
Sharma begitu terpukul dengan kepergian ibu Meli, apalagi setelah Sharma mengetahui kenyataan bahwa Sharma bukanlah anak kandung ibu meli dengan pak Fernando, Hati Sharma sangat sakit ketika mengetahui kenyataan itu.
Jenazah bu meli disemayamkan di kawasan Bogor, semua kerabat dan para Rakan dan sahabat Sharma datang untuk sekedar memberikan kekuatan dan penghiburan kelas Sharma. Zahra dan Morina juga datang untuk melihat ibu meli yang terakhir kalinya.
Tangis Zahra pecah ketika ia melihat jenazah ibu meli terbujur kaku.
"Tante .......mengapa Tante begitu cepat meninggalkan kami?"
"Siapa yang menjadi tempat sandaran Zahra Tante, hanya Tante selama ini tempat Zahra mengadu Hua....Hua...Hua ..." tangis Zahra dan Morina pecah melihat jenazah ibu meli yang sudah tak bisa mereka ajak komunikasi lagi seperti biasanya.
Zahra dan Morina langsung memeluk Sharma yang sudah lemas tak berdaya.
"Yang kuat ya Sharma!" ucap Morina dan Zahra. ketiga sahabat itu meluapkan kesedihannya menangis sambil berpelukan. Briptu Erick tidak bisa menahan air matanya. Semua orang orang disana tidak bisa menahan air matanya. Apalagi ibu meli sosok wanita yang baik dan ramah Ia juga dermawan membuat orang orang sekitar sangat kehilangan dengan kepergian ibu meli.
"Mama mengapa Mama pergi...."
"Mama......" tangis Sharma pecah ketika jenazah ibu meli di masukkan kedalam liang lahat.
"Selamat jalan ma, tenanglah di surga." tangais Sharma.
Briptu Erick selalu memenangkan Sharma.
"Sudah sayang!" Mama sudah tenang, mama sudah tidak Merasa sakit lagi." ucap Briptu Erick sambil melap airmata Sharma. Mata Sharma sudah sembab karna satu harian menangis.
Pak Fernando juga begitu terpukul dengan kepergian istrinya yang sangat ia cintai. Ia menjadi menyalahkan dirinya sendiri yang tidak menghantarkan istrinya. Memilih melanjutkan pekerjaannya.
"Ini salah ku....Hua....Hua.."
"Maafkan aku sayang!" jerit pak Fernando menangisi Istrinya yang sudah pergi menghadap sang pencipta.
"Ini bukan salah papa!" ini sudah takdir pa?" ucap Briptu Erick agar pak Fernando tidak menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpa ibu Meli.
****
Dua hari setelah kepergian Ibu Meli, Sharma dan Briptu Erick masih tetap di Bogor. Briptu Erick sengaja mengambil cuti untuk menemani istrinya. Iya tidak sanggup harus meninggalkan istrinya dalam kesedihannya. Zahra dan Morina sudah kembali ke Jakarta terlebih dahulu.
__ADS_1
"Pa jika aku tidak anak kandung papa!" terus siapa orang tuaku yang sebenarnya?"
"Papa juga tidak tahu Nak! dulu kamu, kami temukan di sebuah taman di kota Jakarta. kamu menangis, tetapi orang di sana tidak ada. sehingga papa sama Mama berinisiatif membawa kamu ke rumah.
Apalagi kami pada saat itu belum dikaruniai anak. Sehingga Mama sama papa begitu bahagia ketika kami menemukanmu. Kami pun memutuskan merawat kamu, dan kami sudah menganggap kamu sebagai anak kandung kami sendiri. Ucap Fernando kepada Sharma.
Sharma bingung mencari jati dirinya mulai dari mana. Tetapi pak Fernando memberikan sesuatu kepada Sharma.
"Mungkin dengan ini kamu bisa mencari orang tua kandung kamu nak ."ucap pak Fernando kepada Sharma sambil memberikan sebuah gelang anak kecil kepadanya. Iya gelang itu melingkar di tangan Sharma ketika Sharma mereka temukan.
"Ini apa pa?
"Ini gelang kamu saat kami menemukanmu!
mungkin dengan ini kamu bisa mencari Siapa orang tua kandung kamu. ucap pak Fernando sambil terisak. Sejujurnya ia tidak sanggup harus memberitahu kenyataan itu kepada Sharma. Tetapi karena Ibu meli sudah memberitahu kepadanya sehingga Pak Fernando harus membuka rahasia yang mereka sembunyikan selama ini. Karna cepat atau lambat Sharma pasti akan mengetahui kenyataan sebenarnya.
Sharma pun meminta Briptu Erick untuk menolongnya mencari tahu siapa jati dirinya. Bahkan Pak Fernando juga menawarkan bantuan untuk mencari tahu.
"Mas!" sekarang kamu sudah mengetahui kalau aku bukanlah anak kandung Pak Fernando sama mama meli Apa kamu tetap masih mencintaiku ketika kamu sudah mengetahui kebenarannya?"
"Siapapun kamu !"Aku tidak akan peduli karena aku sangat mencintai dan menyayangimu sayang!"ucap Briptu Erick dengan tegas agar Sharma tidak berpikiran negatif terhadapnya.
"Tapi bagaimana dengan papa sama Mama apa mereka masih menerimaku sebagai menantu jika mereka mengetahui kalau aku bukanlah anak kandung papa Fernando dan mama meli?"
"Kamu jangan khawatir Sayang!" Mas jamin mereka tidak akan mempersoalkan mempermasalahkan itu. ucap Briptu Erick penuh dengan keyakinan. Kalau kedua orang tuanya tetap menerima Sharma menjadi seorang menantu di keluarga besar Pak Sugito.
"Terima kasih Mas kamu sudah selalu ada untukku" ucap Sharma sendu.
Keesokan harinya Sharma dan Briptu Erick berniat kembali ke Jakarta. Mereka merasa tidak tega meninggalkan pak Fernando tinggal sendiri dan hanya ditemani oleh Yono yang selama ini setia menemani Pak Fernando menangani perkebunannya.
Ketika Sharma dan Briptu Erick kembali ke Jakarta, Sharma kembali teringat dengan pernyataan ibu meli yang sudah dianggap sebagai ibu kandung nya, bahwasanya dirinya bukanlah anak kandung mereka sehingga ia pun menghubungi Tuan Jose Miller, untuk meminta bantuan kepada Tuan Jose milier.
Sharma meminta bantuan Tuan Jose Miller untuk mencari tahu siapa jati dirinya sebenarnya.
Dan Tuan Jose miller langsung menyanggupi apa yang menjadi permintaan sahabat putrinya.
__ADS_1
"Ia om akan bantu kamu." ucap tuan Jose miller menjawab telepon selulernya Sharma.
****
Di tempat lain Merli dari kejauhan memantau gerak-gerik dari suaminya,yang kalang kabut mencarinya.
"Aku ingin tahu sampai dimana perjuangan mu, untuk memperjuangkan kami."gumam Merli dalam hati.
Berulang kali Yudha menghubungi pengacara merli, tetapi Yudha selalu gagal bertemu dengan Merli.
"Dimana lagi aku mencarimu sayang?"
"Aku tidak sanggup harus kehilangan kalian." tangis Yudha.
Yudha putus asa, dia Solah tidak perduli lagi dengan penampilan nya. Tubuhnya tampak semakin kurus dan tidak terurus lagi. hingga membuat merli sedikit iba melihatnya.
"Kasihan juga dia, Bagaimana pun dia tetap ayah dari anakku." gumam Merli dalam hati.Sekilas terlintas dipikirannya ingin menemui Yudha, tetapi ketika Merli mengingat penghiantan yang dilakukan Yudha berulang kali, membuat Merli mengurungkan niatnya. menemui Yudha.
Tiba tiba ponsel Merli berdering. Iya melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya adalah anak buahnya. Merli langsung menekan tombol hijau yang ada di ponselnya.
"Iya hallo ada informasi apa yang kamu dapatkan untukku?"
"Begini nonya!" ibu meli baru meninggal dunia yang ternyata Ibu Meli bukanlah ibu kandung dari Sharma. Non Sharma hanya anak angkat dari Ibu Meli dan pak Fernando.
"Apakah sudah kamu tahu siapa ibu kandung dari Sharma?"
"Maaf nyonya!" sejauh itu kami belum mengetahuinya.
"Cepat cari tahu semuanya, terus laporkan kepadaku. Masalah gaji kalian akan saya transfer." ucap Merli kepada anak buahnya.
lalu Merli menutup sambungan telepon selulernya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1