Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Ingkar janji


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit, mereka tiba di kampus universitas Brawijaya. Sharma langsung keluar tanpa menunggu Briptu Erick membukakan pintu untuknya. Padahal Briptu Erick sudah keluar untuk membuka pintu untuk Sharma.


"Mengapain pak pol? Sharma bisa turun sendiri tidak usah lebay deh pake bukain pintu segala buat Sharma." Ucap sharma sambil mengebangkan senyumnya. semantara Andita yang melihat Sharma tidak ada lembut kebunnya sama kakaknya pun langsung menghampiri Sharma.


"Ka maklum ya begini nih sifat orang yang awet jadi jomblo jadi tidak ada manis manisnya sama pria tampan setampan kakak." Ucap Andita sambil melirik kearah Sharma.


"sok a tuh pakai toa bilangnya kalau Sharma awet jomblo." Kata Sharma karna kesal melihat Andita yang mengatainya cewe jomblo yang awet.


"Makanya sar.... jangan jutek jutek dong sama laki laki. Memangnya kamu mau jomblo seumur hidup?" tanya Andita. membuat Sharma langsung melototkan matanya kearah Andita. "Sudah ah lebih baik aku langsung masuk kelas. Nanti bisa telat dosen killer itu bisa ngamuk ngamuk sampai Berjam jam." ucap Sharma.


Tanpa ia sadari dosen yang ia maksud berada di belakangnya. "Apa kamu bilang saya dosen killer?" Tanya dosen yang menurut Sharma killer. Dosen itu sambil menjewer telinga Sharma. Briptu Erick yang melihat Sharma dijewer oleh dosen tampan tapi cupu itu sedikit kesal.


Briptu Erick ingin sekali menonjok dosen cupu itu, tapi mengingat dirinya berprofesi sebagai pengayom masyarakat, Briptu Erick mengurungkan niatnya. Sementara pak Arif langsung meminta Sharma dan Andita agar seger masuk kedalam kelas. Mengingat jam mata pelajaran akan dimulai.


"Pak pol....duluan ya." pamit Sharma sambil langsung berlalu dari hadapan Briptu Erick.


"Oh iya nanti saya jemput." ucap Briptu Erick kepada Sharma membuat Andita langsung mengembangkan senyumnya.


"Cie cie .... kakak suka kan sama temanku Sharma." kata Andita berniat untuk menjahili kakaknya.


"Sudah masuk sana....nanti kamu telat" Ucap Briptu Erick sambil langsung masuk kembali ke mobil sport miliknya menuju kantor tempat Briptu Erick bertugas. Tiba di kantor sang komandan sudah melihat kehadiran Briptu Erick disana.

__ADS_1


"Kamu cepat tangani kasus ini saya tidak mau ada kegagalan dalam menangkap penjahat, terkait kasus Pembunuhan di Magelang. Ringkus dia secepat mungkin." ucap sang komandan agar Briptu Erick segara menangkap pembunuhan satu keluarga di Magelang.


Dibantu dengan rekan dan bawahan Briptu Erick, Briptu Erick menjalankan tugasnya.


dengan baik sehingga sang komandan selalu mempercayakan tugas dan tanggung jawab kepada Briptu Erick. "Makanya bro langsung menikah, kalau kamu sudah menikah tidak mungkin tugas tugas berat begini selalu dilimpahkan kepada kamu" kata salah satu Rakan Briptu Erick kepada nya.


Briptu Erick terdiam, ia sama sekali tidak menjawab. Sejujurnya Briptu Erick juga ingin sekali menyelesaikan masa lajangnya. Tetapi entah mengapa setiap Briptu Erick menjalin hubungan dengan wanita, selalu gagal. Hal itu yang membuat Briptu Erick kurang percaya diri. Bahkan Briptu Erick kurang percaya kepada wanita.


Briptu Erick melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara, sesuai dengan perintah sang komandan Briptu Erik untuk menjalankan tugasnya ia meminta kepada rekan dan juga bawahannya untuk membantu dirinya menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. untuk meringkus penjahat terkait kasus pembunuhan satu keluarga yang ada di Magelang.


Padahal Briptu Erick sudah berjanji kepada Sharma untuk menjemputnya di kampus. Tetapi karena Briptu Erick mendapat tugas dan tanggung jawab dari sang komandan sehingga Briptu Erick tidak dapat memenuhi janjinya kepada Sharma.


Bripka Erick yang tidak ingin Sharma kecewa kepadanya, ia terlebih dahulu menghubungi Sharma dengan menggunakan sambungan telepon selulernya. Briptu Erick menghubungi Sharma.


"Aku mau minta maaf sar.....


tadi aku janji untuk menjemput kalian di kampus. Tetapi karena aku mendapat tugas, jadi aku tidak dapat menjemput kalian. Kalian bisa tidak naik taksi online saja?"kata Briptu Erick kepada Sharma.


"Sudah tidak apa-apa Pak pol..... nanti Sharma naik taksi online saja Lagian aku sudah tahu duluan kok, kalau Pak pol tidak akan bisa jemput Sharma. soalnya pak pol kan harus menjalankan tugas sebagai abdi negara." kata Sharma dengan sedikit ketus.


Sebenarnya itulah yang tidak disukai Sharma dari sosok laki-laki yang berprofesi sebagai perwira polisi. Karena Sharma menganggap karena perwira Polisi lebih mementingkan tugas negara dibandingkan dengan keluarganya. Sharma tidak ingin menjalin hubungan atau memiliki suami yang berprofesi sebagai perwira polisi karena dirinya tidak ingin ditinggal tinggal oleh suaminya.

__ADS_1


Mendengar jawaban Sharma yang sedikit ketus kepada Briptu Erick, Briptu Erick menghela nafas. "Pasti dia kecewa kepada aku." Gumam Erick di dalam hati tetapi karena tugas dan tanggung jawabnya, Ia pun harus menjalankan tugasnya sesuai yang diperintahkan oleh sang komandan kepadanya.


Di tempat lain Sharma sudah menunggu Andita ia meminta Andita menemani dirinya ke rumah keluarga Pak Sugito untuk mengambil motor matic miliknya, yang sebelumnya ia tinggal di sana. "dit kita pulang barengnya naik taksi online saja soalnya, pak pol tadi menghubungi Sharma kalau kau dia tidak boleh jemput kita karena dia ada tugas dari kantornya ke Magelang." ucap Sharma kepada Andita.


"Ya sudah kita pesan taksi online aja yuk." ujar Andita agar Sharma segera memesan taksi online yang ingin mereka tumpangi. Beberapa menit kemudian taksi online yang mereka pesan pun tiba. Ramadhan berlalu dari kampus menuju kediaman Bapak Sugito dengan menggunakan taksi online yang mereka pesan.


di perjalanan Andita terus saja memperhatikan Sharma, " Oh iya Sar aku boleh tanya sesuatu tidak sama kamu?" tanya Andita kepada Sharma. "Boleh tanya saja, selagi bisa aku jawab ya pasti aku jawab dong" kata Sharma sambil mengebangkan senyumnya.


"Tipe cowok yang kamu inginkan gimana sih sar?" tanya Andita kepada Sharma.


Sharma mengembangkan senyumnya.


"Yang pasti cari yang bertanggung jawab buat keluarga, mapan, kalau rupa belakangan deh yang pasti Sharma tidak Suka suami Sharma berprofesi sebagai polisi, karna Sharma tidak tahan harus ditinggal tinggal sama suami yang Sharma cintai karna tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara." ucap Sharma asal Tanpa memikirkan perasaan Andita yang memiliki kakak berprofesi sebagai perwira polisi.


Mendengar jawaban dari Sharma Andita sedikit kecewa. Karena sahabatnya Sharma tidak menyukai profesi kakaknya yang berprofesi sebagai perwira polisi. Padahal di dalam lubuk hati Andita yang paling dalam, Ia menginginkan Sharma menjadi kakak iparnya. Karena menurutnya Sharma wanita yang berbeda dibandingkan dengan wanita-wanita yang ia kenal menjadi kekasih Briptu Erick yang meninggalkan Briptu Erick tanpa pesan.


Bersambung........


hai para readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


jangan lupa mampir ke karyaku yang lain siapa tau suka

__ADS_1



__ADS_2