Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
BERZIARAH


__ADS_3

Esok harinya Sharma, Briptu Erick, Pak Fernando, Merli, Yudha dan Inamorata pergi berziarah ke makam Tuan Tiong chin dan nyonya Chin Ling Yi. Merli menepati janjinya kepada Sharma untuk menghantarkan Sharma berziarah ke makam kedua orang tua kandung mereka.


Setelah tiba di makam Tuan Tiong chin dan nyonya Chin Ling Yi, Sharma berkomunikasi kepada kedua orangtuanya


"Dad.....mom..... ini Sharma Putri kalian yang hilang puluhan tahun yang lalu.


"Sharma sangat merindukan kalian, sejujurnya hati ini belum terima akan kepergian kalian dan menyesali sama apa yang terjadi. Sharma sangat terkejut ketika Sharma mengetahui kalau Sharma bukanlah Putri papi Fernando dan mami meli.


Sharma bukan menyesal karena Sharma terlahir dari rahim mami. Tetapi Sharma menyesali, Sharma mengetahui kalian Setelah kalian sudah tiada di dunia ini.


" Maafkan Sharma Dad.....mam....…" ucap Sharma sambil terus terisak ia tidak bisa menahan air matanya.


"Dad....mam.... "Sharma memang tidak mengenal wajah kalian, tetapi yang pasti kalian selalu ada di hati Sharma setelah Sharma mengetahui kalau Sharma adalah Putri kandung kalian. kalian tidak mengenaliku dimasa hidup kalian. Tetapi Sharma yakin kalian pasti mengenaliku. Sekarang ini Sharma datang berziarah ke makam Daddy sama mami ingin berbicara dan berkomunikasi kepada Mami dan Daddy.


Sharma sudah menikah Dad.. suami Sharma juga ikut disini namanya Briptu Erick dia laki-laki yang sangat Sharma cintai!" restui kami ya mam." ucap Sharma seolah-olah berbicara kepada seseorang yang berada di sampingnya. Sharma tidak bisa menahan air matanya.


Air matanya terus bercucuran Briptu Erick yang melihat istrinya terus menangis, berusaha untuk menenangkan Sharma.


"Sudah sayang Daddy dan mami sudah tenang dan lebih baik kita berdoa agar mereka ditempatkan disisi Allah." ucap Briptu Erick sambil meraih tubuh istrinya kepelukannya.


"Kak Mengapa ini harus terjadi kepadaku Aku tidak mengenali daddy dan mami? mereka sudah pergi tanpa melihatku bertumbuh besar"ucap Sharma menyesali dirinya. Iya merasa hidupnya kurang beruntung. Tidak sempat mengenali kedua orang tua kandungnya. Tetapi Sharma juga menceritakan rasa syukurnya memiliki Ibu angkat dan Papi angkat sebaik Pak Fernando dan Ibu Meli


Sharma juga mengenalkan Briptu Erick kepada kedua orangtuanya. Orang-orang di sana pun tidak bisa menahan air matanya. Termasuk Briptu Erick dan Pak Fernando dan juga Yudha.


"Sudahlah sayang semuanya sudah berlalu lebih baik kita tata hidup kita kedepannya supaya lebih baik, sekarang Yang penting kamu sudah mengetahui siapa jati diri kamu semua ini sudah Allah yang ngatur." ucap Briptu Erick agar istrinya lebih tenang.


Sementara di tempat lain, pesaing bisnis Yudha sudah ingin menghancurkan kehidupan Yudha dan keluarganya. Mereka tidak mengetahui siapa sosok Merli. Merli yang mengetahui informasi dari para anak buahnya tentang rencana pesaing bisnis suaminya yang ingin menghancurkan perusahaan suaminya, Merli langsung meminta kepada anak buahnya untuk membereskan semua.


Agar rencana yang berniat jahat kepada keluarganya tidak berjalan dengan lancar. Bahkan rencana itu akan berbalik kepada mereka mereka yang ingin menghancurkan kehidupan keluarganya. Ia tidak segan-segan mengeluarkan dana yang cukup banyak untuk menghancurkan Siapa saja yang ingin mengusik kehidupan orang-orang terdekatnya termasuk suaminya.


"Habisi mereka jangan kasih ampun."ucap merli dalam sambungan telepon selulernya.

__ADS_1


"Tapi bos sepertinya yang melakukan ini bukan Bos besarnya tetapi anak buahnya?"ucap salah satu anak buah Merli yang otaknya sangat licik dan cerdik.


"Lakukan yang terbaik jangan sampai perusahaan suami saya terganggu dan kehidupan kami menjadi terganggu, saya tidak peduli berapa pun biaya yang akan saya keluarkan." ucap Merli dalam sambungan telepon selulernya, kepada anak buahnya yang merupakan seorang mafia besar. Yang mana ketua mafia besar itu adalah Merli sendiri.


Ilmu ekonomi dan ilmu bela diri yang diwariskan oleh ayah kandung mereka yaitu Tuan Tiong chin sangat dipegang teguh oleh Merli. Merli tidak pernah menunjukkan ke siapapun jati dirinya yang sebenarnya. Termasuk kepada suaminya yang tidak mengetahui kalau Merli adalah ketua mafia besar di Asia tenggara.


Yudha hanya mengetahui akhir-akhir ini kalau Merli hanya seorang pengusaha properti yang mendapat warisan dari peninggalan orang tua mereka. Tetapi Yudha sama sekali tidak mengetahui kalau Merli adalah ketua mafia besar di Asia tenggara. Bahkan Merli mampu melumpuhkan beberapa orang yang berniat jahat kepadanya.


"Sayang Siapa yang menghubungimu Kok lama banget Kamu bicaranya?" tanya Yudha kepada Merli yang sedari tadi melihat Merli berbicara di dalam sambungan teleponnya bersama seseorang.


"Nanti Merli jelaskan kepada mas!" sekarang lebih baik kita pulang dulu dan hantarkan Sharma ke rumah." Ucap Merli kepada suaminya.


Mereka pun kembali dari makam menuju kediaman Briptu Erick. Sementara Inamorata dan Yudha setelah menghantarkan sharma dan juga Pak Fernando ke rumahnya, Mereka pun kembali ke rumah utama milik Yudha


Setelah tiba di rumah utama Yudha sudah sangat penasaran apa yang akan dijelaskan istrinya kepadanya.


"Sayang coba Jawab dengan jujur siapa yang menghubungi mu tadi?"


"Ada apa?"apa ada masalah?"


"Kalau di kantorku tidak ada masalah yang ada masalah itu Di kantor Mas?"


"Maksud kamu apa sayang?"


"Maksudnya ada seseorang yang ingin menghancurkan perusahaan Mas?"


"Serius kamu sayang?"


"Iya sayang!" jawab Merli singkat


"Tapi selama ini aku tidak memiliki musuh sayang."

__ADS_1


"Itu kan menurut kamu mas!" menurut orang lain belum tentu." lebih baik kamu benahi cara kerja pegawaimu."


"Tapi kamu tenang saja aku sudah meminta anak buahku untuk menyelesaikan semuanya


"Maksud kamu apa sayang?"


"Iya aku sudah meminta anak buahku untuk membereskan Siapa saja yang berniat jahat dan mengusik kehidupan keluarga kita.


"Bagaimana mungkin itu bisa kamu lakukan sayang?"


"Kenapa tidak mungkin?"


"Aku takut terjadi sesuatu kepada kamu sayang!"


"Aku tidak apa-apa kehilangan harta ku asalkan jangan kehilangan kalian berdua, kalian berdua itu adalah kekuatan hidupku."ucap Yudha kepada Merli.


"Kamu tenang saja mas!" tidak perlu khawatir kepadaku, semua masalah ini aku yang akan tangani.


"Kalau itu menurutmu lebih bagus, Mas hanya bisa mendukungmu sayang, Tetapi kamu harus lebih berhati-hati kepada siapapun karena kita tidak mengetahui sekarang siapa yang lawan Siapa yang musuh." ucap Yudha


Suara ponsel Merli kembali berdering, ia melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya adalah nomor ponsel anak buahnya. Merli pun langsung berbicara kepada anak buahnya


"Ada apa apakah ada perkembangan?"


"Belum Nyonya!" nanti akan kami kabari," untuk tahap sekarang kami masih memantau gerak-gerik mereka, Nyonya tenang saja."ucap Aprijon yang merupakan kepercayaan Merli selama ini.


"lakukan tugasmu sebaik mungkin, jangan sampai mereka mengetahui kalau kita sudah mengetahui rencana-rencana mereka. Kamu lebih baik pura-pura tidak mengetahui rencana mereka.


"Itu sudah pasti akan saya lakukan nyonya dan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk lebih cepat mengerjakan perintah dari nyonya.


Bersambung......

__ADS_1


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2