu Erick tidak dapat melacak nomor ponsel Sahrma dari jaringan GPS.


"Morina, Zahra , Charles dan juga Antonio tampak sibuk mencari keberadaan Sharma tapi hasilnya tetap nihil. pak Sugito Nyang mendapat kabar kalau menantu kesayangan nya menghilang tidak tau kemana, emosi tingkat dewa.

__ADS_1


"Erick apa yang kamu lakukan, sehingga menantu tidak tau keberadaan nya dimana hah!" bentak pak Sugito kepada Briptu Erick.


"Ayah!" Erick juga tidak tau ayah, semuanya tadi pagi baik baik saja, bahkan sebelum Erick pergi kekantor, Erick terlebih dahulu mengantarkan Sharma ke kampus." terang Briptu Erick kepada ayahnya pak sugito.


"Pokonya ayah tidak mau tau kamu harus segera menemukan menantu ayah!" saya tidak terima kegagalan Tunjukkan pada ayah kalau kamu seorang polisi yang berprestasi yang mampu melindungi keluarga dan bangsa ini." pekik pak sugito dengan nada yang meninggi.


dengan amarah yang luar biasa Briptu Erick menggerakkan anak buahnya untuk mencari dimana keberadaan Sharma.


Mulai menelusuri jejak Sahrma dari kantin menuju toilet. Mereka meminta pihak kampus untuk membuka rekaman CCTV yang mengarah ke jalan toilet. Disana terlihat Sharma masuk kedalam toilet diikuti seseorang yang memakai topi dan masker, sehingga wajahnya tidak terlihat jelas dan tidak dapat dikenali.


Ketika Sharma keluar dari toilet Sharma langsung dibius oleh seseorang yang memakai topi dan masker yang mengikuti Sahrma. Melihat itu semua emosi Briptu Erick semakin meningkat dan ia langsung meminta rekaman itu agar dapat dilakukan penyelidikan lebih lanjut.


Briptu Erick emosi. "Siapa yang berani bermain main dengan Briptu Erick tidak ada ampunan buat dia." ucap Briptu Erick dengan nada yang meninggi karna dirinya sudah dilanda emosi.


"Kalian semua, cepat lakukan pencarian " perintah Briptu Erick kepada beberapa anak buahnya.


"Sementara Sharma sudah ketakutan dan menangis. "Mas kamu dimana?"


"Mas tolong Sharma mas!"


"Sharma takut mas!" tangis Sharma. Ia sudah sangat ketakutan di tempat yang gelap, tidak ada pencahayaan disana sedikitpun. membuat Sahrma semakin ketakutan. Tiba tiba seseorang datang menghidupkan lampu seadanya.


"Heh kamu!" jangan berani beraninya kamu kabur dari sini, sebelum bos kami datang." ucap salah satu algojo yang menjaga Sharma di gudang.


Sharma tidak mampu sama sekali menjawab. Ia hanya mampu menangis memohon belas kasihan dari para algojo agar melepaskannya dan dapat berkumpul lagi bersama suaminya.


"Heh!" kamu jangan berharap kami melepaskan mu begitu saja.


"Kami tau suami kau polisi kan?" kita lihat saja apa yang dapat dilakukan suami kamu menolong kamu." ha... ha ...ha ...ha " tawa para algojo menggema di gudang kosong itu.


Bersambung.........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


mampir juga kekarya author yang lain ceritanya seru yang mampu membuat outhor ngakak habis dan guling guling.

__ADS_1


yuk kepoin ceritanya di"Jatuh cinta karna kentut"



__ADS_2